Buleleng, baliilu.com – Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mengungkapkan bahwa perekonomian Bali tahun 2025 tumbuh 5,88% yoy atau berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04% yoy.
“Perbedaannya cukup signifikan dibanding dengan pertumbuhan nasional,” ujar Deputi Direktur Perwakilan BI Provinsi Bali Yusuf Wicaksono usai membuka Media Gathering bertajuk Capacity Building Sobat Media BI Bali, yang berlangsung dua hari pada Kamis dan Jumat (13 dan 14/11/2025) di Mimpi Menjangan Bali, Gerokgak, Buleleng.
Acara ini melibatkan puluhan wartawan dari media cetak, elektronik dan media online di Bali.
Yusuf Wicaksono mengatakan bahwa Capacity Building Sobat Media BI Bali bersama awak media ini untuk mengkomunikasikan kebijakan BI sekaligus mempererat silaturahmi BI dengan sobat media BI Bali tahun 2025.
Yusuf Wicaksono lanjut mengungkapkan, bahwa capaian ekonomi Bali yang tumbuh 5,88 persen ini didukung oleh sektor akomodasi, makan dan minuman (Makmin) yang pangsanya 23%, kemudian pangsa kedua adalah pertanian dan transportasi kemudian konstruksi dan perdagangan.
“Semua subsektor tersebut astungkara di triwulan ketiga tumbuh cukup baik sehingga menghasilkan akumulatif 5,88%,” ucapnya.
Kemudian, sebut Yusuf, jika dilihat dari sisi pengeluaran, perekonomian Bali masih didominasi konsumsi rumah tangga dengan pangsa 52%, kemudian investasi 27,5%, konsumsi pemerintah 9,3% dan sisanya adalah net export sebesar 9,9%.
Kemudian dilihat dari strabilitas harga, kata Yusuf, sisi inflasi bulan Oktober kemarin, Provinsi Bali yang dihitung dari 4 kabupaten kota di Provinsi Bali tingkat inflasinya cukup stabil di angka 2,61 % yoy atau masih di dalam kisaran target nasional 2,5±1%.
“Inflasi ini kalau dilihat dari bulan kemarin cenderung menurun karena semua pihak yang terkait baik BI, bank daerah dan konsumen juga berupaya agar bahan-bahan pangan itu cukup stabil,” katanya.
Namun Yusuf menyebutkan meskipun perekonomian tumbuh, stabilitas harga dan inflasi terkendali, namun ada beberapa tantangan yang kita hadapi dan perlu diwaspadai. Pertama adalah bagaimana perekonomian yang meningkat tersebut dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di Bali. Kedua adalah bagaimana supaya perekonomian yang meningkat tersebut tidak diikuti oleh kenaikan harga artinya harga tetap stabil agar daya beli masyarakat tetap bisa bertahan.
“Jadi capaian pertumbuhan ekonomi dan inflasi tersebut itu perlu diketahui atau diseminasikan kepada masyarakat luas sehingga masyarakat dan dunia usaha memperoleh infomasi akurat dan mudah dipahami sehingga pertumbuhan ekonomi terjaga,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Pemimpin Redaksi Media tirto.id, Rachmadin Ismail memberikan materi tips-tips dan peluang mengelola media online di tengah persaingan yang demikian ketat dan perkembangan media sosial yang semakin masif. (gs/bi)