Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

FH Universitas Mahasaraswati Denpasar Lakukan Revolusi Kurikulum di Era Industri 4.0

BALIILU Tayang

:

WORKSHOP: Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar menggelar workshop nasional secara daring, Kamis (12/8)

Denpasar, baliilu.com – Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar tahun ajaran 2021-2022 akan menggunakan kurikulum terbaru yang disebut ‘Revolusi Kurikulum’.

Di era industri 4.0 dengan perkembangan teknologi informasinya, mewajibkan seluruh mahasiswa di perguruan tinggi untuk lebih paham dan mengerti cara penggunaannya. Terlebih di masa pandemi Covid-19.

Hal inilah yang mendasari Fakultas Hukum (FH) Universitas Mahasaraswati Denpasar harus segera berbenah terkait program pembelajaran di lingkungan Universitas Mahasaraswati Denpasar.

“Oleh karenanya, kami menggelar workshop nasional terkait penyempurnaan kurikulum yang tujuannya untuk meminta saran maupun pendapat dari para stakeholder yang menjadi peserta maupun narasumbernya,” ungkap Dekan Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar Dr. I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum., Kamis (12/8/2021) di Denpasar.

Lanang lanjut mengatakan, ini saatnya kurikulum di Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar harus berubah. Di mana perubahan kurikulum atau yang disebutkan Revolusi Kurikulum merupakan penyederhanaan dari kurikulum sebelumnya.

“Bukan mengurangi ya. Tapi justru malah menambah esensi pembelajarannya,” tegas Lanang sembari menjelaskan, meskipun mata kuliah yang tadinya ratusan dan sekarang hanya tinggal tiga puluhan, namun jumlah SKS yang ditempuh mahasiswa di S1 tetap berjumlah 140 SKS sesuai pakem.

Lanang menyebutkan, ada tiga hal utama yang mendorong Revolusi Kurikulum harus segera dilakukan. Pertama, adanya penyesuaian kepentingan dan kebutuhan ilmu hukum di masyarakat, kedua sesuai instruksi menteri kampus merdeka, merdeka belajar, dan yang terakhir melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada para peserta dan narasumber workshop, yang mana mereka memberikan masukan terkait pembelajaran dan kurikulum di Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati,” ujar Lanang.

Sementara itu, Prof. Dr. Ahmad Sudiro, S.H., M.H., M.M., M.Kn. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara Jakarta yang turut menjadi narasumber menegaskan, apa pun program universitas haruslah tetap mengacu pada 8 indikator kerja utamanya. Apa saja itu?

Baca Juga  Prodi Administrasi Publik FISIP Unud Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum MBKM

Seperti lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak, para mahasiswanya mendapatkan pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, adanya praktisi yang mengajar di dalam kampus, hasil kerja para dosen bisa digunakan oleh masyarakat dan rekognisi internasional, program studi fakultas bekerjasama dengan mitra kelas dunia, pembelajaran dalam kelas harus kolaboratif dan partisipatif, serta program studinya berstandar internasional.

“Nah dari beberapa indikator tersebut, juga harus diiringi 4 prioritas renstra, seperti meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, kedua menguatkan mutu dan relevansi pendidikan tinggi, ketiga menguatkan mutu dosennya, dan yang terakhir menguatkan sistem tata kelola ditjennya,” papar Sudiro.

Menurutnya, apa yang disampaikan sesuai dengan apa yang diinstruksikan kementerian pendidikan.

“Dalam 5 tahun ke depan, tiap perguruan tinggi harus memprioritaskan penciptaan sumber daya manusianya,” terang Sudiro.

Senada dengan apa yang disampaikan Dekan FH Untar Jakarta, Dr. Ida Bagus Gede Subawa A, Ma Par., S.Ag., S.H., M.Kn., selaku Wakil Dekan I FH Unmas Denpasar juga turut menegaskan, perubahan kurikulum yang disebutkan sebagai revolusi kurikulum ini merupakan upaya penyempurnaan dalam hal pendidikan di bidang hukum.

Dikatakannya, mahasiswa-mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar ini tidak hanya belajar mengenai hukum, namun juga harus bisa mengerti IT.

“Jadi jangan sampai mahasiswa fakultas hukum tersandung permasalahan hukum hanya karena penggunaan media sosial berlebih,” pesannya.

Tidak hanya itu, saat ini pun Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar juga sudah menyediakan program kuliah yang diberi nama Fast Track.

Program kuliah yang memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan lebih cepat tapi tetap berkualitas.

“Jadi jangan ragu lagi untuk menjadi bagian mahasiswa berprestasi di Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar,” ajaknya.

Baca Juga  Workshop Pembentukan Double Program MAKSI-PPAK pada FEB Unud 2022

Acara workshop yang diikuti ratusan peserta dari kalangan Universitas Mahasaraswati Denpasar sendiri dan juga instansi terkait ini, diharapkan dapat memperoleh banyak masukan dari berbagai pihak, sehingga dapat lebih menyempurnakan kurikulum Program Studi Ilmu Hukum FH Unmas Denpasar yang mengakomodir kebutuhan dan perkembangan iptek.

Tampak hadir dalam webinar Wakil Rektor I, II, dan III Universitas Mahasaraswati Denpasar, Ketua LPMI Unmas Denpasar, Ketua LPPM Unmas Denpasar, dekan dan wakil dekan di lingkungan Unmas Denpasar, Kepala UPT Pengembangan Kurikulum dan Merdeka Belajar Unmas Denpasar, stakeholder eksternal (Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Bali, PN Denpasar, PT Bali, PTUN Denpasar, PHI Denpasar, PTPK Denpasar, Kejaksaan Tinggi Bali, Kejaksaan Negeri Denpasar, Polresta Denpasar, Polda Bali, BPN Provinsi Bali, BNN Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, LBH Bali, KPU Bali, KPI Bali, BPD Bali, MDA Bali, perwakilan notaris) dan stakeholder internal (alumni, mahasiswa), serta seluruh dosen di lingkungan FH Unmas Denpasar. (tm/gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

ILDI Badung Gelar Gathering dan Senam Sehat “Line Dance”

Published

on

By

ildi badung
HADIRI GATHERING: Penasehat DPW ILDI Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri acara Gathering dan Senam Sehat Line Dance di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (19/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Penasehat Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Langkah Dansa Indonesia (DPW ILDI) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri acara Gathering dan Senam Sehat Line Dance di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (19/4). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 tahun 2026.

Acara yang mengusung tema “Gathering Jamming Performance Langkah Dansa Indonesia” ini turut dihadiri oleh Ketua DPW ILDI Provinsi Bali, Ni Luh Putu Wirati, Ketua DPW ILDI Kabupaten Badung, Ni Made Mutriah Astuti, Ketua TP. PKK Kecamatan Kuta Utara, serta pengurus ILDI se-Bali.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar olahraga atau hiburan, melainkan wujud nyata dukungan terhadap program prioritas pemerintah dalam menguatkan kesetaraan gender serta perlindungan perempuan dan anak. “Semangat R.A. Kartini mengenai emansipasi dan kesetaraan hak harus kita kobarkan setiap hari. Melalui ILDI, kita membuktikan bahwa perempuan bisa tetap aktif, sehat, kreatif, dan solid,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi khusus atas aksi sosial yang menyertai acara tersebut, yakni penyerahan bantuan kepada enam orang ibu tunggal (single mother) di wilayah Kecamatan Kuta Utara. “Ini bukti nyata bahwa ILDI Badung tidak hanya peduli pada seni dan kesehatan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPW ILDI Badung, Ni Made Mutriah Astuti, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, mengurangi stres, hingga meningkatkan fungsi memori melalui gerak dansa. Ia ingin langkah dansa semakin dikenal luas, khususnya di wilayah Badung. Senada dengan hal tersebut, Ketua DPW ILDI Provinsi Bali, Ni Luh Putu Wirati, mengapresiasi dukungan Pemkab Badung yang telah memfasilitasi kegiatan di gedung megah tersebut. Ia berharap gathering ini memotivasi seluruh pengurus di Kabupaten/Kota lain untuk terus memasyarakatkan olahraga langkah dansa di wilayah masing-masing. (gs/bi)

Baca Juga  Workshop Kampanye Making City Resilient 2030 Provinsi Bali menuju GPDRR 2022

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gerakan Badung Peduli Sambangi Warga Disabilitas di Desa Kutuh

Published

on

By

badung peduli
AKSI SOSIAL: Ketua K3S Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat kegiatan sosial Gerakan Badung Peduli di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (19/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Kepedulian dan kebersamaan terus ditunjukkan melalui kegiatan sosial Gerakan Badung Peduli yang digelar di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (19/4). Kegiatan ini menyasar warga yang membutuhkan perhatian khusus sebagai bentuk komitmen sosial pemerintah setempat.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Turut hadir mendampingi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, Camat Kuta Selatan, Perbekel Desa Kutuh, Bendesa Adat Kutuh, Ketua TP. PKK Kecamatan dan Desa Kutuh, Perwakilan Yayasan Bunga Bali, serta tim Gerakan Badung Peduli.

Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan penyerahan bantuan berupa paket sembako kepada salah satu warga penyandang disabilitas di lingkungan setempat. Penyerahan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan rasa empati untuk meringankan beban serta membawa kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan perhatian lebih.

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk hati dan kepedulian nyata masyarakat Badung. “Semoga bantuan yang diberikan ini bermanfaat dan menjadi berkah. Mari kita terus jaga semangat berbagi dan saling menyayangi sesama, karena kepedulian kecil kita berarti sangat besar bagi mereka,” ujarnya.

Sinergi antara pemerintah dan berbagai pihak dalam Gerakan Badung Peduli ini diharapkan dapat terus berlanjut guna memastikan kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  TrashStock Festival 2023 Kembali Digelar
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Kerukunan, Wawali Arya Wibawa Hadiri Silaturahmi Kebangsaan DMI Kota Denpasar

Published

on

By

Halal Bihalal Denpasar
HALAL BIHALAL: Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Halal Bihalal Silaturahmi Kebangsaan bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Denpasar di Musholla Baitul Mu’minin Panjer, Sabtu (18/4). (Foto: Hms Denpasar)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Kebangsaan yang diselenggarakan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Denpasar di Musholla Baitul Mu’minin Panjer, Sabtu (18/4).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, Trimo, S.H., M.H., Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Oka Cahyadi, jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Denpasar, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Arya Wibawa menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Kebangsaan ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat jalinan komunikasi, kebersamaan, serta menjaga kerukunan antarumat beragama.

Menurutnya, hubungan harmonis yang dilandasi semangat menyama braya menjadi kunci dalam mendukung kelancaran pembangunan, khususnya di Kota Denpasar.

“Kota Denpasar sangat menjunjung tinggi nilai toleransi yang berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbhakam. Kerukunan yang terjaga akan menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Arya Wibawa.

Sementara itu, Ketua Umum DMI Kota Denpasar, H. Mardi Soemitro, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama di Kota Denpasar.

Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar elemen masyarakat dengan mengedepankan nilai menyama braya, serta semangat Islam Rahmatan lil ‘Alamin yang mengedepankan kasih sayang dan kedamaian tanpa membedakan suku, ras, dan agama.

Lebih lanjut disampaikan, peran dewan masjid tidak hanya terbatas pada kegiatan ibadah, namun juga diharapkan mampu berkontribusi dalam mendukung program pemerintah, pelayanan umat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Pengelolaan masjid ke depan hendaknya berlandaskan empat pilar, yakni sebagai Baitullah, Baitul Maal, Baituttarbiyah, dan Baitul Muamalah,” jelasnya. (gs/bi)

Baca Juga  FISIP Unud Gelar Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah dengan ‘’Open Journal System’’

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca