Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

FIB Unud Gelar Webinar Multikultural

Kado Alumni Angkatan 2005 Prodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud Rayakan HUT Ke-21

Loading

BALIILU Tayang

:

FIB UNud
Alumni Angkatan 2005 Prodi Doktor Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan webinar secara daring, Rabu, 13 Juli 2022. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Alumni Angkatan 2005 Prodi Doktor Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan webinar bertema “Multikultural dan Prospek Dialog Lintas Budaya di Era Kebebasan Berekspresi” secara daring, Rabu, 13 Juli 2022.

Webinar yang dipandu oleh Renata Lusilaora (mahasiswa Prodi Doktor Kajian Budaya Unud) ini merupakan kado dari alumni untuk Prodi Doktor Kajian Budaya yang pekan ini merayakan HUT ke-21, yang jatuh pada 11 Juli 2022.

Acara HUT bertema “Kritis Berlapis, Jaya Berkarya” diisi serangkaian kegiatan termasuk webinar, resepsi HUT, apresiasi kepada para mantan koprodi, dan reuni, yang dikemas dalam Cultural Studies Week.

Webinar Multikultural dibuka oleh Koprodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. Dalam sambutannya, Prof. Darma menyampaikan terima kasih kepada para alumni yang berpartisipasi banyak dalam meningkatkan citra akademik prodi lewat kegiatan webinar dan akademik lainnya.

“Webinar ini merupakan kado istimewa bagi prodi yang kini merayakan HUT ke-21, perayaan hari ulang tahun yang tidak pernah terjadi sebelumnya,” ujar Prof. Darma, dalam pidato pembukaan webinar.

(Foto : Ist)

Dalam sambutan pembukaan, Prof. Darma mengumpamakan multikultural sebagai energi yang diperlukan dalam kehidupan. Kalau dalam dunia energi muncul wacana atau gerakan untuk mencari energi baru yang terbarukan (new and renewable energy), dalam dunia kehidupan sosial budaya, multikultural idealnya diarahkan seperti itu, misalnya menjadikan multikultural sebagai energi yang bisa diperbarui terus sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kehidupan harmonis adalah kebutuhan, tapi perbedaan yang potensial sebagai sumber konflik adalah fakta. Untuk itulah, spirit multikulturalisme mesti diperkuat terus, diperbarui terus (continously renewed),” ujar Prof. Darma.

Baca Juga  Fapet Unud Gelar Yudisium Calon Wisudawan Ke-149

Webinar diikuti lebih dari 85 peserta, sebagian besar alumni Prodi Doktor Kajian Budaya Unud yang ada di berbagai daerah. Pelaksananya adalah alumni Angkatan 2005 yang tersebar di berbagai kota, seperti Bandung, Padang, Yogya, dan Jawa Timur, atau yang bertugas di Universitas Andalas Padang, UPI Bandung, ISI Yogyakarta, dan Universitas Muhammadiyah Malang.

Setelah pembukaan, tampil memberikan paparan kunci (key note speech) Prof. Dr. I Wayan Dana, M.Hum. (guru besar seni pertunjukan ISI Yogyakarta).

Ada empat narasumber yang menyajikan materinya, yaitu Dr. Hasanudin, M.Si., dosen Prodi Kajian Budaya FIB Universitas Andalas; Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si., dosen Pendidikan Seni Tari FPSD Universitas Pendidikan Indonesia (Bandung), dan Dr. Sri Hartiningsih, M.M., dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Muhammadyah Malang, Jawa Timur.

Topik multikultural dirancang dengan menampilkan pembicara dari latar belakang berbeda, seperti Dr. Yuliawan dari Bandung dengan latar belakang Sunda, Dr. Hasanudin dari Sumatera Barat dengan latar Minang, Prof. Wayan Dana di Yogya yang berasal dari Bali, dan Dr. Sri Hartiningsih dari Malang, Jawa Timur.

Tiap-tiap narasumber membahas topik multikultural dengan pendekatan berbeda sehingga materi webinar menjadi kaya. Kekayaan itu merefleksikan perayaan keragaman multikultural.

Prof. Wayan Dana menyajikan topik multikultural sebagai konsep keharmonisan yang dibangun dari perbedaan. Dia memberikan ilustrasi dunia kesenian. “Gamelan ditabuh dari alat musik berbeda, seperti gong dan kendang, namun iramanya jadi harmonis, ekspresi dinamis yang indah,” ujar Porf. Dana.

Dalam konteks kehidupan sosial, Prof. Dana menyampaikan perlunya unsur-unsur masyarakat untuk saling menghargai perbedaan untuk mencapai harmonis.

Dalam presentasinya, Prof. Dana menyebutkan tiga hal yang bisa dilakukan untuk mewujudkan multikulatural yaitu apresiasi seni lewat pekan seni aneka daerah, pertukaran pelajar/ mahasiswa, dan dialog lintas budaya.

Baca Juga  Fakultas Ilmu Budaya Laksanakan Serah Terima Jabatan Ketua Unit dan Ketua Program BIPA

Dr. Yuliawan menyajikan materi tentang totalitas ekspresi dalam karya tari sebagai cermin masyarakat multikultural untuk memperkokoh keragaman budaya Nusantara. Sebelum webinar dimulai, Yuliawan yang juga seorang penari ini menyajikan Tari Tersiku yang merupakan hasil kreasinya dan sudah mendapat HaKI (hak kekayaan intelektual). Penampilan Tari Tersiku itu membuat webinar menjadi lebih istimewa.

Dalam presentasinya, Dr. Hasanudin menyampaikan bahwa masyarakat mendambakan kehidupan yang toleran akan tetapi sering bertindak secara arogan. “Kekeliruan yang sering terjadi selama ini adalah usaha menjalin kebersamaan dengan menghilangkan perbedaan. Ini keliru, bertolak dengan multikultural,” ujar Hasanudin, mantan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas.

Sementara itu, Dr. Sri Hartiningsih, M.M., membahas multikultural dalam konteks hubungan lintas budaya (cross cultural) yang penting diperhatikan jika ingin menjaga sosial harmoni.

“Kalau salah paham karena kurang memahami budaya, kegoncangan budaya akan terjadi,” ujar Dr. Sri yang memberikan contoh-contoh komunikasi lintas budaya yang gagal dan yang ideal, termasuk dari film Eat Pray Love.

Webinar yang berlangsung sekitar empat jam itu berlangsung lancar, banyak pertanyaan dari peserta sehingga diskusi menjadi menarik. Jawaban narasumber dengan latar belakang personal dan riset yang berbeda, membuat webinar tentang multikultural dan dialog lintas budaya menjadi gelangang gagasan bagaimana multikultural bisa diwujudkan dan dijaga secara dinamik, atau seperti kata Prof. Darma Putra, bisa diperbarui sesuai semangat zaman, menjadikan multikulturalisme sebagi a renewable spirit. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Serangkaian “Metatah” Massal PHDI Denpasar

Published

on

By

sangging jaya negara

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar di Pura Agung Lokanatha Denpasar, Sabtu (3/10). Keterlibatan tersebut menjadi bentuk kebersamaan sekaligus kepedulian dalam membantu masyarakat melaksanakan upacara keagamaan.

Metatah massal tersebut diikuti sebanyak 157 peserta. Selain metatah, kegiatan juga dirangkaikan dengan upacara Menek Kelih yang diikuti 107 peserta dan Mewinten Saraswati sebanyak 35 peserta. Kegiatan turut dihadiri Anggota DPD RI Dapil Bali, IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang juga turut ngayah sebagai sangging.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan keterlibatannya sebagai sangging merupakan bagian dari ngayah sekaligus wujud kebersamaan bersama masyarakat dalam pelaksanaan yadnya.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan gotong-royong dalam meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan lancar dan mendapatkan kerahayuan,” ujar Jaya Negara.

Menurutnya, pelaksanaan metatah massal tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki makna penting dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai agama Hindu serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Denpasar, kata Jaya Negara, akan terus mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan, adat, dan budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.

Sementara itu, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi Walikota Denpasar yang turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan metatah massal. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

“Melalui pelaksanaan Metatah Massal, Menek Kelih, dan Mewinten Saraswati, PHDI Kota Denpasar berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlangsungan adat, agama, dan budaya Bali di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  FPar Unud Gelar FGD WBD Jatiluwih Penelitian INSPIRE LPPM Unud 2023

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Tangkil Ngaturang Bhakti“ di Pura Bukit Mentik, Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Jaga Peradaban Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Hadiri Pujawali di Pura Bukit Mentik
HADIRI KARYA: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (1/10) sore. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan peradaban Bali melalui penguatan desa adat dan pelestarian kawasan sakral. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (1/10) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Koster menyebut Pura Bukit Mentik sebagai salah satu simbol penting peradaban Bali yang memiliki nilai spiritual dan budaya yang harus terus dijaga.

Menurutnya, kawasan Kintamani memiliki anugerah alam yang sangat besar dengan keberadaan Gunung dan Danau Batur. Kekayaan tersebut, kata Koster, harus dirawat secara berkelanjutan agar tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali.

“Ini harus kita rawat dengan baik,” tegas Koster.

Koster juga menyampaikan bahwa dirinya memberikan perhatian serius terhadap pembangunan di Kabupaten Bangli. Pembangunan, menurutnya, harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam, budaya, adat, dan kehidupan spiritual masyarakat.

Komitmen tersebut, lanjut Koster, menjadi bagian dari haluan pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan. Arah pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga memastikan Bali tetap ajeg dengan kekuatan adat dan budaya sebagai fondasinya.

“Jaga Bali agar tetap ajeg,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan seluruh desa adat di Bali menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Bali ke depan. Desa adat dinilai memiliki peran strategis dalam mempertahankan nilai-nilai budaya, tradisi, serta kehidupan sosial masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Fapet Unud Gelar Yudisium Calon Wisudawan Ke-149
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel“ Desa Adat Kesiman

Apresiasi Kolaborasi Ringankan Masyarakat Jalankan Upacara Yadnya

Loading

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Karya Angasti Puja Kesiman
Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman, Kamis (1/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman yang dilaksanakan pada Wraspati Umanis Ugu, bertempat di Pantai Padang Galak, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis (1/10).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Dapil Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Bendesa Adat se-Kota Denpasar, perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta undangan terkait lainnya.

Di sela rangkaian upacara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Desa Adat Kesiman.

“Sinergitas antara krama adat dengan pemerintah dalam melaksanakan upacara yadnya ini patut diberikan apresiasi. Tentunya pelaksanaan upacara yadnya yang kolaboratif ini dapat meringankan masyarakat dalam menjalankan kewajiban sebagai umat Hindu di Bali,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut, Arya Wibawa menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan dan adat di Kota Denpasar sejalan dengan visi pembangunan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

“Pemerintah Kota Denpasar juga berharap seluruh rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat berjalan baik dan memberikan kebaikan bagi masyarakat yang melaksanakannya,” tambah Arya Wibawa.

Bendesa Adat Kesiman, Jro Mangku Ketut Wisna di sela acara mengatakan, upacara Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk Puri Pemayun Kesiman.

“Rangkaian kegiatan telah dimulai melalui prosesi Negteg Beras pada 9 September 2026 lalu, dilanjutkan prosesi Ngingsah pada 16 September 2026 serta Melaspas Peyadnyan pada 18 September 2026. Dilanjutkan prosesi Nganget Don Bingin pada 24 September 2026, dilanjutkan upacara Mesasap Segara yang diikuti 526 peserta pada 27 September 2026. Lalu dilanjutkan upacara Metatah Massal yang diikuti 345 peserta, dilanjutkan prosesi Ngajum Puspa pada tanggal 29 hingga 30 September 2026,” jelasnya.

Baca Juga  Mahasiswa FKH, KKN Unud, dan Distan Gianyar Gelar Vaksinasi PMK di Batuan

Selanjutnya, Jro Mangku Ketut Wisna mengatakan setelah dilaksanakan rangkaian upacara tadi, dilanjutkan dengan rangkaian upacara lainnya.

“Barulah dilaksanakan puncak Karya yang diikuti 307 puspa pada 1 Oktober 2026 yang dipuput oleh lima sulinggih Siwa-Buddha. Selanjutnya seluruh rangkaian karya akan ditutup dengan pelaksanaan upacara Nyegara Gunung pada 4 Oktober 2026 mendatang,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca