Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

FMIPA Gelar Lepas Kesan Calon Wisudawan FMIPA Periode Februari 2023

BALIILU Tayang

:

fmipa
Foto bersama usai FMIPA Unud pada Rabu, 22 Februari 2023, menyelenggarakan Lepas Kesan Calon Wisudawan FMIPA Periode Februari 2023 bertempat di ruang Aula Nusantara Gedung Agrokompleks Universitas Udayana. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Fakultas Ilmu Pengatahuan Alam dan Matematika (FMIPA) pada Rabu, 22 Februari 2023, menyelenggarakan Lepas Kesan Calon Wisudawan FMIPA Periode Februari 2023 bertempat di ruang Aula Nusantara Gedung Agrokompleks Universitas Udayana.

Acara rutin yang diselenggarakan menjelang wisuda yang bertujuan untuk mengukuhkan secara resmi pelepasan calon wisudawan FMIPA kepada orang tua dan masyarakat umum ini dihadiri oleh Dekan FMIPA Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D., para wakil dekan, koordinator Program Studi, Ketua Unit, calon wisudawan, orang tua calon wisudawan, dan tenaga kependidikan. 

Ketua Panitia sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan, Dr. Drs, G. K. Gandhiadi, M.T., dalam laporannya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat-Nyalah kita bisa berkumpul di sini dalam acara lepas kesan calon wisudawan Fakultas MIPA Universitas Udayana periode bulan Februari tahun 2023. Gandhiadi mengatakan yudisium ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan menjelang wisuda dengan tujuan mengukuhkan secara resmi pelepasan calon wisudawan FMIPA kepada orang tua dan masyarakat umum. Selepas acara lepas kesan ini para calon alumni masih memiliki satu tugas yakni tetap merasa bangga menjadi bagian dari civitas akademika FMIPA Universitas Udayana. Kami berharap nantinya para calon alumni mampu berkontribusi di masyarakat dan juga kepada almamater yang salah satunya dengan cara memberikan masukan pada pengembangan FMIPA ke depan. Mohon kiranya nanti jika ada tracer studi agar dapat mengisi dan memberi respon bidang mana yang perlu dibenahi untuk dijadikan dasar pengembangan kemajuan FMIPA Universitas Udayana. 

fmipa
Ketua Panitia sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan, Dr. Drs, G. K. Gandhiadi, M.T. (Foto: ist)

Lebih lanjut, Gandhiadi menyatakan dalam lepas kesan periode Februari 2023 ini, FMIPA meluluskan 1 orang dari s3 Biologi, 5 orang s1 Kimia, 9 orang S1 Fisika, 5 orang S1 Biologi, 12 orang S1 Matematika, 4 orang S1 Informatika. rata-rata IPK lulusan periode saat ini adalah 3,78 dengan lama masa studi 5 tahun 2 bulan. Semoga apa yang diterima di FMIPA Universitas Udayana mampu menjadi bekal dalam menghadapi masa depan.

Baca Juga  Implementasikan Kurikulum OBE, FMIPA Gelar Lokakarya SIMAK-OBE

‘’Tidak lupa kami ucapkan selamat kepada Farrel Willieardan, S.Si. yang menjadi lulusan FMIPA terbaik dengan IPK 3,86 dan masa studi 7 semester pada periode kali ini. Selamat dan tetap menginspirasi adik-adik kelasnya sehingga FMIPA Unud semakin berkibar,’’ ucap Gandhiadi.

fmipa
Dekan FMIPA Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D. (Foto: ist)

Sementara itu, Dekan FMIPA Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan bahwa satu kebanggaan bagi kami adik-adik beserta keluarga bahwa pada hari ini ada di depan menjadi alumni Fakultas MIPA dan menjadi calon alumni Universitas Udayana yang telah menyelesaikan studi selama periode waktu tertentu mendapatkan pembelajaran pengetahuan hak dan socium selama berkuliah di Fakultas MIPA Universitas Udayana dan hal ini merupakan satu kebanggaan bagi kami dan membekali adik-adik untuk bisa melangkah lebih maju.

‘’Harapan kami tentunya  adik-adik yang melanjutkan studi atau bekerja di masyarakat selalu sukses dan dapat mengembangkan diri lebih lanjut lagi sehingga dapat menjadi kebanggaan dari orang tua dan almamater. Meskipun kita mengalami periode masa pandemi yang memaksa kita berkuliah secara online syukur dengan bantuan sistem yang kita miliki adik-adik bisa melakukan perkuliahan dengan baik. Kedepannya mungkin adik-adik akan diganggu dengan proses tracer studi, mohon agar dibantu mengisi data dengan baik agar proses pengembangan institusi dalam kaitannya dengan akreditasi dapat terlaksana dengan baik,’’ ujarnya. 

‘’Kami mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan dan juga saya ucapkan selamat kepada adik-adik, kepada orang tua yang kami banggakan dan yang kami hormati sudah mengijinkan putra-putrinya untuk menimba ilmu di Fakultas Ilmu Universitas Udayana. Bapak dan ibu semua adalah bagian dari kami juga kami besar karena perannya bapak ibu juga,’’ tutupnya seraya tidak lupa mengingatkan agar para alumni selalu menjaga nama baik almamater sehingga keluarga besar FMIPA semakin jaya.

Baca Juga  ITERA Lampung Balas Kunjungan FMIPA Unud, Sekaligus Realisasi Kerja Sama
fmipa
Fakultas Ilmu Pengatahuan Alam dan Matematika (FMIPA) pada Rabu, 22 Februari 2023, menyelenggarakan Lepas Kesan Calon Wisudawan FMIPA Periode Februari 2023. (Foto: ist)

Sebagai perwakilan alumni, Farrel Willieardan, S.Si menyampaikan puji syukurnya atas selesainya studi kita di FMIPA. Tidak hanya rekan-rekan yang dapat tersenyum tetapi lihat pula orang-orang yang berada di sekeliling kita yang selama ini berjuang di belakang kita dengan menyemangati kita mendorong kita sampai tiba di tahap ini pencapaian serta kebahagiaan kita adalah sebuah kebahagiaan yang besar bagi mereka bersyukur dan bangga telah menyelesaikan salah satu amanah dari mereka senyuman yang tampak di wajah mereka adalah sebagian kecil dari seluruh kebahagiaan yang kita harapkan. Kita tentunya merasakan masa-masa sulit melaksanakan perkuliahan yang terkena pandemi Covid. Kerja keras dan ketekunan untuk menumbuhkan semangat agar dapat melewati masa-masa sulit selama menempuh perkuliahan muncul dan perlahan-lahan dapat mengurangi kekurangan yang kita alami. Saya mewakili para wisudawan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan-pimpinan, dosen, staf akademik, dan tentunya teman-teman seperjuangan di Fakultas MIPA atas segala bantuan fasilitas dan ilmu pengetahuan dan pembelajaran serta persahabatan yang telah diberikan selama menempuh pendidikan di fakultas ini semoga kita dapat berjumpa lagi dengan kesuksesan masing-masing karena wisuda bukan akhir tapi awal dari segala.

Sementara itu pesan dan kesan dari perwakilan orang tua calon wisudawan yang juga merupakan orang tua dari Farrel Willieardan, S.Si, menyampaikan, ‘’Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pimpinan, dosen dan semua pihak yang telah membimbing, mendidik putra-putri kami tanpa lelah dan penuh semangat memberikan waktu tenaga dan pemikirannya sehingga anak-anak kita dapat menyelesaikan studinya dengan baik tentunya kebahagiaan ini bukan hanya milik kami para orang tua tapi juga milik kita Bersama. Akhir kata kami mengucapkan selamat atas kelulusan para wisudawan angkatan 152 ini. Tentunya sebagai orang tua kita selalu berdoa dan senantiasa memberikan dukungan. Semoga anak-anak kita dapat mencapai kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup mereka selanjutnya dan tetap menjaga nama baik almamater berguna bagi bangsa dan negara serta masyarakat dan juga bagi keluarga. Sebagai penutup apabila ada kata-kata yang kurang berkenan mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya dan teriring doa semoga kita semua selalu diberkati kesehatan dan kebahagiaan.”

Baca Juga  FMIPA Berbangga, Prodinya Kebanjiran Rektor Award pada Dies Natalis Ke-61 Unud

Acara lepas kesan Calon Wisudawan diakhiri dengan foto bersama per program studi. Selamat kepada seluruh calon wisudawan FMIPA periode Februari 2023, perjalanan masih panjang, semoga keluarga besar FMIPA semakin sukses dan mampu menjadi alumni yang membanggakan dan tetap bersahaja. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas2605-FMIPA-selenggarakan-Lepas-Kesan-Calon-Wisudawan-FMIPA-Periode-Februari-2023.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPA Suwung, TPST Kertalangu, Tahura I dan II hingga TOSS Center Klungkung

Menteri LH Minta Jangan Kendurkan Semangat Memilah Sampah dan Semua Bupati/Walikota Mengakhiri Praktik “Open Dumping”

Loading

Published

on

By

gubernur koster
DAMPINGI MENTERI: Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P saat meninjau Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda, Kabupaten Klungkung pada, Jumat (17/4/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P meninjau TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II, TPST Kertalangu di Kota Denpasar serta melakukan kunjungan kerja ke pengelolaan sampah TOSS Center di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan dan Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda, Kabupaten Klungkung pada, Jumat (17/4/2026).

Dalam tinjauannya di TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II, Menteri Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Koster yang didampingi oleh Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara melihat langsung pengelolaan sampah organik dan anorganik yang dikerjakan secara sistematis oleh puluhan pekerja di TPST.

Menteri Lingkungan Hidup RI menyampaikan terimakasih kepada Gubernur Bali, Walikota Denpasar serta Bupati Badung, karena dalam kurun waktu satu bulan, Pemerintah Kota Denpasar bersama Pemerintah Kabupaten Badung telah mampu memilah sampah lebih dari 50 persen. Semangat ini dimintanya tidak boleh kendur. Ada upaya yang harus kita lakukan lagi untuk membangun kapasitas TPST.

“Sampai saat ini, pengelolaan sampah di TPST terus kita pantau, karena itu TPST Tahura I kita minta ditingkatkan kapasitasnya menjadi 200 ton per hari dan TPST Tahura II menjadi 100 ton per hari,” pesan Menteri LH seraya menjelaskan tadi alat – alat sudah datang dan saya yakin akhir bulan Juli sampah bisa ditangani dengan baik.

Selain memberikan perhatian terhadap TPST, Menteri Lingkungan Hidup juga berharap agar Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung meningkatkan kapasitas TPS-3R. “Untuk di kawasan Denpasar – Badung, kami minta kapasitas pengelolaan sampah di TPS-3R ditingkatkan.

Baca Juga  Implementasikan Kurikulum OBE, FMIPA Gelar Lokakarya SIMAK-OBE

Kemudian terkait Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi yang melanggar aturan pemilahan sampah, Saya minta Pangdam IX Udayana, Kejati Bali, Kapolda Bali dan Kasi Intel agar mendukung sepenuhnya dari Bupati/Walikota untuk segera mempertajam pelaksanaan Tipiring, karena tidak adil, bilamana masyarakat yang sudah pilah, tidak dilindungi dengan perlindungan hukum, pada saat ada yang tidak pilah,” tegas Menteri Hanif Faisol Nurofiq saat didampingi Gubernur Wayan Koster di TPA Suwung.

Mengakhiri kunjungannya di TPA Suwung dan TPST Tahura I – TPST Tahura II, Menteri Lingkungan Hidup menegaskan pihaknya akan mendatangi semua TPA di Bali. Menteri Hanif Faisol Nurofiq juga meminta Gubernur Wayan Koster untuk memanggil semua Bupati/Walikota se-Bali tanpa terkecuali, agar diingatkan untuk mengakhiri praktik open dumping.

“Jadi, ini kita maknai sebagai upaya bersama dalam menyelesaikan sampah tidak hanya di Bali, namun kami menggunakan kewenangan yang diberikan Undang – Undang untuk memaksa kita semua mengakhiri open dumping di seluruh tanah air,” tegasnya.

Usai meninjau TPA Suwung, TPST Tahura I dan TPST Tahura II di Kota Denpasar, Menteri Lingkungan Hidup RI bersama Gubernur Bali langsung bergerak ke Kabupaten Klungkung melihat kondisi pengelolaan sampah TOSS Centre di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan dan Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos di kawasan Embung Tukad Unda.

Setibanya di TOSS Center, kehadiran Menteri Lingkungan Hidup bersama Gubernur Bali disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana.

Menteri Hanif Faisol Nurofiq bersama Gubernur Koster melihat kondisi TOSS Center yang telah melakukan pengolahan sampah organik sampai menjadi pupuk. Kata Sekda Klungkung, hasil pupuk organik yang diolah ini, kami berikan kepada petani secara gratis.

Baca Juga  Himafarma FMIPA Unud Gelar Farmasi Peduli Kesehatan 2022

Selain melihat adanya pupuk organik, Menteri Lingkungan Hidup kemudian menyoroti adanya tumpukan sampah plastik dan anorganik di bagian Selatan TOSS Center.

Atas kondisi itu, Menteri Hanif Faisol Nurofiq meminta Sekda Klungkung untuk menjaga kawasan TOSS Centre, supaya tidak ada open dumping, dan meminta Pemerintah Klungkung untuk terus mensosialisasikan ke masyarakat melakukan pemilahan sampah.

“Ini cukup terpilah, kalau tercampur akan tambah parah lagi. Kalau bisa dijaga di hulunya, agar lebih murah anggaran dalam kelola sampahnya. Untuk tumpukan sampah ini harus ditangani, agar tidak ada potensi kerusakan lingkungan.

Jadi seluruh Bali sampai bulan Agustus ini agar mengakhiri open dumping,” tutupnya sembari langsung menuju ke Embung Tukad Unda, Klungkung untuk melihat Pengolahan Cacahan Sampah Organik menjadi material kompos. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

Published

on

By

Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama jajaran pejabat utama TNI Angkatan Darat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. (Foto: BPMI Setpres/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama jajaran pejabat utama TNI Angkatan Darat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan pelaksanaan berbagai tugas strategis yang tengah dijalankan oleh TNI Angkatan Darat di sejumlah wilayah Indonesia.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa KSAD melaporkan capaian konkret TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar dan pemulihan pascabencana, khususnya di daerah terpencil dan terdampak. “Dalam pertemuan tersebut, KSAD melaporkan perkembangan pelaksanaan tugas strategis yang dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat,” ujar Seskab Teddy.

Salah satu capaian yang dilaporkan adalah percepatan pembangunan jembatan gantung perintis. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, TNI AD berhasil menyelesaikan pembangunan 300 unit jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Dalam tiga bulan ini, TNI Angkatan Darat telah menyelesaikan pembangunan 300 unit jembatan gantung perintis yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Seskab Teddy.

Selain itu, TNI AD juga berkontribusi dalam pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana. Upaya tersebut diwujudkan melalui renovasi ratusan fasilitas pendidikan serta penyediaan akses air bersih bagi sekolah.

“Dalam tiga bulan ini pula, telah dirampungkan renovasi 300 sekolah di tiga provinsi terdampak bencana Sumatra, termasuk pembangunan 300 titik bor air bersih di sekolah tersebut,” ucap Seskab Teddy.

Lebih lanjut, Seskab Teddy menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat tidak bekerja sendiri dalam menjalankan berbagai program tersebut. Kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum, menjadi kunci percepatan pembangunan fasilitas umum hingga ke wilayah pedesaan dan daerah terpencil.

Baca Juga  Himafarma FMIPA Unud Gelar Farmasi Peduli Kesehatan 2022

“TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum berkolaborasi untuk secepat-cepatnya menyelesaïkan segala bentuk fasilitas umum di desa-desa hingga daerah terpencil. Tentunya kerja sama ini didorong oleh kepedulian masyarakat di lokasi pembangunan daerah tersebut,” tutur Seskab Teddy.

Langkah cepat dan terukur ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan kehadiran negara hingga ke pelosok, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Napi Koruptor Ngopi di Kafe, Komisi XIII Curiga Petugas Lapas Disuap

Published

on

By

koruptor ngopi di cafe
Patung Ikatan di depan Gedung DPR/MPRRI Jakarta. (Foto: dok)

Jakarta, baliilu.com – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira menyoroti viral narapidana korupsi yang kedapatan ngopi berada di sebuah kafe. Ia menilai ada indikasi petugas disuap sehingga memungkinkan narapidana bisa keluar dari Rumah Tahanan (Rutan).

“Warga binaan atau napi yang bisa berkeliaran di luar Rutan atau Lapas hanya mungkin terjadi apabila ada kerja sama dengan petugas Lapas atau Rutan,” kata Andreas Hugo Pareira, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Seperti diketahui, Napi kasus korupsi bernama Supriadi yang bersantai nongkrong di kedai kopi bersama petugas rutan viral di media sosial.

Adapun Supriadi merupakan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara. Supriadi divonis penjara lima tahun terkait kasus korupsi sektor pertambangan saat menjabat sebagai Kepala KUPP Kelas III Kolaka.

Andreas pun menilai ada kemungkinan keterlibatan dari petugas rutan hingga Supriadi bisa ngopi santai di kafe.

“Adanya Napi di Sultra yang bisa berkeliaran di kafe harus disediki lebih mendalam,” tutur Legislator dari Dapil NTT I tersebut.

Menurut Andreas, persoalan ini bukan hanya pada warga binaannya saja. Tetapi juga terletak pada persoalan dengan petugas rutan.

“Termasuk sampai pada tingkatan mana kasus ‘izin khusus’ diberikan sehingga Napi yang bersangkuatan bisa melenggang bebas di kafe,” sebut Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

“Kasus Napi yang berkeliaran di luar lapas atau Rutan biasanya karena petugas Lapas atau Rutan-nya disuap, sehingga Napi yang bersangkutan perlu diberikan sangsi khusus,” imbuhnya.

Andreas juga menilai Karutan pun harus bertanggung jawab terhadap hal ini. Ia meminta meminta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Baca Juga  ITERA Lampung Balas Kunjungan FMIPA Unud, Sekaligus Realisasi Kerja Sama

“Kalapas harus bertanggung jawab, sementara petugas di setiap tingkatan yang meloloskan harus diberi sangsi tegas. Komisi XIII DPR mendesak Dirjen Lapas harus mengusut kasus ini dan menjelaskan kepada publik,” ungkap Andreas.

Dalam persoalan Napi yang bisa nongkrong di kafe itu, Karutan Kelas IIA Kendari Rikie Umbaran menyampaikan permohonan maaf. Karutan juga mengakui ada pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) oleh petugas berinisial Y.

Pihak Rutan menyebut sebelumnya Y ditugaskan mengawal napi Supriadi menghadiri sidang peninjauan kembali (PK) di pengadilan. Namun bukannya dibawa langsung kembali ke rutan usai sidang, Napi Supriadi justru diberi kesempatan singgah di kedai kopi.

Andreas menilai persoalan ini perlu ditindaklanjuti lebih jauh. Tak cukup hanya dengan melakukan pemeriksaan terhasap petugas saja, tetapi juga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme izin keluar, pengawalan narapidana, dan standar pengawasan berbasis risiko.

“Sebab jika pengawasan hanya berhenti pada sanksi individual semata, maka akar masalah kelembagaan tidak tersentuh,” tutur Andreas.

Di sisi lain, pimpinan Komisi di DPR yang membidangi urusan pemasyarakatan itu menilai harus ada ketegasan dalam sistem pemasyarakatan. Terutama, kata Andreas, soal ketegasan antara hak prosedural narapidana dan ruang yang dapat menimbulkan persepsi perlakuan istimewa kepada narapidana oleh petugas.

“Kemunculan kembali narapidana kasus korupsi di ruang publik saat masih berstatus warga binaan menunjukkan bahwa persoalan utama dalam sistem pemasyarakatan Indonesia bukan lagi sekadar kapasitas lembaga pemasyarakatan,” paparnya.

“Tetapi konsistensi kontrol terhadap integritas pelaksanaan hukuman itu sendiri,” tambah Andreas.

Menurut Andreas, kasus Supriadi juga memunculkan pertanyaan yang jauh lebih mendasar daripada sekadar pelanggaran prosedur pengawalan yakni sejauh mana sistem pengawasan internal mampu menjamin bahwa setiap hak administratif narapidana tidak bergeser menjadi ruang toleransi yang membuka privilege.

“Dalam tata kelola pemasyarakatan, setiap perpindahan narapidana keluar rutan seharusnya berada dalam parameter pengamanan yang presisi,” tegasnya.

Baca Juga  Himafarma FMIPA Unud Gelar Farmasi Peduli Kesehatan 2022

“Terutama bagi narapidana kasus korupsi yang secara sosial selalu berada dalam sorotan publik karena menyangkut kepercayaan terhadap kesetaraan penegakan hukum,” lanjut Andreas.

Ketika narapidana dapat singgah di ruang publik tanpa pengawasan yang ketat, Andreas memandang bahwa yang terganggu bukan hanya disiplin prosedur, tetapi legitimasi sistem hukuman itu sendiri.

“Yang perlu dibaca dari kasus ini adalah bahwa publik tidak lagi melihat insiden seperti ini sebagai pelanggaran individu, melainkan sebagai pola yang berulang dalam memori kolektif penegakan hukum Indonesia,” ucapnya.

Andreas menyinggung berbagai kasus yang muncul sebelumnya. Mulai dari fasilitas berlebih di dalam lapas hingga kemudahan akses tertentu bagi narapidana korupsi telah membentuk persepsi bahwa pidana bagi pelaku korupsi kerap dijalani dengan tingkat kontrol yang berbeda dibanding tindak pidana lain.

“Karena itu, setiap kejadian baru langsung dibaca sebagai penguat anggapan bahwa sistem pemasyarakatan masih memiliki celah privilege yang belum sepenuhnya tertutup,” pungkas Andreas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca