Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Forum Sipandu Beradat Terbentuk, Kapolda Apresiasi Kapolresta dan Forkopimda Denpasar

BALIILU Tayang

:

de
PIMPIN APEL: Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra, S.H., M.Si. memimpin apel pembentukan Forum Sistem Keamanan yang Berbasis Adat (Sipandu Beradat) yang diselenggarakan di Muntig Siokan Pantai Mertasari Desa Sanur Kauh Kecamatan Denpasar Selatan, Kamis (7/10/2021).

Denpasar, baliilu.com – Wilayah Kota Denpasar perlu memiliki sistem keamanan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal. Untuk menyikapi hal tersebut, Polresta Denpasar menjawab tantangan itu dengan membentuk Forum Sistem Keamanan yang Berbasis Adat (Sipandu Beradat) yang diselenggarakan di Muntig Siokan Pantai Mertasari Desa Sanur Kauh Kecamatan Denpasar Selatan, Kamis (7/10/2021).

Dalam acara apel pembentukan Forum Sipandu Beradat tersebut dipimpin langsung Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra, S.H., M.Si. Turut hadir Dir Bimas Polda Bali, Kapolresta Denpasar, Dandim 1611 Badung, Walikota Denpasar, Bupati Badung, sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat serta undangan lainnya serta peserta berjumlah 230 orang.

Dalam sambutannya, Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra mengucapkan puji syukur, marilah kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, pada hari ini kita masih diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga dapat berkumpul di tempat ini pada acara kegiatan apel pengecekan kesiapan pembentukan Forum Sipandu Beradat maupun Bankamda di wilayah hukum Polresta Denpasar.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, selaku penanggung jawab keamanan di wilayah hukum Polda Bali pihaknya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kapolresta Denpasar beserta unsur Forkopimda atas kesiapannya dalam membentuk Forum Sipandu Beradat mulai dari tingkat kabupaten /kota, kecamatan sampai dengan tingkat desa adat.

Terselenggaranya kegiatan ini, sebagai tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam penguatan kedudukan, tugas dan fungsi desa adat di Bali. Visi Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, merupakan upaya untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, guna mewujudkan kehidupan Krama Bali dan Gumi Bali yang sejahtera dan bahagia.

Danu Putra menyampaikan, Bali sebagai daerah tujuan pariwisata internasional maupun nasional berpotensi memunculkan berbagai dampak di lapisan masyarakat seperti gangguan ketertiban dan keamanan, kriminalitas serta kerawanan sosial lainnya. 

‘’Saya yakin semua masyarakat Bali tidak ingin masa kelam terkait dengan ormas muncul kembali di Pulau Dewata. Kita semua  tidak ingin bibit-bibit premanisme dalam bentuk apa pun muncul dan tumbuh berkembang di Bali yang akan mempengaruhi pariwisata dan citra Bali yang memiliki karakter cinta akan kedamaian. Kita harus memiliki komitmen bersama agar Bali bangkit tanpa premanisme maupun narkoba,’’ ungkapnya.

‘’Saya yakin Bali lebih tenang tanpa organisasi masyarakat yang mempertunjukkan tindakan-tindakan kekerasan yang dapat mencoreng nilai-nilai dan keajegan budaya Bali,’’ tegasnya lagi. 

Potensi kearifan lokal yang ada di Bali, kata Irjen Danu Putra, merupakan potensi besar yang harus dimanfaatkan untuk mewujudkan sistem keamanan lingkungan yang memadai berbasis desa adat. Potensi ini telah diakomodir dengan ditetapkannya Peraturan Gubernur Bali Nomor 26 Tahun 2020 tentang Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat atau disingkat Sipandu Beradat. Peraturan Gubernur ini disusun dengan melibatkan unsur-unsur Polda Bali, Korem 163/Wira Satya, serta Majelis Desa Adat  Provinsi Bali.

Dikatakan, Pergub ini sangat sejalan dengan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa dan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemolisian Masyarakat.

Sipandu Beradat merupakan Sistem Pengamanan Berbasis Desa Adat yang mengintegrasikan semua komponen keamanan yang ada di desa adat, meliputi pecalang, linmas, satpam, unsur pemuda, bhabinkamtibmas, babinsa, dan lain-lain. Bantuan Pengamanan Desa Adat (Bankamda) yang memiliki tugas mewujudkan keamanan dan ketertiban yang bersifat umum, melakukan pengawasan dan tindakan penertiban krama desa adat, krama tamiu, melakukan patroli tempat-tempat yang berpotensi rawan keamanan dan ketertiban masyarakat, melakukan pengamanan terhadap instansi / lembaga pemerintah / swasta yang ada di wewidangan desa adat, melakukan pengamanan terhadap unit-unit usaha desa adat (LPD maupun Bupda). 

‘’Sedangkan Forum Sipandu Beradat yang saudara emban mempunyai tugas mengumpulkan data yang berpotensi memunculkan situasi gangguan ketertiban, ketenteraman, keamanan dan kerawanan sosial di wilayah masing-masing, menerima laporan terjadinya potensi gangguan jamtibmas dan kerawanan sosial, melakukan analisis / kajian beserta rekomendasi solusi terhadap potensi gangguan ketertiban, ketenteraman, keamanan dan kerawanan sosial, melaporkan temuan / potensi  beserta rekomendasi solusi terhadap gangguan kamtibmas, kerawanan sosial, kepada pejabat yang berwenang,’’ ujarnya.  

Dengan adanya sinergitas dari Polda Bali  dan seluruh stakeholder dalam sistem pengamanan lingkungan berbasis desa adat, akan mampu mengantisipasi tidak berkembangnya ambang gangguan menjadi potensi gangguan ataupun bahkan menjadi gangguan nyata serta menyelesaikan berbagai gangguan keamanan di  desa adat masing-masing. 

Ditegaskan pula kepada seluruh anggota Forum Sipandu Beradat dan Bankamda, ‘’Saya minta agar mengikuti kegiatan yang sangat strategis ini dengan disiplin dan penuh rasa tanggung jawab. Saya berharap kegiatan ini akan dapat menambah semangat wawasan dan pengetahuan saudara dalam melaksanakan tugas di desa adat.’’ 

Kepada Prajuru Desa Adat serta Majelis Desa Adat dan di semua jenjang agar tetap menjaga keamanan Bali melalui koordinasi dengan aparat keamanan TNI-Polri, terlebih kita akan menghadapi berbagai event internasional yang akan digelar di tahun 2022. Mari bersama-sama kita menunjukkan kepada dunia internasional bahwa sistem keamanan berbasis desa adat mampu menjadi ikon baru dalam bidang keamanan dan memberikan keyakinan bahwa keamanan Bali dapat menjadi jaminan bagi dunia internasional.

Event internasional yang akan digelar di masa pandemi Covid-19, tentunya menjadi sebuah perhatian seluruh dunia. Kondisi ini merupakan tantangan baru bagi Provinsi Bali dalam pergelaran event internasional, sehingga Sipandu Beradat diharapkan juga mampu menjadi garda terdepan dalam penerapan serta pengawasan protokol kesehatan.  

Pada akhir kesempatan Kapolda Bali menyampaikan, ‘’Saya berharap Forum Sipandu Beradat ini segera dibentuk tingkat provinsi, kabupaten/kota, desa adat dan secepatnya untuk dilakukan pengukuhan secara serentak sehingga dapat menjadi model sistem pengamanan lingkungan terpadu berbasis desa adat dengan kearifan lokal Bali dan nampu mewujudkan ketertiban dan ketenteraman wewidangan krama Bali.’’ (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Gubernur Koster Dorong Jajarannya Inovatif dan Kerja Maksimal Genjot Realisasi PAD 2026

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar.
RAKOR: Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin Rakor Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Denpasar Selasa (18/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster minta jajaran perangkat daerah bekerja maksimal untuk mengejar realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026. Penekanan itu disampaikannya saat memimpin Rakor Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Denpasar Selasa (18/8).

Gubernur Koster dalam arahan singkat menyinggung pentingnya dukungan anggaran dalam menjalankan berbagai program pembangunan yang telah direncanakan. “Kita banyak program, tak akan bisa jalan kalau tanpa dukungan anggaran,” katanya. Ia ingin jajaran Pemprov Bali punya pemahaman yang sama terkait hal tersebut. Oleh sebab itu, Gubernur Koster mendorong jajarannya bekerja maksimal. “Jangan kerja biasa-biasa saja. Datang jam delapan, pulang jam empat,” ujarnya sembari memotivasi perangkat daerah berlomba memberikan yang terbaik agar bisa meninggalkan legacy membanggakan. “Tak hanya membanggakan OPD terkait, tapi juga Pemprov Bali,” imbuhnya. Masih dalam arahannya, Gubernur Koster mendorong OPD penghasil membuat berbagai terobosan untuk meningkatkan realisasi pendapatan.

Untuk diketahui, rakor ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal April 2026, dimana saat itu disepakati penambahan 10 persen target pendapatan pada tiap OPD penghasil.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali I Dewa Tagel Wirasa dalam paparannya menginformasikan, realisasi PAD hingga 14 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp. 2.499.175.145.467 atau 58,95 persen dari target induk yang ditetapkan sebesar Rp. 4.239.252.167.568. Realisasi ini didukung pemasukan dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta lain-lain pendapatan yang sah.

Dalam kegiatan rakor, Gubernur Koster memberi perhatian khusus pada upaya perangkat daerah penghasil seperti Bapenda, BPKAD, BKPSDM, Badan Penghubung, Disparda, PUPRKim, Disnaker dan ESDM, Dinkes, RS Mata Bali Mandara, RSU Bali Mandara, RS Dharma Yadnya dan Rumah Sakit Jiwa Manah Shanti Mahottama. Terhadap sejumlah layanan yang memungkinkan dikembangkan secara komersial, Gubernur Koster minta pengelolaan dilakukan dengan meniru pola swasta. Sementara Bapenda didorong mengintensifkan pola jemput bola untuk mengejar penunggak pajak kendaraan agar memenuhi kewajiban mereka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Kembang Serahkan Remisi HUT Ke-81 RI di Rutan Negara, Satu Warga Binaan Langsung Bebas

Published

on

By

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyerahkan Remisi Umum kepada warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Negara.
REMISI: Bertepatan dengan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 123 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara menerima Remisi Umum (RU), Senin (17/8). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 123 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara menerima Remisi Umum (RU), Senin (17/8).

Penyerahan remisi tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.

​Dari total penerima remisi tersebut, satu orang warga binaan dipastikan langsung bebas setelah mendapatkan pemotongan masa tahanan.

​Bupati Kembang berharap para warga binaan yang telah selesai menjalani masa hukumannya maupun yang mendapatkan pengurangan masa pidana dapat kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan positif.

​”Harapan kami bagi warga binaan yang hari ini mendapat remisi dan bebas, tentu bisa kembali ke masyarakat dengan perilaku yang positif. Saya juga berharap masyarakat dapat menerima mereka kembali, karena mereka telah dibina dan dididik di sini agar menjadi pribadi yang lebih baik serta siap berkontribusi membangun desa dan membangun Jembrana,” ujarnya.

​Sementara itu, Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Negara, I Gusti Agus Putra Mahendra, mengungkapkan bahwa seluruh usulan remisi dari pihaknya telah disetujui berdasarkan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor: PAS-1453.PK.05.03 Tahun 2026.

​”Kami mengusulkan total 123 napi untuk menerima remisi kemerdekaan dan seluruhnya disetujui. Rinciannya, 122 orang penerima RU I dan 1 orang penerima RU II yang langsung bebas,” ungkapnya

Warga binaan yang memperoleh RU II hingga langsung bebas merupakan terpidana kasus pencurian dengan pemotongan masa tahanan selama 2 bulan.

“Karena sisa masa pidananya kurang dari 2 bulan, maka tepat pada momentum kemerdekaan ini yang bersangkutan dapat langsung menghirup udara bebas,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Mahayastra Terima Penghargaan Bintang LVRI

Published

on

By

Bupati Gianyar I Made Mahayastra menerima penghargaan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia di Balai Budaya Gianyar.
TERIMA PENGHARGAAN: Bupati Gianyar I Made Mahayastra menerima penghargaan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Balai Budaya Gianyar, Senin (17/8), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Bupati Gianyar I Made Mahayastra menerima penghargaan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Balai Budaya Gianyar, Senin (17/8), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perhatian dan dukungan Bupati Gianyar terhadap keberadaan serta perjuangan para veteran dalam menjaga nilai-nilai perjuangan dan semangat kebangsaan.

Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Bali, I Gusti Bagus Saputera, mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada Bupati Gianyar sebagai bentuk apresiasi atas jasa, kontribusi, serta dukungannya terhadap kemajuan organisasi LVRI dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Ia berharap penghargaan tersebut semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai perjuangan dan kebangsaan. “Semoga Bintang Legiun Veteran ini semakin menambah semangat kita bersama. Banyak bangsa yang mampu menghargai tokoh-tokohnya, itu menandai bangsa yang besar,” ungkapnya.

Saputera menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 1.352 orang veteran di Provinsi Bali. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan para pahlawan yang mengorbankan jiwa dan raga dengan semangat juang 45. Semangat tersebut tercermin dalam perjuangan dan pengabdian para pahlawan.

Pada momentum peringatan kemerdekaan, Saputera juga berpesan kepada generasi muda agar mempersiapkan diri dengan pendidikan dan terus menanamkan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Generasi muda harus mempersiapkan diri dengan belajar sungguh-sungguh. Cintai negeri kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Jadilah patriot bangsa, jadilah generasi yang jujur dan berintegritas,” pesannya.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra menyampaikan terima kasih atas penganugerahan penghargaan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang diterimanya. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus pengingat akan besarnya jasa para veteran dan pahlawan yang telah berjuang hingga Indonesia meraih kemerdekaan.

Menurutnya, perjuangan mengisi kemerdekaan pada masa kini diwujudkan melalui upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk mengatasi kemiskinan dan kebodohan. “Bagaimana kita mengatasi kemiskinan, bagaimana kita mengatasi kebodohan. Itulah perjuangan kita sekarang dalam mengisi kemerdekaan,” tegasnya.

Bupati Mahayastra menambahkan, Pemerintah Kabupaten Gianyar terus berupaya memberikan perhatian dan penghormatan kepada para veteran yang telah berjasa bagi bangsa dan negara. Menurutnya, penghormatan tersebut tidak cukup hanya dalam bentuk seremonial, tetapi juga diwujudkan dengan memastikan para veteran mendapatkan perhatian dan kehidupan yang layak. “Jadi kita berjuang menghormati beliau, kita berjuang agar veteran tetap sehat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, semangat perjuangan juga harus terus dilanjutkan melalui pengabdian kepada masyarakat. “Veteran kekinian juga jauh lebih penting, untuk berjuang untuk masyarakat Kabupaten Gianyar,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati Mahayastra mengatakan salah satu bentuk perjuangan pemerintah saat ini adalah menyiapkan generasi muda yang unggul melalui peningkatan akses pendidikan. Pemerintah Kabupaten Gianyar terus mendorong pemberian beasiswa agar anak-anak Gianyar memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik dan mampu bersaing.

Menutup pernyataannya, Bupati Mahayastra menyampaikan apresiasi kepada para veteran, masyarakat, dan seluruh pihak yang selama ini mendukung pembangunan Kabupaten Gianyar. “Terima kasih veteran, terima kasih masyarakat Gianyar, terima kasih seluruhnya yang mendukung pembangunan di Kabupaten Gianyar,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca