Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

FPar Unud Gelar Seminar Internasional

Angkat Topik: Emerging Innovative Approaches To Accelerate The Future Of Tourism Industries And Education

Loading

BALIILU Tayang

:

fpar
Peserta Seminar Internasional pada Platform Zoom. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Memasuki tahun 2023, industri pariwisata mulai bangkit dan setiap negara mulai membangun lebih baik dan lebih fokus pada bagaimana meningkatkan pariwisata. Perubahan kebijakan dan peraturan pariwisata dibuat untuk menyeimbangkan atau menyelaraskan perubahan pascapandemi. Selain itu, teknologi masif bergeser selama Covid-19 menciptakan kebiasaan baru dalam interaksi manusia, bagaimana orang-orang di industri pariwisata menyampaikan layanan dan pendidik khususnya akademisi pariwisata pun tak luput bertransformasi.

Karena itu, penyiapan daya dukung industri pariwisata dan pendidikan ke depan sangat penting untuk membantu mempercepat dan bergerak maju di dunia yang begitu dinamis. Dalam perjalanannya, terdapat berbagai pendekatan inovatif yang tidak terbatas pada transformasi digital, kolaborasi, komunikasi dan elemen manusia lintas budaya.

Menyikapi fenomena yang terjadi, Senin, 17 April 2023, civitas akademika Fakultas Pariwisata Universitas Udayana menyelenggarakan Seminar Internasional berkolaborasi dengan Grifith Univerisity, Hainan University dan Universiti Teknologi Mara.

fpar
Salah satu Materi dari Saiful Bahri tentang Trend & Challenges di Industri Pariwisata. (Foto: ist)

Seminar ini dipandu oleh panel pakar di bidang pariwisata dan pendidikan, yang membahas tren terbaru dan pendekatan inovatif untuk mempercepat masa depan industri pariwisata dan pendidikan. Selama seminar, para peserta mempelajari teknologi baru, praktik terbaik, dan studi kasus dari para pemimpin industri, serta memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan sesama peserta dan terlibat dalam diskusi tentang masa depan pariwisata dan Pendidikan. Pada seminar internasional ini terdapat empat pembicara yaitu: Pembicara pertama Dr. Aaron Hsiao (Universitas Griffith) yang menyampaikan tentang Increasing Customer Loyalty Through A Culturally Competent Server -The Role Of Gratitude Guest Mediation. Ia menekankan bahwa teknologi dapat membantu berinovasi dalam cara kita mempresentasikan pariwisata kita.

Baca Juga  Jelang Nataru Disperindag Denpasar Monitoring Harga, Beberapa Harga Kebutuhan Pokok Naik

Narasumber selanjutnya yakni  Uditha Ramayanake, PhD (Gabungan Universitas Hainan – Arizona State University) dengan topik Innovative Methodologies to Unravel Layers of Diverse Meaning in Inclusive Tourism Research.  Dr. Uditha memberikan pendekatan atau metode baru dalam melakukan penelitian di bidang pariwisata khususnya pariwisata yang bersifat inklusif.

Pembicara ketiga Saiful Bahri Mohd Kamal (Universi, Teknologi Mara, Malaysia) yang lebih banyak menyampaikan tentang perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kaintannya industry pariwisata masa depan. Pembicara keempat yakni Prof. Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, M.Si (Fakultas Pariwisata Universitas Udayana) yang mengangkat topik Regenerative Intelligence As The Basis For Getting The Future Tourism.

dekan
Sambutan dari Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana. (Foto: ist)

Dekan Fakultas Pariwisata Dr. I Wayan Suardana, S.ST.Par.,M.Par dalam sambutannya menyampaikan semoga kegiatan seminar ini mampu membedah isu-isu terkini dan tantangan yang sedang dihadapi dalam industri pariwisata sehingga memberikan inspirasi baru dalam mengembangkan pariwisata ke  arah yang lebih baik. Kegiatan Seminar Internasional ini dilaksanakan secara daring melalui platform zoom yang diikuti 350 peserta dari berbagai kalangan baik akademisi, mahasiswa, dan pelaku industri pariwisata.

Pada kesempatan ini Moderator Dr. Irma Rahyuda yang juga merupakan Dosen Fakultas Pariwisata Unud membawa suasana seminar begitu interaktif hingga muncul berbagai diskusi dan tanya jawab berkaitan dengan topik pendekatan-pendekatan baru dalam mengakselerasi masa depan pariwisata. Hal yang menarik, dari keempat narasumber dalam seminar menyampaikan bahwa ke depan pariwisata memerlukan pendekatan yang lebih inovatif sehingga mampu memudahkan integrasi dari berbagai stakeholder pariwisata dan yang terpenting adalah mampu membawa pariwisata ke situasi yang lebih baik dari sebelumnya.

fpar
Penyampaian Materi oleh Prof. Sunarta Guru Besar Fakultas Pariwisata Unud. (Foto: ist)

Hal ini senada dengan penyampaian materi oleh Prof. Sunarta Guru Besar Fakultas Pariwisata Bidang Pariwisata Berbasis Lingkungan yang mengemukakan tentang trend pariwisata yang mengarah kepada istilah Regenerative Tourism.  Istilah tersebut didasari oleh konsep Regenerative Intelligence sebagai dasar untuk masa depan pariwisata yang mengharuskan kita mempertimbangkan prinsip-prinsip regeneratif, yaitu mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi jangka Panjang. Prinsip ini dapat diimplementasikan melalui penggunaan teknologi AI, analisis data, dan solusi berbasis teknologi lainnya, yang dapat membantu kita memahami dampak kebijakan dan praktik pariwisata yang ada. Dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip regeneratif dalam pengembangan pariwisata, kita dapat menciptakan pengalaman pariwisata yang lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal, lingkungan, dan ekonomi. Selain itu, prinsip-prinsip regeneratif juga dapat membantu kita mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim, keanekaragaman hayati, dan ketergantungan pada sumber daya yang terbatas.

Baca Juga  FKH Unud Lakukan Kunjungan Kerja ke Balai TNBB Jembrana Bali

Dalam praktiknya, Regenerative Intelligence dapat diterapkan dengan membangun kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, seperti masyarakat lokal, pengelola pariwisata, dan pemerintah.

Selain itu, narasumber dari Universiti RTeknologi Mara Saiful Bahri juga berpendapat bahwa penggunaan teknologi Artificial Intelligence dan analisis data dapat membantu kita memahami dampak kebijakan dan praktik pariwisata yang ada, serta menciptakan solusi berbasis teknologi yang dapat membantu kita mencapai tujuan regeneratif dalam pengembangan pariwisata. Sumber: www.unud.ac.id (gs/Jubir Unud)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Pangdam IX/Udayana Pimpin Panen Raya TNI di Tabanan

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melakukan panen raya bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Tabanan.
PANEN RAYA: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melakukan panen raya bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Desa Adat Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026). (Foto: Pendam IX)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui Panen Raya Bersama TNI yang dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Desa Adat Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Tebu, Padi, dan Kedelai yang dipimpin secara daring oleh Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto dari Kabupaten Malang, Jawa Timur. Panen raya dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia sebagai bentuk sinergi nasional dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

Secara nasional, panen raya meliputi panen tebu yang didampingi TNI Angkatan Udara di delapan lokasi, panen padi yang didampingi TNI Angkatan Darat di 31 lokasi, serta panen kedelai yang didampingi TNI Angkatan Laut di empat lokasi. Kegiatan tersebut mencerminkan kolaborasi nyata seluruh matra TNI dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

Melalui kegiatan ini, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguatan sektor pangan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, pendampingan kepada petani, hingga hilirisasi hasil pertanian agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Presiden juga menekankan bahwa keberhasilan ketahanan pangan merupakan hasil kerja gotong royong seluruh komponen bangsa. Pelibatan TNI dan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan menunjukkan bahwa kedua institusi tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan negara, tetapi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat serta memiliki tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Bali, kegiatan Panen Raya Kodam IX/Udayana dihadiri Forkopimda Provinsi Bali, Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Asrendam IX/Udayana, para Asisten Kasdam, LO TNI AL, LO TNI AU, para Dan/Kabalakdam IX/Udayana, Forkopimda Kabupaten Tabanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta kelompok tani.

Baca Juga  Update Covid-19 (23/1) di Bali, Pasien Sembuh Bertambah Signifikan 266 Orang, Meninggal 8 Orang

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga panen raya dapat terlaksana dengan baik.

“Keberhasilan panen hari ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi semua pihak. Untuk itu saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat yang terus berkomitmen menjaga produktivitas sektor pertanian,” ujar Pangdam.

Pangdam menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada petani, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan produktif guna meningkatkan hasil pertanian.

Lebih lanjut, Pangdam mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan inovasi dan teknologi modern.

“Kedepan kita harus berani berinovasi. Optimalisasi teknologi pertanian, penggunaan benih unggul seperti Merah Cendana, pengelolaan irigasi yang baik, hingga manajemen pascapanen yang tepat harus terus kita dorong agar hasil pertanian semakin meningkat, berkualitas, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi petani,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Pangdam berharap Panen Raya Bersama TNI tidak hanya menjadi simbol keberhasilan musim tanam, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong-royong dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bila Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
BERIKAN PIDATO: Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran demi mempercepat penghapusan kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Presiden bahkan menyatakan bahwa apabila diperlukan, anggaran pertahanan dan kepolisian dapat dikurangi untuk memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi.

“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Presiden dalam pidatonya usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026.

Presiden menyampaikan bahwa langkah efisiensi tersebut menjadi bagian dari upaya besar mempersiapkan masa depan Indonesia di mana Indonesia diproyeksikan sebagai salah satu negara terbesar di dunia pada 2045–2050. Menurut Presiden, cita-cita Indonesia menjadi negara maju hanya dapat terwujud apabila generasi muda saat ini benar-benar dipersiapkan dengan baik.

“Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia?” ujar Presiden.

Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan negara tidak hanya ditentukan oleh pertahanan dan keamanan dalam arti sempit, tetapi juga oleh kesejahteraan rakyat. Menurut Presiden, rakyat yang kuat, sehat, dan sejahtera merupakan fondasi utama pertahanan nasional.

“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” kata Presiden.

Baca Juga  Wujudkan Prokes, Kodim Bangli Pasang Wastafel di Sekolah

Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap peran TNI dan Polri yang telah membantu masyarakat melalui berbagai program nyata, termasuk pembangunan jembatan dan penyediaan titik air. Menurut Presiden, kesulitan rakyat harus menjadi perhatian bersama seluruh unsur negara.

“Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. Saya sungguh bahagia dan saya sungguh merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kita atasi, kesulitan rakyat kita atasi,” ungkap Presiden.

Menutup pidatonya, Presiden menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan milik rakyat, sehingga keberadaannya harus selalu diarahkan untuk membantu rakyat dan mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat.

“Ini Indonesia, TNI, Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkas Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak Tiga Komoditas, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
PANEN RAYA: Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya serentak yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, yakni tebu oleh TNI Angkatan Udara, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, serta padi oleh TNI Angkatan Darat.

Setibanya di lokasi, Kepala Negara meninjau insinerator atau alat pembakar sampah, serta melihat berbagai hasil dan inisiatif hilirisasi yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperkuat industri nasional. Kedatangan Kepala Negara disambut dengan pertunjukan Tari Beskalan Putri, sebelum kemudian meninjau sejumlah stan yang menampilkan program-program unggulan TNI di bidang ketahanan pangan.

Presiden Prabowo kemudian menyaksikan secara langsung proses panen raya tebu yang dilaksanakan di Lanud Abdulrachman Saleh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen raya serentak yang dilaksanakan secara nasional sebagai wujud kolaborasi TNI dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Dalam laporannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa panen raya serentak tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendampingan terpadu oleh seluruh matra TNI.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu, TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi,” ujar Panglima TNI.

Secara khusus, Panglima TNI menjelaskan bahwa panen tebu di Lanud Abdulrachman Saleh mencakup lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 72.045 ton.

Baca Juga  Langgar Prokes, 18 Orang di Kelurahan Sesetan Disanksi Bersih Lingkungan

“Luas siap panen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi hasil 72.045 ton dengan nilai diterima pabrik rata-rata Rp720 ribu per ton. Hilirisasi tebu turut menghasilkan molase, bioetanol, industri ataupun farmasi, pupuk organik, dan produk turunan lainnya yang meningkatkan nilai bagi perekonomian nasional,” lanjutnya.

Selanjutnya, Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Menurut Kepala Negara, kegiatan tersebut mencerminkan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam mendukung sektor pangan merupakan wujud nyata pengabdian kepada rakyat. Kepala Negara menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegas Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca