Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Fraksi Partai Golkar DPRD Badung Kritisi KUA-PPAS 2023 Kabupaten Badung

BALIILU Tayang

:

mediastuti
Pembicara Fraksi Partai Golkar Ni Luh Gede Sri Mediastuti, S.E. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Meski sependapat dan menyetujui untuk ditetapkan menjadi perda, Fraksi Partai Golkar DPRD Badung mengkritisi dan memberikan beberapa catatan terhadap Kebijakan Umum APBD Badung (KUA) 2023 dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD (PPAS) Kabupaten Badung 2023 yang disampaikan oleh Bupati Badung pada pembukaan Sidang Paripurna DPRD Badung pada Selasa, 2 Agustus 2022.

Fraksi Partai Golkar juga menyetujui untuk ditetapkan dan diundangkan terhadap Ranperda tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha; Ranperda tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah; Ranperda tentang Penyelenggaraan Pelayanan Ketenagakerjaan; dan Ranperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 9 Tahun 2015.

‘’Setelah mendengar, menyimak, memperhatikan dan menelaah penjelasan bapak Bupati Badung pada pembukaan Sidang Paripurna hari Selasa, 2 Agustus 2022, kami Fraksi Partai Golkar juga sependapat dan dapat disetujui untuk menjadikan perda tentang Kebijakan Umum Anggaran tahun 2023. Namun, ada beberapa menjadi catatan strategis,’’ ujar pembicara Fraksi Partai Golkar Ni Luh Gede Sri Mediastuti, S.E. saat Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi-fraksi pada Rabu, 3 Agustus 2022 di Ruang Sidang Utama Gosana Kantor DPRD Badung.

Mediastuti menyampaikan beberapa catatan terkait KUA Badung 2023 yakni optimalisasi pemungutan pajak daerah dan meminimalkan piutang pajak, dan masih cukup besarnya piutang pajak daerah yang tak tertagih perlu adanya upaya-upaya maksimal penagihan piutang tersebut. Meningkatkan validitas dan integritas data perpajakan daerah. Adanya upaya paksa penagihan terhadap penunggak pajak daerah, karena sejatinya pajak daerah tersebut merupakan titipan piskus kepada pemerintah melalui perusahaan. Kapasitas fiskal yang salah satu indikatornya pendapatan asli daerah yang dari tahun 2020 sampai sekarang mengalami kontraksi yang sangat dalam, di sisi lain kebutuhan fiskal mengalami peningkatan maka dapat dijadikan momentum untuk memanfaatkan celah fiskal ini untuk mendapatkan alokasi dana pusat.

Baca Juga  Ketua Dewan Putu Parwata Pimpin Raker dengan TAPD Bahas KUA-PPAS 2023

Selain itu, belanja daerah yang sifatnya mandatory spending dimana tujuannya adalah untuk mengurangi masalah ketimpangan sosial dan ekonomi daerah, diantaranya di bidang pendidikan maupun di bidang kesehatan, tetap menjadi prioritas utama. Kebijakan peningkatan pendapatan daerah terutama organisasi perangkat daerah penghasil agar mendapatkan skala prioritas penganggaran.

Terhadap Rancangan PPAS APBD Kabupaten Badung 2023 yang disebutkan pendapatan daerah dirancang Rp.3.874.804.126.903,00 meningkat sebesar Rp.885.592.886.951,00 atau 29,63 % dari APBD (induk) tahun anggaran 2022 sebesar Rp.2.989.211.239.952,00. Pendapatan daerah tersebut terdiri dari : pendapatan asli daerah dirancang Rp.3.152.310.774.457,00 meningkat Rp. 1.071.090.434.951, atau 51,46 % dari APBD (induk) tahun anggaran 2022 sebesar Rp.2.081.220.339.506,00; pendapatan transfer dirancang sebesar Rp.722.493.352.446,00 menurun Rp. 185.497.548.000,00 atau 20,43 % dari APBD (induk) tahun anggaran 2022 sebesar Rp. 907.990.900.446,00:  

Sedangkan Belanja Daerah pada Rancangan KUA-PPAS 2023 dirancang Rp. 3.874.804.126.903,00  meningkat Rp.622.146.012.951,00 atau 19,13% dari APBD (induk) 2022 sebesar Rp.252.658.113.952,00. Belanja Daerah tersebut terdiri dari: belanja operasi dirancang Rp.3.210.181.691.503,; belanja modal dirancang Rp. 204.169.916.118,00; belanja tidak terduga dirancang Rp.64.990.959.398,00; belanja transfer dirancang Rp.395.461.559.884,00. Maka Fraksi Partai Golkar dapat menyetujui untuk menjadikan peraturan daerah namun mengkritisi dengan memberikan beberapa saran dan masukan.

Fraksi Partai Golkar menyarankan menjadikan proyeksi pendapatan asli daerah tahun 2022 sebagai tolok ukur proyeksi pendapatan daerah tahun 2023, benar-benar menggunakan indikator yang tepat, karena ketidakakuratan memproyeksi akan berdampak pada perencanaan pembangunan Badung.

‘’Dalam peningkatan ketahanan pangan, melalui program penyediaan dan pengembangan sarana pertanian dengan alokasi dana yang cukup besar, di sektor ini kita ingin mengetahui kondisi riil bidang pangan kita apakah dapat dikatakan dalam kondisi swasembada?’’ tanya Mediastuti.

Mediastuti lanjut mengatakan perlunya upaya-upaya atau langkah strategis dalam penanggulangan penyakit kuku dan mulut, terlebih Badung memiliki pasar hewan terbesar di Bali, juga memperhatikan kesejahteraan nelayan melalui program pengelolaan perikanan tangkap.

Baca Juga  Belum Terbit SLF, DPRD Badung Sidak Bangunan Kos Lima Lantai di Kelurahan Benoa

Selain itu, program penataan bangunan dan lingkungannya dialokasikan anggarannya pada kawasan-kawasan lingkungan pariwisata sehingga memberikan multiplayer efek, antara lain kawasan Pura Geger, kawasan Sawangan, kawasan Ungasan Kuta Selatan dan kawasan Tibubeneng Kuta Utara.

‘’Kami mendorong normalisasi insentif para kepala lingkungan yang selama ini terjadi pemotongan, karena mereka itu adalah ujung tombak pemerintah paling bawah, demikian juga normalisasi terhadap pemotongan lembaga yang lainnya,’’ ujarnya dan meminta memfasilitasi dan membantu pengurusan izin hak kekayaan intelektual.

Demikian juga pengembangan daerah tujuan pariwisata utamanya pariwisata budaya yang berbasis pedesaan, dengan penataan lingkungannya dan pelestarian tradisinya. Program pelestarian dan pengelolaan cagar budaya sehingga ke depan tidak ada lagi pemanfaatan situs-situs (goa) dimanfaatkan untuk kepentingan komersial oleh pihak tertentu.

‘’Keberadaan Sekolah Dasar (SD) Negeri 5 dan Sekolah Dasar 2 Kuta yang selama ini tidak bisa dilakukan renovasi/ perbaikan akibat sekolah tersebut berada di atas tanah investor, maka diperlukan langkah-langkah penyelesaiannya,’’ ujar Mediastuti.

Terkait komposisi belanja daerah berdasarkan kelompok belanja yaitu belanja operasi sebesar 82,85%, belanja modal sebesar 5,27%, belanja tidak terduga sebesar 1,68% dan belanja transfer sebesar 10,21% dari total belanja daerah, Fraksi Partai Golkar mencermati dengan kecilnya rancangan anggaran terhadap belanja modal, kemungkinan akan berpengaruh terhadap kecilnya peningkatan pada capaian pendapatan daerah di tahun-tahun berikutnya.

Fraksi Partai Golkar juga mendorong pembangunan rumah sakit di wilayah Kuta Selatan yang merupakan pengembangan investasi (BLUD) di bidang kesehatan untuk memfasilitasi pelayanan di bidang kesehatan di wilayah Kuta Selatan. Juga mendorong peningkatan fasilitas dan kualitas mutu pendidikan pada SMP Negeri 4 Petang yang terletak di Desa Carangsari, untuk mengurangi terjadi eksodus siswa ke SMP lainnya.

Baca Juga  Anggota DPRD Badung Nyoman Satria Nilai Bantuan Rp 2 Juta per KK Sangat Bermanfaat Buat Umat Hindu yang Membutuhkan

‘’Kami mendorong pemberian penghargaan terhadap guru-guru dan tenaga kependidikan yang telah bersedia bertugas pada daerah terpencil di Kabupaten Badung, sehingga diharapkan terjadi pemerataan kualitas sumber daya guru dan tenaga pendidikan di seluruh Kabupaten Badung,’’ ujar Mediastuti seraya mendorong pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata terutama trotoarisasi, normalisasi sungai dan penataan pantai di Kuta Utara. Penyediaan alat berat pembersih pantai di wilayah pantai Kuta Utara, Kuta maupun di wilayah Kuta Selatan terutama pada saat-saat musim angin barat. Dan mendorong dilanjutkannya pembangunan taman sintetis Bung Karno, sehingga dapat dijadikan ikon ibu kota Mangupura, dan sekaligus sebagai penghargaan terhadap Bapak Bangsa, Bapak Proklamator Republik Indonesia di Kabupaten Badung. taman ini dapat dijadikan objek pariwisata desa, dimana lokasi ini terletak di Desa Penarungan.

parwata
Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat membuka Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Badung terkait beberapa ranperda. (Foto:Ist)

Rapat Paripurna dibuka Ketua DPRD Badung Putu Parwata, hadir Bupati Badung, Wakil Bupati Badung, Forkopimda, para wakil ketua dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Badung, Sekda Badung serta seluruh pejabat lengkap di lingkungan Pemkab badung, Sekwan DPRD Badung, pimpnan instansi vertikal, para direksi perusahaan daerah Kabupaten Badung, kepala BPD Cabang Badung dan Mangupura, ketua KPU dan staf ahli.

Mengawali pemandangan umum, Fraksi Partai Golkar mengucapkan dirgahayu Provinsi Bali ke- 64 yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2022, dan dirgahayu Republik Indonesia yang ke-77. Semoga pada momentum perayaan hari bersejarah ini, bangsa dan rakyat Indonesia selalu diberikan kekuatan, yang sejalan dengan tema peringatannya “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat”. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Penyampaian PU Fraksi-Fraksi

Soroti Krisis Air Bersih, Dorong Teknologi SWRO hingga Pelebaran Jalan

Loading

Published

on

By

Ketua DPRD Badung Serahkan Dokumen PU Fraksi kepada Bupati
SERAHKAN DOKUMEN: Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menyerahkan dokumen PU Fraksi-Fraksi DPRD Badung kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa pada Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung, Kamis (5/11/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung pada Kamis, 5 November 2026, menggelar Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis.

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua dan segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam rapat tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menjelaskan bahwa agenda utama rapat paripurna ini adalah mendengarkan pandangan umum dari tiga fraksi yang ada di DPRD Badung—yakni Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, dan Fraksi PDI Perjuangan—terhadap empat Raperda, yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Dalam keterangannya usai rapat, Anom Gumanti menyoroti sejumlah catatan penting dari dewan, salah satunya terkait penuntasan krisis air bersih di wilayah Badung Selatan. Dewan mendorong Perumda Air Minum Tirta Mangutama tidak hanya bergantung pada sumber air konvensional, tetapi juga mulai mengkaji penerapan teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih (Sea Water Reverse Osmosis / SWRO).

“Ketika melaksanakan penyelesaian kebutuhan air di Badung ini, dewan mendorong agar direksi melaksanakan atau mungkin melakukan teknologi SWRO, artinya bagaimana mengolah air laut untuk bisa menjadi air bersih,” ujar Anom Gumanti.

Baca Juga  Temu Persaudaraan dan Lawatan Obor Paskah Nasional XVIII, Bupati Giri Prasta Sebut 4 Pilar Kebangsaan Jadi Landasan Kabupaten Badung

Ia menambahkan, sebelumnya pasokan air di Kuta Selatan hanya mengandalkan Dam Estuari. Dengan adanya tambahan penyertaan modal yang baru, pihak perumda kini berencana mengambil air di wilayah Tukad Mati guna menambah suplai ke wilayah selatan, di samping harapan agar teknologi SWRO dapat segera direalisasikan.

Selain masalah air bersih, rapat paripurna juga menyoroti persoalan infrastruktur dan kemacetan lalu lintas, khususnya di kawasan Kuta Selatan seperti Desa Pecatu. Dewan menerima usulan dari sejumlah fraksi agar jalan-jalan utama yang ada diperlebar atau dijadikan jalur operatif alternatif agar mobilitas pariwisata tidak terganggu.

Di sektor ketenagakerjaan dan keuangan, dewan mencatat adanya usulan untuk mengevaluasi dan meningkatkan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK). Terkait tren peningkatan pendapatan daerah, Anom Gumanti menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik serta perencanaan anggaran yang realistis.

“Intinya bahwa anggaran ini agar bisa tepat guna, tepat sasaran, dan kemudian lagi bisa dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Anom Gumanti memastikan pihak legislatif akan melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana penyertaan modal yang telah disetujui. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan kinerja pengelolaan sumber daya manusia dan program kerja benar-benar berada di jalur yang tepat (on the track) serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah selatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung Terima Empat Raperda Strategis, Krisis Air di Bukit Jadi Sorotan Utama

Published

on

By

Fraksi PDI Perjuangan Serahkan Pandangan Umum di DPRD Badung
SERAHKAN DOKUMEN PU FRAKSI: Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom menyerahkan Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan kepada Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Badung menyatakan dapat menerima empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk selanjutnya ditetapkan menjadi peraturan daerah. Kendati demikian, persetujuan tersebut disertai berbagai catatan, koreksi, serta rekomendasi rinci yang akan dibahas lebih mendalam melalui rapat alat kelengkapan dewan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sikap politik tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Badung terhadap empat Raperda strategis. Rapat yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua serta segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom., memaparkan tanggapan fraksinya terhadap keempat Raperda yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Terkait penyertaan modal kepada Perumda Air Minum Tirta Mangutama sebesar Rp 150 miliar hingga tahun anggaran 2029—dengan alokasi Rp 37 miliar pada APBD 2027—Fraksi PDI Perjuangan menegaskan pentingnya landasan hukum yang kuat guna meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik. Fraksi PDI Perjuangan berharap penambahan modal ini dapat menyelesaikan masalah menahun di wilayah Bali Selatan.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Terima Audiensi Angga Sulinggih Pasaban Rsiwara Narawangsa

“Dengan adanya penambahan penyertaan modal ini, kami berharap Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama mampu mengatasi krisis air di daerah Bukit, seperti Desa Ungasan, Desa Pecatu, dan sekitarnya di Kecamatan Kuta Selatan. Sehingga, tidak ada alasan lagi bagi direksi untuk mengeluhkan kekurangan modal guna menuntaskan krisis air tersebut,” tegas Rai Wirata.

Sementara itu, untuk Raperda penyertaan modal kepada PT Jamkrida Bali Mandara, fraksi menyetujui pemenuhan kewajiban Pemkab Badung pada Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 10 miliar dari total rencana penyertaan modal Rp 150 miliar hingga 2030.

Terkait Raperda Pencabutan Perda No. 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan, fraksi menilai substansi aturan tersebut sudah tidak relevan dan berpotensi tumpang tindih. Pengaturan teknis kependudukan skala kabupaten dinilai cukup diatur melalui peraturan kepala daerah.

Rincian APBD Kabupaten Badung Tahun 2027

Dalam pandangannya terhadap Raperda APBD 2027, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti pentingnya menjaga stabilitas perekonomian dan keuangan daerah dalam menunjang pelayanan publik. Komposisi keuangan daerah dirancang dengan rincian sebagai berikut: Pendapatan Daerah: dirancang sebesar Rp 11.634.722.053.183,00, yang terdiri atas: Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp 10.904.723.845.178,00, Pendapatan Transfer: Rp 729.998.208.005,00.

Belanja Daerah: Dirancang Rp 13.379.086.523.923,00, yang terdiri atas: Belanja Operasi: Rp 7.009.193.884.288,00, Belanja Modal: Rp 4.310.626.626.071,00, Belanja Tidak Terduga: Rp 145.421.455.883,00, dan Belanja Transfer: Rp 1.913.844.557.681,00.

Penerimaan Pembiayaan Daerah: Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp 534.528.799.452,00 dan penerimaan pembiayaan utang daerah Rp 2.614.248.087.124,00 (termasuk pinjaman daerah Rp 2.079.719.287.672,00).

Pengeluaran Pembiayaan: Mencakup penyertaan modal pada Perumda Tirta Mangutama (Rp 37 miliar) dan PT Jamkrida Bali Mandara (Rp 10 miliar), serta pembayaran pembiayaan utang daerah sebesar Rp 822.883.616.384,00.

Baca Juga  Komisi I, II dan III DPRD Badung Sidak Magnum Resort Berawa Terkait Perizinan dan Lingkungan

Usulan Infrastruktur, Penataan Kawasan, dan Evaluasi Kebencanaan

Selain memberikan persetujuan, Fraksi PDI Perjuangan juga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik, di antaranya:

Penuntasan pavingisasi gang, pelebaran serta pengaspalan Jalan Cemongkak menuju Buana Sari, pembuatan akses menurun ke Pantai Labuan Sait, dan pengaspalan Jalan Merpati di Desa Pecatu, Kuta Selatan.

Penataan Pantai Cemagi secara tuntas untuk kepentingan keagamaan, serta kelanjutan program trotoarisasi dari Mengening ke Munggu dan pembangunan jalan alternatif dari Banjar Seseh ke SD 2 Cemagi guna mengurai kemacetan.

Pembebasan lahan di sebelah utara Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala untuk dijadikan ruang terbuka hijau, sarana olahraga, rekreasi keluarga, serta wadah promosi bagi pelaku UMKM lokal.

Di sektor penanggulangan bencana, Fraksi menyampaikan duka mendalam atas tragedi tanah longsor di kawasan glamping eco park Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didorong untuk segera melakukan penanganan darurat serta mengevaluasi potensi kerawanan bencana alam guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

Menutup pandangannya, Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Badung beserta jajaran eksekutif atas kerja keras dalam mengatasi kemacetan melalui pembukaan akses jalan baru di Kuta Selatan serta koordinasi intensif yang membuat pembahasan penyertaan modal dapat berjalan lebih cepat dari target. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wagub Giri Prasta Tinjau Bedah Rumah di Jembrana, Tekankan Kualitas Bangunan demi Kenyamanan Warga

Bersumber dari Perubahan APBD 2026, Bantuan Rp 75 Juta Diharapkan Hadirkan Hunian Layak bagi Keluarga Kurang Mampu

Loading

Published

on

By

Wagub Giri Prasta Tinjau Program Bedah Rumah di Jembrana
TINJAU BEDAH RUMAH: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, meninjau program bedah rumah Pemerintah Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, meninjau program bedah rumah Pemerintah Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11).

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah rumah keluarga I Gede Yogi Agus Cahaya di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi hunian penerima manfaat sekaligus memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Wagub Giri Prasta Tinjau Program Bedah Rumah di Jembrana

Program bedah rumah tersebut bersumber dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan sebesar Rp 75 juta.

Bantuan diperuntukkan bagi pembangunan rumah satu lantai seluas 30 meter persegi yang dilengkapi dua kamar tidur, teras, dan kamar mandi. Pembangunan rumah diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.

Saat meninjau kediaman I Gede Yogi Agus Cahaya, Wagub Giri Prasta mendapati kondisi rumah yang tergolong tidak layak huni. Salah satu kamar tidur juga difungsikan sebagai dapur, sementara atap genteng mengalami kebocoran dan lantai teras masih berupa tanah.

Kondisi sanitasi rumah tersebut juga belum memadai. Kamar mandi mengalami kerusakan berat dan tidak memiliki atap. Selain itu, rumah keluarga tersebut belum terhubung dengan jaringan air bersih PDAM sehingga masih mengandalkan sumur tradisional untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Wagub Giri Prasta meminta agar pelaksanaan program bedah rumah benar-benar memperhatikan kualitas bangunan, mulai dari konstruksi hingga kelengkapan fasilitas dasar.

Ia menekankan bahwa pembangunan rumah tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga harus memastikan hunian yang dihasilkan layak ditempati serta mampu memberikan rasa aman, sehat, dan nyaman bagi penghuninya.

Baca Juga  Temu Persaudaraan dan Lawatan Obor Paskah Nasional XVIII, Bupati Giri Prasta Sebut 4 Pilar Kebangsaan Jadi Landasan Kabupaten Badung

I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini, istri I Gede Yogi Agus Cahaya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan bedah rumah yang diterima keluarganya. Ia mewakili suaminya yang saat kunjungan berlangsung masih bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Matur suksma, Bapak Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, atas bantuan bedah rumahnya. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” ungkapnya saat berdialog dengan Wagub Giri Prasta dan Bupati Jembrana.

Dalam kesehariannya, I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini bekerja membuat perlengkapan upakara berupa tamas, sedangkan suaminya bekerja serabutan. Keduanya berupaya memenuhi kebutuhan keluarga di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi tempat tinggal yang belum layak.

Selain meninjau kondisi rumah, Wagub Giri Prasta juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 500.000 kepada Putu Bagus Andi Yoga Sulung, anak pasangan I Gede Yogi Agus Cahaya dan I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian sekaligus motivasi agar Putu Bagus, yang saat ini duduk di kelas II SD Negeri Banyubiru, terus rajin belajar dan bersemangat menempuh pendidikan.

Melalui program bedah rumah ini, Pemerintah Provinsi Bali berupaya membantu masyarakat yang masih tinggal di hunian tidak layak, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca