Badung, baliilu.com – Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Badung melalui juru bicara I Wayan Loka Astika, S.H. mengapresiasi pemerintah yang telah mengambil langkah-langkah cepat dan fokus dalam rangka mendukung dan mempercepat pemulihan ekonomi daerah tahun 2022.
‘’Ini terbukti realisasi pendapatan asli daerah semester pertama dan berbagai analisa menunjukkan trend positif, sehingga berpengaruh terhadap proyeksi APBD Tahun Anggaran 2022 dapat lebih realistis,’’ ujar Loka Astika saat menyampaikan Pemandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Badung tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022, pada Kamis, 25 Agustus 2022 di Ruang Sidang Utama Gosana Kantor DPRD Badung.
Rapat Paripurna yang dibuka Ketua Dewan Putu Parwata ini turut hadir Bupati Badung Giri Prasta, Wakil Ketua I DPRD Badung, Wayan Suyasa, Wakil Ketua II, Made Sunarta beserta jajaran DPRD Badung, jajaran Forkopimda Badung, Sekda Wayan Adi Arnawa beserta jajaran pejabat lengkap di Lingkungan Pemkab Badung, Sekwan, Pimpinan Instansi Vertikal, para Direksi Perusahaan Daerah.
Loka Astika lanjut memaparkan, sesuai penjelasan Bupati Badung bahwa pendapatan daerah pada Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Badung 2022 dirancang Rp.3.687.215.470.714, mengalami peningkatan dari APBD Induk tahun anggaran 2022 sebesar Rp.698.004.230.762,00 atau setara dengan 23.00 % dari APBD Induk tahun anggaran 2022 Sebesar Rp. 2.989.211.239.952,00.
Belanja daerah pada rancangan perubahan APBD Badung 2022 dirancang sebesar Rp.4.106.287.083.005,00 mengalami peningkatan sebesar Rp.853.628.969.053,00 setara dengan 26.00 % dari APBD Induk sebesar Rp. 3.252.658.113.952,00 terhadap defisit yang terjadi sebesar Rp.419.071.612.291,00 akan ditutupi dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp.469.071.612.291,00 setelah dikurangi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 50.000.000.000.
‘’Berdasarkan hal tersebut, kami Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi pemerintah dalam pengalokasian anggaran pada rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2022 telah mengalokasikan anggaran yang memadai terhadap program-program strategis wajib dan mengikat, seperti anggaran pendidikan sebesar 20,94 % dari total belanja daerah dan kesehatan sebesar 14,47 % dari total belanja daerah pada rancangan perubahan APBD Badung Tahun Anggaran 2022,’’ ujar Loka Astika.
Di samping program penunjang urusan pemerintah daerah, program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat juga telah dialokasikan anggaran yang memadai seperti bidang pangan, sandang dan papan, bidang jaminan sosial dan ketenaga kerjaan, bidang adat agama dan budaya, pariwisata, infrastruktur, perlindungan sosial, penataan ruang dan lingkungan, serta ketertiban umum.
Begitu pula dalam strategi pencapaian pendapatan daerah pemerintah telah melakukan terobosan-terobosan seperti melaksanakan optimalisasi pemungutan pajak dan menggali potensi yang masih memungkinkan untuk dikembangkan.
Melihat postur dan komposisi Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2022, Fraksi PDI Perjuangan mengungkapkan telah menunjukkan anggaran yang rasional, yang mencerminkan prinsip kehatian- hatian dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. ‘’Sehingga kami Fraksi PDI Perjuangan dapat menerima semua program pemerintah yang telah diajukan, untuk disepakati dan ditetapkan menjadi peraturan daerah,’’ ujarnya. (gs/bi)