Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Gandeng Minyak Belog, Sereh Wangi Dibudidayakan Besar-besaran di Desa Berembeng

BALIILU Tayang

:

Budidaya sereh wangi di Desa Berembeng

Tabanan, baliilu.com – Dalam upaya memanfaatkan lahan tidur dan memberdayakan petani untuk menanam tanaman bahan baku organik pembuatan organic herbal healing oil, Minyak Belog, PT. Usadha Bhakti Buana dan Founder Belog Oil, Jero Mangku Belog menyerahkan 6.000 bibit Sereh Wangi dan 20.000 bibit budi daya tanaman kepada Camat Selemadeg I Putu Gede Wirawan dan Perbekel Desa Berembeng Nyoman Widastra bertempat di Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Selasa (17/11-2020).

Camat Selemadeg I Putu Gede Wirawan menyatakan lahan subak persawahan yang ada di Desa Berembeng seluas 400 hektar dan 50 hektar diantaranya termasuk kategori lahan tidur atau non produktif. Selama ini pihaknya memanfaatkan lahan nonproduktif tersebut dengan tanaman keras seperti sawo dan mangga dan kini ditambah lagi dengan penanaman Sereh Wangi sebagai tanaman herbal bahan baku dalam memproduksi Minyak Belog.

“Saya harap melalui kerjasama dengan PT. Usadha Bhakti Buana sebagai produsen dan penyalur Minyak Belog, kita bisa menciptakan sumber pendapatan baru bagi petani dan membantu kesejahteraan petani di tengah pandemi ini,” ungkapnya di ruang rapat kantor Desa Berembeng.

Lebih lanjut ia menambahkan kelemahan petani selama ini adalah hanya bisa menanam dan mengolah sawah saja tetapi tak punya kemampuan menjual hasil panennya.

“Ke depan melalui kerjasama kami berharap pembinaan, pengawasan, proses produksi dan pemasaran bisa dibantu dan nantinya bisa dilakukan secara mandiri oleh petani kita,” ujar Wirawan.

Ditambahkan pula oleh Perbekel Desa Berembeng I Nyoman Widastra pihaknya sebelumnya telah mengajak para petani untuk menanam budi daya tanaman bibit Serai Wangi sejumlah 20.000 batang secara swadaya untuk minyak atsiri dan saat ini mampu tumbuh dengan baik.

“Pada tahun 2021 nanti kami wajib ikut lomba desa dan budidaya Sereh Wangi Minyak Belog ini kami unggulkan sebagai program inovatif sesuai anjuran Jero Mangku Belog untuk tujuan kesehatan,” katanya lagi.

Sereh Wangi menurutnya juga bisa ditanam sebagai tabulampot di setiap pekarangan rumah untuk mengusir nyamuk.

“Karena setiap tahun di sini ada wabah demam berdarah, maka dengan menanam Sereh Wangi akan dapat mengusir nyamuk di samping itu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat kami. Jika nanti berhasil program selanjutnya tak hanya menjual daunnya saja namun juga dibina dalam hal mengolahnya menjadi minyak dan dibantu mesin penyulingan,” imbuh Widastra.

Baca Juga  Presiden Jokowi: Tak Boleh Ada Penyandang Disabilitas yang Tertinggal dari Berbagai Program Pemerintah

Menanggapi hal itu Jero Mangku Belog menjelaskan dari total lahan nonproduktif seluas 50 hektar yang ditanami Sereh Wangi dan nantinya ada mesin penyulingan Minyak Belog maka akan menjadi obyek agrowisata baru bagi Desa Berembeng. “Akan banyak mahasiswa bahkan wisatawan yang akan mengunjungi desa ini untuk melihat potensi dan produksi budi daya Sereh Wangi ini. Mereka bisa diajak tour keliling desa untuk melihat kebunnya. Bila pihak desa nanti mampu memproduksi sendiri minyaknya, kami akan bantu mencarikan buyer atau pembelinya,” terangnya.

Lebih lanjut ia memaparkan filosofi Belog itu adalah kembali kepada alam dan kesadaran, ”Belog itu singkatan dari, be life zero to greatness. Kembali ke nol, nol bukanlah kosong, tetapi kembali ke hakekat mendasar. Kembali ke alam, kembali ke Ibu, kembali ke bumi dan kembali kepada kesadaran, sesadar-sadarnya. Back to nature, natural healthy mankind (Umat manusia sehat alami),” tutur Mangku Belog.

Minyak Belog disebutkan memiliki khasiat ampuh untuk menjaga kesehatan dan penyembuhan berbagai macam penyakit. Selain itu meningkatkan energi dan daya tahan tubuh manusia.

“Proses pembuatan Minyak Belog ini merupakan perwujudan pemeliharaan dan melanjutkan tradisi warisan luhur budaya Usadha Bali Kuno yang merupakan bagian dari Ayurvedic dan mempunyai khasiat penyembuhan penyakit dari unsur sekala lan niskala dari komposisi ramuan herbal di dalam proses pembuatannya,” terang Jero Mangku Belog yang bernama asli Drh. I Made Haribhawa lulusan IPB Bogor.

Supervisor penanaman Sereh Wangi Kadek Niri Lestari (kiri) menjelaskan dalam hal ini dirinya melakukan pengawasan mulai dari pengadaan bibit pendampingan dan penyuluhan selama masa pemeliharaan sampai panen serta sampai tahap pembelian hasil panen.

Setelah sebulan inspeksi di lapangan sambungnya, lahan dibersihkan dari gulma. Antara 4-5 bulan akan menghasilkan panen pertama.

“Berikutnya setiap 3 bulan akan kembali panen dan tak perlu lagi dibersihkan karena tanaman dan daunnya sudah besar. 1 pohon bisa jadi 75-90 bibit,” jelasnya.

Baca Juga  Tetapkan Hari Arak Bali 29 Januari, Gubernur Koster Gelar Cocktail Arak Bali

Hasil panen petani Sereh Wangi nantinya akan diambil, diolah dan dipasarkan sebagai Minyak Belog ke 9 kabupaten/kota di Bali bahkan hingga ke seluruh Indonesia.

“Selanjutnya pihak PT. Usadha Bhakti Buana akan menyalurkan dan memasarkan seluruh hasil panen ke rumah produksi Minyak Belog,” tandas Niri Lestari yang juga bagian marketing Minyak Belog.

Sementara itu Dewan Komisaris PT. Usadha Bhakti Buana Dewa Putu Anom Putra didampingi I Made Sukarma menyatakan Minyak Belog karya asli putra daerah Bali sebagai ramuan tradisional yang dibuat murni dan diramu secara khusus tanpa tambahan ramuan kimia dan minyak hewani, yang sangat berkhasiat untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh secara alami.

“Visi misi PT. Usadha Bhakti Buana adalah menjadikan umat manusia sehat alami melalui meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sekaligus memberikan informasi dan pelatihan pemanfaatan tanaman herbal untuk kesehatan manusia. Melayani masyarakat untuk sehat alami dengan produk kesehatan alami. Memberdayakan masyarakat lokal untuk budidaya tanaman herbal yang sedang trend sekarang ini,” tegas Dewa Anom.

Ia menggarisbawahi akan terus memperkuat pemberdayaan herbal lokal ini tak hanya dalam hal menanam tapi juga edukasi dan menjadikannya sentra industri sehingga masyarakat desa diberdayakan dan beban pihaknya juga menjadi ringan. “Agar masyarakat sehat dengan herbal, tanamannya juga dari lokal sebanyak 33 jenis yang akan kita kembangkan secara massif. Sistem pemasarannya juga sesuai tuntutan zaman. Kita siapkan sistem IT ke seluruh dunia melalui pemasaran online dan network marketing walaupun di masa pandemi. Kita promosikan dari sini ke seantero dunia bahwa Desa Berembeng sebagai penyuplai utama dari Minyak Belog untuk kesehatan masyarakat. Konsep kami simbiosis mutualisme, terintegrasi, cepat, efektif, sehat secara alami,” bebernya.

Dewan Komisaris Made Sukarma menimpali, dalam membuat kemasan pasca produksi akan menggunakan bahan yang ramah lingkungan. “Kita berusaha meniadakan bahan dari plastik dan memakai botol kaca untuk minyak Belog dan hand sanitizernya. Ini akan mengurangi jumlah sampah yang merusak lingkungan,” pungkas owner rumah makan vegetarian Tri Hita ini.

Untuk diketahui komposisi Minyak Belog antara lain minyak kelapa (Cocos nucifera), cengkeh (Syzygium aromaticum), serai wangi (Cymbopogan nardus), pule pandak (Rauwalfia serpentine), nagasari (Mesua ferrea), legundi (Vitex trifolia) dan berbagai ramuan herbal pilihan. Berkhasiat untuk kesehatan kulit dan kekuatan spiritual alami yang ditakuti oleh mahluk-mahluk astral dan anti ilmu magis.

Baca Juga  Pjs. Bupati Badung: Perbekel dan Lurah Tanggulangi Covid-19 harus Bekerja Out of The Box

Selain itu dijelaskan, mampu membunuh kuman, mengatasi sakit gigi, menyembuhkan infeksi pernafasan, menghilangkan bekas jerawat, menyembuhkan sakit kepala, meningkatkan kesehatan pencernaan, mengatasi kanker paru-paru, melindungi organ hati, mengontrol diabetes, menjaga kesehatan tulang, meningkatkan imun tubuh (meningkatkan stamina), mengatasi penyakit mulut, menyembuhkan sinusitis, mengatasi sakit batuk, menyembuhkan bengkak.

Dapat pula mengatasi depresi, menghindari gigitan nyamuk dan serangga lainnya, menurunkan tekanan darah, menjaga kadar kolesterol baik dalam tubuh dan mencegah penyerapan kolesterol jahat, pereda nyeri otot dan sendi, meredakan gejala flu, mengatasi ketombe,” jelasnya.

Mengatasi masalah vertigo, mengatasi hypertensi, menyembuhkan sakit diare, menyembuhkan sakit tenggorokan, menyembuhkan sakit perut pada penderita disentri, mengatasi sakit muntah, menyembuhkan sakit malaria, mengatasi demam karena influenza, mengatasi radang kandung empedu, menyembuhkan bisul, mengatasi hepatitis akut, mengatasi insomnia (susah tidur), membantu mengatasi gangguan jiwa, meningkatkan nafsu makan, mengatasi sakit hiperfungsi kelenjar gondok (hipertiroid), mengatasi sakit kudis, mengatasi sakit biduran, mengatasi sakit akibat gigitan ular dan kalajengking, mengatasi sakit hernia, menyembuhkan luka karena terpukul atau terbentur (memar).

Menyembuhkan luka infeksi, eksim menahun, mengatasi infeksi luka dalam, mengatasi sakit karena haid, pendarahan lambung, keputihan. Menyembuhkan radang buah zakar, infeksi saluran kencing, kencing nanah, nyeri pada tukak (ulkus), batuk sesak, batu ginjal, asam urat.

Mengatasi cacingan, meningkatkan produksi ASI, melancarkan haid, penurun panas/demam, mengeluarkan racun dalam tubuh, meringankan tanda-tanda kejang pada anak dan dewasa, membersihkan rahim setelah melahirkan, mempercepat pengeringan dan penyembuhan luka, mengatasi alergi pada kulit, mengurangi rasa nyeri dan sakit, mencegah perut kembung, mual, mules, melancarkan terusan kemih, meningkatkan fungsi limpa, menyembuhkan tifus, mengatasi peradangan amandel, mengatasi meriang dan masuk angin, meringankan tanda-tanda TBC. Termasuk berguna untuk relaksasi, aromatherapy. (*/eka)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Silaturahmi di Puri Mengwi, Kapolda Bali Ajak Bendesa Bersama Ciptakan Kamtibmas

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Tetapkan Hari Arak Bali 29 Januari, Gubernur Koster Gelar Cocktail Arak Bali

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Prokes Ketat, Menkumham RI Siap Serahkan Sertifikat dan Surat Pencatatan KI Tenun Endek Bali kepada Gubernur Koster

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca