Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

POLITIK

Gara-gara Irigasi Pertanian Tak Diperhatikan, Warga Desa Lebu Alihkan Dukungan ke DANA-DIPA

BALIILU Tayang

:

de
Masyarakat Desa Pakraman Lebu, Desa Lokasari, dihadapan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster menyatakan siap memenangkan Calon Bupati Karangasem, Gede Dana dan Cawabup, I Wayan Artha Dipa (DANA-DIPA) dari Nomor Urut 1 di halaman wantilan Desa Pakraman Lebu Sidemen Karangasem.

Karangasem, baliilu.com – Masyarakat Desa Pakraman Lebu, Desa Lokasari, Kecamatan Sidemen yang sebagian besar berprofesi sebagai petani sangat mengharapkan perhatian Pemerintah Kabupaten Karangasem agar bisa menuntaskan masalah irigasi pertanian yang sudah bertahun-tahun tidak ada sentuhan bantuan apa pun. Apalagi berbagai proposal pembangunan sudah disampaikan, namun sampai saat ini tidak ada jawaban untuk menghadirkan bantuan apa pun.

“Petani kami paling tuyuh / capek mencari air, karena debit air di irigasi sangat kecil akibat terowongan air tertimbun longsoran bebatuan, sehingga masyarakat di Desa Lebu menyarankan semua untuk mencari pemimpin baru di Pilkada 9 Desember 2020 mendatang, agar masalah irigasi ini bisa diperbaiki,” demikian kata Tokoh Masyarakat Desa Pakraman Lebu, Desa Lokasari, Wayan Darmanta dihadapan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster saat melakukan kampanye kemenangan Calon Bupati Karangasem, Gede Dana dan Cawabup, I Wayan Artha Dipa (DANA-DIPA) dari Nomor Urut 1.

Wayan Darmanta juga menegaskan di dalam momentum Pilkada Karangasem ini akan serius dan beramai-ramai datang ke TPS pada 9 Desember ini untuk memenangkan Nomor 1, DANA-DIPA. “Kami target 95 persen DANA-DIPA menang di desa,” tegas Wayan Darmanta yang disambut nada merdeka oleh warga yang hadir.

Sementara itu, Cabup Karangasem Gede Dana yang didampingi Wayan Artha Dipa mengatakan masalah saluran irigasi pertanian di Desa Pakraman Lebu harus segera diatasi. Karena sumber penghidupan masyarakat ada di pangan, dan hal ini sangat selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Karangasem Era Baru, dengan memiliki 5 arah program pembangunan yang salah satunya di bidang pangan, sandang, dan papan. Selain bidang pariwisata, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, serta bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya.

“Karena penguatan pangan sumbernya dari pertanian, maka masalah terowongan irigasi ini akan menjadi perhatian saya di saat semua masyarakat Karangasem memenangkan DANA-DIPA,” kata Gede Dana seraya membocorkan bahwa dirinya bersiap melakukan koordinasi ke Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk menata irigasi di Karangasem, apalagi Pemerintah Pusat juga memiliki perhatian yang sangat serius untuk menata irigasi tersebut.

Agar cita-cita tersebut terwujud, maka dalam kesempatan ini kami mohon dukungan suara dari seluruh masyarakat di Desa Lebu agar 9 Desember 2020 mencoblos Nomor 1. “Kayun niki mendukung titiang?” tanya Gede Dana yang pertanyaannya langsung dijawab kayun / siap. Lalu Gede Dana kembali bertanya, nomor berapa titiang? Masyarakat pun langsung menjawab dengan nada keras, nomor satu.

Melihat antusias masyarakat untuk mewujudkan Karangasem Era Baru, membuat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster makin bersemangat memberikan pidatonya dihadapan warga Desa Lebu dan Komunitas Gass Full DANA-DIPA, Nomor 1.

“Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana ini harus bisa dijalankan di seluruh Bali, termasuk Karangasem. Apalagi di Karangasem, menurut tiang wilayah ini merupakan kabupaten yang sangat sakral dengan adanya Pura Sad Kahyangan seperti Pura Agung Besakih, Pura Andakasa, hingga Pura Luhur Lempuyang.

Kalau kesaklaralan ini bisa kita jaga, dan diimbangi oleh Bupati-nya yang baik, tulus, fokus, serta lurus dalam membangun, mestinya rakyat Karangasem sudah sejahtera, dan meningkat perekonomiannya,” ujar Koster seraya menyebut Karangasem ini memiliki potensi yang bisa meningkatkan perekonomian rakyatnya, karena memiliki Arak Bali, Salak Bali, Kain Gringsing, Kain Sidemen, hingga Kain Seraya. Kalau ini dijalankan, Karangasem dan Bali, kata Koster akan kuat dan bisa bersaing di kancah lokal, nasional, dan global.

Sehingga dalam rangka Pilkada, saya secara khusus datang ke Karangasem berkampanye tiada henti untuk memenangkan DANA-DIPA, Nomor 1 dan astungkara menang. “Jika DANA-DIPA menang, gampang nanti menjalankan pemerintahan dan pembangunan di Karangasem, apalagi anggaran di Karangasem kecil sekali, maka perlu mendapatkan dukungan dari Provinsi dan Pusat,” tambah mantan Anggota DPR-RI Fraksi PDI Perjuangan, Dapil Bali ini.

Sebagai penutup, Wayan Koster tegaskan kami tidak membeli suara di Pilkada ini, namun kami bekerja dengan tulus. “Gede Dana dan Wayan Artha Dipa juga sangat siap ngayah total secara sekala dan niskala, bekerja dengan fokus, tulus dan lurus untuk membangun Karangasem,” tutupnya. (*/gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLITIK

Ketua DPC PDI-P Badung I Nyoman Giri Prasta Buka Musancab Se-Badung

Published

on

By

dpc badung
MUSANCAB: Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta berfoto bersama usai membuka Musancab PDI-P se-Kabupaten Badung di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta membuka secara resmi Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung yang dilaksanakan di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1).

Turut hadir pada kesempatan ini, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung Wayan Adi Arnawa, Bendahara DPC PDI Perjuangan Badung Bagus Alit Sucipta beserta seluruh fraksi dan pengurus PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung.

Musancab merupakan agenda penting partai dalam rangka konsolidasi organisasi dan penguatan struktur kepengurusan di tingkat anak cabang. Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi kinerja organisasi sekaligus penyusunan langkah strategis partai ke depan.

Dalam arahannya, I Nyoman Giri Prasta menekankan pentingnya soliditas, kedisiplinan, serta loyalitas kader terhadap garis perjuangan partai. Ia menyampaikan bahwa kekuatan PDI Perjuangan terletak pada kerja gotong-royong dan kedekatan kader dengan rakyat, sehingga seluruh jajaran partai diharapkan terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat secara konsisten.

“Saya ingatkan agar Musancab tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan kepengurusan anak cabang yang kuat, solid, dan siap bekerja untuk membesarkan partai serta mengawal program-program kerakyatan. Saya harapkan agar kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen PDI Perjuangan dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

POLITIK

Pertemuan Koster dan De Gadjah Penuh Kekeluargaan

Ajak Krama Bali Bersatu Dukung Pembangunan Pro Rakyat

Loading

Published

on

By

koster de gadjah
PERTEMUAN: Pertemuan Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster dengan cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025 di Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster akhirnya menepati janji untuk bertemu cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025. Gubernur Koster mendatangi kediaman De Gadjah di Denpasar. Pertemuan kedua tokoh politik Bali ini dilakukan penuh kekeluargaan.

Jalinan persahabatan, kekeluargaan, penuh ramah, dan canda tampak dalam diskusi yang berlangsung dua jam itu. Gubernur Koster dan De Gadjah yang juga Ketua DPD Gerindra Bali mengajak agar krama Bali bersatu dan kondusif sehingga pembangunan Bali ke depan berjalan lancar, nyaman dan sukses.

“Pertemuan hanya berdua sebagai sesama sahabat, sifatnya kekeluargaan, ramah, dan penuh canda sama seperti suasana sebelum Pilkada 2024, karena memang berdua bersahabat baik sejak lama,” kata Gubernur Koster usai pertemuan.

Dalam durasi waktu pertemuan selama dua jam itu, Koster dan De Gadjah juga santap siang bersama dan ngopi bareng. Suasananya terasa begitu hidup dan bersemangat.

“Suasana menjadi semakin hidup, karena ngobrol sambil menikmati hidangan kopi dan nasi goreng,” tambah Ketua DPD PDIP Bali ini.

De Gadjah secara langsung mengucapkan selamat kepada Wayan Koster atas terpilihnya sebagai Gubernur Bali lima tahun. Moment ini digunakan untuk penyampaian langsung meski sebelumnya telah disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp pada 27 November 2024 lalu.

Kemudian, baik Koster dan De Gadjah sepakat dan berkomitmen Pilkada telah selesai, dan saatnya masyarakat Bali diajak bersatu, agar Bali kondusif. Krama Bali juga diajak untuk mendukung program pembangunan Bali ke depan agar berjalan sesuai harapan bersama.

De Gadjah juga mengaku akan mendukung program kerja Gubernur Koster selama program ini demi kemajuan dan kebaikan Bali. De Gadjah berharap Gubernur Koster berkomitmen menjalankan program-program yang disampaikan saat kampanye dan simakrama bersama krama Bali.

Gubernur Koster juga menyampaikan, keduanya sepakat segera mengatasi masalah serius dan mendesak di Bali, seperti sampah, macet, infrastruktur dan air. Serta sangat mendukung pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi agar bisa terlaksana ke depan. (*/gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

POLITIK

Komisi II Bersama Mitra Segera Bahas Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Hasil Pilkada 2024

Published

on

By

jadwal pelantikan kepala daerah
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda. (Foto : dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengungkapkan pihaknya akan membahas tentang jadwal pelantikan Kepala dan wakil kepala daerah terpilih dalam Pilkada serentak 2024. Pembahasan tersebut akan dilakukan Komisi II bersama dengan mitra, yaitu Menteri Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mendatang.

“Komisi II DPR RI akan segera mengundang saudara Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk merumuskan opsi-opsi pelantikan sebagaimana yang kita tahu,” kata Rifqinizamy kepada awak media di Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Dijelaskannya, ada dua opsi usulan jadwal pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024, baik kepala daerah terpilih yang bersengketa maupun yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Pertama, pelantikan seluruh kepala daerah terpilih dilaksanakan serentak setelah seluruh putusan MK berkekuatan hukum (incratch). Diperkirakan proses sengketa pilkada di MK akan selesai pada 12 Maret 2025 mendatang.

Selain itu, lanjut Politisi dari Fraksi Partai Nasdem ini, ada opsi kedua di mana pelantikan akan dilaksanakan serentak terlebih dahulu, hanya untuk kepala daerah terpilih yang tidak bersengketa, yakni pada 7 Februari 2025 untuk gubernur dan 10 Februari 2025 untuk bupati dan walikota. Hal itu berdasarkan peraturan presiden yang ada, pelantikan gubernur dan wakil gubernur digelar pada 7 Februari 2025 dan pelantikan bupati-wakil bupati serta walikota-wakil walikota digelar pada 10 Februari 2025.

Meski demikian, Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengakui bahwa dinamika menuju proses pelantikan kepala daerah secara serentak hasil Pilkada 2024 terdapat dilema atau problematika hukum. Di mana Putusan MK Nomor 46 Tahun 2024 menyatakan bahwa pelantikan baru bisa dilaksanakan setelah seluruh sengketa di MK selesai atau telah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum, kecuali yang akan melaksanakan pemilihan ulang, penghitungan suara ulang atau pengulangan pilkada karena adanya keadaan mendesak.

Namun, di sisi lain ada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, Pasal 160 dan 160A yang menyebutkan bahwa tahapan pelantikan adalah satu konsekuensi dari penetapan yang dilakukan KPU di provinsi, kabupaten, kota, yang waktunya telah diatur sedemikian rupa.

“Sehingga kalau menunggu putusan MK usai semua pada pertengahan Maret 2024, maka ada kecenderungan juga melanggar dua pasal undang-undang ini,” jelasnya yang dikutip dari laman dpr.go.id. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca