Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gelar Budaya Jayaning Nusantara Lepas Matahari 2023 di Kota Denpasar

Walikota Jaya Negara: Kita Sambut Optimisme Kejayaan di Tahun 2024, Fokus Tuntaskan Program Kerja

Loading

BALIILU Tayang

:

Jayaning Nusantara
MELEPAS MATAHARI: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa secara resmi melepas matahari dalam Gelar Budaya bertajuk Jayaning Nusantara Melepas Matahari Tahun 2023 di Kota Denpasar yang dipusatkan di Kawasan Catur Muka Kota Denpasar, Minggu (31/12). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Tidak terasa, tahun 2023 memasuki pengujung. Gelar Budaya bertajuk Jayaning Nusantara secara resmi Melepas Matahari Tahun 2023 di Kota Denpasar yang dipusatkan di Kawasan Catur Muka Kota Denpasar, Minggu (31/12). Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa serta Ketua DPRD Kota DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede serta Forkopimda Kota Denpasar secara resmi melepas matahari yang ditandai dengan melepas burung merpati.

Diawali dengan doa bersama, rangkaian Gelar Budaya dimulai dengan penampilan Tokoh Gajah Mada yang bertekad untuk mempersatukan nusantara. Dalam sajian kolaborasi tersebut, turut ditampilkan berbagai tari nusantara yakni Tari Saman, Tari Suku Dayak, Tarian Khas Banyuwangi, Tarian Khas Papua, Tarian Janger dan Barong Khas Bali. Sebagai penampilan pemuncak, Walikota Jaya Negara turut memberikan tanda colek pamor dan menyerahkan Keris Pusaka kepada tokoh Gajah Mada yang dimaknai dengan simbol Kejayaan Kota Denpasar.

Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara didampingi Kabid Kesenian, I Wayan Narta serta Art Director Naluri Manca, Ida Bagus Eka Haristha menjelaskan bahwa Jayaning Nusantara merupakan frasa dalam bahasa Sansekerta yang memiliki makna mendalam dan filosofis. Secara harfiah, “Jayaning Nusantara” dapat diterjemahkan sebagai “Kemenangan Nusantara.”

Selain itu, lanjut Raka Purwantara, Gelar Budaya Melepas Matahari ini juga melibatkan ribuan penari dari anak-anak sanggar di Kota Denpasar yang menarikan tari pendet dan tari baris. Selain itu, turut dipentaskan pargelaran budaya oleh sanggar di Kota Denpasar di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung

“Filosofi di balik frasa ini mencerminkan semangat gotong-royong meraih persatuan, kejayaan, dan keberlanjutan Nusantara, yang merupakan wilayah maritim yang luas dan beraneka ragam,” ujarnya.

Baca Juga  Walikota Hadiri Rangkaian Karya Desa Adat Pohmanis dan Pura Kahyangan Kesambi

Lebih lanjut dijelaskan, kisah ini menyoroti peran pendidikan dan kesadaran akan sejarah sebagai pendorong kebangkitan. Masyarakat tergerak untuk mengembangkan potensi lokal, menciptakan inovasi, dan berkolaborasi melintasi batas wilayah. Karya ini berpijak dari 5 poin utama, yakni eksplorasi cerita lokal genius masyarakat yaitu nusantara dengan dihadirkan melalui penciptaan karya kreatif dan inovatif dengan penunggalan seni tari, seni musik, seni karawitan, puisi, dan multimedia dalam satu pertunjukan.

Tak hanya itu, karya ini juga akan berkolaborasi dengan beberapa seniman dengan tetap dalam kontekstual yang menonjolkan identitas dari seniman untuk melengkapi visual dan nilai-nilai kebudayaan melalui pesan yang akan disampaikan. Dimana, karya ini terlaksana atas kolaborasi Naluri Manca, Sempol, Ikawangi, Kubu Barong dan Soul of Melanesia dengan melibatkan sedikitnya 400 seniman dan talent.

“Melalui spirit Vasudhaiva Kutumbhakam menjadi spirit kota Denpasar dari harmonisasi keberagaman dan peradaban multikultur yang ada di kota Denpasar,” ujarnya.

Sementara, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan di tahun 2023. Pihaknya menyadari bahwa pembangunan di tahun 2023 ini masih banyak hal yang harus dioptimalkan, sehingga menjadi evaluasi untuk terus berbenah di tahun 2024 mendatang.

Jaya Negara turut menyampaikan beberapa program prioritas sebagai resolusi di tahun 2024 mendatang. Beberapa diantaranya yakni perbaikan Lampu Penerangan Jalan Umum melalui skema KPBU, Peningkatan Infrastruktur Jalan Kota dan Penataan Utilitas Kabel di Pusat Kota Denpasar. Selain itu, pihaknya juga berjanji akan menuntaskan program kerja yang tertuang dalam Visi Misi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

“Selatan Tahun Baru 2024 bagi seluruh masyarakat Kota Denpasar, mari kita sambut tahun 2024 sebagai tahun kejayaan Kota Denpasar,” ujarnya.

Baca Juga  Gelar Bazar Pangan, Langkah Pemkot Tangani Inflasi

“Serta kita rawat dan jaga keragaman sosial budaya di kota yang kita cintai ini sehingga suasana kekeluargaan dan kondusivitas kota selalu terjaga sebagaimana tema pementasan kegiatan melepas matahari 2023 yakni Jayaning Nusantara Jenar Ing Denpasar, dan semoga masyarakat Kota Denpasar dapat menjalankan kewajibannya dengan baik,” imbuh Jaya Negara.

Untuk diketahui, selain menggelar Gelar Budaya Melepas Matahari Tahun 2023, Pemkot Denpasar juga menggelar Momen Pesona Akhir Tahun Kota Denpasar yang dilaksanakan di Taman Inspirasi Muntig Siokan dengan menghadirkan beragam hiburan. Beberapa band juga turut tampil pada gelaran malam pergantian tahun ini. Yakni Lolot Band, Joni Agung and Double T, serta Naluri Manca. Selain itu turut dilaksanakan food bazzar dan sebagai penampilan pemuncak dilaksanakan pementasan budaya dan pesta kembang api. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

HUT Ke-47 Sekaa Teruna Putra Laksana, Wabup Bagus Alit Sucipta Beri Apresiasi Pemuda Banjar Bersih, Darmasaba

Published

on

By

Wabup Badung Hadiri HUT Sekaa Teruna Putra Laksana
HADIRI HUT STT: Wabup Bagus Alit Sucipta bersama anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini saat menghadiri puncak perayaan HUT Ke-47 Sekaa Teruna Putra Laksana di Banjar Bersih, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta mengapresiasi kreativitas generasi muda dalam melestarikan seni, adat, dan tradisi Bali. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak perayaan HUT Ke-47 Sekaa Teruna (ST) Putra Laksana sekaligus STPL Youth Culture Festival di Banjar Bersih, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Minggu (18/10).

Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 ini mengusung tema “Yuva Kalā Saṃskṛti Utsava”, yang berarti Merajut Kreativitas Pemuda, Melestarikan Seni dan Budaya, serta Mempererat Persaudaraan Dalam Harmoni.

Wabup menyatakan kebanggaannya atas inisiatif pemuda menggelar lomba gender dan tari baris sebagai upaya nyata menjaga warisan leluhur di tengah kemajuan zaman.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada adik-adik Sekaa Teruna Putra Laksana. Kegiatan STPL Youth Culture ini merupakan wujud nyata pelestarian seni, adat, dan tradisi Bali yang harus kita jaga dan lestarikan bersama,” ujarnya.

Sebagai wujud dukungan, Pemkab Badung menyerahkan bantuan dana motivasi senilai Rp 60 juta. Anggaran ini dialokasikan masing-masing Rp 30 juta untuk mendukung Lomba Gender dan Rp 30 juta untuk lomba Tari Baris. Wabup mengingatkan peran strategis pemuda sebagai benteng pertahanan kebudayaan dan penggerak utama pariwisata Bali.

“Kabupaten Badung dan Bali memiliki benteng utama berupa kebudayaan. Jika bukan kita, generasi muda, yang meneruskan tradisi megambel, menari, dan belajar seni, siapa lagi ? Tanpa budaya, pariwisata Bali tidak akan memiliki daya tarik. Karena itu, Pemkab Badung akan selalu hadir mendukung kreativitas pemuda,” tambah Bagus Alit Sucipta yang juga mengapresiasi keberhasilan ST. Putra Laksana meraih Juara Harapan I pada ajang Saka Fest tingkat Kabupaten.

Baca Juga  Semua Fraksi DPRD Denpasar Setujui Ranperda APBD Tahun Anggaran 2023

Sementara itu, Ketua Panitia I Kadek Khrisna Hari Senjaya melaporkan festival dua hari ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan budaya, mulai dari lomba bendera hias tingkat Bali, jalan sehat, senam, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga lomba tari baris tunggal dan tari maskot.

Acara ini turut dihadiri anggota DPD RI Komang Merta Jiwa, perwakilan DPR RI I Wayan Sudirta, anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Plt. Camat Abiansemal beserta unsur Forkopimcam, Perbekel Desa Darmasaba beserta perangkat desa, BPD, TP. PKK Desa Darmasaba, Bendesa Adat Tegal, para prajuru adat, serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa, Sinergi Pemkab Badung Dengan Perwakilan BPKP Bali

Published

on

By

Pembukaan Workshop Keuangan dan Pembangunan Desa
BUKA WORKSHOP: Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Badung, Luh Suryaniti saat membuka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (19/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan dan keuangan desa agar lebih transparan, akuntabel, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Komitmen ini ditegaskan dalam Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Ruang Pertemuan Kerta Gosana, Kantor Bupati Badung, Senin (19/10).

Kegiatan bersinergi dengan Perwakilan BPKP Provinsi Bali ini dihadiri 180 peserta dari unsur perbekel, sekretaris desa, ketua BPD, camat, hingga perwakilan OPD. Agenda ini mengusung tema “Tata Kelola Keuangan Desa yang Berkualitas dalam Rangka Peningkatan Kemandirian Desa yang Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa”.

Bupati Badung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Badung, Luh Suryaniti, menekankan bahwa desa merupakan garda terdepan pembangunan daerah.

“Tata kelola keuangan desa yang berkualitas dinilai sebagai fondasi penting untuk memastikan pembangunan desa berjalan efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Badung ingin memastikan bahwa desa tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga mampu mandiri, berinovasi, dan memberdayakan masyarakatnya secara berkesinambungan,” tegasnya.

Workshop ini menggarisbawahi poin penting seperti penguatan administrasi keuangan, pemanfaatan evaluasi untuk perbaikan program, peningkatan kemandirian lewat potensi lokal, serta pemberdayaan masyarakat.

Sejumlah narasumber kompeten hadir memberikan paparan, di antaranya Anggota Komisi XI DPR RI I Dewa Gde Agung Widiarsana mengenai pengawasan pelaksanaan undang-undang dan APBN terkait desa. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bali Supendi menjelaskan mekanisme penyaluran Dana Desa, sedangkan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali Tri Wibowo Aji memaparkan pengawalan akuntabilitas keuangan desa. Selain itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Badung Gede Ancana membawakan materi pencegahan penyimpangan hukum di desa.

Baca Juga  Walikota Hadiri Rangkaian Karya Desa Adat Pohmanis dan Pura Kahyangan Kesambi

Melalui kegiatan ini, Pemkab Badung berharap aparatur desa menjadikan workshop sebagai ruang belajar produktif dan sarana memperkuat komitmen mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gelar Talkshow Lintas Agama, Pemkab Badung Dorong Perempuan Jadi Garda Terdepan Rawat Toleransi

Published

on

By

Talkshow Lintas Agama Forpela Badung
TALKSHOW: Asisten Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana bersama Ketua TP. PKK Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dan Ketua GOW Nyonya Yunita Alit Sucipta saat Talkshow Lintas Agama di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III, Gedung DPRD Kabupaten Badung, Senin (19/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Forum Perempuan Lintas Agama (Forpela) Kabupaten Badung menggelar Talkshow Kerukunan, Perkuat Peran Perempuan dalam Menjaga Harmoni Tahun 2026 di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III, Gedung DPRD Kabupaten Badung, Senin (19/10). Agenda ini mengusung tema “Perempuan sebagai Pilar Kerukunan, Menguatkan Mental, Mempererat Persaudaraan, dan Mewujudkan Keharmonisan Sosial di Tengah Tantangan Zaman”.

Kegiatan yang diikuti 100 peserta dari berbagai organisasi wanita, keagamaan, dan kemasyarakatan di Kabupaten Badung ini turut dihadiri Bupati Badung yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dan Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta selaku Agen Kerukunan Daerah, narasumber Putu Suprapti Santy Sastra, perwakilan Kesbangpol, Kepala Kemenag Badung, perwakilan FKUB, perwakilan Forpela Bali dan Forgimala Badung.

Asisten III Bidang Administrasi Umum I Wayan Wijana saat membacakan sambutan Bupati Badung menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran vital dalam menanamkan nilai toleransi, kasih sayang, dan penghormatan terhadap perbedaan sejak dari lingkungan keluarga. Bupati juga mengapresiasi indeks kerukunan Kabupaten Badung pada 2025 yang mencapai angka 98,1 dan menekankan agar capaian tersebut terus dijaga lewat sinergi seluruh elemen.

Sebagai pembicara, Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa membawakan materi terkait perawatan kerukunan dan penguatan mental keluarga bebas narkoba. Ia menekankan pentingnya komunikasi harmonis orang tua-anak serta pengawasan gawai demi mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Kerukunan ini dimulai dari keluarga dulu. Bagaimana kita bisa rukun ke luar ketika keluarga kita tidak rukun? Karena itu, penting bagi orang tua untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak, serta memberikan contoh yang positif,” ujarnya.

Baca Juga  Semua Fraksi DPRD Denpasar Setujui Ranperda APBD Tahun Anggaran 2023

Sementara itu, Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta memaparkan materi perempuan sebagai pilar keharmonisan. Ia mengajak perempuan lintas agama mempererat komunikasi, bijak bermedia sosial, dan merawat rasa aman demi mendukung sektor pariwisata Badung.

Pemaparan ditutup oleh Putu Suprapti Santy Sastra yang memotivasi peserta untuk menebar energi positif di lingkungan masyarakat.

“Toleransi ini bukan hanya saja menjadi retorika, tapi diimplementasikan secara nyata. Contohnya, bantuan hari raya Rp 2 juta, setiap hari raya keagamaan masing-masing,” ungkapnya.

Melalui talkshow ini, Forpela Badung diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas agama serta mendorong perempuan menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi dan menjaga keharmonisan daerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca