Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Gotong-royong Menjadi Kunci, Bupati Tabanan Kembali Apresiasi Karya Ngaben Bersama Desa Tegalmengkeb

BALIILU Tayang

:

sanjaua
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. saat menempatkan kewangen pada pengawak usai menghaturkan sembah saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya, Atma Wedana lan Metatah yang berlangsung di Banjar Bongan, Desa Tegalmengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Minggu (16/4). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Pengujung Minggu, tak menyurutkan konsistensi Pemerintah Kabupaten Tabanan, khususnya Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. untuk senantiasa berada di tengah-tengah masyarakat, dalam mendukung beragam kegiatan pembangunan baik yang bersifat sekala maupun niskala. Minggu (16/4), Sanjaya kembali menghadiri dan menyaksi Uleman Upacara Pitra Yadnya, Atma Wedana lan Metatah yang bertema “Ngaben dan Metatah Bersama Ke-2”, berlangsung di Banjar Bongan, Desa Tegalmengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur. 

Bersama dengan Anggota DPRD, Asisten I, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan dan Kepala Bagian di lingkungan Setda, Camat Seltim, Perbekel Tegalmengkeb dan Tokoh Masyarakat, kehadiran Bupati Sanjaya pagi itu disambut dengan hangat oleh krama setempat. Karya yang puncak acaranya dilangsungkan pada (17/4) ini, dipuput oleh Ida Rsi Saking Griya Tegalmengkeb. 

Karya diperuntukkan bagi 49 sawa dengan 1 tambahan sawa tanpa identitas yang akan diaben, dengan 38 peserta ngelangkir dan ngelungah dan tercatat sebanyak 15 peserta metatah di desa Tegalmengkeb. Dengan sumber dana yang dihibahkan dari Pemkab Tabanan dan dana punia suka rela. Fokus kegiatan pada hari ini, yakni ngulapin dan ngeringkes. Upacara Ngaben dan Metatah Bersama di Desa Tegalmengkeb ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap 5 tahun sekali, dan kali ini berlangsung di periode yang kedua. 

 Bupati Tabanan, dalam hal ini memberikan apresiasi dan penghargaan setingginya, kepada Desa Tegalmengkeb yang telah mampu membuat upacara Panca Yadnya, khususnya Pitra lan Manusa Yadnya, atiwa-tiwa pengabenan bersama dan metatah yang dilakukan dengan swadaya gotong-royong, dengan biaya yang minim dan terjangkau oleh masyarakat. 

“Saya apresiasi sekali kepada Pak Perbekel, telah mampu melaksanakan kegiatan. Bagi saya di Pemerintah Kabupaten Tabanan, tinggal dinas kita nanti bagaimana mengatur posisi penganggaran ini sehingga tidak ada masalah di kemudian hari. Baik desa adat maupun desa dinas sama saja, artinya di sini pak Perbekel tidak mengambil pekerjaan milik desa adat, tapi gotong-royong bersama, jangkep pisan,” ujar Sanjaya. 

Baca Juga  Wujudkan Pelayanan Publik yang Terbaik, Kepala Perangkat Daerah Tabanan Teken Fakta Integritas

Orang nomor satu di Tabanan itu juga mengedepankan program ngaben bersama yang difokuskan untuk meringankan beban masyarakat dan berlandaskan atas sebuah kebutuhan. “inisiatif ini dilaksanakan oleh Pak Kepala Desa untuk membangun koordinasi dan komunikasi yang baik dengan pemerintah dan difasilitasi oleh wakil rakyat juga tokoh-tokoh kita. sehingga ketika ada sebuah kebutuhan di masyarakat Desa Tegalmengkeb tentang yadnya, amanah ini bisa dilangsungkan, tentunya saling berkoordinasi dan kontribusi dalam menyukseskan visi misi Kabupaten Tabanan dalam membangun sebuah keseimbangan baik krama, alam lingkungan dan budaya secara sekala dan niskala,” paparnya lebih lanjut. 

Bagi Sanjaya, Pemkab Tabanan selalu mendukung program-program apapun, asalkan memberikan dampak positif terhadap masyarakat khususnya meringankan beban masyarakat. Kuncinya adalah gotong royong. Pemerintah Desa, Adat, Dinas dan tokoh-tokoh ikut berkontribusi sehingga meringankan beban, itu bagian daripada sebuah konsep. 

“Apalagi tadi disampaikan bahwa ngaben ini bukan saja hanya dari pesemetonan Tegalmengkeb, tapi juga membersihkan alam lingkungannya, membersihkan juga manusianya, kramanya, itu namanya jana kerthi. Bahkan alamnya, termasuk ada krama di Meganti yang meninggal tanpa identitas dan saat ini juga dibersihkan, ikut pengabenan di sini. Ini hal yang sangat luar biasa, pemerintah patut berterima kasih atas kegiatan ini,” tandasnya. Pihaknya sekaligus berharap agar seluruh Desa Adat dan Desa Dinas di Tabanan nantinya bisa melakukan kegiatan yang serupa. 

Disampaikan oleh Perbekel Desa Tegalmengkeb, tujuan dari pelaksanaan Karya ini adalah untuk membantu warga dan meringankan beban warga. “Sehingga pemerintah desa dan kabupaten ikut turun tangan terkait pelaksanaan ngaben ini, biaya yang semestinya digunakan untuk ngaben, bisa digunakan untuk melanjutkan pendidikan anak-anak sampai sarjana. Atau ada juga yang bisa digunakan untuk usaha dagang dan kebutuhan lainnya,” pungkas Dewa Made Widarma. Sasaran karya ngaben ini yang pertama ialah masyarakat yang meninggal secara wajar dan yang meninggal secara tidak wajar, seperti waktu G30S PKI dan terhadap jenazah tanpa identitas yang dibuang di Desa Megati, akan diaben dan dibersihkan bersama. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati dan Bunda PAUD Tabanan Resmikan Lintasan Kereta Bermain

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Wabup Alit Sucipta “Upasaksi Nebes Tapakan” di Pura Dwijendra Batanbuah

Pemkab Badung Kucurkan Hibah Rp 1 Miliar

Loading

Published

on

By

Wabup Alit Sucipta Hadiri Upacara Nebes Tapakan Batanbuah
HADIRI UPACARA: Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri (upasaksi) Upacara Nebes Tapakan Ida Betara di Pura Dwijendra Banjar Batanbuah yang dirangkaikan dengan persiapan Ngodak Tapakan di Pura Dalem Gede Desa Adat Abiansemal, Sabtu (26/09/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, balillu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri (upasaksi) Upacara Nebes Tapakan Ida Betara di Pura Dwijendra Banjar Batanbuah yang dirangkaikan dengan persiapan Ngodak Tapakan di Pura Dalem Gede Desa Adat Abiansemal, Sabtu (26/09/2026).

Karya yang bertepatan dengan Purnama Kapat ini dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Tegeh Abiansemal dan dihadiri oleh Plt. Camat Abiansemal beserta jajaran, Penglingsir Puri, unsur Tripika, serta para perbekel setempat.

Dalam sambutannya, Wabup mengapresiasi tinggi semangat gotong-royong krama Banjar Adat Batanbuah yang secara swadaya mengumpulkan iuran demi menyukseskan upacara luhur ini.

“Semangat kebersamaan ini merupakan bentuk sradha dan cihna bhakti yang luar biasa. Pemerintah Kabupaten Badung selalu hadir untuk memastikan setiap niat suci krama dalam melestarikan tradisi tetap berjalan lancar. Kami juga mengajak seluruh warga menjaga persatuan demi mendukung program pelestarian seni, adat, agama, dan budaya berbasis kearifan lokal,” ujar Bagus Alit Sucipta.

Sebagai bukti nyata komitmen daerah, Pemkab Badung resmi mengalokasikan bantuan dana hibah pada Anggaran Perubahan 2026 sebesar Rp 1 miliar.

Sementara itu, perwakilan panitia karya, I Made Budayasa, menjelaskan bahwa persiapan rangkaian upacara ini sejatinya telah dirancang matang selama 9 bulan. Sebanyak 545 Kepala Keluarga (KK) secara mandiri mengumpulkan urunan sebesar Rp 600.000 per KK hingga berhasil menghimpun dana awal Rp 300 juta, dari total keseluruhan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp 1,3 miliar.

Pihak panitia pun menyampaikan terima kasih mendalam atas kehadiran jajaran pemerintah dan gelontoran dana hibah tersebut. Rangkaian prosesi Ngodak Tapakan (Ratu Gede, Ratu Sakti/Ratu Lingsir, Ratu Ayu, Ratu Alit) ini dijadwalkan akan terus bergulir hingga mencapai puncak prosesi upacara Melaspas pada 9 Desember 2026 mendatang. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati Tabanan dan Wakil Bupati Tabanan Ucapkan Selamat Tahun Baru 2024 kepada Seluruh Elemen Masyarakat

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Persembahyangan Bersama Jajaran Pemkab Tabanan di Pura Penataran Agung Lempuyang Madya

Published

on

By

Bupati Sanjaya, Pemkab Tabanan, Karya Melaspas, Budaya Bali
KARYA MELASPAS: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turut hadir dalam pelaksanaan Karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Pujawali Catur ring Pura Penataran Agung Lempuyang Madya, Desa Lempuyang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Hms Tbn)

Karangasem, baliilu.com – Nuansa sradha bhakti dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Pujawali Catur ring Pura Penataran Agung Lempuyang Madya, Desa Lempuyang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Sabtu (26/9/2026). Dalam momentum sakral yang bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turut hadir mengikuti persembahyangan Bhakti Penganyar Pemerintah Kabupaten Tabanan sebagai wujud bhakti sekaligus dukungan terhadap pelestarian adat, agama, dan budaya Bali.

Didampingi Sekda dan Pimpinan perangkat daerah terkait dan staf, menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung pelaksanaan karya keagamaan, termasuk upaya penataan dan penyempurnaan sarana prasarana Pura Penataran Agung Lempuyang Madya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Gubernur Bali, Giri Prasta, Wakapolda Bali, anggota DPD RI, anggota DPR RI, serta undangan terkait lainnya.

Dalam rangkaian karya tersebut, Bupati Sanjaya turut mengikuti prosesi Mendem Pedagingan di Pura Luhur Lempuyang, khususnya pada kawasan Batu Payogan Dukuh, sebagai bagian dari rangkaian upacara setelah dilaksanakannya penataan dan penyempurnaan pura. Prosesi tersebut menjadi bagian penting dalam mengembalikan fungsi, kesucian, dan kelengkapan niskala pura sebagai tempat suci yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Bali.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rangkaian karya dan Pujawali tersebut. Menurutnya, penataan dan penyempurnaan pura bukan hanya berkaitan dengan pembangunan secara fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan tempat suci serta keberlanjutan tradisi dan nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan para leluhur.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, dalam sambutannya mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga keajegan Bali melalui semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Pesan tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan penanaman bambu yang dilaksanakan setelah rangkaian persembahyangan, sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam Bali.

Baca Juga  Bupati Tabanan ‘’Ngupasaksi Karya’’ di Desa Tunjuk dan Desa Gunung Salak

Melalui pelaksanaan Bhakti Penganyar ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap rangkaian Karya Melaspas, Mendem Pedagingan lan Pujawali Catur ring Pura Penataran Agung Lempuyang Madya dapat berjalan lancar dan membawa kerahayuan bagi seluruh umat. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama untuk menjaga kesucian tempat suci, melestarikan adat dan budaya, serta mempertahankan semangat sradha bhakti dan gotong-royong dalam kehidupan masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Rahina Purnama Kapat, Wawali Arya Wibawa Hadiri “Pujawali Padudusan Alit Banjar Pegok” 

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Pujawali di Banjar Pegok
HADIRI KARYA: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Pujawali Padudusan Alit Pura Begawan Penyarikan lan Pura Kesumasari, di Banjar Pegok, Sesetan, Sabtu (26/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, pada Saniscara Umanis Bala, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Pujawali Padudusan Alit Pura Begawan Penyarikan lan Pura Kesumasari, di Banjar Pegok, Sesetan, Sabtu (26/9).

Turut hadir pada kesempatan itu, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung, Anggota DPRD Kota Denpasar, Putu Melati Purbaningrat Yo, Camat Denpasar Selatan, I Kadek Ermanto, Kabag Kesra Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi, undangan terkait lainnya.

Usai karya Pujawali ini berlangsung, Wawali Arya Wibawa mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Banjar Pegok ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Arya Wibawa juga menekankan pentingnya implementasi Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari, dan juga semangat gotong royong yang sejalan dengan spirit Vasudhaiva Khutumbakam. Pihaknya berharap, nilai-nilai luhur ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda.

Lebih dari itu, Arya Wibawa juga menyampaikan, setelah dilaksanakannya upacara ini seluruh umat terutama warga Banjar Pegok dapat terus meningkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Semoga upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif di lingkungan banjar setempat,” katanya.

Manggala Karya, Made Setiadi menyampaikan, pelaksanaan karya ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya. Hal ini juga untuk menetralisir aura negatif yang mengganggu kehidupan manusia, khususnya krama Banjar Pegok, Sesetan.

“Karya Pujawali ini kami laksanakan bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat. Astungkara, semoga dapat dianugerahi karahayuan bagi seluruh Krama Banjar Pegok,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bupati Tabanan Hadiri Penyampaian Pidato 4 Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali
Lanjutkan Membaca