Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Gubernur Koster ‘’Ngayah’’ Mainkan Gamelan di Pura Besakih Tepat Perayaan Tumpek Krulut

BALIILU Tayang

:

gubernur koster
NGAYAH: Gubernur Bali Wayan Koster, turut ‘’ngayah’’ memainkan gamelan gangsa dalam rangkaian perayaan Tumpek Krulut di Pura Agung Besakih, Sabtu (Saniscara Kliwon Krulut) 7 Juni 2025. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Suasana sakral menyelimuti Pura Agung Besakih, Sabtu (Saniscara Kliwon Krulut) 7 Juni 2025, saat Gubernur Bali Wayan Koster, turut ngayah memainkan gamelan gangsa dalam rangkaian perayaan Tumpek Krulut, yang juga dikenal sebagai Hari Kasih Sayang berdasarkan kearifan lokal Bali.

Bertempat di Pura Merajan Kanginan, Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini tidak hanya hadir untuk persembahyangan, tetapi juga secara aktif terlibat dalam megambel (menabuh gamelan) bersama para pemedek. Tarian sakral Topeng Sidakarya yang dipentaskan di Jaba Pura pun semakin hidup dengan alunan gamelan yang dipimpin langsung oleh orang nomor satu di Bali tersebut.

Penampilan spontan Gubernur memainkan gangsa ini mencuri perhatian umat yang hadir. Banyak yang mengabadikan momen langka tersebut sebagai bentuk kebanggaan dan kedekatan antara pemimpin dan masyarakat.

Rangkaian persembahyangan dimulai dari Pura Gelap, dilanjutkan ke Pura Penataran Agung Besakih, dan diakhiri di Pura Merajan Kanginan. Kebetulan, Pura Merajan Kanginan juga sedang menggelar Piodalan, yang memang rutin dilaksanakan setiap Tumpek Krulut.

Tumpek Krulut, yang dirayakan setiap 210 hari dalam kalender Bali, merupakan hari suci yang penuh makna. Hari ini dipandang sebagai momentum untuk memperkuat rasa kasih sayang kepada Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa), sesama manusia, dan alam. Dalam gamelan, terkandung nilai-nilai spiritual yang mendalam — diyakini sebagai tempat bersemayamnya para dewa seperti Dewa Iswara, Dewa Siwa, Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Mahadewa, serta dewi-dewi seperti Saraswati, Sri, Gayatri, dan lainnya.

Gubernur Koster sejak tahun 2022 telah mencanangkan Rahina Tumpek Krulut sebagai Hari Tresna Asih (Hari Kasih Sayang) melalui Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2022. Perayaan ini merupakan bagian dari upaya membangun karakter masyarakat Bali melalui nilai-nilai lokal Sad Kerthi, sebagai fondasi Bali Era Baru.

Baca Juga  Jenderal TNI Purn. Dr Moeldoko: Gubernur Bali Wayan Koster Pelopor Ekonomi Hijau dan Kendaraan Listrik

“Perayaan Tumpek ini harus menjadi laku hidup atau lifestyle masyarakat Bali. Ini cara kita membangun jati diri dan karakter masyarakat Bali secara spiritual, kultural, dan sosial di tengah tantangan modernisasi,” ujar Gubernur.

Perayaan Tumpek Krulut tahun ini bukan hanya memperlihatkan kesakralan ritual, tetapi juga menghadirkan kehangatan dan kebersamaan. Tidak sedikit umat yang memanfaatkan momen tersebut untuk berswafoto bersama Gubernur, mengabadikan satu hari yang penuh makna kasih dan seni. (gs/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri “Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa” di Parahyangan DNA Kota Denpasar

Published

on

By

Walikota Jaya Negara
HADIRI KARYA: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menghadiri “Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana” dan “Mecaru Wraspati Kalpa” di Parahyangan Padmasana Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar bertepatan dengan Purnama Sasih Kaenem, Kamis (4/12). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menghadiri Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana dan Mecaru Wraspati Kalpa di Parahyangan Padmasana Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar bertepatan dengan Purnama Sasih Kaenem, Kamis (4/12). Upacara tersebut dilaksanakan sebagai upaya melengkapi upacara serta mewujudkan keseimbangan berlandaskan Tri Hita Karana.

Hadir dalam kesempatan tersebut Forkopimda Kota Denpasar, Kepala Kantor Kemenag Kota Denpasar, Ida Bagus Ketut Rimbawan, Ketua MDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana, Pimpinan OPD serta undangan lainnya. Diiringi suara gambelan dan kidung, rangkaian karya diawali dengan sesolahan Tari Rejang Dewa, Tari Rejang Renteng dan Topeng Wali. Seluruh rangkaian diakhiri dengan persembahyangan bersama dan ngerebeg caru.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Ryastiti mengatakan, Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana dan Mecaru Wraspati Kalpa di Parahyangan Padmasana Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar ini dilaksanakan sebagai implementasi Tri Hita Karana. Sehingga keharmonisan dapat terus tercipta secara berkelanjutan baik sekala maupun niskala.

Dikatakannya, rangkaian karya telah dimulai sejak 26 November lalu yang diawali dengan nanceb tetaring, mareresik dan masang wastra. Dilanjutkan dengan matur piuning karya yang dilaksanakan pada 30 November. Sedangkan puncak karya dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Sasih Kaenem pada Kamis (4/12). Setelah pelaksanaan puncak karya, rangkaian akan dilanjutkan dengan penyineban yang akan dilaksanakan pada Jumat (5/12).

“Semoga dengan pelaksanaan upacara ini dapat menjaga keseimbangan baik parahyangan, palemahan dan pawongan, sehingga DNA sebagai pusat kegiatan kreatif dapat terus tumbuh dan berkembangn dengan optimal,” ujarnya.

Baca Juga  Tak Pandang Bulu, Gubernur Bali Siap Cabut Izin dan Viralkan Hotel-Resto yang Tak Bisa Urus Sampah Berbasis Sumber

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas pelaksanaan aci di parahyangan suci. Hal ini tentu sejalan dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna menyama braya bahwa kita semua bersaudara.

Lebih lanjut dijelaskan, Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana dan Mecaru Wraspati Kalpa di Parahyangan Padmasana Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar ini merupakan tahapan yang harus dilaksanakan. Sehingga bangunan suci dapat digunakan untuk kegiatan upacara dan pemujaan. Upacara ini juga merupakan wujud sradha bhakti seluruh jajaran DNA Kota Denpasar kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana dan Mecaru Wraspati Kalpa di Parahyangan Padmasana Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar ini mari kita tingkatkan sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri “Melaspas” Bale Kulkul Banjar Ceramcam Desa Adat Kesiman

Published

on

By

walikota jaya negara
HADIRI UPACARA: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri upacara “Melaspas” dan “Mendem Pedagingan” bale kulkul  di Balai Banjar Ceramcam, Desa Adat Kesiman, pada Kamis (4/12). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri upacara Melaspas dan Mendem Pdagingan bale kulkul di Balai Banjar Ceramcam, Desa Adat Kesiman, pada Kamis (4/12).

Turut hadir Panglingsir Puri Kesiman, AA Ngurah Gede Kusuma Wardana, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Marhaendra Jaya, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati serta warga masyarakat banjar setempat yang sejak pagi telah memadati area persembahyangan.

Walikota Jaya Negara memberikan apresiasi atas semangat gotong-royong dan kebersamaan masyarakat dalam mendukung pembangunan di Balai Banjar Ceramcam. Hal ini sesuai dengan Visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju dengan spirit vasudhaiva khutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara.

Pihaknya mengatakan bahwa upacara Melaspas serangkaian rampungnya Bale Kulkul ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, sehingga dapat menjadi momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai implementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan upacara pemelaspasan ini mari kita tingkatkan rasa sradha bakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parhyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujarnya.

Sementara Kelihan Banjar Ceramcam, Ketut Puja mengatakan adapun pelaksanaan renovasi dan pembangunan ini telah dimulai sejak September 2025. Perbaikan yang dilaksanakan yakni perbaikan Bale Kulkul Jero Luh dan Bale Kulkul krama Banjar Ceramcam. Pada upacara turut pula dilaksanakan prosesi Mendem Pedagingan Mulang Dasar.

“Kami sangat berterimakasih kepada Pemkot Denpasar. Dan kami berharap dengan pelaksanaan upacara ini agar dapat terus mempertahankan tradisi, adat, dan budaya serta keharmonisan umat di Kota Denpasar, khususnya masyarakat kami di Banjar Ceramcam,” katanya. (eka/bi)

Baca Juga  Ratusan UMKM Boleh Jualan di Area Bencingah Pura Agung Besakih, Gubernur Koster Prioritas Produk Lokal Bali

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa “Nyumpangin Sekar” Pralingga Ida Bhatara di Pura Kayu Putih Banjar Pasekan Tangeb

Published

on

By

bupati adi arnawa
NYUMPANGIN SEKAR: Bupati Adi Arnawa nyumpangin sekar di Pralingga Barong saat menghadiri “Karya Ngeratep“ serta “Pasupati Lingga Arcana“ di Pura Kayu Putih, Banjar Pasekan, Desa Tangeb, Kamis (4/12). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dengan selesainya Ngodak Pralingga Barong Ida Bhatara di Pura Kayu Putih, Banjar Pasekan, Desa Tangeb, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir untuk Nodya Karya Ngeratep, Ngulapin, Memakuh, Membersih, Melaspas, serta Pasupati Lingga Arcana atau Tapakan Barong, Kamis (4/12). Karya ini dipuput oleh Ida Pedanda Griya Timbul Mengwi bersama Jro Pemangku Pura setempat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Badung Wayan Edi Sanjaya, Camat Mengwi Nyoman Suhartana, Lurah Abianbase, Bendesa Adat Tangeb, Kelian Banjar Pasekan, serta krama pengempon Pura Kayu Putih.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa mengikuti persembahyangan bersama krama pengempon, kemudian nyumpangin Sekar Emas di Tapakan Barong. Bupati juga menyerahkan secara simbolis bantuan dana hibah APBD Induk 2025 sebesar Rp 400 juta dan diterima oleh Ketua Panitia, Nyoman Artana.

Dalam sambrama wacana, Bupati menyampaikan rasa syukur dan bangga dapat hadir serta ikut Nodya Karya. Ia juga mengingatkan krama Badung untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai.

“Pelaksanaan karya ini merupakan wujud bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga Ida selalu melimpahkan keselamatan dan kesejahteraan kepada krama, serta Pemerintah Kabupaten Badung dapat menjalankan pemerintahan dengan baik. Saya mengajak semua warga untuk bersama-sama menjaga alam dan lingkungan. Jangan sampai musibah yang sempat melanda Badung kembali terulang. Badung merupakan destinasi wisata dunia, sehingga kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” ucapnya. (gs/bi)

Loading

ucapan galungan dprd bali
Advertisements
hut mangupura
Advertisements
Sumpah Pemuda DPRD Badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Jenderal TNI Purn. Dr Moeldoko: Gubernur Bali Wayan Koster Pelopor Ekonomi Hijau dan Kendaraan Listrik
Lanjutkan Membaca