Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

OLAHRAGA

Gubernur Koster Serahkan Bonus kepada Atlet Peraih Medali di PON XX dan Perpanas XVI 2021 Papua

BALIILU Tayang

:

de
Gubernur Koster serahkan bonus kepada atlet peraih medali emas PON XX Papua. (Foto: Gs)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan bonus sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet yang berprestasi peraih medali di PON XX dan Perpanas XVI tahun 2021 di Papua, juga kepada pelatih, ketua kontingen dan ketua pelatda, sehingga Bali berhasil menduduki peringkat kelima dari 34 Provinsi.

‘’Astungkara peringkatnya tercapai dari posisi keenam (PON 2016, red) menjadi kelima. Tapi emasnya kurang lagi 2 dari target 30 tercapai 28. Tapi melihat upaya yang dilakukan untuk mendapat 28 medali emas, sebenarnya pencapaiannya sudah merupakan prestasi terbaik. Karena jumlah cabang yang dipertandingkan berkurang dibandingkan cabang sebelumnya. Artinya persaingannya semakin ketat, belum lagi pertandingannya di Papua,’’ ujar Gubernur Koster saat acara penyerahan penghargaan kepada atlet, pelatih, ketua kontingen dan ketua pelatda PON XX Papua 2021 dan Pekan Paralimpik Nasional (Perpanas) XVI Papua 2021 di halaman Kertasabha, Selasa (Anggara Wage Sinta) 29 Maret 2022.

Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: Gs)

Penyerahan bonus dari dana APBD Semesta tahun 2022 dengan total 36 miliar ini dihadiri Pangdam XI Udayana, Kapolda Bali, Ketua DPRD diwakili Ketua Komisi IV DPRD Bali, Ketua KONI Bali yang lama dan yang baru terpilih, pengurus KONI, para atlet berprestasi di PON Papua dan pelatih, ketua kontingen dan ketua pelatda.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mengatakan, walau target medali emas kurang lagi 2 namun yang utama adalah bisa mencapai peringkat kelima dan bisa mengalahkan Jawa Tengah, Yogyakarta dan Banten. ‘’Yang saya tahu dari segi fasilitas sarana prasarana keolahragaan jauh lebih maju. Kalau melihat Bali jauh tertinggal dalam bidang sarana olahraga,’’ ucapnya.

Gubernur Koster serahkan bonus kepada atlet peraih medali perak Peparnas XVI Papua. (Foto: Ist)

Oleh karena itu, Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini menegaskan nanti pada tahap berikutnya yang akan menjadi prioritasnya adalah meningkatkan kualitas fasilitas sarana prasarana olahraga. Gubernur mengungkapkan, tiga setengah tahun kepemimpinannya masih fokus di adat, budaya, infrastuktur dan juga ekonomi yang sudah berjalan dan di akhir 2022 sudah mulai terlihat hasilnya. Baik pembangunan infrastruktur maupun juga pembangunan dalam bidang adat, seni budaya dan kearifan lokal. Termasuk recovery ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang menimpa kita dan seluruh dunia yang membuat pariwisata terpuruk mengakibatkan lumpuhnya ekonomi Bali karena Bali 54 persen bergantung dari sektor pariwisata.

Baca Juga  Kuat hingga Tingkat RT, Gubernur Koster Minta Kepala Daerah Beri Dukungan Penuh untuk TP PKK, Pembina Posyandu dan Dekranasda

‘’Astungkara anggaran dari APBD cukup bisa menopang dibantu penuh Pemerintah Pusat untuk infrastruktur yakni shortcut Singaraja-Mengwi, Pelindungan Kawasan Suci Besakih, Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali, Pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas Sanur-Sampalan Nusa Penida dan Bias Munjul Nusa Ceningan. Shortcut selesai 2023, Pelabuhan Segitiga Sanur selesai September 2022, Pelindungan Kawasan Besakih pada akhir 2022, Kawasan PKB selesai pembangunan zone inti tahun 2024. Astungkara meskipun dalam suasana pandemi, Kementerian PU dan Perhubungan tidak melakukan refokusing anggaran, program dijalankan di Provinsi Bali,’’ beber Gubernur seraya mengatakan di tengah membangun adat, budaya, ekonomi dan infrastruktur, Gubernur juga memberikan perhatian kepada para atlet yang telah menorehkan prestasi terbaiknya.

Gubernur Koster serahkan bonus kepada atlet peraih medali perak Peparnas XVI Papua. (Foto: Ist)

‘’Ini merupakan satu apresiasi, saya paham kalau dibandingkan daerah lain ini kecil. Tapi jangan dilihat kecilnya tapi lihatlah dalam kondisi seberat ini kita masih bisa memberikan penghargaan. Saya berkomitmen ke depan, saya menyadari penuh bahwa olahraga ini bagian penting dari upaya kita membangun Bali. Saya di DPR di komisi X membidangi olahraga, membuat undang-undang tentang keolahragaan termasuk juga regulasi yang berkaitan dengan keolahragaan untuk memberi perhatian penghargaan kepada para atlet, pelatih maupun juga mantan atlet yang berprestasi,’’ ujarnya.

‘’Karena itu, di Bali pun akan menjadi perhatian saya. Olahraga akan dijadikan sebagai perhatian serius pada tahap berikut ini. Karena olahraga buat Bali tidak saja untuk kepentingan memajukan olahraga membawa nama Bali semakin harum, tapi yang utama kita juga akan mendorong olahraga ini sebagai basis memajukan kepariwisataan di Provinsi Bali yaitu sport tourism,’’ sambungnya.

Itulah sebabnya, Gubernur sedang menyiapkan satu konsep untuk membangun keolahragaan di Provinsi Bali. Tentu kita harus memiliki strategi yang tepat, peta yang tepat, cabag-cabang olahraga mana yang paling betul-betul berpotensi untuk memberi penghargaan dan mendapatkan piala. Kita akan fokus kesitu supaya Bali bentul-betul memiliki cabang olahraga unggulan yang tidak bisa dilawan oleh siapa pun juga. Tapi tidak akan mengabaikan yang lain, tetap akan bangun tapi ada prioritas dan ada keseimbangannya supaya ke depan kita di dalam pertarungan percaturan keolahragaan event nasional dan internasional bisa menyuguhkan satu prestasi yang terbaik.

Baca Juga  Civitas Akademika UNR Apresiasi Kepemimpinan Wayan Koster

‘’Saya sangat bangga di luar perhitungan ternyata pada PON Papua Bali bisa mencapai peringkat kelima. Terimakasih kepada Pak Ketut Suwandi sebagai ketua KONI beserta pengurus, pelatih, atlet dan para pendukung semua sehingga bisa mencapai prestasi yang terbaik ini,’’ ucapnya.

Namun ini tantangan, karena mempertahankan dalam PON akan datang tidak gampang, harus dari sekarang ketua KONI Bali terpilih dengan pengurusnya semua segera terbentuk supaya mulai kerja berstrategi dan saya akan ikut nimbrung. ‘’Saya berharap kita akan memiliki suatu strategi yang lebih efektif untuk meraih pencapaian prestasi yang terbaik,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Kadisdikpora Provinsi Bali Boy Jayawibawa sebelumnya melaporkan kontingen Bali pada PON Papua 2021 mengirim 235 atlet dan 139 pelatih. Dari 235 atlet yang berlaga terdapat 152 atlet yang berhasil memperoleh medali baik dari ajang beregu maupun perorangan dengan total 106 medali terdiri dari 28 emas, 25 perak dan 53 perunggu. Dengan perolehan tersebut maka kontingen Bali menempati peringkat V dari 34 provinsi.

Bali juga mengirim 38 atlet dan 9 pelatih di Perpanas XVI tahun 2021 di Papua. Dari 38 atlet terdapat 21 atlet yang berhasil memperoleh 35 medali. Dari 35 medali terdiri dari 11 emas, 14 perak dan 10 perunggu dengan perolehan tersebut maka kontingen Bali menempati peringkat 11 dari 34 provinsi.

Dua atlet atas nama Komang Arif Adiputra dari atlet pencak silat dan Iwan Cahyadi dari atlet Tolak Peluru dan Lempar Cakram Putra mewakili rekan atlet menyampakan terimakasih kepada Gubernur Bali Wayan Koster yang telah memberikan penghargaan bonus dan berharap para atlet Bali lebih bersemangat berlatih dan pada PON nanti lebih banyak lagi menyumbangkan medali. (gs/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Tinjau Progress Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Karangasem

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

OLAHRAGA

Presiden Prabowo Lepas Kontingen Indonesia Menuju Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026

Peraih Medali Emas pada Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026 akan Memperoleh Bonus Sebesar Rp 3 Miliar

Loading

Published

on

By

Presiden Prabowo Lepas Kontingen Indonesia
LEPAS KONTINGEN: Presiden Prabowo Subianto secara resmi melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026 di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 9 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026 di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 9 September 2026. Pelepasan tersebut menjadi momentum bagi para atlet Merah Putih untuk membawa semangat, sportivitas, dan kebanggaan Indonesia ke ajang olahraga terbesar di Asia.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama, dilanjutkan dengan laporan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengenai kesiapan Kontingen Indonesia menghadapi Asian Games 2026. Dalam laporannya, Menpora menyebutkan bahwa pada Asian Games kali ini, Indonesia akan mengirimkan 432 atlet dari 35 cabang olahraga.

“Tadi pagi kami telah mengukuhkan 432 atlet, Bapak yang terdiri dari 35 cabang olahraga yang akan mewakili kontingen Indonesia untuk berjuang mengibarkan bendera Merah Putih sebanyak-banyaknya. Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mereka siap menjalankan tugas sebagai duta bangsa dan berjuang menunjukkan kedigdayaan Indonesia di depan negara-negara Asia,” ujar Menpora.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bangganya dapat bertemu dengan para atlet yang akan mewakili Indonesia. Kepala Negara menegaskan bahwa olahraga memiliki posisi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena kekuatan sebuah bangsa juga ditentukan oleh kualitas rakyatnya.

“Saya merasa bangga hari ini bisa berjumpa dengan saudara-saudara sekalian. Saya ingin menyampaikan bahwa olahraga adalah sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena bangsa yang berhasil, bangsa yang kuat adalah bangsa di mana rakyatnya kuat. Kalau rakyatnya kuat, berarti bangsanya kuat. Rakyatnya kuat fisik, kuat keterampilan, kuat semangat, bangsanya itu berarti semangat kuat, bangsa itu terampil, dan bangsa itu berhasil,” ujar Presiden.

Baca Juga  Civitas Akademika UNR Apresiasi Kepemimpinan Wayan Koster

Presiden juga mengingatkan bahwa kemampuan yang dimiliki para atlet merupakan anugerah sekaligus kehormatan yang tidak dimiliki semua orang. Karena itu, kesempatan untuk mewakili ratusan juta rakyat Indonesia harus dimaknai sebagai sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar.

“Pemberian Yang Maha Kuasa itu adalah sesuatu yang harus kita syukuri. Tidak semua rakyat Indonesia diberi kemampuan yang kalian miliki. Dari ratusan juta rakyat Indonesia, hanya 432 orang atlet yang dikirim, yang memenuhi syarat, yang lolos kualifikasi, yang mewakili 287 juta, 432. Ini kehormatan yang sangat besar,” tegas Presiden.

Salah satu momen utama dalam acara pelepasan adalah penyerahan Bendera Merah Putih oleh Presiden Prabowo kepada perwakilan Kontingen Indonesia. Bendera tersebut diterima oleh atlet panjat tebing Veddriq Leonardo, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 dan medali emas IFSC Climbing World Series di Prancis pada 2026.

Penyerahan bendera menjadi simbol kepercayaan sekaligus amanah bangsa yang dibawa para atlet ke arena pertandingan. Seluruh anggota kontingen diharapkan mampu bertanding dengan penuh semangat, menjunjung sportivitas, serta memberikan penampilan terbaik bagi Indonesia.

Asian Games XX akan berlangsung di Prefektur Aichi, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Mengusung slogan “Imagine One Asia”, penyelenggaraan tahun ini diperkirakan melibatkan sekitar 15 ribu atlet dari 45 negara yang akan bertanding dalam 41 cabang olahraga.

Dengan persiapan yang telah dilakukan, kontingen Indonesia membawa harapan besar masyarakat untuk kembali menghadirkan prestasi terbaik. Pelepasan di Istana Negara sekaligus menjadi bentuk dukungan dan kepercayaan negara kepada para atlet yang akan berjuang membawa Merah Putih di panggung Asia.

Peraih Medali Emas Bonur Rp 3 Miliar

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa atlet Indonesia peraih medali emas pada Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026 akan memperoleh bonus sebesar Rp 3 miliar. Besaran tersebut lebih tinggi dibandingkan bonus medali emas pada SEA Games sebelumnya yang mencapai Rp 1 miliar.

Baca Juga  DPRD Bali Terima dan Setujui Ranperda RTRW Provinsi Bali 2023-2043

“Untuk SEA Games, medali emas dapat 1 miliar. Tapi ini Asian Games. Medali emas 3 miliar,” ujar Presiden.

Selain bonus bagi peraih emas, Presiden menegaskan bahwa perhatian pemerintah juga diberikan kepada atlet peraih medali perak dan perunggu, termasuk para pelatih. Kepala Negara meminta agar pengembangan karier mereka turut diperhatikan dan dipercepat.

“Medali perak, medali perunggu pun karier-kariernya kita semua percepat. Ada yang, ‘Pak, saya sudah sekian tahun belum naik pangkat.’ Termasuk pelatih-pelatih,” ucap Presiden.

Menurut Presiden, prestasi dan pengabdian harus mendapatkan penghargaan yang layak. Ia menekankan agar negara tidak ragu memberikan penghormatan kepada mereka yang telah berbuat baik dan mengharumkan nama bangsa.

“Kita jangan pelit. Kalau baik, kita beri penghormatan,” tegas Presiden. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

OLAHRAGA

Buleleng Siap Jadi Tuan Rumah Kejurprov Bulutangkis Bali 2026, Pemkab Berikan Dukungan Penuh

Published

on

By

Buleleng Terima Audiensi PBSI Buleleng
TERIMA AUDIENSI: Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., saat menerima audiensi jajaran Pengurus Kabupaten (Pengkab) PBSI Buleleng beserta panitia pelaksana di ruang kerjanya pada Rabu (9/9). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan gelaran Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulutangkis Bali 2026. Ajang bergengsi tingkat regional ini dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 11 Oktober 2026 dan dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) Mekar, Kelurahan Seririt, Buleleng, Bali.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., saat menerima audiensi jajaran Pengurus Kabupaten (Pengkab) PBSI Buleleng beserta panitia pelaksana di ruang kerjanya pada Rabu (9/9). Penunjukan Buleleng sebagai tuan rumah merupakan buah konsistensi pengawalan organisasi selama dua tahun terakhir.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum PBSI Buleleng Anak Agung Ketut Widia Putra melaporkan bahwa kesiapan teknis ajang bulutangkis se-Bali ini telah mencapai 90 persen. Seluruh regulasi dan kriteria tempat yang ditetapkan oleh Pengprov PBSI Bali telah dipenuhi dengan baik, termasuk pembenahan fasilitas arena lima lapangan di GOR Mekar Seririt.

“Secara keseluruhan panitia telah menyiapkan segala sesuatunya. Persiapan sudah berjalan 90 persen, dan seluruh Pengkab/Pengkot PBSI se-Bali wajib mengirimkan atletnya mulai dari kategori usia dini hingga taruna dewasa,” ujar Anak Agung Ketut Widia Putra usai audiensi.

Menanggapi laporan tersebut, Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG menyampaikan apresiasi atas kegigihan pengurus PBSI Buleleng. Sutjidra menegaskan komitmen Pemkab Buleleng untuk mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan serta mengonfirmasi kehadirannya secara langsung untuk membuka kejuaraan secara resmi.

“Kita harus optimistis penyelenggaraan Kejurprov ini berjalan sukses. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah mengasah prestasi atlet bulutangkis dari seluruh kabupaten/kota se-Bali, tetapi juga menjadi sarana positif untuk mengarahkan potensi generasi muda ke kegiatan yang produktif,” ujar Sutjidra.

Baca Juga  Dari Pengasingan Menuju Gagasan Besar, "Di Bawah Pohon Sukun" Menggugah FSBJ VIII 2026

Guna menopang kelancaran penyelenggaraan, Pemkab Buleleng menyiapkan langkah penggalangan kemitraan melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) daerah, di samping skema dana hibah olahraga dan koordinasi bersama KONI Bali. Selain itu, dukungan publikasi visual masif juga dikerahkan melalui jaringan videotron daerah di titik-titik strategis wilayah Seririt dan Singaraja.

Mengusung tema “Smash Prestasi: Satukan Bali dari Seririt, Buleleng”, perhelatan yang difungsikan sebagai wadah seleksi berjenjang menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ini diharapkan tak sekadar melahirkan bibit atlet unggulan baru, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi lokal, UMKM, hingga sektor perhotelan di Buleleng. (gs/bi)

 

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

OLAHRAGA

Dominasi Medali, Kontingen Badung Sabet Juara Umum Bakti Negara Cup I 2026

Published

on

By

Badung Juara Umum Bakti Negara Cup I 2026
FOTO BERSAMA: Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta berfoto bersama saat penutupan Kejuaraan Pencak Silat Bakti Negara Cup I Tahun 2026 di GOR Purna Krida Kerobokan, Selasa (8/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Kontingen Kabupaten Badung sukses mengukuhkan diri sebagai Juara Umum dalam perhelatan bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Bakti Negara Cup I Tahun 2026. Gelaran yang menjadi wadah penjaringan talenta muda sekaligus penguat sport tourism berbasis budaya ini resmi ditutup di GOR Purna Krida Kerobokan, Selasa (8/9).

Badung memimpin puncak klasemen setelah mendominasi perolehan dengan mengoleksi 14 medali emas, 8 perak dan 10 perunggu. Posisi Juara Umum II ditempati oleh Kota Denpasar yang mengemas 12 emas, 5 perak, dan 7 perunggu. Sementara itu, Kabupaten Buleleng harus puas berada di peringkat Juara Umum III dengan raihan 6 emas, 7 perak, dan 7 perunggu.

Wakil Bupati Badung yang juga menjabat Ketua Lembaga Dewan Pendekar Pusat Bakti Negara Bali, Bagus Alit Sucipta, mengapresiasi tinggi perjuangan seluruh atlet muda yang telah berlaga sejak kejuaraan ini dimulai pada 4 September lalu.

“Ajang Bakti Negara Cup pertama ini menjadi langkah nyata kita untuk menjaring bibit-bibit talenta muda pencak silat di Bali. Evaluasi akan terus kita lakukan, dan kami pastikan Kota Denpasar siap menjadi tuan rumah untuk Bakti Negara Cup II mendatang,” tegas Bagus Alit Sucipta saat didampingi anggota DPRD Badung, Putu Yunita Oktarini.

Apresiasi terhadap kejuaraan ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Bali. Mewakili Wakil Gubernur Bali, Kadisdikpora Provinsi Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia menyatakan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pembinaan seni bela diri tradisional yang kaya akan nilai adat dan budaya ini.

“Kesuksesan penyelenggaraan ini tidak lepas dari peran serta lintas pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh masyarakat. Kita berharap ajang ini terus berlanjut dan semakin berkembang ke depannya,” kata Wesnawa Punia sebelum menutup resmi gelaran tersebut.

Baca Juga  DPRD Bali Terima dan Setujui Ranperda RTRW Provinsi Bali 2023-2043

Dalam laporan penutupnya, Ketua DPC Bakti Negara Badung, Ketut Antara, memaparkan kejuaraan selama lima hari ini total memperebutkan 43 medali emas, 38 medali perak, dan 62 medali perunggu yang terbagi dalam 20 kelas tanding dan 8 kelas kategori jurus. Selain perolehan medali beregu, panitia juga menetapkan empat pesilat sebagai atlet terbaik di kategori remaja dan dewasa.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kami haturkan kepada seluruh pihak dan para sponsor yang telah memberikan dukungan dan membantu mensukseskan pelaksanaan Bakti Negara Cup I Tahun 2026. Semoga sinergi dan kebersamaan ini dapat terus terjaga dalam penyelenggaraan Bakti Negara Cup berikutnya,” pungkasnya.

Acara penutupan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti serta anggota, Dewan Juri, Ketua KONI Badung, Ketua IPSI Badung, Ketua DPC  Bakti Negara serta pengurus Kabupaten Kota se-Bali, para atlet serta undangan lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca