Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster Yakinkan Governor of World Water Council: Bali Siap Jadi Tuan Rumah World Water Forum 2024

BALIILU Tayang

:

FOTO BERSAMA: Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama dengan Governor of World Water Council, Dale Jacobson pada, Rabu (Buda Pon, Pujut) 8 Desember 2021 dalam acara kunjungan Panitia Seleksi Tuan Rumah World Water Forum 2024 ke Pulau Bali yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar. (Foto: Ist)

Denpasar, balili.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan Bali sangat siap untuk menghelat pertemuan tingkat dunia World Water Forum (WWF) edisi ke-10 yang rencananya akan digelar pada tahun 2024 mendatang, dimana Bali dan Indonesia secara umum menjadi salah satu kandidat kuat untuk menjadi tuan rumah.
 
Kesiapan Bali menjadi tuan rumah pertemuan tingkat dunia World Water Forum (WWF) edisi ke-10 diungkapkan secara langsung oleh Gubernur Bali dihadapan Governor of World Water Council, Dale Jacobson pada, Rabu (Buda Pon, Pujut) 8 Desember 2021 dalam acara kunjungan Panitia Seleksi Tuan Rumah World Water Forum 2024 ke Pulau Bali yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar.
 
Kunjungan Panitia Seleksi Tuan Rumah World Water Forum 2024 ke Pulau Bali, turut juga dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Kementerian PUPR RI , Endra S. Atmawidjaja, Pendiri Indonesia Water Institute (IWI) sekaligus pakar tata air, Firdaus Ali, Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin dan Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun.
 
Gubernur Bali jebolan ITB ini memastikan untuk mendukung penuh dan memfasilitasi kegiatan WWF 2024. Hal itu juga akan diperkuat oleh fasilitas dan infrastruktur pendukung, dimana Bali sudah sering menggelar secara sukses perhelatan tingkat dunia mulai dari IMF summit hingga gelaran APEC beberapa tahun lalu. “Belum lagi, persiapan untuk KTT G20 tahun 2020 menjadikan Bali semakin punya kesiapan untuk menjadi tuan rumah bagi pertemuan akbar yang menghadirkan delegasi banyak negara,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini seraya menyatakan gelaran internasional seperti WWF ini kita harapkan mampu menjadi upaya pemulihan Bali yang sempat terpuruk pasca-pandemi Covid-19. Jadi selain menghasilkan hal-hal essensial, dari pertemuan tersebut juga bisa bermanfaat bagi masyarakat lokal.
 
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini juga menjelaskan bagaimana masyarakat Bali yang dikenal dengan keunikan adat dan budayanya sangat menghormati air, tidak saja sebagai sumber kehidupan, namun juga punya makna-makna spiritual dan filosofis. “Kami punya tradisi secara kearifan lokal dan spiritual untuk melestarikan air dan sumber-sumbernya dengan upakara yang sangat sakral. Jadi itu adalah cara masyarakat Bali untuk memuliakan air (air yang ada di danau, laut, sungai, air terjun dan lainnya, red),” jelas orang nomor satu di Pemprov Bali ini.
 
Untuk memuliakan air yang tersebar di Pulau Dewata, mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyampaikan bahwa di era kepemimpinannya sebagai Gubernur Bali, pemuliaan terhadap air sudah tertuang dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, Sakala-Niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945. Untuk mewujudkan visi tersebut ditempuh melalui misi pembangunan Bali yang menjadi arah kebijakan pembangunan Bali sebagai pelaksanaan Pola Pembangunan Semesta Berencana, salah satu misi tersebut ialah mengembangkan tata kehidupan Krama Bali secara sakala dan niskala berdasarkan nilai-nilai filsafat Sad Kertih yaitu Atma Kertih, Danu Kertih, Wana Kertih, Segara Kertih, Jana Kertih, dan Jagat Kertih.
 
Jadi yang berkaitan dengan air, terdapat poin yakni Danu Kerthi yang merupakan upaya untuk menjaga dan menyucikan sumber-sumber air tawar, seperti danau, sungai dan sumber-sumber mata air lainnya. “Visi dan Misi tersebut tertuang secara jelas dalam kebijakan yang telah saya keluarkan dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut,” jelasnya.
 
Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut ini dilakukan secara niskala dan sakala yang bersumber dari kearifan lokal Sad Kerthi yang dilaksanakan oleh perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dan Desa Adat. Kemudian dalam strategi aksi-nya, kita melaksanakan kegiatan penghijauan di sekitar sumber-sumber air, dengan tujuan debit air yang dihasilkan agar tetap terjaga. “Penanaman pohon dilaksanakan di sekitar sumber air, agar sumber air itu tidak kering dan mati,” jelasnya.
 
Kemudian, untuk menjaga kualitas dari sumber air diperlukan upaya dengan mengoptimalkan pertanian organik di radius tertentu dari sumber air dimaksud. “Wilayah tersebut dijaga agar tidak terkena polusi dan zat kimia, kami sudah punya Pergub dan Perda yang mengatur hal tersebut. Jadi selain secara upacara dan adat budaya, namun juga lewat kebijakan. Inilah cara-cara kami untuk memuliakan air dan menggunakan secara bijak,” tandasnya.
 
Sebagai penutup, Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan air adalah penentu kehidupan manusia. Air yang ada di Bali tidak hanya untuk minum, mandi atau memasak, tetapi juga sebagai sarana penyucian dalam upacara keagamaan. “Dimana setiap ritual keagamaan pasti ada penggunaan air,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan.
 
Sementara itu, Governor of World Water Council, Dale Jacobson yang memimpin langsung election committee WWF 2024 menyatakan sangat terkesan dengan paparan dan penjelasan Gubernur Bali, Wayan Koster yang secara nyata memperlihatkan bagaimana air jadi elemen penting dalam kehidupan dan juga pola pembangunan di Bali.
 
“Saya terkesan, terutama melihat air jadi bagian penting sebagai sumber kesejahteraan bagi masyarakat Bali dan saya juga apresiasi bahwa air jadi elemen penting dalam program pembangunan,” sebut Dale Jacobson.
 
Jacobson pada pertemuan itu kemudian menjelaskan bahwa dalam beberapa hari ke depan, dirinya dan tim yang terdiri dari 4 orang akan meninjau langsung kesiapan fasilitas serta pendukung yang nantinya akan digunakan untuk mendukung terselenggaranya ajang pertemuan dunia tiga tahunan ini (WWF 2024, red). “Tapi seperti yang saya jelaskan tadi, saya sejujurnya sangat terkesan bagaimana air bisa jadi bagian kehidupan dan pembangunan berkelanjutan di Bali, ini kata kunci penting harus dikatakan dalam WWF nanti. Jadi sustainability adalah yang utama,” katanya.
 
Forum Air Sedunia (World Water Forum/WWF, red) sendiri merupakan kegiatan rutin tiga tahunan yang memamerkan aneka ruang kreativitas dan inovasi yang terkait ke-air-an. Forum ini merupakan wadah khusus multi-stakeholder dari seluruh dunia yang mempunyai perhatian di bidang sumber daya air. Lewat forum ini pula, sejumlah pihak mencari solusi tantangan di bidang Sumber Daya Air (SDA) di masa depan. “Masalah tentang air ini menjadi isu politis di beberapa negara, di saat bersamaan stakeholder terkait mulai mencari solusinya yang didasari dengan kegiatan World Water Council (WWC) yang telah berdiri pada tahun 1996,” tutupnya. (gs)
 

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Ketua Pokja PAUD Ayu Kristi Arya Wibawa Tinjau Hari Terakhir MPLS, Tekankan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan

Published

on

By

Ketua Pokja Bunda PAUD Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa meninjau pelaksanaan MPLS di TK Sila Dharma dan SD Negeri 11 Pemecutan.
TINJAU MPLS: Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa bersama Ketua Persatuan Pelaksana Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulia saat meninjau pelaksanaan MPLS di 2 sekolah, yakni TK Sila Dharma Kota Denpasar, dan SD Negeri 11 Pemecutan, Jumat (17/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa bersama Ketua Persatuan Pelaksana Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulia meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di 2 sekolah, yakni TK Sila Dharma Kota Denpasar, dan SD Negeri 11 Pemecutan, Jumat (17/7). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan proses transisi siswa dari jenjang PAUD ke jenjang SD berjalan dengan lancar, nyaman, dan menyenangkan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Ni Made Ayu Agustini, Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, I Nyoman Andika dan Bunda Paud Kelurahan Pemecutan, Ny. Komang Ayu Widiani Kusumajaya.

Dalam kunjungannya, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa turut serta dalam kegiatan MPLS seperti senam bersama dan bernyanyi, serta memberikan pesan moral kepada anak-anak agar belajar menjadi pribadi mandiri , serta terbentuk rasa yang aman, tenang, dan nyaman saat berada di sekolah.

“Kegiatan peninjauan ini kami lakukan untuk memastikan MPLS berjalan lancar. Dalam kesempatan ini juga kami memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah mengemas MPLS dengan berbagai kegiatan edukatif yang bersifat non-akademik, seperti pengenalan lingkungan sekolah melalui permainan, bernyanyi, dan aktivitas kreatif lainnya. Sehingga nantinya para siswa yang baru akan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya serta terciptanya rasa aman, nyaman, dan bahagia saat berada di sekolah,” ujar Ayu Kristi.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perhatian serius Pemerintah Kota Denpasar melalui Pokja Bunda PAUD dalam memastikan transisi anak usia dini menuju jenjang pendidikan dasar berjalan dengan nyaman dan menyenangkan.

Kepala Sekolah TK Sila Dharma, Ni Made Suci Purwani, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Denpasar. Ia menyatakan bahwa pelaksanaan MPLS di sekolahnya telah berjalan dengan baik dan sesuai pedoman, diawali dengan senam bersama, doa pagi, dan pengenalan lingkungan sekolah.

Hal senada disampaikan Kepala SDN 11 Pemecutan, I Gusti Nyoman Sri Artini yang juga menyatakan bahwa meskipun sekolahnya pada tahun ini menerima 64 murid baru, MPLS tetap dilaksanakan dengan semangat dan penuh tanggung jawab.

“​Kami di sekolah berkomitmen untuk memberikan ruang bagi anak-anak agar merasa senang berada di sekolah. Selama masa MPLS ini, kami fokus pada pembangunan karakter dan pengenalan lingkungan melalui metode bermain. Kami memastikan anak-anak tidak merasa terbebani dengan ekspektasi akademis yang berat di hari-hari pertama mereka, sehingga mereka bisa lebih percaya diri dalam bersosialisasi dengan teman baru,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi, TP PKK Denpasar Salurkan Bantuan Gizi bagi Ibu Hamil, Balita dan Lansia

Published

on

By

Ketua TP PKK Sagung Antari Jaya Negara didampingi Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa memimpin penyaluran bantuan gizi kepada ibu hamil, balita, dan lansia di Denpasar.
AKSI SOSIAL: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, didampingi Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa memimpin kegiatan Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi bekerja sama dengan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma (PDAM) Kota Denpasar, Jumat (17/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung pemenuhan gizi bagi ibu hamil, balita, dan lanjut usia (lansia), Tim Penggerak PKK Kota Denpasar kembali melaksanakan Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi bekerja sama dengan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma (PDAM) Kota Denpasar, Jumat (17/7).

Kegiatan dipimpin langsung Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, didampingi Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa. Bantuan diserahkan secara simbolis dengan mengunjungi langsung salah seorang lansia di Banjar Sedana Merta, Kelurahan Ubung. Selanjutnya, penyerahan bantuan dilaksanakan di Balai Banjar Sedana Merta, Kelurahan Ubung, Kecamatan Denpasar Utara, serta di Kantor Kecamatan Denpasar Barat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar saat ini adalah I Wayan Budha, Direktur PDAM diwakili oleh Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma (PDAM) Kota Denpasar, Ni Luh Putu Sri Utami, S.E, Camat Denpasar Utara, I Wayan Ariyanta, beserta jajaran, perangkat kelurahan dan desa, serta perwakilan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma.

Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara TP PKK Kota Denpasar dengan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma dalam mendukung program Pemerintah Kota Denpasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui pemenuhan gizi kelompok rentan.

“Hari ini TP PKK Kota Denpasar bersinergi dengan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma atau yang kita kenal dengan PDAM Kota Denpasar menyerahkan bantuan kepada ibu hamil, balita, dan lansia. Ini merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang dilaksanakan oleh TP PKK Kota Denpasar bekerja sama dengan PDAM,” ujarnya.

Dijelaskan, setiap kelompok penerima memperoleh paket bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan gizinya. Ibu hamil menerima paket berisi susu, sari kacang hijau, biskuit, satu krat telur ayam, daging ayam, dan beras 10 kilogram.

Sementara balita menerima susu, puding, roti balita, satu krat telur ayam, daging ayam, pisang, dan beras 10 kilogram. Sedangkan lansia memperoleh susu tulang, biskuit, satu krat telur ayam, daging ayam, pisang, dan beras 10 kilogram.

Pada pelaksanaan kali ini, di Kecamatan Denpasar Utara bantuan menyasar sebanyak 21 ibu hamil, 54 balita, dan 43 lansia. Sementara untuk Kecamatan Denpasar Barat, bantuan juga disalurkan kepada Balita 54 orang, ibu hamil 22 orang  dan lansia 43 orang.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sehingga ibu hamil dapat melahirkan bayi yang sehat, balita tumbuh dan berkembang sesuai usianya, serta para lansia tetap sehat, produktif, dan bahagia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma atas dukungan berupa bantuan beras serta seluruh pihak, termasuk perangkat banjar yang telah memfasilitasi kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Salah seorang penerima bantuan Nyoman Biana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Denpasar bersama TP PKK dan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Denpasar Utara, I Wayan Ariyanta, mengapresiasi pelaksanaan Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi yang dinilai selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kota Denpasar dalam semangat Vasudhaiva Kutumbakam dan Menyama Braya.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan berbagai program TP PKK kepada masyarakat, termasuk mendukung pencapaian enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

“Semoga melalui kegiatan ini seluruh program TP PKK dapat terus berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KPU Bali Perkuat Integritas dan Pencegahan Pelanggaran Etik Penyelenggara Pemilu

Published

on

By

Ketua DKPP RI Heddy Lugito menyerahkan buku kepada Ketua KPU Bali Lidartawan dalam rapat penguatan integritas penyelenggara Pemilu
SERAHKAN BUKU: Ketua DKPP RI, Heddy Lugito menyerahkan buku kepada Ketua KPU Provinsi Bali di sela Rapat Penguatan Integritas dan Pencegahan Pelanggaran Etik Penyelenggara Pemilu di Lingkungan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Bali pada Jumat (17/7/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka meningkatkan penegakan etika dan integritas bagi penyelenggara Pemilu di lingkungan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Bali, KPU Provinsi Bali menggelar Rapat Penguatan Integritas dan Pencegahan Pelanggaran Etik Penyelenggara Pemilu di Lingkungan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Bali pada Jumat (17/7/2026).

Rapat dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa KPU Provinsi Bali pernah memperoleh apresiasi dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sebagai salah satu penyelenggara Pemilu dengan tingkat integritas yang tinggi. Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilu, bukan menjadi alasan untuk berpuas diri.

“Saya berharap Ketua DKPP RI dapat memberikan penguatan integritas kepada seluruh jajaran KPU di Bali, sehingga kita tetap menjadi penyelenggara Pemilu yang berintegritas serta senantiasa memperkuat nilai-nilai demokrasi dalam setiap penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan,” ujar I Dewa Agung Gede Lidartawan.

Hadir sebagai narasumber, Ketua DKPP RI, Heddy Lugito, yang menyampaikan materi mengenai penguatan integritas serta pencegahan pelanggaran etik penyelenggara Pemilu. Ia mengapresiasi kondisi di Provinsi Bali yang hingga saat ini tidak memiliki pengaduan pelanggaran etik ke DKPP.

Dalam paparannya, Heddy menjelaskan bahwa terdapat lima syarat utama untuk mewujudkan Pemilu yang demokratis, yaitu regulasi yang baik, penyelenggara yang mandiri, berintegritas, dan kredibel, peserta Pemilu yang taat aturan, pemilih yang cerdas dan partisipatif, serta birokrasi yang netral. Selain itu, ia juga memaparkan berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam penyelenggaraan Pemilu, seperti praktik politik uang, pelanggaran netralitas ASN, tindak pidana korupsi oleh pejabat, pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP), serta berbagai persoalan regulasi.

Turut hadir Anggota DKPP RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, yang menekankan bahwa potensi pelanggaran etik dapat terjadi di lembaga mana pun termasuk DKPP, sehingga seluruh penyelenggara wajib menjunjung tinggi integritas, mematuhi peraturan, serta kode etik yang berlaku. Ia juga mengajak jajaran KPU di Bali untuk mensyukuri amanah negara dan menjaga budaya komunikasi yang baik guna menyelesaikan setiap persoalan sebelum berkembang menjadi pelanggaran etik, sekaligus berharap agar pengalaman KPU Bali yang minim pengaduan dapat didokumentasikan sebagai best practice bagi daerah lain.

Peserta yang hadir dalam rapat ini terdiri dari Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Bali Tahun 2025–2026, yaitu Gede Sutrawan (unsur Badan Pengawas Pemilu) dan I Made Anom Wiranata (unsur Masyarakat), Ketua beserta Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten/Kota se-Bali, serta jajaran Sekretariat KPU Provinsi Bali.

Melalui rapat ini, KPU Provinsi Bali berharap seluruh penyelenggara Pemilu di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota semakin memperkuat komitmen dalam menjaga integritas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap kode etik, sehingga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemilu dapat terus terjaga sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di Provinsi Bali. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca