Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Wayan Koster Buka Acara Gebyar PMHD Unwar Ke-12

Gubernur Koster Diapresiasi Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Rektor Unwar hingga para Mahasiswa karena Berperan Besar di Bidang Pendidikan dan Jadikan Budaya Bali Sebagai Haluan Pembangunan

Loading

BALIILU Tayang

:

koster
BUKA GEBYAR PMHD: Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka acara Gebyar Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa ke-12 pada, Selasa (Anggara Paing, Watugunung) 16 Mei 2023 di Ruang Auditorium Widya Sabha Utama, Universitas Warmadewa. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster diapresiasi Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. hingga para mahasiswa di Universitas Warmadewa, karena hadir langsung memberikan motivasi ke para mahasiswa untuk melestarikan budaya Bali yang ditandai dengan membuka acara Gebyar Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa ke-12 pada, Selasa (Anggara Paing, Watugunung) 16 Mei 2023 di Ruang Auditorium Widya Sabha Utama, Universitas Warmadewa.

Gubernur Bali dalam sambutannya mengapresiasi acara Gebyar Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa ke-12 ini yang dilaksanakan penuh dengan nuansa budaya Bali, seperti ditampilkannya seni tari lengkap diiringi oleh gamelan hingga para mahasiswa menerapkan penggunaan busana Adat Bali yang sangat sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Penggunaan busana Adat Bali ini juga sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali. Dalam Pergub Nomor 79 Tahun 2018 ini mengatur penggunaan busana Adat Bali pada Kamis, Purnama, Tilem, dan Hari Jadi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota serta Provinsi Bali. “Busana Adat Bali merupakan salah satu unsur Adat, Tradisi, Seni Budaya, dan Kearifan Lokal Bali yang harus Kita jaga, karena ini merupakan warisan adi luhung dari leluhur Bali,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Fashion busana Adat Bali sangat bagus, elegan dan tidak kalah dengan busana Adat yang ada di daerah Indonesia, sehingga busana Adat Bali harus terus didorong penggunaannya sesuai pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 maupun hari – hari penting lainnya di Bali. Dengan menggunakan busana Adat Bali, tidak saja identitas budaya Bali yang ditampilkan menjadi fashion, tetapi berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat Bali sesuai pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Baca Juga  Bersatu Selesaikan Sampah Pascabanjir, Gubernur Koster Ajak Semua Pihak Fokus Bersihkan Lingkungan Terdampak
koster
Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: ist)

“Sekarang fashion busana Adat Bali mulai berkembang, dimana – mana sekarang toko busana Adat Bali semakin banyak dengan menjual produk yang berkualitas,” kata Gubernur Bali jebolan ITB ini seraya menyatakan busana Adat Bali yang dipasarkan harus menggunakan produk lokal Bali.

Murdaning Jagat Bali asal Desa Sembiran, Buleleng, lebih lanjut dalam pidatonya mengajak mahasiswa untuk memiliki kepribadian dalam kebudayaan dengan membangkitkan budaya Bali dan mendukung Bali berdikari secara ekonomi dengan memanfaatkan berbagai macam produk lokal branding budaya Bali. “Bali terkenal bukan karena sumber daya alam, tetapi Bali terkenal karena kekayaan, keunikan, keunggulan Adat, Tradisi, Seni Budaya, dan Kearifan Lokal Bali secara Niskala dan Sekala yang harus Kita jaga dan rawat dengan sebaik – baiknya untuk menjadi sumber penghidupan Krama Bali agar Kita bisa berkualitas dan bersaing menghadapi perkembangan dunia global di masa yang akan datang sesuai dengan visi pembangunan Bali, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, dengan menjadikan kebudayaan sebagai Haluan Pembangunan Bali dari hulu sampai hilir,” tegas mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini yang disambut tepuk tangan.

Dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, semua kekayaan, keunikan, dan keunggulan budaya Bali Saya bangun agar warisan adi luhung leluhur Bali tersebut secara utuh bisa Kita jaga. Karena ini akan menjadi modal utama Bali dalam pembangunan, sehingga Kita harus sadar, apa yang harus Kita jaga secara bersama – sama di Bali dan tidak boleh Kita lepas dari budaya Bali, apalagi sampai punah. Kalau budaya Bali sampai hilang di Pulau Bali, jangan harap Kita bisa eksis secara berkelanjutan dan bersaing di masa yang akan datang.

Baca Juga  Jelang KTT G20, Gubernur Koster Dampingi Menhub Budi Karya Sumadi Ceck Terminal Kedatangan Internasional Ngurah Rai

Saya perlu ingatkan Bali merupakan satu – satunya Provinsi di Indonesia yang masih utuh memiliki Desa Adat sampai sekarang dengan jumlah mencapai 1.493 Desa Adat. Desa Adat inilah yang menjadi benteng untuk menjaga Adat Istiadat, Tradisi, Seni Budaya, dan Kearifan Lokal Bali. “Bali juga merupakan pulau kecil yang memiliki luas sekitar 5.590,15 km2, dengan jumlah penduduk 4,3 juta lebih terdiri atas 8 kabupaten dan 1 kota, 57 kecamatan, 636 desa dan 80 kelurahan,” jelas Gubernur Wayan Koster yang tercatat telah mengeluarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali serta Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

koster
Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa dengan mengacungkan dua jari tanda mendukung program yang sudah dilaksanakan Gubernur Bali dan melanjutkan kembali program yang belum tuntas saat membuka acara Gebyar Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma (PMHD) Universitas Warmadewa ke-12 pada, Selasa (Anggara Paing, Watugunung) 16 Mei 2023 di Ruang Auditorium Widya Sabha Utama, Universitas Warmadewa. (Foto: ist)

Mengakhiri sambutannya, Mantan Peneliti Balitbang Depdikbud Republik Indonesia ini mengungkapkan, populasi masyarakat Bali saat ini sedang menurun, karena itu Gubernur Bali mengajak para mahasiswa di Universitas Warmadewa untuk meningkatkan kualitasnya agar memiliki jati diri, integritas dengan harapan di usia mendatang (saat menikah, red) ikut berpartisipasi meningkatkan populasi masyarakat Bali dengan tetap menjaga identitas anak pertama (Putu, Wayan, Gede), anak kedua (Made, Kadek, Nengah), anak ketiga (Komang, Nyoman) dan anak keempat (Ketut).

Rektor Universitas Warmadewa, I Gde Suranaya Pandit mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah melaksanakan pembangunan Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan menjadikan budaya Bali sebagai haluan pembangunan. “Sehingga kegiatan Gebyar Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa ini harus betul – betul dilaksanakan sebagai langkah nyata untuk melestarikan budaya Bali sesuai dengan visi Bapak Gubernur Bali Wayan Koster,” jelasnya.

Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali, Anak Agung Gede Oka Wisnumurti menyampaikan Universitas Warmadewa sebagai salah satu kampus terbesar di Bali memiliki komitmen untuk terus meningkatkan sumber daya manusia dengan melestarikan kebudayaan Bali yang adi luhung ini, seperti apa yang menjadi harapan Bapak Gubernur Bali. “Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster bukanlah orang baru bagi Universitas Warmadewa. Ketika beliau duduk sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, hanya Bapak Wayan Koster yang bisa mewujudkan Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa ini. Hal itu terbukti, ketika di tengah kesulitan Kita saat itu, ternyata Universitas Warmadewa dengan dukungan Bapak Wayan Koster mampu mendapatkan izin operasional Fakultas Kedokteran. Selanjutnya ada Program Studi Magister Manajemen, Magister Ilmu Hukum, dan Magister Linguistik yang juga dibantu oleh beliau dalam proses kelancaran di Pemerintah Pusat. Sehingga peran Bapak Wayan Koster di bidang pendidikan sangat banyak memberikan kontribusi. Untuk itu, mari Kita dukung program dan kebijakan Bapak Wayan Koster sebagai pemimpin Bali yang betul – betul bekerja nindihin Bali,” tegas Anak Agung Gede Oka Wisnumurti yang disambut tepuk tangan.

Baca Juga  DPRD Bali Gelar Rapat Paripurna Ke-17, Bahas Raperda RPJMD dan Pertanggungjawaban APBD 2024

Ketua Umum PMHD Universitas Warmadewa, I Wayan Sudana dalam laporannya menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan dan bantuan dari Bapak Gubernur Bali Wayan Koster di dalam menyukseskan Gebyar Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa ke-12. “Acara ini dilaksanakan dari tanggal 16 sampai 19 Mei 2023 dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan serta lomba, diantaranya lomba Utsawa Dharma Gita yang terdiri atas 2 kategori yakni Sloka dan Palawakya untuk tingkat nasional. Selanjutnya debat budaya tingkat nasional, serta lomba Tari Jauk tingkat umum se-Bali dan lomba Nyurat Lontar tingkat SMP dan SMA se-Bali,” lapornya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Taman Nusantara Gianyar 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Toleransi dan Karakter Generasi Muda

Published

on

By

Asisten Administrasi Umum Setda Gianyar I Ketut Pasek Lanang Sadia membuka kegiatan Taman Nusantara Kabupaten Gianyar 2026 di Aula SMP Negeri 1 Tegallalang.
BUKA TAMAN NUSANTARA: Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, membuka kegiatan Taman Nusantara Kabupaten Gianyar Tahun 2026, Senin (3/8), di Aula SMP Negeri 1 Tegallalang. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, membuka kegiatan Taman Nusantara Kabupaten Gianyar Tahun 2026, Senin (3/8), di Aula SMP Negeri 1 Tegallalang. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini diikuti oleh 80 siswa SMP negeri lintas agama dari seluruh Kabupaten Gianyar sebagai upaya memperkuat nilai toleransi, kebangsaan, dan karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gianyar sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam memperkuat sinergi lintas agama serta membangun kerukunan di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar yang diwakili Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Gusti Putu Ngurah Adnyana, mengatakan Taman Nusantara merupakan terobosan Pemerintah Kabupaten Gianyar di bawah kepemimpinan Bupati Gianyar untuk mewujudkan fungsi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan watak dan peradaban bangsa.

“Melalui Taman Nusantara, kami ingin membangun generasi muda yang memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Pendidikan harus mampu menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan saling menghormati sejak dini sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Taman Nusantara Tahun 2026 mengusung tema “Melalui Taman Nusantara Gianyar Kita Bina Kerukunan Antar-umat Beragama dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Unggul dan Berkarakter Menuju Indonesia Emas 2045”. Sebanyak 80 siswa SMP negeri dari berbagai agama di Kabupaten Gianyar mengikuti kegiatan ini dengan harapan terbangun pemahaman yang lebih baik tentang keberagaman sehingga tercipta toleransi yang semakin kuat di tengah masyarakat.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, yang membuka kegiatan tersebut mengatakan keberagaman merupakan kekayaan sekaligus kekuatan bangsa Indonesia yang harus terus dijaga.

Baca Juga  Fasilitasi Nobar Timnas Indonesia vs China, Gubernur Koster Apresiasi Dukungan Luar Biasa Krama Bali di Lapangan Bajra Sandhi

Menurutnya, Indonesia dirajut dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya yang membentuk identitas bangsa. Keberagaman tersebut ibarat sebuah lukisan indah yang tersusun dari berbagai warna. Namun apabila tidak dikelola dengan arif dan bijaksana, keberagaman juga dapat menjadi celah yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah persatuan bangsa.

“Saya merasa bangga melihat kehidupan masyarakat Kabupaten Gianyar yang harmonis dan penuh toleransi. Kondisi ini tidak terlepas dari peran tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen masyarakat yang terus mengampanyekan bahwa perbedaan adalah sebuah keindahan dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menghadirkan Taman Nusantara sebagai media pembinaan generasi muda lintas agama. Selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari FKUB, Kodim, Polres, akademisi, BNN, dan psikolog mengenai sejarah perkembangan agama di Kabupaten Gianyar, wawasan kebangsaan dan bela negara, bahaya narkoba, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai toleransi.

Ia berharap para peserta mampu memahami ajaran agamanya masing-masing dengan baik sekaligus memiliki penghormatan yang tinggi terhadap pemeluk agama lain.

“Semua agama mengajarkan kebaikan. Perbedaan agama hanyalah jalan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan kehidupan yang damai dan sejahtera. Jika pemahaman ini tertanam kuat sejak dini, maka akan tumbuh generasi yang memiliki keyakinan yang kuat terhadap agamanya sekaligus menjunjung tinggi toleransi kepada sesama,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Pasek Lanang Sadia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan Taman Nusantara untuk menambah ilmu, memperluas pergaulan, dan menjadi pelopor kerukunan di sekolah masing-masing.

Baca Juga  Jelang KTT G20, Gubernur Koster Dampingi Menhub Budi Karya Sumadi Ceck Terminal Kedatangan Internasional Ngurah Rai

“Saya berharap anak-anak sekalian dapat menjadi contoh dalam membangun persaudaraan lintas agama. Jadikan pengalaman selama mengikuti Taman Nusantara sebagai bekal untuk menebarkan nilai toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

123 Regu SD Perebutkan Hadiah Puluhan Juta Rupiah, Wabup Supriatna Tekankan Disiplin dan Sportivitas

Published

on

By

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna membuka lomba gerak jalan 8 kilometer tingkat SD di GOR Bhuana Patra Singaraja.
LOMBA GERAK JALAN: Sebanyak 123 regu tingkat Sekolah Dasar (SD) mengikuti lomba gerak jalan 8 kilometer dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, di GOR Bhuna Patra Singaraja, Selasa (4/8). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Sebanyak 123 regu tingkat Sekolah Dasar (SD) mengikuti lomba gerak jalan 8 kilometer dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, di GOR Bhuna Patra Singaraja, Selasa (4/8). Pada ajang tersebut, panitia menyiapkan total hadiah senilai Rp 58,5 juta untuk para pemenang.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna yang membuka dan melepas Gerak Jalan SD dalam sambutannya mengatakan gerak jalan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter generasi muda melalui disiplin, semangat belajar, dan jiwa kebangsaan.

“Saya mengingatkan kepada segenap generasi muda agar mampu mengembangkan diri melalui proses belajar dan disiplin yang dilandasi dengan semangat dan Jiwa 45. Mari kita satukan gerak dan langkah dalam membangun agar cita-cita bangsa, yaitu masyarakat adil dan makmur, dapat tercapai,” kata Supriatna.

Pihaknya juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan. Menurut dia, semangat kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya Buleleng yang sejahtera berlandaskan Tri Hita Karana.

Sementara itu, Ketua Panitia Putu Ariadi Pribadi mengatakan lomba gerak jalan 8 kilometer tingkat SD tahun ini mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur serta diikuti 123 regu. Seluruh penyelenggaraan kegiatan dibiayai melalui APBD Kabupaten Buleleng Tahun 2026.

“Lomba gerak jalan 8 kilometer tingkat SD tahun ini diikuti 123 regu. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Putu Ariadi Pribadi.

Adapun rute lomba dimulai dari GOR Bhuwana Patra menuju Jalan Ngurah Rai, Jalan Pramuka, Jalan Diponegoro, Jalan Erlangga, Jalan Imam Bonjol, Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Dewi Sartika Selatan, Jalan Udayana, dan finis kembali di GOR Bhuwana Patra pintu barat.

Baca Juga  Gubernur Koster Tutup Bulan Bahasa Bali IV 2022, Ke Depan Sasaran Utama Generasi Muda

Untuk diketahui, total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 58,5 juta. Juara I memperoleh piala tetap, piagam, dan uang pembinaan Rp 15 juta, juara II Rp 12,5 juta, juara III Rp 10 juta, sedangkan juara harapan I, II, dan III masing-masing menerima Rp 8 juta, Rp 7 juta, dan Rp 6 juta. (gs/bi)

 

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bendera Merah Putih 100 Meter Membentang, Bupati Sanjaya Kobarkan Semangat Nasionalisme di Tabanan

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri Parade Singasana Merah Putih di Taman Perjuangan Singasana dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kabupaten Tabanan.
HUT RI: Bupati Tabanan hadiri Parade Singasana Merah Putih sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Kabupaten Tabanan Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Perjuangan Singasana, Selasa (4/8). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Semangat nasionalisme membentang nyata di Taman Perjuangan Singasana, Selasa (4/8), ketika Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter dibentangkan dalam Parade Singasana Merah Putih sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Kabupaten Tabanan Tahun 2026. Di tengah lautan masyarakat yang memadati kawasan tersebut dengan penuh antusias, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya hadir membuka secara resmi parade yang menjadi simbol persatuan dan kebanggaan terhadap Tanah Air.

Sebelum parade dimulai, Bupati Sanjaya bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Tabanan mengawali rangkaian dengan penancapan Bendera Merah Putih. Selanjutnya, pembukaan acara ditandai dengan pelepasan balon, yang mengiringi dimulainya Parade Singasana Merah Putih dalam suasana penuh semangat kemerdekaan.

Antusiasme masyarakat Tabanan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI tampak dari ramainya Taman Perjuangan Singasana oleh warga yang hadir menyaksikan jalannya parade. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan yang mewakili Ketua TP PKK, Wakil I Ketua DPRD Kabupaten Tabanan mewakili Ketua DPRD, perwakilan Danrindam IX/Udayana, jajaran Forkopimda, Sekda Tabanan beserta Ketua DWP, para Asisten Setda, perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Setda Tabanan, para direktur instansi vertikal, serta para peserta parade.

Parade diawali dengan penampilan 70 orang Paskibraka yang membawa semangat Merah Putih, dilanjutkan Drumband Poltrada dan momen utama berupa pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter. Bentangan Sang Saka yang melintasi kawasan parade menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir melalui pengorbanan yang besar.

Bupati Sanjaya menegaskan, pembentangan bendera tersebut bukan sekadar atraksi dalam rangkaian perayaan kemerdekaan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan. “Pembentangan bendera 100 meter, sebagai pengingat bahwa negara kita di hari kemerdekaan RI ke-81 dimerdekakan oleh para pejuang kita,” ujar Sanjaya.

Baca Juga  Kuat hingga Tingkat RT, Gubernur Koster Minta Kepala Daerah Beri Dukungan Penuh untuk TP PKK, Pembina Posyandu dan Dekranasda

Menurutnya, semangat kemerdekaan di Tabanan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi diwujudkan melalui berbagai rangkaian acara yang melibatkan masyarakat dan mengangkat keberagaman budaya. “Dengan ucapan syukur kami dan terima kasih, dengan berbagai macam acara. Bukan hanya bentangan bendera 100 meter tetapi semua budaya kita tampilkan,” lanjutnya.

Semangat tersebut kemudian diterjemahkan dalam rangkaian parade yang menampilkan keberagaman Nusantara. Parade pakaian Nusantara diiringi Baleganjur SMP Negeri 1 Tabanan, disusul parade pakaian profesi oleh TK Bhayangkari Tabanan. Kemeriahan juga hadir melalui penampilan Drumband TK Saraswati Tabanan, TK Santa Maria Immaculata Tabanan, SD Saraswati Tabanan, SD Negeri 8 Banjar Anyar, hingga Drumband SMP Negeri 2 Tabanan.

Tidak berhenti di sana, Parade Harmoni Nusantara Jayaning Singasana turut mempertemukan berbagai simbol budaya, mulai dari naga, barongsai, barong bangkung, hingga Tari Woleka dan Gandrung. Kehadiran komunitas sepeda ontel melengkapi parade, memperlihatkan bagaimana perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang bersama untuk merayakan budaya, kreativitas, sekaligus kebersamaan masyarakat Tabanan.

Bagi Bupati Sanjaya, keberagaman yang ditampilkan dalam parade menjadi pesan penting bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang dibangun dari berbagai latar budaya dan suku. “Kita sebagai negara besar harus saling menghormati budaya suku dan persatuan,” tegasnya, seraya menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.

Sanjaya juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara serta seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tabanan. Ia menilai rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 4 Agustus tersebut menunjukkan besarnya semangat gotong-royong masyarakat Tabanan. “Di Tabanan selalu diawali dengan kemeriahan dan semangat serta gotong-royong, apalagi dalam menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81,” ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, semangat tersebut sekaligus menjadi bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada para pejuang bangsa. “Kita patut bersyukur dan berterima kasih khususnya kepada para pejuang Republik Indonesia yang telah memerdekakan Republik ini. Bukan hanya dengan tetesan air mata, jiwa ragapun dipertaruhkan untuk memerdekakan bangsa Indonesia, patutlah kita bersyukur dan berbangga,” kata Sanjaya.

Baca Juga  DPRD Bali Gelar Rapat Paripurna Ke-17, Bahas Raperda RPJMD dan Pertanggungjawaban APBD 2024

Mengusung tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Sanjaya berharap momentum kemerdekaan menjadi penguat komitmen bersama untuk menjaga kedaulatan, memperkuat persatuan, menghadirkan keadilan serta mewujudkan kesejahteraan. “Tujuan kami di Pemerintah Kabupaten Tabanan bagaimana kami dengan Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat semuanya, menjaga persatuan dan kesatuan di Tabanan,” jelasnya. Semangat tersebut, menurutnya, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca