Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Wayan Koster Buka Pasamuhan Agung XVII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi

MGPSSR Apresiasi Gubernur Wayan Koster Dukung Pembangunan Pura Penataran Agung Catur Parahyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Ghana

Loading

BALIILU Tayang

:

gubernur
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua Umum MGPSSR, Prof. Dr. dr. I Wayan Wita secara resmi membuka Pasamuhan Agung XVII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Tahun 2022 pada, Minggu (Redite Kliwon, Sungsang), 25 Desember 2022 di Pasraman Widya Grha Kepasekan, Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Ketua Umum Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR), Prof. Dr. dr. I Wayan Wita secara resmi membuka Pasamuhan Agung XVII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Tahun 2022 pada, Minggu (Redite Kliwon, Sungsang), 25 Desember 2022 di Pasraman Widya Grha Kepasekan, Denpasar.

Pembukaan Pasamuhan Agung XVII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi juga dihadiri oleh Ida Pandita Mpu, Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Provinsi dari berbagai daerah di Indonesia, Pengurus Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Provinsi, Kota/Kabupaten Se-Bali, dan Ny. Putri Suastini Koster.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan angayubagia dan ucapan terimakasih, karena telah diundang dalam acara Pasamuhan Agung XVII Tahun 2022 Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi. Ini merupakan suatu kehormatan bagi Titiang, bisa bertatap muka langsung, masimakrama dengan Ida Pandita Mpu, Pengurus, dan Sameton Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi sareng sami.

Mengawali sambutannya, secara tulus Titiang menghaturkan rasa suksmaning manah atas dukungan Sameton Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi pada saat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018 yang lalu, sehingga Titiang terpilih menjadi Gubernur Bali berpasangan dengan Bapak Tjok Oka Sukawati sebagai Wakil Gubernur Bali Periode 2018-2023. Berkat dukungan dan partisipasi dari Sameton, Titiang dapat memimpin Bali dengan melaksanakan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya Titiang menyampaikan bahwa dalam 4 Tahun Kepemimpinan Periode Pertama ini, telah dicapai kinerja pembangunan dalam bidang adat, tradisi, seni-budaya, dan kearifan lokal Bali, serta pembangunan infrastruktur, sarana- prasarana strategis dan bidang lainnya, yaitu: 1) memperkuat Desa Adat; 2) memperkuat dan memajukan budaya Bali; 3) membangun Pelindungan Kawasan Suci Agung Besakih; 4) membangun Kawasan Pusat Kebudayaan Bali; 5) membangun Jalan Shortcut Singaraja-Mengwi; 6) membangun 3 Pelabuhan, Pelabuhan Sanur-Denpasar, Pelabuhan Sampalan-Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul-Nusa Ceningan; 7) membangun Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali; 8) membangun Jalan Tol Jagat Kerthi Bali yang menghubungkan Gilimanuk-Mengwi; 9) membangun Bendungan Tamblang, Buleleng; dan 10) membangun Bendungan Sidan, Badung-Bangli-Gianyar.

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi Prestasi Bartender Bali di Las Vegas, Dukung Promosi Arak Bali ke Polandia

Berkat dukungan dan partisipasi Sameton, kita dapat menangani Pandemi Covid-19, sehingga Bali termasuk kategori terbaik dalam penanganan Pandemi Covid-19 dan pencapaian tertinggi dalam vaksinasi. Sejalan dengan suksesnya penanganan Pandemi Covid- 19, kini pariwisata dan perekonomian Bali telah pulih dan mulai bangkit kembali, seperti yang sudah Kita rasakan bersama. “Matur suksma atas dukungan sameton sareng sami,” kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

gubernur
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua Umum Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR), Prof. Dr. dr. I Wayan Wita saat secara resmi membuka Pasamuhan Agung XVII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Tahun 2022 pada, Minggu (Redite Kliwon, Sungsang), 25 Desember 2022 di Pasraman Widya Grha Kepasekan, Denpasar. (Foto: ist)

Gubernur Bali menegaskan bahwa di Bali, Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi memiliki peranan yang sangat penting dalam menyatukan diri, memperkuat ikatan internal, menjaga dan menaati Bhisama Leluhur, serta ngrajegang tatanan kehidupan Krama Bali sesuai dengan Dresta Bali. Selain itu, secara eksternal juga sangat menentukan dalam membangun soliditas, solidaritas, dan keharmonisan antar-Wadah Pasemetonan yang ada di Bali, sehingga dengan penuh rasa kebersamaan, persatuan-kesatuan, bergotong-royong, bahu-membahu untuk membangun Bali mewujudkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Titiang perlu mengingatkan dan menegaskan kembali, bahwa luas Bali hanya 5.646 km2, dengan jumlah penduduk sebanyak 4,3 juta orang yang menyebar di 9 Kota/Kabupaten, 57 Kecamatan, 636 Desa, 80 Kelurahan, dan 1.493 Desa Adat. Tidak seperti daerah lain, Bali tidak memiliki sumber daya alam berupa minyak, gas, emas, dan batubara, yang menjadi sumber perekonomian daerahnya. Namun, Bali yang wilayahnya kecil ini dibandingkan dengan pulau lain di Indonesia, dianungerahi dengan kebudayaan yang kaya, unik, dan unggul, meliputi: Adat-Istiadat, Tradisi, Seni-Budaya, dan Kearifan Lokal.

Oleh karena itu, kebudayaan Bali harus benar-benar dan sungguh- sungguh dilindungi, dijaga, diperkuat, dan dimajukan: Pertama, sebagai sumber nilai yang menjadi identitas, karakter, dan jati diri kehidupan Krama Bali; Kedua, sebagai sumber mengembangkan kreasi dan inovasi berbagai karya seni; dan Ketiga, sebagai basis pengembangan ekonomi Krama Bali. Dalam posisi inilah, Titiang memandang bahwa semua Wadah Pasemetonan di Bali, terlebih lagi Wadah Pasemetonan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi yang jumlahnya terbesar di Bali, harus memiliki komitmen kuat, sungguh-sungguh, konsisten, menjadi teladan terdepan dalam menjaga kerajegan kebudayaan Bali.

Baca Juga  Didampingi Gubernur Koster, Presiden Jokowi Resmikan Gedung VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai

Keseluruhan sikap inilah yang harus menjadi kesadaran kolektif dan sangat diperlukan untuk memastikan arah Bali tetap eksis, survive, kokoh, dan tangguh bagi generasi penerus Bali dalam menghadapi dinamika perkembangan lokal, nasional, dan global dengan segala permasalahan, tantangan, dan peluang di masa yang akan datang, dari zaman ke zaman, sepanjang zaman.

Dalam konteks ini pula, Titiang sangat berharap pada semua Wadah Pasemetonan di Bali, terlebih lagi kepada Sameton Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi, mari Kita jaga bersama dengan sekuat tenaga, Bali yang Kita cintai ini agar tidak dirusak oleh pengaruh dan intervensi budaya asing yang tidak sesuai dengan tatanan kehidupan Dresta Bali, Tetamian Bhatara-Bhatari, Leluhur, Lelangit, dan Guru-Guru Suci Bali.

Patut dicatat dan diingatkan terus-menerus bahwa, yang berperan dan berjasa besar mengawali penataan kehidupan Krama Bali sehingga menjadi tatanan kehidupan Adiluhung yang Kita warisi sampai saat ini adalah Ida Panca Rsi yang dikenal sebagai Pancaka Tirta adalah Kawitan Sameton Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi, yakni: 1) Ida Mpu Gni Jaya; 2) Ida Mpu Sumeru; 3) Ida Mpu Ghana; 4) Ida Mpu Kuturan; dan 5) Ida Mpu Bharadah. Beliau-Beliau ini sungguh luar biasa hebat, visioner, sehingga wajib Kita sucikan dan sungsung bersama, sekaligus meneruskan dan melaksanakan warisan Adiluhung Beliau, demi kerajegan Bali saat ini dan ke depan. Kita tidak memiliki kemampuan sehebat Beliau, tetapi sebagai generasi penerus paling tidak Kita harus mampu mewarisi dan melaksanakan sebaik-baiknya, karena berkat Beliau Bali bisa eksis dan survive seperti saat ini; kalau mewarisi dan melaksanakan saja tidak mampu, maka sama saja artinya Kita tidak bhakti terhadap Beliau.

Baca Juga  Gubernur Koster Terus Genjot Pembangunan Infrastruktur Monumental di Bali

Oleh karena itu, sebagai wujud bhakti kepada Beliau, Titiang sangat berharap Pasamuhan Agung XVII Tahun 2022 ini, dapat menghasilkan rumusan sebagai pedoman dalam berpartisipasi dan berkontribusi untuk membangun Bali pada khususnya; dan berperan aktif membangun kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara dengan Ideologi Pancasila dalam wadah NKRI. ”Sejalan dengan harapan tersebut, dengan mengucap Om Awignam Astu Namo Sidham, Titiang membuka dengan resmi Pasamuhan Agung XVII Tahun 2022. Dumugi memargi antar, labda karya, mangguh sida sidaning don,” ucap Gubernur Bali, Wayan Koster yang disambut tepuk tangan.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gubernur Bali, Wayan Koster mendapatkan apresiasi dari Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi, karena memiliki komitmen kuat untuk menuntaskan pembangunan Pura Penataran Agung Catur Parahyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Ghana, di Pundukdawa, Kabupaten Klungkung dengan memberikan bantuan dalam bentuk hibah uang sebesar Rp. 30 milyar yang sudah dialokasikan dalam APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2023.

Ketua Umum Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi, Prof. Dr. dr. I Wayan Wita menyampaikan Pasamuhan Agung Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi diselenggarakan setiap tahun untuk membahas Rapat Kinerja Tahunan. Pasamuhan Agung yang sekarang merupakan yang ke XVII dengan mengambil tema ‘’Kertha Laksana, Kertha Warga, Kertha Nusa Nyujur Sukerthaning Negara’’.

“Dalam Pasamuhan Agung XVII MGPSSR ini, kami menyampaikan banyak terimakasih kepada Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah membantu acara ini berjalan dengan lancar, dan mendukung penuh pembangunan Pura Penataran Agung Catur Parahyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Ghana, di Pundukdawa, Kabupaten Klungkung. Apresiasi juga kami berikan kepada Gubernur Bali, Wayan Koster atas terlaksananya pembangunan infrastruktur monumental di Pulau Bali, salah satunya yang kini kita lihat berdiri megah ialah Pelabuhan Sanur di Kota Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan,” ujar Ketua Umum MGPSR, Prof. Wayan Wita. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Penyampaian PU Fraksi-Fraksi

Soroti Krisis Air Bersih, Dorong Teknologi SWRO hingga Pelebaran Jalan

Loading

Published

on

By

Ketua DPRD Badung Serahkan Dokumen PU Fraksi kepada Bupati
SERAHKAN DOKUMEN: Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menyerahkan dokumen PU Fraksi-Fraksi DPRD Badung kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa pada Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung, Kamis (5/11/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung pada Kamis, 5 November 2026, menggelar Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis.

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua dan segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam rapat tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menjelaskan bahwa agenda utama rapat paripurna ini adalah mendengarkan pandangan umum dari tiga fraksi yang ada di DPRD Badung—yakni Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, dan Fraksi PDI Perjuangan—terhadap empat Raperda, yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Dalam keterangannya usai rapat, Anom Gumanti menyoroti sejumlah catatan penting dari dewan, salah satunya terkait penuntasan krisis air bersih di wilayah Badung Selatan. Dewan mendorong Perumda Air Minum Tirta Mangutama tidak hanya bergantung pada sumber air konvensional, tetapi juga mulai mengkaji penerapan teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih (Sea Water Reverse Osmosis / SWRO).

“Ketika melaksanakan penyelesaian kebutuhan air di Badung ini, dewan mendorong agar direksi melaksanakan atau mungkin melakukan teknologi SWRO, artinya bagaimana mengolah air laut untuk bisa menjadi air bersih,” ujar Anom Gumanti.

Baca Juga  Didampingi Gubernur Koster, Presiden Jokowi Resmikan Gedung VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai

Ia menambahkan, sebelumnya pasokan air di Kuta Selatan hanya mengandalkan Dam Estuari. Dengan adanya tambahan penyertaan modal yang baru, pihak perumda kini berencana mengambil air di wilayah Tukad Mati guna menambah suplai ke wilayah selatan, di samping harapan agar teknologi SWRO dapat segera direalisasikan.

Selain masalah air bersih, rapat paripurna juga menyoroti persoalan infrastruktur dan kemacetan lalu lintas, khususnya di kawasan Kuta Selatan seperti Desa Pecatu. Dewan menerima usulan dari sejumlah fraksi agar jalan-jalan utama yang ada diperlebar atau dijadikan jalur operatif alternatif agar mobilitas pariwisata tidak terganggu.

Di sektor ketenagakerjaan dan keuangan, dewan mencatat adanya usulan untuk mengevaluasi dan meningkatkan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK). Terkait tren peningkatan pendapatan daerah, Anom Gumanti menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik serta perencanaan anggaran yang realistis.

“Intinya bahwa anggaran ini agar bisa tepat guna, tepat sasaran, dan kemudian lagi bisa dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Anom Gumanti memastikan pihak legislatif akan melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana penyertaan modal yang telah disetujui. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan kinerja pengelolaan sumber daya manusia dan program kerja benar-benar berada di jalur yang tepat (on the track) serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah selatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung Terima Empat Raperda Strategis, Krisis Air di Bukit Jadi Sorotan Utama

Published

on

By

Fraksi PDI Perjuangan Serahkan Pandangan Umum di DPRD Badung
SERAHKAN DOKUMEN PU FRAKSI: Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom menyerahkan Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan kepada Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Badung menyatakan dapat menerima empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk selanjutnya ditetapkan menjadi peraturan daerah. Kendati demikian, persetujuan tersebut disertai berbagai catatan, koreksi, serta rekomendasi rinci yang akan dibahas lebih mendalam melalui rapat alat kelengkapan dewan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sikap politik tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Badung terhadap empat Raperda strategis. Rapat yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua serta segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom., memaparkan tanggapan fraksinya terhadap keempat Raperda yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Terkait penyertaan modal kepada Perumda Air Minum Tirta Mangutama sebesar Rp 150 miliar hingga tahun anggaran 2029—dengan alokasi Rp 37 miliar pada APBD 2027—Fraksi PDI Perjuangan menegaskan pentingnya landasan hukum yang kuat guna meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik. Fraksi PDI Perjuangan berharap penambahan modal ini dapat menyelesaikan masalah menahun di wilayah Bali Selatan.

Baca Juga  Perkuat Diplomasi Global, Gubernur Koster Dorong Kerja Sama Strategis Bali dan Swiss

“Dengan adanya penambahan penyertaan modal ini, kami berharap Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama mampu mengatasi krisis air di daerah Bukit, seperti Desa Ungasan, Desa Pecatu, dan sekitarnya di Kecamatan Kuta Selatan. Sehingga, tidak ada alasan lagi bagi direksi untuk mengeluhkan kekurangan modal guna menuntaskan krisis air tersebut,” tegas Rai Wirata.

Sementara itu, untuk Raperda penyertaan modal kepada PT Jamkrida Bali Mandara, fraksi menyetujui pemenuhan kewajiban Pemkab Badung pada Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 10 miliar dari total rencana penyertaan modal Rp 150 miliar hingga 2030.

Terkait Raperda Pencabutan Perda No. 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan, fraksi menilai substansi aturan tersebut sudah tidak relevan dan berpotensi tumpang tindih. Pengaturan teknis kependudukan skala kabupaten dinilai cukup diatur melalui peraturan kepala daerah.

Rincian APBD Kabupaten Badung Tahun 2027

Dalam pandangannya terhadap Raperda APBD 2027, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti pentingnya menjaga stabilitas perekonomian dan keuangan daerah dalam menunjang pelayanan publik. Komposisi keuangan daerah dirancang dengan rincian sebagai berikut: Pendapatan Daerah: dirancang sebesar Rp 11.634.722.053.183,00, yang terdiri atas: Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp 10.904.723.845.178,00, Pendapatan Transfer: Rp 729.998.208.005,00.

Belanja Daerah: Dirancang Rp 13.379.086.523.923,00, yang terdiri atas: Belanja Operasi: Rp 7.009.193.884.288,00, Belanja Modal: Rp 4.310.626.626.071,00, Belanja Tidak Terduga: Rp 145.421.455.883,00, dan Belanja Transfer: Rp 1.913.844.557.681,00.

Penerimaan Pembiayaan Daerah: Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp 534.528.799.452,00 dan penerimaan pembiayaan utang daerah Rp 2.614.248.087.124,00 (termasuk pinjaman daerah Rp 2.079.719.287.672,00).

Pengeluaran Pembiayaan: Mencakup penyertaan modal pada Perumda Tirta Mangutama (Rp 37 miliar) dan PT Jamkrida Bali Mandara (Rp 10 miliar), serta pembayaran pembiayaan utang daerah sebesar Rp 822.883.616.384,00.

Baca Juga  Didampingi Gubernur Koster, Presiden Jokowi Resmikan Gedung VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai

Usulan Infrastruktur, Penataan Kawasan, dan Evaluasi Kebencanaan

Selain memberikan persetujuan, Fraksi PDI Perjuangan juga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik, di antaranya:

Penuntasan pavingisasi gang, pelebaran serta pengaspalan Jalan Cemongkak menuju Buana Sari, pembuatan akses menurun ke Pantai Labuan Sait, dan pengaspalan Jalan Merpati di Desa Pecatu, Kuta Selatan.

Penataan Pantai Cemagi secara tuntas untuk kepentingan keagamaan, serta kelanjutan program trotoarisasi dari Mengening ke Munggu dan pembangunan jalan alternatif dari Banjar Seseh ke SD 2 Cemagi guna mengurai kemacetan.

Pembebasan lahan di sebelah utara Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala untuk dijadikan ruang terbuka hijau, sarana olahraga, rekreasi keluarga, serta wadah promosi bagi pelaku UMKM lokal.

Di sektor penanggulangan bencana, Fraksi menyampaikan duka mendalam atas tragedi tanah longsor di kawasan glamping eco park Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didorong untuk segera melakukan penanganan darurat serta mengevaluasi potensi kerawanan bencana alam guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

Menutup pandangannya, Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Badung beserta jajaran eksekutif atas kerja keras dalam mengatasi kemacetan melalui pembukaan akses jalan baru di Kuta Selatan serta koordinasi intensif yang membuat pembahasan penyertaan modal dapat berjalan lebih cepat dari target. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wagub Giri Prasta Tinjau Bedah Rumah di Jembrana, Tekankan Kualitas Bangunan demi Kenyamanan Warga

Bersumber dari Perubahan APBD 2026, Bantuan Rp 75 Juta Diharapkan Hadirkan Hunian Layak bagi Keluarga Kurang Mampu

Loading

Published

on

By

Wagub Giri Prasta Tinjau Program Bedah Rumah di Jembrana
TINJAU BEDAH RUMAH: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, meninjau program bedah rumah Pemerintah Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, meninjau program bedah rumah Pemerintah Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana, Kamis (5/11).

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah rumah keluarga I Gede Yogi Agus Cahaya di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi hunian penerima manfaat sekaligus memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Wagub Giri Prasta Tinjau Program Bedah Rumah di Jembrana

Program bedah rumah tersebut bersumber dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026 dengan nilai bantuan sebesar Rp 75 juta.

Bantuan diperuntukkan bagi pembangunan rumah satu lantai seluas 30 meter persegi yang dilengkapi dua kamar tidur, teras, dan kamar mandi. Pembangunan rumah diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat.

Saat meninjau kediaman I Gede Yogi Agus Cahaya, Wagub Giri Prasta mendapati kondisi rumah yang tergolong tidak layak huni. Salah satu kamar tidur juga difungsikan sebagai dapur, sementara atap genteng mengalami kebocoran dan lantai teras masih berupa tanah.

Kondisi sanitasi rumah tersebut juga belum memadai. Kamar mandi mengalami kerusakan berat dan tidak memiliki atap. Selain itu, rumah keluarga tersebut belum terhubung dengan jaringan air bersih PDAM sehingga masih mengandalkan sumur tradisional untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, Wagub Giri Prasta meminta agar pelaksanaan program bedah rumah benar-benar memperhatikan kualitas bangunan, mulai dari konstruksi hingga kelengkapan fasilitas dasar.

Ia menekankan bahwa pembangunan rumah tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga harus memastikan hunian yang dihasilkan layak ditempati serta mampu memberikan rasa aman, sehat, dan nyaman bagi penghuninya.

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi Prestasi Bartender Bali di Las Vegas, Dukung Promosi Arak Bali ke Polandia

I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini, istri I Gede Yogi Agus Cahaya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan bedah rumah yang diterima keluarganya. Ia mewakili suaminya yang saat kunjungan berlangsung masih bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Matur suksma, Bapak Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, atas bantuan bedah rumahnya. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” ungkapnya saat berdialog dengan Wagub Giri Prasta dan Bupati Jembrana.

Dalam kesehariannya, I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini bekerja membuat perlengkapan upakara berupa tamas, sedangkan suaminya bekerja serabutan. Keduanya berupaya memenuhi kebutuhan keluarga di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi tempat tinggal yang belum layak.

Selain meninjau kondisi rumah, Wagub Giri Prasta juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 500.000 kepada Putu Bagus Andi Yoga Sulung, anak pasangan I Gede Yogi Agus Cahaya dan I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian sekaligus motivasi agar Putu Bagus, yang saat ini duduk di kelas II SD Negeri Banyubiru, terus rajin belajar dan bersemangat menempuh pendidikan.

Melalui program bedah rumah ini, Pemerintah Provinsi Bali berupaya membantu masyarakat yang masih tinggal di hunian tidak layak, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca