HARI LANSIA: Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M. selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan menyapa lansia saat menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-27, Rabu (31/5). (Foto: ist)
Tabanan, baliilu.com – Semangat membangun Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) tak hanya diwujudkan oleh para generasi muda, namun kelompok lansia Kabupaten Tabanan juga tidak mau kalah dengan ikut berperan aktif mengedepankan pembangunan yang bersinergi dengan Pemerintah Tabanan. Hal ini mendapat perhatian dan apresiasi dari Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M. selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan saat menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-27, Rabu (31/5).
Diselenggarakan oleh Yayasan Werdha Sejahtera Cabang Tabanan, kegiatan ini berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan dengan dihadiri oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. yang diwakili Sekda Tabanan, Dr. I Gede Susila, S.Sos.,M.Si, Kepala Sentra Mahatmiya Bali, para Kepala Perangkat Daerah di Pemerintah Kabupaten Tabanan, para Camat se-Kabupaten Tabanan, Ketua Yayasan Werdha Sejahtera Bali dan Tabanan, perbekel desa setempat dan serta para perwakilan lansia yang ada di Tabanan.
Yayasan Werdha Sejahtera (YWS) Cabang Tabanan, merupakan salah satu Yayasan yang bergerak di bidang sosial khususnya lanjut usia, dimana merupakan wadah untuk memfasilitasi dan sebagai penghubung antara anggota lansia dan pemerintah. Dalam sambutan tertulis Bupati Tabanan yang dibacakan Sekda Gede Susila, Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-27 ini sangat penting dilaksanakan, untuk menciptakan dan mempertahankan partisipasi lanjut usia, untuk pembangunan inklusif dan maju dalam segala bidang.
Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M. selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan saat menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-27, Rabu (31/5). (Foto: ist)
“Sebagai Yayasan yang bergerak di bidang sosial, khususnya bagi para kaum lansia, diharapkan mampu mandiri dalam segala aspek kegiatan,” ujarnya. Dengan mengambil tema “Lansia Terawat Indonesia Bermartabat” Yayasan yang berkolaborasi dengan Dinas Sosial P3A Kabupaten Tabanan merupakan salah satu pemenuhan Hak dan Perlindungan bagi lanjut usia, maka Pemerintah Daerah bersama-sama dengan Yayasan Werdha Sejahtera Cabang Tabanan telah berupaya semaksimal membantu lanjut usia untuk melakukan kegiatan sesuai dengan Undang-Undang No.13 Tahun 1998, tentang kesejahteraan lanjut usia.
Sementara itu, Ketua TP PKK Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menjelaskan, lanjut usia sebagai warga negara, memiliki hak, kedudukan dan peran yang sama dengan masyarakat pada umumnya dilihat dari segala aspek kehidupan dan penghidupan. Lanjut usia di Kabupaten Tabanan berdasarkan data dari masing-masing desa saat ini berjumlah 63.833 lansia, yang terdiri dari beberapa kategori yaitu lanjut usia produktif/potensial, lanjut usia bedriden, lanjut usia dengan disabilitas dan lanjut usia terlantar/tidak ada keluarga.
“Lanjut usia merupakan kaum rentan sehingga sangat diperlukan suatu upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak lanjut usia. Maka dengan tema “Lansia Terawat Indonesia Bermartabat” kolaborasi Yayasan Werdha Sejahtera dengan Dinas Sosial juga menjadi salah satu upaya peningkatan perhatian dan kepedulian dari pemerintah kepada kehidupan para lanjut usia,” terangnya.
“Kami sangat mengapresiasi gerakan para lansia dalam kontribusinya memajukan Tabanan, melalui sumbangsih pemikiran, ide-ide dan selalu aktif saling bersinergi untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri, sudah barang tentu akan terus mendapat dukungan dan perhatian dari kami selaku TP PKK di Kabupaten Tabanan dan Bapak Bupati selaku Pemerintah Daerah,” jelasnya lebih lanjut.
Lansia yang aktif, seperti dijelaskan Ketua Panitia Yayasan Werdha Sejahtera Cabang Tabanan, Sri Malini, tergabung dalam Anggota YWS saat ini berjumlah 156 orang. Terdiri dari Ibu Rumah Tangga, Pensiunan Guru SD dan SMP, pensiunan Dokter, Bidan dan Perawat serta pensiunan PNS. “Kegiatan kami seperti pelaksanaan senam rutin 3 kali dalam seminggu juga kegiatan sosial memberikan bantuan sembako yang dikumpulkan dari anggota kepada senior di panti jompo, ODGJ yang ada di Wanasari, kami juga melakukan tirta yatra hingga sampai ke luar Bali,” terangnya.
Dalam peringatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pengukuhan Komisi Daerah Lanjut Usia Kabupaten Tabanan Masa Bakti 2023-2028, serta penyerahan bantuan kursi roda dan sembako oleh Ketua TP PKK Tabanan secara simbolis kepada para lansia. Di kesempatan itu, Bunda Rai juga ikut meliang-liang, bernyanyi bersama dengan para lansia dengan nuansa yang penuh suka cita.
Kesolidaritasan para lansia Tabanan yang tergabung dalam Yayasan Werdha Sejahtera masih sangat bersemangat dalam membangun Tabanan. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial, I Nyoman Gede Gunawan, agar para lansia bisa ikut aktif bersinergi dengan pemerintah. “Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan sebagai Pembina Lansia yang ada di Kabupaten Tabanan, beliau nanti juga akan menyerahkan kursi roda untuk penyandang disabilitas kita yang memerlukan akses untuk masalah kesehatan. Jadi mudah-mudahan dengan pelaksanaan HLUN ke-27 di Kabupaten Tabanan semua lansia kita sehat dan bisa ikut tetap berpartisipasi untuk membangun Tabanan ke depan,” tandasnya. (gs/bi)
Polisi saat melakukan pencarian hari ketiga nelayan yang hilang. (Foto: Hms Polres Gianyar)
Gianyar, baliilu.com – Memasuki hari ketiga pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Lebih yang dilaporkan hilang saat melaut, tim gabungan melaksanakan penyisiran melalui jalur laut dan darat pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan pencarian dipusatkan di kawasan Pantai Rangkan, Banjar Rangkan, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, dengan area penyisiran meliputi Pantai Purnama, Pantai Rangkan, Pantai Pabean, Pantai Gumicik, hingga Pantai Lembeng.
Operasi pencarian melibatkan personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, Ditpolairud Polda Bali, Satpolairud Polres Gianyar, Polsek Sukawati, Brimob Polda Bali, Ditsamapta Polda Bali, TNI, serta unsur terkait lainnya.
Korban diketahui bernama I Nyoman Darin (51), seorang nelayan asal Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Lebih, Kabupaten Gianyar. Korban dilaporkan hilang pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 15.00 WITA di perairan Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh.
Sebelum pencarian dimulai, seluruh personel mengikuti apel gabungan, kemudian dibagi menjadi dua tim. Tim laut melakukan pencarian menggunakan dua unit rubber boat milik Ditpolairud Polda Bali dan Basarnas Denpasar, serta didukung satu unit drone untuk pemantauan udara. Sementara itu, tim darat melaksanakan penyisiran secara menyeluruh di sepanjang garis pantai guna mencari keberadaan korban maupun petunjuk yang dapat mendukung proses pencarian.
Kasat Polairud Polres Gianyar, AKP I Gede Budarasa, mengatakan bahwa pencarian dilakukan secara terpadu dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian secara maksimal melalui jalur laut maupun darat. Setiap sektor pencarian disisir secara sistematis dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh instansi yang terlibat agar proses pencarian berjalan efektif dan aman,” ujar AKP I Gede Budarasa.
Hingga laporan ini disampaikan, operasi pencarian masih terus berlangsung dan tim gabungan tetap melakukan penyisiran di sejumlah titik yang menjadi prioritas berdasarkan hasil evaluasi di lapangan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban agar segera menyampaikannya kepada petugas guna mendukung proses pencarian. (gs/bi)
KICK OFF: Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Kick Off kegiatan Penanganan Jalan dan Penandatanganan Kontrak Bersama Tahun 2026 di Wantilan Pura Jemeng, Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (18/7). (Foto: Hms Gianyar)
Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar Kick Off kegiatan Penanganan Jalan dan Penandatanganan Kontrak Bersama Tahun 2026 di Wantilan Pura Jemeng, Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Sabtu (18/7). Kegiatan menjadi penanda dimulainya pelaksanaan pekerjaan perbaikan dan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Gianyar sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang berkualitas bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar Ir. I Dewa Gede Putra Hartawan K, ST., MT. menyampaikan, pada Tahun Anggaran 2026 Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan 36 paket pekerjaan penanganan jalan. Program ini merupakan bagian dari percepatan peningkatan kualitas jalan kabupaten yang telah menjadi prioritas pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, berdasarkan data kondisi di Kabupaten Gianyar tahun 2026, persentase jalan mantap di Kabupaten Gianyar telah mencapai sekitar 80,66 persen. Melalui pelaksanaan paket-paket pekerjaan tahun 2026, angka tersebut ditargetkan terus meningkat secara signifikan. Disebutkan, dari 36 paket pekerjaan penanganan jalan, 5 paket telah dikerjakan, 10 paket sedang dikerjakan, sisanya segera dikerjakan.
Sementara itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Gianyar mengalokasikan anggaran sekitar Rp 189,875 miliar untuk menangani 36 paket pekerjaan di berbagai wilayah Kabupaten Gianyar.
“Keto seriusne bupati membangun infrastruktur. Kami memasang target waktu tiga tahun seluruh jalan kabupaten dapat dituntaskan,” tegas Bupati Mahayastra.
Bupati Mahayastra menjelaskan, pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Gianyar telah melaksanakan 55 paket pekerjaan jalan dengan total anggaran mencapai Rp 191.513.938.800. Selanjutnya pada tahun 2026 dilanjutkan dengan 36 paket pekerjaan senilai Rp 189.875.000.000, sehingga pada akhir tahun 2026 tingkat kemantapan yang ditargetkan telah mencapai sekitar 85 persen.
Menurutnya, kegiatan kick off menjadi simbol dimulainya pekerjaan fisik yang akan segera dilaksanakan di lapangan sekaligus memastikan seluruh proses pengadaan telah selesai sehingga pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal.
Memasuki tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Gianyar akan memfokuskan pembangunan pada jalan-jalan lingkungan, setelah sebagian besar ruas jalan kabupaten dalam kondisi mantap. “Astungkara, saat saya selesai menjabat sebagai Bupati, tidak ada lagi jalan kabupaten yang rusak,” ungkapnya.
Bupati Mahayastra juga menyampaikan bahwa pencapaian pembangunan infrastruktur Kabupaten Gianyar saat ini telah melampaui berbagai target yang ditetapkan dan mendapat perhatian sebagai salah satu daerah yang menjadi contoh dalam pembangunan infrastruktur.
“Membangun bukan sekadar membangun fisik, tetapi membangun untuk kepentingan rakyat. Infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan perekonomian, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Gianyar,” tutupnya. (gs/bi)
KEBAKARAN: Sinergi lintas instansi saat melakukan penanganan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Sinergi lintas instansi kembali ditunjukkan dalam penanganan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Buleleng, BPBD Provinsi Bali, TNI, Polri, Polisi Kehutanan (Polhut), pemerintah kecamatan dan desa, Satpol PP, LPHD, serta unsur terkait lainnya bahu-membahu melakukan upaya pemadaman di medan yang sulit dijangkau, Sabtu (18/7/2026).
Sejak pagi, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali melaksanakan pendakian menuju titik kebakaran. Kondisi medan yang terjal serta akses yang terbatas membuat proses pemadaman tidak memungkinkan menggunakan kendaraan maupun peralatan pemadam berukuran besar.
Sebagai alternatif, personel membawa kantong air (water bag) dan memanfaatkan dahan pohon untuk memukul serta mengendalikan kobaran api yang terus menyala di sejumlah titik. Untuk meningkatkan efektivitas penanganan, tim dibagi menjadi dua regu sehingga pemadaman dapat dilakukan dari beberapa arah sekaligus guna menahan laju penyebaran api.
Hingga pukul 15.00 Wita, api masih terlihat membakar kawasan hutan. Cuaca kering yang disertai embusan angin di kawasan perbukitan menyebabkan api terus merambat ke area vegetasi di sekitarnya. Meski demikian, seluruh personel gabungan tetap bertahan di lapangan dengan mengutamakan keselamatan selama proses pemadaman berlangsung.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Dharma Sudana, mengatakan bahwa penanganan kebakaran mengedepankan kolaborasi seluruh unsur yang terlibat mengingat tantangan medan di lokasi cukup berat.
“Penanganan dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur terkait. Medan yang curam dan sulit diakses membuat pemadaman hanya dapat dilakukan secara manual menggunakan water bag dan peralatan sederhana. Meski menghadapi kendala di lapangan, seluruh personel tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengendalikan api dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas,” ujar Dharma Sudana.
Ia menambahkan, hingga sore hari TRC Regu II BPBD Kabupaten Buleleng bersama BPBD Provinsi Bali masih berada di lokasi untuk melanjutkan upaya pemadaman dan pemantauan perkembangan kebakaran.
“Tim masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan. Perkembangan kondisi di lapangan akan terus kami pantau dan dilaporkan secara berkala,” pungkasnya. (gs/bi)