Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Hadiri Program RESIC, Bupati Giri Prasta: Jaga Wilayah Konservasi, Kembangkan Pertanian dan Peternakan

BALIILU Tayang

:

de
Bupati Giri Prasta saat menghadiri acara RESIC Pemulihan, Peremajaan, dan Pengelolaan DAS Ayung secara berkelanjutan, melalui penanaman 2.000 Bambu Tabah di Banjar Sidan, Desa Belok/Sidan Kecamatan Petang, Rabu (30/12).

Badung, baliilu.com – Di pengujung tahun 2020 Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri acara Rejuvenate Environment dan Social Initiative Collaboration (RESIC) Pemulihan, Peremajaan, dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ayung secara berkelanjutan, melalui penanaman 2.000 Bambu Tabah di Banjar Sidan, Desa Belok/Sidan Kecamatan Petang, Rabu (30/12). Kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi Pemkab Badung dengan PT. HM Sampoerna, Puslit Bambu LPPM Universitas Udayana dan Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Surabaya.

Dalam sambutannya Bupati Giri Prasta menyampaikan terima kasih kepada pihak PT. Sampoerna, Universitas Udayana dan Pupuk Surabaya karena sudah melakukan penanaman 2.000 Bambu Tabah di sepanjang daerah aliran Sungai Ayung yang terletak di Br. Sidan, sebagai bentuk usaha konservasi lingkungan di daerah hulu.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Badung menyampaikan terima kasih kepada pihak PT. Sampoerna, Universitas Udayana dan Pupuk Surabaya, melalui program RESIC yang dilaksanakan pada hari ini. Karena seperti yang kita ketahui bersama pohon bambu memiliki beragam manfaat seperti untuk konservasi menyerap air dan mencegah terjadinya longsor di sepanjang daerah aliran sungai, maupun untuk meningkatkan perekonomian masyarakat ke depannya. Kami Pemkab Badung akan mendukung penuh program yang sangat mulia ini, dengan melakukan penyempurnaan seperti dalam hal membantu pengadaan bibitnya,” ucapnya.

Bupati Badung Giri Prasta saat menanam bambu

Giri Prasta juga menyampaikan keinginannya agar ke depan pohon bambu yang ditanam di kawasan Badung Utara dikumpulkan berdasarkan jenisnya. “Ke depan kita menginginkan pohon bambu yang ditanam di daerah aliran sungai yang ada di Badung Utara agar dikumpulkan dalam satu kawasan sesuai dengan jenisnya masing-masing. Misalkan Bambu Tabah khusus di satu kawasan, Bambu Tali dalam satu kawasan, Bambu Petung dalam satu kawasan, maupun bambu-bambu yang lainnya. Dan masyarakat kita ajak untuk menjaga dan merawat keberadaannya sehingga pohon bambu bisa tumbuh dengan baik. Kalau ini terwujud akan sangat keren, karena bisa dijadikan sebagai tempat penelitian dan juga wisata,” jelasnya.

Lebih lanjut secara tegas Giri Prasta mengatakan daerah Badung Utara yang meliputi Desa Petang, Pelaga dan Belok Sidan akan tetap dijadikan sebagai kawasan konservasi yang berfungsi dalam menjaga kelestarian sumber mata air dan sebagai daerah penghasil sumber pangan untuk mensuport industri pariwisata yang ada kawasan Badung Selatan. “Kawasan Badung Utara harus kita tetap jaga sebagai kawasan konservasi. Kita akan tanam Pohon Loa maupun Pule sebagai penghasil air di beberapa kawasan. Selain itu kita juga akan mengembangkan sentra pertanian dan peternakan di wilayah ini dengan mendatangkan para ahli dari Universitas Udayana, sehingga akan terjadi transformasi dan transfer teknologi untuk mengubah pertanian tradisional menuju pertanian modern. Itulah mengapa kita bangun Agro Techno Park di Belok karena ini akan kita manfaatkan sebagai laboratorium pertanian,”  tambahnya.

Sementara itu peneliti bambu dari Universitas Udayana Pande Ketut Diah Kencana, didampingi pihak PT. Sampoerna dan Pupuk Surabaya menyampaikan budidaya bambu dalam konservasi lingkungan melalui penanaman pohon Bambu Tabah adalah salah satu upaya untuk mengatasi krisis sumber daya air dan lahan kritis yang terjadi di Bali khususnya di Kabupaten Badung. Melalui program RESIC telah menghibahkan 2.000 bibit Bambu Tabah yang akan ditanam di wilayah aliran Sungai Ayung di Desa Belok Sidan dengan 2 periode penanaman.

“Tanaman bambu banyak menghasilkan serasah sehingga sangat berguna dalam perbaikan sifat hidrologis tanah. Bambu Tabah dipilih karena merupakan salah satu tanaman yang mampu melindungi ekosistem perairan DAS Ayung serta memiliki nilai ekonomis. Akar bambu termasuk akar serabut dapat mengikat tanah dengan baik dan membuat ruang pada mata air baru sehingga mampu melindungi tanah untuk mereduksi potensi erosi yang terjadi. Tanah yang terlindungi akan menjamin terjaganya kapasitas penyimpanan air sehingga menurunkan limpasan memperbesar infiltrasi dan tampungan air,” terangnya.

Acara turut dihadiri oleh Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan AA Bayu Kumara, Kadis Pertanian dan Pangan I Wayan Wijana, Sekretaris DLHK Putu Thomas Yuniarta, Kabag Pembangunan AA Mas Agung, Camat Petang Wayan Darma serta masyarakat Br. Sidan, Desa Belok/Sidan. (bt)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Polres Gianyar Gelar Olahraga Bersama Meriahkan Hari Bhayangkara Ke-80

Published

on

By

Polres Gianyar
GELAR OLAHRAGA: Dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Gianyar menggelar kegiatan olahraga bersama yang berlangsung di Lapangan Apel Tri Brata Polres Gianyar, Jumat (19/6/2026) pagi. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Gianyar menggelar kegiatan olahraga bersama yang berlangsung di Lapangan Apel Tri Brata Polres Gianyar, Jumat (19/6/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Gianyar, AKBP Chandra C. Kesuma, S.I.K., M.H., dan diikuti oleh unsur Forkopimda, TNI, instansi terkait, tokoh masyarakat, Bhayangkari, serta personel Polres Gianyar dan jajaran.

Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai yang menempuh rute seputaran Kota Gianyar, dilanjutkan senam bersama, berbagai perlombaan tradisional antar satuan kerja dan undangan eksternal, serta pembagian hadiah dan doorprize kepada peserta.

Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma mengatakan bahwa kegiatan olahraga bersama ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Hari Bhayangkara, tetapi juga sebagai sarana mempererat sinergitas dan kebersamaan antarinstansi serta seluruh elemen masyarakat.

“Melalui kegiatan olahraga bersama ini, kami ingin memperkuat soliditas, mempererat tali silaturahmi, dan membangun sinergi yang semakin baik antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh komponen masyarakat. Kebersamaan seperti ini menjadi modal penting dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Gianyar,” ujar AKBP Chandra C. Kesuma.

Lebih lanjut, Kapolres Gianyar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semangat kebersamaan yang terbangun hari ini diharapkan dapat terus terpelihara dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan olahraga bersama dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 tersebut berakhir pada pukul 10.25 WITA dengan suasana penuh kebersamaan, semangat sportivitas, dan kekeluargaan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tingkatkan Layanan Kesehatan Paripurna, Bupati Sanjaya Resmikan Gedung Pemulasaran Jenazah RSUD Tabanan

Published

on

By

bupati sanjaya
RESMIKAN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, meresmikan Gedung Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUD Tabanan pada Jumat (19/6). (Foto: bi)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang menyeluruh kembali diwujudkan melalui peresmian Gedung Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUD Tabanan oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Jumat (19/6). Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, Direktur RSUD Tabanan dan RSUD Singasana, serta undangan lainnya.

Pembangunan gedung yang berlangsung sejak Juli hingga Desember 2025 tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melengkapi sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di Kabupaten Tabanan. Sebelum difungsikan, gedung ini telah melalui prosesi pemelaspasan pada 25 Mei 2026 sebagai bentuk penyucian dan permohonan keselamatan.

Gedung Instalasi Pemulasaran Jenazah ini terdiri atas tiga lantai. Lantai pertama difungsikan sebagai ruang jenazah, lantai kedua sebagai ruang diskusi dan ruang Kepala Bedah Forensik, sedangkan lantai ketiga digunakan sebagai ruang Instalasi Prasarana Rumah Sakit (IPSRS). Fasilitas tersebut memiliki kapasitas maksimal hingga 56 jenazah, sehingga mampu mendukung pelayanan rumah sakit secara lebih optimal.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Instalasi Pemulasaran Jenazah merupakan wujud komitmen Pemkab Tabanan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang paripurna, humanis, dan bermartabat bagi masyarakat. Menurutnya, pelayanan rumah sakit tidak hanya diberikan kepada pasien yang menjalani perawatan, tetapi juga pada proses akhir kehidupan yang layak dan penuh penghormatan.

“Pembangunan Gedung Instalasi Pemulasaran Jenazah ini adalah bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang paripurna, humanis, dan bermartabat. Pelayanan rumah sakit tidak hanya diberikan kepada pasien yang menjalani perawatan, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat dalam proses layanan akhir kehidupan yang layak, aman, dan penuh penghormatan,” ujar Sanjaya.

Sanjaya juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik harus menjadi prioritas utama seluruh jajaran rumah sakit. Ia sekaligus mengapresiasi dedikasi manajemen dan tenaga kesehatan yang selama ini telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Rumah sakit sebagai layanan publik harus terus ditingkatkan. Harapan saya, pelayanan publik dijadikan sesuatu yang nomor satu,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Tabanan, dr. I Gede Sudiarta, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Instalasi Pemulasaran Jenazah merupakan salah satu upaya peningkatan sarana dan prasarana pelayanan rumah sakit yang memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Tabanan. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh.

“Pembangunan gedung ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang menyeluruh, termasuk terhadap jenazah secara profesional, aman, dan bermartabat. Kami berharap layanan pemulasaran jenazah di RSUD Tabanan dapat berlangsung lebih optimal. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Bupati, Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pembangunan gedung ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkap dr. Sudiarta.

Peresmian Gedung Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUD Tabanan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Sanjaya, dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas gedung bersama Wakil Bupati Tabanan, jajaran pemerintah daerah, serta manajemen rumah sakit. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, menyeluruh, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Komit Dukung Event Internasional di Bali, Gubernur Koster Turut Buka Kejuaraan Karate Asia 2026

Published

on

By

gubernur koster
PEMBUKAAN KEJUARAAN KARATE: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri pembukaan resmi 22nd AKF Senior Championships 2026 atau Kejuaraan Karate Asia Senior ke-22 yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (18/6/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Bali kembali menjadi panggung olahraga internasional. Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri pembukaan resmi 22nd AKF Senior Championships 2026 atau Kejuaraan Karate Asia Senior ke-22 yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (18/6/2026).

Ajang bergengsi tingkat Asia tersebut diikuti lebih dari 400 atlet dari 33 negara dan menjadi salah satu kejuaraan karate terbesar di kawasan Asia. Selain memperebutkan gelar juara Asia, kompetisi yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 ini juga menjadi jalur kualifikasi menuju Karate World Cup.

Kehadiran Gubernur Wayan Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung penyelenggaraan event olahraga internasional. Sebelum pembukaan resmi, Koster juga menghadiri gala dinner yang mempertemukan delegasi, atlet, ofisial, dan pemangku kepentingan karate dari berbagai negara Asia.

Dalam sambutannya, Vice President Asian Karate Federation (AKF), Rashid Al Ali, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Indonesia atas dukungan yang diberikan sehingga kejuaraan dapat terselenggara dengan baik.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyambut anda semua di kejuaraan ini di Bali. Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, Bapak Gubernur Bali, dan Pemerintah Indonesia atas fasilitasi serta dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini. Terima kasih banyak. Selamat bertanding kepada seluruh atlet dari Asia,” ujar Rashid Al Ali.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), Hadi Tjahjanto, menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan perayaan persaudaraan antar-karateka Asia.

“Kehormatan besar bagi saya menyambut atlet dan delegasi dari seluruh Asia di Pulau Bali yang indah. Indonesia sangat bangga menjadi tuan rumah dengan menghadirkan lebih dari 400 atlet pada kejuaraan ini. Kehadiran seluruh peserta menunjukkan kekuatan persaudaraan karate di Asia,” kata Hadi.

Menurut Hadi, nilai-nilai yang dijunjung dalam karate tidak hanya soal kemampuan teknis di atas tatami, tetapi juga mencakup sportivitas, rasa hormat, dan fair play.

“Ini adalah perayaan persaudaraan yang melampaui kompetisi. Respek dan excellence adalah nilai yang hidup di hati setiap karateka. Kami berharap karate dapat terus menjadi sarana yang mempersatukan atlet dari seluruh Asia bahkan dunia,” ujarnya.

Ia juga menilai Bali menjadi lokasi yang ideal untuk penyelenggaraan kejuaraan internasional karena memiliki kombinasi keindahan alam, kekayaan budaya, serta keramahan masyarakat yang mampu memberikan pengalaman berkesan bagi para peserta.

“Mudah-mudahan para atlet dan delegasi mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan dari keindahan Bali, budayanya, dan keramahan masyarakatnya. Kepada para atlet, berikan yang terbaik dan raihlah pengalaman terbaik di atas tatami. Selamat datang di Bali, Indonesia,” tambah Hadi.

Pada kejuaraan kali ini, Indonesia menurunkan 22 atlet terbaik untuk menghadapi persaingan ketat dengan para karateka elite Asia. Tiga atlet asal Bali turut memperkuat tim nasional, termasuk Cok Istri Agung Sanistyarani yang turun pada nomor kumite putri kelas -55 kilogram.

Kejuaraan Karate Asia Senior 2026 mempertandingkan 12 nomor individu, empat nomor beregu, serta kategori Para Karate. Sistem pertandingan menggunakan format gugur, sementara tiga tim terbaik pada kategori beregu akan mengamankan tiket menuju Karate World Cup.

Persaingan diperkirakan berlangsung sengit. Sejumlah negara kekuatan karate Asia seperti Jepang, Iran, Kazakhstan, Vietnam, Thailand, dan Arab Saudi menurunkan atlet-atlet terbaik mereka. Sebanyak 11 juara bertahan Asia juga kembali tampil untuk mempertahankan gelarnya di Bali.

Ketua Umum PB FORKI Hadi Tjahjanto turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas dukungan penuh yang diberikan terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Bapak Gubernur Wayan Koster, yang telah memberikan dukungan luar biasa sehingga Kejuaraan Karate Asia Senior dapat terselenggara dengan baik di Bali. Ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kemampuan Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga internasional,” ujarnya.

Sebagai tuan rumah, Indonesia berharap dukungan publik dapat menjadi energi tambahan bagi para atlet Merah Putih untuk meraih prestasi terbaik sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan karate di Asia.

Selain menjadi arena perebutan gelar juara dan tiket menuju Karate World Cup, Kejuaraan Karate Asia Senior 2026 juga memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism kelas dunia yang mampu menyelenggarakan berbagai agenda internasional berskala besar. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca