Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Hadiri Upacara Atma Wedana, Giri Prasta Ajak Masyarakat Taat Jaga Kesehatan dan Menerapkan Prokes

BALIILU Tayang

:

Bupati Giri Prasta saat menghadiri upacara Atma Wedana Nyekah Kurung, Matatah, Mamukur, dan Mapetik di Desa Adat Samuan Carangsari Kecamatan Petang, Senin (14/6).

Badung, baliilu.com  – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Atma Wedana Nyekah Kurung, Matatah, Mamukur, dan Mapetik di Desa Adat Samuan Carangsari Kecamatan Petang, Senin (14/6). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Badung I Putu Parwata, anggota DPRD Badung Dapil Petang Wayan Suka dan I Gusti Agung Ayu Inda Trimafo Yudha, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Eka Sudarwitha, Camat Petang I Wayan Dharma beserta unsur Tripika Kecamatan, Perbekel Desa Carangsari I Made Sedana, beserta tokoh masyarakat Desa Adat Samuan.

Dalam upacara yang melibatkan 38 sawa, 89 orang mapandes dan 54 orang mapetik tersebut, Bupati Giri Prasta menyerahkan punia Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 100 juta dan secara pribadi sebesar Rp 25 juta. Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta mengajak krama Desa Adat Samuan untuk selalu berpegang teguh pada konsep dresta bali. “Di Bali kita mengenal konsep sekala niskala, untuk itu mari becikan ngemargiang yadnya, karena yadnya tertinggi itu ketika kita bisa bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Giri Prasta juga mengupas satu persatu makna dari upacara yang dilaksanakan oleh krama Desa Adat Samuan pada hari itu. “Bicara mapetik bertujuan untuk ngelebur dasa mala/penyucian si bayi dengan cara memotong sedikit rambut si bayi, maka secara simbolis kotor bayi yang disebabkan oleh proses kelahirannya sudah hilang dan matatah memiliki makna melepas hakikat manusia sejati yang terlepas dari belenggu kegelapan dari pengaruh Sad Ripu atau enam jenis musuh manusia,” jelasnya.

Sementara upacara Atma Wedana, secara umum Giri Prasta menyebut bahwa upacara ini bertujuan untuk menyucikan atma pitara seusai upacara ngaben, dan merupakan upacara yang dilakukan sebelum ngalinggihang atau memposisikan atma sang leluhur di Rong Tiga atau Sanggah Kemulan di masing-masing keluarga. “Apa yang saya lakukan hari ini bersama jajaran Pemerintah dan DPRD Badung sebagai wujud rasa sayang kepada masyarakat. Untuk itu saya minta masyarakat untuk selalu taat menjaga kesehatan dengan menerapkan prokes. Saya harus melakukan kebijakan gas dan rem, gas ekonomi kreatif dan rem penyebaran pandemi. Kita harus yakin bisa segera bangkit dari pandemi, dan tanggal 19 ini saya akan mengajak 415 bupati berkunjung ke Badung untuk menunjukkan bahwa kita mampu mewujudkan zona hijau,” terangnya.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Hadiri Puncak ‘’Karya Angasti Puja Atma Wedana’’ Griya Gede Telaga Tegal

Sementara itu, Ketua Panitia Karya Nyoman Marsi menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemkab dan DPRD Badung yang sudah hadir mendukung kesuksesan pelaksanaan upacara Atma Wedana Nyekah Kurung, Matatah, Mamukur, dan Mapetik di Desa Adat Samuan Carangsari Kecamatan Petang. “Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Bupati dan jajaran DPRD Badung atas segala dukungannya dalam menyukseskan pelaksanaan karya kami,” ucapnya. (bt)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Walikota Jaya Negara Serahkan Piala Bergilir Rare Angon Festival

Perkuat Pelestarian Budaya dan Persahabatan Internasional

Loading

Published

on

By

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyerahkan Piala Bergilir Rare Angon Festival pada acara Gala Dinner di Denpasar.
SERAHKAN PIALA BERGILIR: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyerahkan Piala Bergilir Rare Angon Festival dalam suasana penuh kehangatan pada acara Gala Dinner yang digelar di Denpasar, Senin (27/7) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyerahkan Piala Bergilir Rare Angon Festival dalam suasana penuh kehangatan pada acara Gala Dinner yang digelar di Denpasar, Senin (27/7) malam.

Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian Rare Angon Festival sekaligus bentuk apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, komunitas layang-layang, serta para pendukung yang telah menyukseskan penyelenggaraan festival.

Acara berlangsung semarak dengan suguhan hiburan yang menghangatkan suasana kebersamaan. Momentum ini juga menjadi ajang silaturahmi antara peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara yang turut ambil bagian dalam festival budaya kebanggaan Kota Denpasar tersebut.

Dalam sambutannya, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Rare Angon Festival. Menurutnya, festival ini bukan sekadar ajang kompetisi layang-layang, melainkan juga media pelestarian budaya, promosi pariwisata, dan diplomasi budaya yang mampu mempererat persahabatan antarbangsa.

“Rare Angon Festival merupakan warisan budaya yang harus terus kita jaga bersama. Kehadiran peserta dari berbagai negara menunjukkan bahwa budaya Bali memiliki daya tarik yang kuat di mata dunia. Semoga festival ini terus berkembang menjadi agenda internasional yang memberikan manfaat bagi masyarakat, budaya, dan pariwisata Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Penyelenggaraan Rare Angon Festival tahun ini semakin istimewa dengan kehadiran para pelayang internasional melalui kerja sama dengan beberapa negara. Salah seorang peserta internasional asal Amerika Serikat, Mr. Ron Spaulding mengaku sangat terkesan dengan sambutan hangat masyarakat dan Pemerintah Kota Denpasar selama mengikuti festival.

“Wonderful festival. Terima kasih atas sambutannya. Saya sangat bahagia melihat begitu banyak layang-layang menghiasi langit Bali. Ini adalah budaya dan pengalaman yang sangat luar biasa. Terima kasih juga kepada Pemerintah Kota Denpasar atas dukungannya terhadap penyelenggaraan festival ini,” ungkap Mr. Ron.

Baca Juga  Karya Atma Wedana ‘’Memukur’’ di Griya Agung Linggaacala Tegallalang Gianyar

Sementara itu, salah seorang panitia Rare Angon Festival, Kadek Armika mengatakan bahwa kehadiran peserta internasional menjadi motivasi tersendiri bagi panitia untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan festival setiap tahunnya.

Menurutnya, Rare Angon Festival tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bertemunya berbagai budaya melalui tradisi layang-layang yang telah mengakar kuat di Bali. Dukungan Pemerintah Kota Denpasar bersama seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting sehingga festival ini mampu berkembang dan semakin dikenal di tingkat internasional.

Penyerahan Piala Bergilir Rare Angon Festival menjadi simbol keberhasilan penyelenggaraan festival yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, pelestarian budaya, dan kebersamaan. Dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam, Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen untuk terus mendukung Rare Angon Festival sebagai wadah pelestarian budaya, penguatan karakter generasi muda, sekaligus sarana membangun persahabatan antarbangsa melalui seni dan budaya.

“Rare Angon Festival diharapkan terus menjadi agenda budaya unggulan Kota Denpasar yang mampu memperkenalkan kekayaan tradisi Bali kepada dunia serta memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya,” katanya.  (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

D’Youth Fest 6.0 Catatkan 42 Ribu Pengunjung, Nilai Transaksi Tembus Rp 3,2 Miliar

Published

on

By

Suasana keramaian pengunjung pada pelaksanaan D'Youth Fest 6.0 Tahun 2026 di Kota Denpasar.
 Suasana D'Youth Fest 6.0 Tahun 2026. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – D’Youth Fest 6.0 kembali membuktikan diri sebagai salah satu ajang ekonomi kreatif dan ruang ekspresi generasi muda terbesar di Kota Denpasar. Seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pertengahan Juni hingga akhir Juli 2026 berhasil menarik antusiasme masyarakat. Khusus pada puncak pelaksanaan D’Youth Fest yang digelar pada 11–12 Juli 2026, jumlah kunjungan penonton tercatat mencapai sekitar 42 ribu orang, dengan total nilai transaksi ekonomi menembus Rp 3,2 miliar, meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp 1,4 miliar.

Kesuksesan tersebut menjadi indikator bahwa D’Youth Fest tidak hanya mampu menghadirkan hiburan berkualitas bagi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang memberikan ruang bagi pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga para seniman untuk memasarkan karya dan produknya. Peningkatan jumlah pengunjung dan nilai transaksi menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap event kreatif yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar.

D’Youth Fest 6.0 sendiri menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lebih dari satu bulan. Diawali dengan pementasan Operet “This Week” pada 12–15 Juni 2026, dilanjutkan Glory of Youth yang menghadirkan kompetisi esports pada 1–5 Juli 2026. Memasuki pertengahan Juli, masyarakat disuguhkan Area Kreator (Kreha) pada 10–12 Juli 2026 yang menjadi wadah promosi produk ekonomi kreatif lokal, sebelum ditutup dengan Malam Puncak D’Youth Fest pada 11–12 Juli 2026 yang menghadirkan berbagai penampilan musisi nasional dan lokal. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui Denpasar Tattoo Expo pada 24–25 Juli 2026 yang turut memperkuat citra Denpasar sebagai kota kreatif yang terbuka terhadap berbagai bentuk seni dan kreativitas.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Luh Putu Riyastiti, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, AA Ngurah Mahendra Putra, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, komunitas kreatif, pelaku usaha, sponsor, hingga masyarakat yang bersama-sama mendukung suksesnya penyelenggaraan D’Youth Fest 6.0.

Baca Juga  Karya Atma Wedana ‘’Memukur’’ di Griya Agung Linggaacala Tegallalang Gianyar

Selain itu, membludaknya kunjungan masyarakat pada pelaksanaan Malam Puncak D’Youth Fest 6.0 juga tak lepas dari kolaborasi apik yang menghadirkan Ogoh-ogoh Gajah karya Keduk Garage bersama ST. Yowana Saka Bhuwana
yang juga berkolaborasi dengan komposer I Wayan Ari Wijaya yang juga founder Palawara Music Company. Selain itu,  pemilihan lokasi yang berbeda yang awalnya di lapangan Lumintang menjadi di lapangan I Gusti Ngurah Made Agung (Puputan) di pusat keramaian yang juga menjadi daya tarik tersendiri. Ke depan pihaknya akan mengevaluasi sejauh mana tingkat keberhasilan dari kegiatan ini.

“Peningkatan jumlah pengunjung hingga mencapai sekitar 42 ribu orang serta nilai transaksi yang menembus Rp 3,2 miliar merupakan capaian yang bagus. Ini menunjukkan bahwa D’Youth Fest tidak hanya menjadi ruang berkumpul dan berekspresi bagi generasi muda, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Denpasar. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan ini mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Riyastiti.

Lebih lanjut, Riyastiti menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar akan terus berupaya menghadirkan berbagai event kreatif yang berkualitas dan berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata berbasis budaya serta ekonomi kreatif.

Menurutnya, keberhasilan D’Youth Fest menjadi bukti bahwa kolaborasi antarkomunitas, pelaku industri kreatif, pemerintah, dan masyarakat mampu menciptakan ekosistem kreatif yang produktif sekaligus meningkatkan daya saing Kota Denpasar sebagai kota kreatif.

“Melalui capaian tersebut, D’Youth Fest diharapkan terus berkembang menjadi agenda tahunan unggulan Kota Denpasar yang mampu mendorong lahirnya talenta-talenta muda, memperluas peluang usaha bagi pelaku ekonomi kreatif, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Denpasar sebagai kota yang kreatif, inovatif, dan berbudaya,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Hadiri Puncak ‘’Karya Angasti Puja Atma Wedana’’ Griya Gede Telaga Tegal

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkot Denpasar Perkuat Pembinaan Telajakan

Wujudkan Lingkungan Hijau, Siap Hadapi Lomba Tingkat Provinsi

Loading

Published

on

By

Ketua TP Posyandu Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Sekretaris I Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa memberikan pembinaan telajakan di Kota Denpasar.
PEMBINAAN: Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, didampingi Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, saat memberikan Pembinaan Lokus (Lokasi Khusus) Telajakan se-Kota Denpasar. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar bersama perangkat daerah terkait kembali melaksanakan Pembinaan Lokus (Lokasi Khusus) Telajakan se-Kota Denpasar. Memasuki sesi III, pembinaan menyasar wilayah Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar Timur, dan Denpasar Utara pada Selasa (28/7).

Kegiatan diawali di Dusun Kertha Petasikan, Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan. Selanjutnya tim pembina mengunjungi Dusun Bet Ngandang, Desa Sanur Kauh, Banjar Belong, Desa Sanur Kaja, Desa Sumerta Kelod, Banjar Ujung, Kelurahan Kesiman, dan diakhiri di Banjar Tegeh Sari, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara.

Pembinaan dipimpin langsung Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, didampingi Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta diikuti para perbekel, lurah, kepala lingkungan, dan perangkat daerah terkait. Dalam pembinaan ini Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara juga menyerahkan secara simbolis pohon jempiring dan andong kepada kepala lingkungan dan kader TP Posyandu.

Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengatakan bahwa pembinaan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi tahap awal pemanfaatan telajakan sebagai upaya membangun lingkungan yang hijau, asri, bersih, dan nyaman.

“Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar kembali bergerak memberikan pembinaan sekaligus dukungan kepada masyarakat agar semakin sadar memanfaatkan lahan yang ada sebagai ruang terbuka hijau. Sekecil apa pun lahan yang dimiliki, apabila ditata dengan baik akan memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, TP Posyandu Kota Denpasar terus berupaya membangun sinergi dengan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran dalam menata setiap ruang terbuka secara estetis, hijau, dan bersih. Dengan demikian, seluruh wilayah yang masih memiliki potensi telajakan dapat tertata rapi, indah, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

Baca Juga  Karya Atma Wedana ‘’Memukur’’ di Griya Agung Linggaacala Tegallalang Gianyar

Menurutnya, upaya membangun lingkungan yang bersih, rapi, dan estetis merupakan bagian dari implementasi transformasi Posyandu melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan bersih. Penataan telajakan juga memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal.

Selain itu, pembinaan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Lomba Taman Telajakan Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026. Dalam penilaian lomba tersebut, desa dan kelurahan diharapkan mampu mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan telajakan untuk mendukung penghijauan, sekaligus mengoptimalkan fungsi ekonomi, fungsi keagamaan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap semangat gotong-royong masyarakat dalam menata dan menjaga telajakan semakin meningkat. Dengan demikian, telajakan tidak hanya menjadi identitas budaya Bali, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, ekonomi, dan keagamaan, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang hijau, bersih, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Tegeh Sari, I Nyoman Sudarma, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Banjar Tegeh Sari sebagai salah satu lokasi pembinaan sekaligus peserta Lomba Telajakan Tingkat Provinsi Bali.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Banjar Tegeh Sari. Bersama masyarakat, kami siap bergerak menindaklanjuti seluruh arahan yang diberikan dalam pembinaan ini. Kami akan terus membenahi berbagai kekurangan sehingga penataan telajakan di wilayah kami dapat memberikan hasil yang maksimal,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca