Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Hari Kedua Denpasar Festival Ke-16

Fashion Show Swarnakara Kembali Tampilkan Karya Terbaik Desiner dan UMKM Unggulan Denpasar

Loading

BALIILU Tayang

:

Fashion Show Denfest
DENFEST: Karya terbaik dari Desainer dan UMKM Unggulan Kota Denpasar meriahkan hari kedua Denfest ke-16 yang digelar di Halaman Inna Bali Heritage Hotel, Minggu (24/12) malam. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Setelah sukses pada gelaran hari pertama, Fashion Show bertajuk Swarnakara yang diinisasi Dekranasda bersama Disperindag Kota Denpasar dalam ajang Denpasar Festival (Denfest) ke-16 kembali menampilkan karya terbaik dari Desainer dan UMKM Unggulan Kota Denpasar pada hari kedua yang digelar di Halaman Inna Bali Heritage Hotel, Minggu (24/12) malam.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Dekranasda Kota Denpasar Periode Tahun 2008-2021, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, Kadis Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari serta undangan lainnya.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan, gelaran Fashion Show Swarnakara pada Denfest ke-16 ini merupakan bentuk dukungan terhadap perkembangan ekonomi lokal. Sehingga melalui kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pasar.

“Dekranasda yang berkolaborasi dengan Disperindag Kota Denpasar terus berupaya mendorong sektor industri kreatif masyarakat, terlebih di dunia fashion agar bisa turut  membangkitan ekonomi di Kota Denpasar,” katanya.

Antari Jaya Negara juga merasa optimis, ajang ini akan menjadi sebuah wadah untuk memperkenalkan hasil karya industri lokal khususnya dalam sektor busana dan kerajinan yang ada di Kota Denpasar. Selain itu, dengan karya yang luar biasa, tentunya kain Bali dan desainer lokal memiliki potensi untuk bersaing di kancah nasional bahkan internasional.

Kadis Perindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari yang ditemui di sela kegiatan menjelaskan, pada pelaksanaan hari kedua ini, sederet karya dari desiner dan UMKM / IKM juga akan ditampilkan. Antara lain, Dewata Busana, Artini Kebaya, Gexoya Kebaya, Kesara Bali, Ayu Khirana dan Prana Bali yang tentunya dibawakan oleh model dengan kepiawaiannya membawakan busana di atas panggung fashion show.

“Semua karya yang ditampilkan merupakan binaan dari Dekranasda dan Disperindag Kota Denpasar, diharapkan karya dan kain ini mampu menembus pangsa pasar nasional dan global sebagai sebuah kekayaan fashion khas Bali, khususnya Kota Denpasar,” urai Sri Utari. (eka/bi)

Baca Juga  Garapan Inagurasi ‘‘Jayastamba‘‘ akan Jadi Pembuka Gelaran Denfest Ke-16

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Badung Terima Bantuan TJSP CSR Dua Unit Mesin Pencacah Sampah Organik

Bupati Adi Arnawa Apresiasi Bantuan dari The Apurva Kempinski Bali

Loading

Published

on

By

Bupati Badung Adi Arnawa menerima bantuan mesin pencacah sampah organik dari The Apurva Kempinski Bali
TERIMA BANTUAN: Bupati Wayan Adi Arnawa menerima bantuan TJSP/CSR berupa dua unit mesin pencacah sampah organik dari The Apurva Kempinski Bali di Lobby Dinas PMPTSP, Puspem Badung, Rabu (22/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menerima bantuan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP/CSR) berupa dua unit mesin pencacah sampah organik dari The Apurva Kempinski Bali. Langkah ini merupakan wujud nyata sinergi sektor swasta dan pemerintah dalam mewujudkan wilayah Badung yang bersih dan berkelanjutan.

Bantuan dengan Nomor: 001/VII/CSRPT.GAL/2026 diserahkan langsung oleh Deputy GM Finance The Apurva Kempinski, Lisen Jendral Eko Pribadi, kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Lobby Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Puspem Badung, Rabu (22/7). Acara ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Inspektur, serta Kepala OPD terkait di lingkup Pemkab Badung.

Mesin pencacah ini berfungsi mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos bermanfaat. Program ini diharapkan mampu mengurangi volume buangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mengubah limbah menjadi produk bernilai guna demi menjaga kelestarian lingkungan.

Bupati Badung Adi Arnawa menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan kontribusi dari pihak akomodasi wisata tersebut. Menurutnya, peran serta dunia usaha sangat dibutuhkan untuk bersama-sama mengatasi tantangan penanganan sampah yang kini menjadi prioritas pembangunan daerah.

“Terima kasih kepada The Apurva Kempinski atas dukungan nyata ini. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk mendorong pengelolaan sampah di tingkat masyarakat, mengubah limbah menjadi berkah, serta menjaga keindahan dan kenyamanan Badung yang kita banggakan. Semoga sinergi positif ini terus berlanjut dan menginspirasi pelaku usaha lain untuk turut berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ujar Bupati.

Sementara itu, Deputy GM Finance The Apurva Kempinski, Lisen Jendral Eko Pribadi, menyatakan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Bernostalgia, Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Naiki Bemo Roda Tiga

Selanjutnya, pendistribusian dan operasional mesin pencacah sampah tersebut sepenuhnya akan dikelola oleh Pemkab Badung secara optimal di wilayah yang membutuhkan untuk mendukung program Badung Bersih dan Bebas Sampah. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Bali Batasi Akses OSS untuk Sejumlah KBLI PMA Demi Lindungi UMKM Lokal

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster dalam foto dokumentasi resmi
Gubernur Bali Wayan Koster (Foto: dok)

Denpasar, baliilu.com – Untuk melindungi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal Bali, Gubernur Bali Wayan Koster melakukan pembatasan akses OSS untuk sejumlah KBLI PMA kategori risiko rendah dan menengah rendah.

Pembatasan akses OSS untuk sejumlah KBLI PMA ini berdasarkan hasil evaluasi perizinan berusaha yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali bersama perangkat daerah teknis terkait, terhadap kegiatan usaha Penanam Modal Asing (PMA) pada KBLI kategori risiko rendah dan menengah rendah dalam sistem Online Single Submission (OSS).

Gubernur Bali menyampaikan bahwa tim evaluasi perizinan Pemerintah Provinsi Bali menemukan adanya indikasi penyalahgunaan sistem perizinan berusaha berbasis risiko (OSS) oleh Penanam Modal Asing (PMA) untuk memasuki sektor usaha yang berkaitan erat dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Sejumlah investor asing memanfaatkan KBLI kategori risiko rendah yang hanya mensyaratkan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai celah untuk menjalankan kegiatan usaha tanpa kewajiban investasi modal yang signifikan,” ujar Gubernur Koster melalui siaran persnya, Rabu (22/7/2026).

Gubernur lanjut memaparkan bahwa KBLI kategori risiko rendah dan menengah rendah dimanfaatkan melalui celah regulasi dalam sistem OSS, karena proses pendaftaran pada kategori tersebut dapat diterbitkan secara otomatis dan tidak membutuhkan sertifikat standar maupun izin. Kondisi ini dimanfaatkan oleh sejumlah PMA sebagai pintu masuk untuk mendirikan usaha, termasuk dengan menggunakan virtual office.

“Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat dan memberikan tekanan signifikan terhadap keberlangsungan pelaku usaha lokal, khususnya UMKM, pada sektor-sektor yang semestinya mendorong kemitraan dengan koperasi dan UMKM,” ucapnya.

Baca Juga  Usung ‘‘Jayastambha‘‘, Denfest Ke-16 Siap Digelar di Kawasan Catur Muka Denpasar

Setelah memperoleh persetujuan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Republik Indonesia, lanjut Gubernur Koster, Pemerintah Provinsi Bali melakukan penutupan akses sistem OSS terhadap sejumlah KBLI kategori risiko rendah dan menengah rendah yang mencakup sektor akomodasi, penyewaan, perdagangan ritel, jasa konsultansi, dan sektor lainnya yang sangat dekat dengan ruang usaha UMKM, yaitu:

55110 — Hotel Bintang (ruang lingkup luas bangunan < 6.000 m²)

68111 — Real Estate yang dimiliki sendiri atau disewa

55120 — Hotel Melati (ruang lingkup luas bangunan < 6.000 m²)

70209 — Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya

77100 — Penyewaan Mobil, Bus, Truk, dan Sejenisnya

47711 — Perdagangan Eceran Pakaian

47511 — Perdagangan Eceran Tekstil

77311 — Penyewaan Motor Tanpa Hak Opsi

47249 — Perdagangan Eceran Makanan Lainnya

47991 — Perdagangan Eceran Keliling Komoditi Makanan dari Hasil Pertanian

55900 — Penyediaan Akomodasi Lainnya

56303 — Rumah Minum/Kafe

56305 — Rumah/Kedai Obat Tradisional

14120 — Penjahitan dan Pembuatan Pakaian Sesuai Pesanan

93111 — Fasilitas Stadion

93116 — Fasilitas Pusat Kebugaran/Fitness Center

93191 — Promotor Kegiatan Olahraga

70204 — Aktivitas Konsultansi Manajemen Industri

Selain KBLI sebagaimana dimaksud tersebut, Pemerintah Provinsi Bali juga memberikan perhatian khusus terhadap aktivitas PMA yang menjalankan kegiatan usaha melalui virtual office sebagai bagian dari penguatan pengawasan perizinan berusaha.

Penutupan akses OSS tersebut berlaku di seluruh wilayah Provinsi Bali mulai minggu ketiga bulan Mei 2026. Dengan penutupan ini, PMA tidak lagi dapat mengajukan perizinan berusaha baru melalui sistem OSS untuk KBLI dimaksud sampai terdapat kebijakan lebih lanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perusahaan tetap memiliki kewajiban menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sampai KBLI terkait dinonaktifkan atau dihapus dari sistem perizinan.

Baca Juga  Denfest Ke-18 Tampil Memikat, Jadi Panggung Kreativitas Karya Desainer Lokal

Gubernur bersama Wali Kota/Bupati akan bertindak tegas terhadap berbagai bentuk pelanggaran perizinan.

Pemerintah Provinsi Bali tetap terbuka terhadap investasi yang berkualitas, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah. Investasi yang masuk diharapkan selaras dengan visi pembangunan Bali, menghormati kearifan lokal, serta mendukung penguatan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bedah Buku Rocky Gerung, Gubernur Koster Dorong Generasi Muda Rawat Semangat Marhaenisme di Era Digital

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Bedah Buku Rocky Gerung di Auditorium Unmas Denpasar
BEDAH BUKU: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Bedah Buku karya Rocky Gerung berjudul “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“ yang digelar di Auditorium Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Selasa (21/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk merawat semangat Marhaenisme sebagai landasan berpikir kritis, berkeadilan, dan berpihak kepada rakyat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Bedah Buku karya Rocky Gerung berjudul “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“ yang digelar di Auditorium Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Selasa (21/7).

Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa tersebut menghadirkan Rocky Gerung selaku akademisi sekaligus penulis buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“ dan Dr. Airlangga Pribadi Kusman sebagai akademisi dan penulis buku sebagai narasumber. Diskusi berlangsung hangat dengan mengangkat relevansi nilai-nilai Marhaenisme dalam menjawab tantangan yang dihadapi Generasi Z di era digital.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengatakan, bedah buku tersebut bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang pencarian makna untuk menjawab pertanyaan besar mengenai relevansi nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa bagi Generasi Z yang tumbuh di era algoritma, media sosial, dan kecerdasan buatan.

“Ini adalah forum pencarian makna. Sebuah upaya kolektif untuk menemukan benang merah antara masa lalu yang kaya dengan pengalaman perjuangan dan masa depan yang penuh dengan berbagai kemungkinan baru,” ujar Gubernur Koster.

Menurut Gubernur, Marhaenisme lahir dari kegelisahan Bung Karno terhadap ketimpangan sosial dan menjadi ideologi kerakyatan yang tumbuh dari realitas masyarakat Indonesia. Kini, melalui buku karya Rocky Gerung tersebut, semangat Marhaenisme diajak untuk dimaknai kembali agar tetap relevan bagi generasi yang menghadapi tantangan zaman yang berbeda.

Gubernur Koster juga menepis anggapan bahwa Generasi Z merupakan generasi yang apatis dan individualistis. Menurutnya, justru di tengah tantangan pandemi, krisis ekonomi, perubahan iklim, hingga derasnya arus informasi, banyak anak muda tetap menunjukkan kepedulian terhadap isu keadilan, kesetaraan, dan masa depan bangsa.

Baca Juga  Serangkaian Denfest Ke-14, Jaya Negara dan Agus Arya Wibawa Hadiri Pementasan Kontemporer di Banjar Abasan Tegal Buah

“Kehadiran mahasiswa dalam forum bedah buku seperti ini merupakan bukti bahwa generasi muda masih memiliki semangat untuk berpikir, membaca, berdiskusi, dan mencari jawaban atas berbagai persoalan kebangsaan,” katanya.

Ia menegaskan, forum akademik seperti bedah buku harus menjadi ruang latihan demokrasi yang sehat, di mana setiap gagasan diuji melalui argumentasi, bukan kemarahan, dan perbedaan pendapat dipandang sebagai kesempatan untuk saling belajar.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mengingatkan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan nilai, budaya, moralitas, dan harmoni. Prinsip tersebut menjadi landasan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, yang bertujuan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bahagia, baik secara sekala maupun niskala.

Menurutnya, semangat bedah buku tersebut memiliki keterkaitan erat dengan implementasi nilai-nilai Sad Kerthi. Melalui budaya membaca dan berpikir kritis, mahasiswa turut membangun Atma Kerthi melalui penyucian pikiran dan jiwa. Melalui kepedulian terhadap sesama, nilai Jana Kerthi diwujudkan sebagai penghormatan terhadap kemanusiaan. Sementara komitmen membangun dunia yang lebih baik bagi seluruh makhluk hidup merupakan implementasi Jagat Kerthi, yakni menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam semesta.

Gubernur Koster menekankan bahwa Bali membutuhkan generasi muda bukan sebagai penonton pembangunan, melainkan sebagai subjek yang aktif merancang, membangun, dan merawat masa depan Bali. Namun, keterlibatan tersebut harus tetap berpijak pada kearifan lokal yang menjadi identitas Pulau Dewata.

“Kearifan lokal Bali bukan berarti menolak modernitas. Justru Bali harus mampu menyerap hal-hal baik dari luar tanpa kehilangan jati dirinya. Nilai-nilai seperti Tri Hita Karana, Tat Twam Asi, dan Menyama Braya harus tetap menjadi fondasi dalam membangun masa depan Bali,” tegasnya.

Baca Juga  84 IKM/UKM Binaan Dekranasda Denpasar Siap Memeriahkan Denfest Ke-16

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster turut memberikan sentuhan budaya dengan membacakan puisi berjudul “Agustus” karya Yudhistira Massardi. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para peserta dan semakin memperkaya suasana intelektual serta kebudayaan dalam rangkaian kegiatan bedah buku.

Gubernur Koster juga menyampaikan tiga pesan kepada mahasiswa. Pertama, menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang tidak dapat ditawar di tengah derasnya arus informasi. Kedua, membangun budaya diskusi yang sehat dengan menghormati perbedaan pendapat. Ketiga, mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata sehingga nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada masyarakat menjadi pedoman dalam berkarya maupun memimpin di masa depan.

Di akhir sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada Rocky Gerung atas kontribusi pemikirannya melalui buku “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z“, yang dinilai mampu menghidupkan kembali diskursus kebangsaan di kalangan generasi muda. Apresiasi juga diberikan kepada Universitas Mahasaraswati Denpasar yang terus menghadirkan ruang akademik sebagai tempat lahirnya pemikiran kritis, dialog yang sehat, serta pembentukan karakter mahasiswa.

Gubernur berharap bedah buku tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan budaya literasi, memperkuat tradisi intelektual, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan Bali yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya serta kearifan lokal. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca