Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

POLITIK

Hasil Hitung Sementara, Koster-Giri Unggul 61,44 Persen

BALIILU Tayang

:

koster
BERI KETERANGAN: Calon Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor DPD PDIP Bali, Rabu malam (27/11/2024). Hadir mendampingi Ketua Tim Pemenangan Koster-Giri dan partai pendukung seperti Partai PKB, Hanura, PBB, Gelora, PPP, Umat, Buruh dan Partai Perindo. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Hasil penghitungan cepat (real count) PDIP Bali terhadap Pilgub Bali 2024 menunjukkan, pasangan calon nomor urut 2 Wayan Koster-Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) unggul 61,44 persen. Hal ini dikatakan Calon Gubernur Bali Wayan Koster kepada awak media di Kantor DPD PDIP Bali, Rabu malam (27/11/2024). Hadir mendampingi Ketua Tim Pemenangan Koster-Giri dan partai pendukung seperti Partai PKB, Hanura, PBB, Gelora, PPP, Umat, Buruh dan Partai Perindo.

Wayan Koster menjelaskan, dari hasil input data internal PDIP Bali berbasis data C1, yang dikumpulkan dari 6.092 TPS dari total TPS di Bali sebanyak 6795 TPS atau 89,654 persen menunjukkan Paslon Koster-Giri menang telak di Bali.

“Hasil perhitungan cepat PDIP secara real count, bukan quick count. Real count itu dilakukan oleh tim berbasis C1, dari 6.092 TPS yang diinput, atau hampir mencapai 89,654% TPS atau hampir 90% TPS,” ujar Koster. Dari data ini diketahui hanya 73 TPS yang belum terinput di data. Bila terinput semua, jumlahnya akan semakin tinggi.

Bila dilihat dari data pemilih maka pasangan Koster-Giri telah dipilih oleh 1.267.001 orang di Bali atau sejumlah 61,44 persen. Sementara untuk pasangan nomor urut 1 Made Muliawan Arya-Putu Agus Suradnyana (Mulia-PAS) hanya dipilih oleh 795.018 pemilih atau sebesar 38,56 persen.

Wayan Koster juga menyampaikan hasil hitung sementara pemilihan bupati dan walikota, dimana calon dari PDI Perjuangan menang di 7 kabupaten dan Denpasar. Sedangkan Karangasem datanya masih berproses karena belum mencapai 70 persen.

’’Yang menang Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Bangli, Gianyar dan Klungkung. Karangasem masih belum final. Dan ini sesuai ekspektasi dan targetnya menang 8 kabupaten satu kota dan mudah-mudahan Karangasem mengalamai kemajuan,‘‘ ucap Koster.

Baca Juga  Pelayanan Pemprov Bali Era Gubernur Koster Raih Kategori Sangat Baik, Kini Fokus Perkuat Ekonomi Kreatif dan Digital

Namun, Koster menyebutkan bahwa ini data sementara. Tentu yang menjadi acuan resmi adalah hasil pleno KPU. Siapa yang akan disahkan tentu menunggu keputusan KPU.

Atas pencapaian suara saat ini, Koster mengucapkan terimakasih kepada partai pengusung atas kerja kerasnya, seluruh komponen masyarakat, relawan yang telah bekerja keras tanpa lelah, tanpa uang untuk memenangkan Koster-Giri sehingga bisa mencapai kemenangaan 61,44 persen.

Namun pencapaian ini agar direspons dengan cara yang santun, berbudaya dan tidak bolah arogan, sombong. Lebih baik bersyukur, kalau beragama Hindu ke pura, Islam ke masjid, Kristen ke gereja dan Buda ke wihara. Bersyukur diberikan jalan yang baik sehingga mencapai hasil yang kita rencanakan. Pencapaian ini merupakan satu bentuk kepercayaan masyarakat kepada Koster-Giri untuk mengemban misi dan amanat ini dengan baik, untuk mengabdi membangun Bali, melaksanakan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali sesuai haluan pembangunan Bali 100 tahun yang sudah dituangkan pada Perda nomor 4 tahun 2023 dan juga sebagai amanat melaksanakan UU nomor 15 tahun 2023 tentang Provinsi Bali.

‘‘Saya bersama Nyoman Giri Prasta berkomitmen serius ngayah total lascarya niskala sekala dengan bekerja fokus tulus lurus untuk membangun dan memajukan Bali, untuk masyarakat Bali,‘‘ ujar Koster.

Pada kesempatan itu, Koster mengucapkan terima kasih kepada Made Muliawan Arya yang telah lama berteman baik dan selalu saling mendukung. Ia mengajak mari jaga bersama-sama agar Bali tetap kondusif demi kemajuan kita bersama.

Koster-Giri bersama partai pengusung juga meminta kepada para relawan, seluruh komponen masyarakat pendukung agar menjada situasi Bali ini tetap kondusif, karena kita sedang dalam proses mengantarkan pariwisata dan pemulihan ekonomi Bali untuk semakin maju.

Baca Juga  Info Terkini Covid-19 di Bali, Vaksinasi Booster Capai 62,94%, Kasus Aktif 185 Orang

‘‘Kami mengucapkan terimakasih kepada jajaran kepolisian yang dipimpin bapak Kapolda, TNI, KPU, Bawaslu yang sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga Pilkada serentak 2024 ini dari rangkaian pendaftaran sampai sekarang semua berjalan lancar, aman, damai, dan kondusif,‘‘ pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan

POLITIK

Ketua DPC PDI-P Badung I Nyoman Giri Prasta Buka Musancab Se-Badung

Published

on

By

dpc badung
MUSANCAB: Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta berfoto bersama usai membuka Musancab PDI-P se-Kabupaten Badung di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta membuka secara resmi Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung yang dilaksanakan di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1).

Turut hadir pada kesempatan ini, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung Wayan Adi Arnawa, Bendahara DPC PDI Perjuangan Badung Bagus Alit Sucipta beserta seluruh fraksi dan pengurus PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung.

Musancab merupakan agenda penting partai dalam rangka konsolidasi organisasi dan penguatan struktur kepengurusan di tingkat anak cabang. Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi kinerja organisasi sekaligus penyusunan langkah strategis partai ke depan.

Dalam arahannya, I Nyoman Giri Prasta menekankan pentingnya soliditas, kedisiplinan, serta loyalitas kader terhadap garis perjuangan partai. Ia menyampaikan bahwa kekuatan PDI Perjuangan terletak pada kerja gotong-royong dan kedekatan kader dengan rakyat, sehingga seluruh jajaran partai diharapkan terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat secara konsisten.

“Saya ingatkan agar Musancab tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan kepengurusan anak cabang yang kuat, solid, dan siap bekerja untuk membesarkan partai serta mengawal program-program kerakyatan. Saya harapkan agar kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen PDI Perjuangan dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster Minta Kader Posyandu Data Warga Miskin dan Rumah Tak Layak Huni
Lanjutkan Membaca

POLITIK

Pertemuan Koster dan De Gadjah Penuh Kekeluargaan

Ajak Krama Bali Bersatu Dukung Pembangunan Pro Rakyat

Loading

Published

on

By

koster de gadjah
PERTEMUAN: Pertemuan Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster dengan cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025 di Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster akhirnya menepati janji untuk bertemu cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025. Gubernur Koster mendatangi kediaman De Gadjah di Denpasar. Pertemuan kedua tokoh politik Bali ini dilakukan penuh kekeluargaan.

Jalinan persahabatan, kekeluargaan, penuh ramah, dan canda tampak dalam diskusi yang berlangsung dua jam itu. Gubernur Koster dan De Gadjah yang juga Ketua DPD Gerindra Bali mengajak agar krama Bali bersatu dan kondusif sehingga pembangunan Bali ke depan berjalan lancar, nyaman dan sukses.

“Pertemuan hanya berdua sebagai sesama sahabat, sifatnya kekeluargaan, ramah, dan penuh canda sama seperti suasana sebelum Pilkada 2024, karena memang berdua bersahabat baik sejak lama,” kata Gubernur Koster usai pertemuan.

Dalam durasi waktu pertemuan selama dua jam itu, Koster dan De Gadjah juga santap siang bersama dan ngopi bareng. Suasananya terasa begitu hidup dan bersemangat.

“Suasana menjadi semakin hidup, karena ngobrol sambil menikmati hidangan kopi dan nasi goreng,” tambah Ketua DPD PDIP Bali ini.

De Gadjah secara langsung mengucapkan selamat kepada Wayan Koster atas terpilihnya sebagai Gubernur Bali lima tahun. Moment ini digunakan untuk penyampaian langsung meski sebelumnya telah disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp pada 27 November 2024 lalu.

Kemudian, baik Koster dan De Gadjah sepakat dan berkomitmen Pilkada telah selesai, dan saatnya masyarakat Bali diajak bersatu, agar Bali kondusif. Krama Bali juga diajak untuk mendukung program pembangunan Bali ke depan agar berjalan sesuai harapan bersama.

De Gadjah juga mengaku akan mendukung program kerja Gubernur Koster selama program ini demi kemajuan dan kebaikan Bali. De Gadjah berharap Gubernur Koster berkomitmen menjalankan program-program yang disampaikan saat kampanye dan simakrama bersama krama Bali.

Baca Juga  Koster-Giri Terbukti dan Teruji Bangun Jembrana, Bang-Ipat Siapkan Rumah Singgah di Denpasar

Gubernur Koster juga menyampaikan, keduanya sepakat segera mengatasi masalah serius dan mendesak di Bali, seperti sampah, macet, infrastruktur dan air. Serta sangat mendukung pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi agar bisa terlaksana ke depan. (*/gs)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

POLITIK

Komisi II Bersama Mitra Segera Bahas Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Hasil Pilkada 2024

Published

on

By

jadwal pelantikan kepala daerah
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda. (Foto : dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengungkapkan pihaknya akan membahas tentang jadwal pelantikan Kepala dan wakil kepala daerah terpilih dalam Pilkada serentak 2024. Pembahasan tersebut akan dilakukan Komisi II bersama dengan mitra, yaitu Menteri Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mendatang.

“Komisi II DPR RI akan segera mengundang saudara Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk merumuskan opsi-opsi pelantikan sebagaimana yang kita tahu,” kata Rifqinizamy kepada awak media di Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Dijelaskannya, ada dua opsi usulan jadwal pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024, baik kepala daerah terpilih yang bersengketa maupun yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Pertama, pelantikan seluruh kepala daerah terpilih dilaksanakan serentak setelah seluruh putusan MK berkekuatan hukum (incratch). Diperkirakan proses sengketa pilkada di MK akan selesai pada 12 Maret 2025 mendatang.

Selain itu, lanjut Politisi dari Fraksi Partai Nasdem ini, ada opsi kedua di mana pelantikan akan dilaksanakan serentak terlebih dahulu, hanya untuk kepala daerah terpilih yang tidak bersengketa, yakni pada 7 Februari 2025 untuk gubernur dan 10 Februari 2025 untuk bupati dan walikota. Hal itu berdasarkan peraturan presiden yang ada, pelantikan gubernur dan wakil gubernur digelar pada 7 Februari 2025 dan pelantikan bupati-wakil bupati serta walikota-wakil walikota digelar pada 10 Februari 2025.

Meski demikian, Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengakui bahwa dinamika menuju proses pelantikan kepala daerah secara serentak hasil Pilkada 2024 terdapat dilema atau problematika hukum. Di mana Putusan MK Nomor 46 Tahun 2024 menyatakan bahwa pelantikan baru bisa dilaksanakan setelah seluruh sengketa di MK selesai atau telah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum, kecuali yang akan melaksanakan pemilihan ulang, penghitungan suara ulang atau pengulangan pilkada karena adanya keadaan mendesak.

Baca Juga  Bali Jadi Titik Awal Perjalanan Senyuman Bersama Duta Global dari Smile Train

Namun, di sisi lain ada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, Pasal 160 dan 160A yang menyebutkan bahwa tahapan pelantikan adalah satu konsekuensi dari penetapan yang dilakukan KPU di provinsi, kabupaten, kota, yang waktunya telah diatur sedemikian rupa.

“Sehingga kalau menunggu putusan MK usai semua pada pertengahan Maret 2024, maka ada kecenderungan juga melanggar dua pasal undang-undang ini,” jelasnya yang dikutip dari laman dpr.go.id. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca