Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Himanika Unud Sukses Gelar Puncak Seminar Nasional Communication Events 2022

BALIILU Tayang

:

himanika
Puncak Seminar Nasional bertajuk Communication Events 2022. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pesatnya perkembangan zaman serta era digital belakangan ini memaksa seluruh umat manusia untuk dapat cepat beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi. Setiap individu dituntut untuk terbiasa serta mampu mengikuti derasnya arus perubahan yang ada di sekitar. Mau tidak mau, baik tua maupun muda, semuanya harus bisa menempatkan diri dengan baik di tengah itu semua.

Dengan segala perubahan yang terjadi akibat perkembangan zaman serta era digital saat ini, maka setiap orang terutama generasi muda harus memiliki berbagai kemampuan atau keunggulan yang membuatnya dapat berdiri tegak menghadapi dunia. Berbekal kemampuan serta kecakapan untuk meningkatkan kemampuan serta kualitas diri, maka setiap orang tidak akan tenggelam di tengah cepatnya perubahan yang terjadi. Hal tersebut tentu tidaklah dapat dengan mudah terjadi, sebab pasti akan ada berbagai tantangan yang menghadang segala upaya untuk meningkatkan kemampuan diri sendiri.

Berbekal dari pandangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himanika) Universitas Udayana mengadakan sebuah acara seminar nasional yang bertajuk “Self Improvement: Make Yourself Great in the Digital Era” tepat pada Sabtu, 27 Agustus 2022. Seminar ini sendiri merupakan puncak dari rangkaian acara Communication Events 2022. Bertempat di The Keranjang Bali, sebanyak 124 peserta hadir memadati lokasi acara secara langsung yang dimulai pada pukul 13.00 Wita hingga 17.00 Wita.

“Terpuruk akibat pandemi, menjadikan seminar ini sebagai jembatan untuk kembali bangkit dan bersinar dengan melakukan self-improvement,“ kata Bulan selaku Ketua Panitia COMMET 2022”. Acara Seminar Nasional Communication Events 2022 yang dibuka oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himanika) FISIP Unud. Dalam sambutannya, Adrian berharap seminar ini dapat memberikan feedback yang positif untuk seluruh pihak yang tergabung dalam acara seminar tersebut.

Baca Juga  <strong>Himanika Unud Tutup Bakti Sosial Communication Vaganza 2023</strong>

Hasil kerja keras 91 orang Panitia COMMET selama kurang lebih lima bulan ini juga nampak dalam keberhasilannya menghadirkan pembicara lokal hingga nasional yakni Putu Ayu Sada Devi Pradnyandari, S.S yang merupakan peraih Top 10 Miss Grand Indonesia 2018 dan runner up 1 ajang Jegeg Gianyar 2016 serta Dimas Danang Suryonegoro yang berprofesi sebagai aktor yang membintangi sejumlah film Tanah Air, penyiar radio, MC, dan moderator. Kehadiran dua pembicara tersebut menjadi magnet sekaligus inspirator bagi seluruh peserta yang ingin mendapatkan ilmu serta wawasan baru dengan mengikuti seminar ini.

Terbagi ke dalam dua sesi talk show, kedua pembicara baik Ayu Sada maupun Dimas Danang tidak sungkan membagikan ilmu, pandangan, serta pengalaman berharganya kepada para peserta yang memenuhi tribun ruang Kampung Langit di The Keranjang Bali. Selama 50 menit, masing-masing pembicara terlihat begitu menikmati kesempatan untuk bercerita serta meladeni beragam pertanyaan dari para peserta terkait dengan pengembangan diri pada sesi tanya jawab.

Para peserta baik dari kalangan mahasiswa Universitas Udayana, khalayak umum, maupun undangan dari organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas Udayana itu pun terlihat sangat antusias dalam mengikuti rangkaian acara seminar. Hal tersebut tercermin melalui banyaknya peserta yang ingin mengajukan pertanyaan kepada dua pembicara Seminar Nasional Communication Events.

Selain sesi talk show, terdapat pula beragam kegiatan menarik untuk semakin memeriahkan acara. Mulai dari penampilan musik instrument suling, penampilan vokal solo oleh salah satu mahasiswi Ilmu Komunikasi yakni Patricia, penayangan video Online Vacation, hingga tantangan interaktif membuat Instagram story terkreatif pun diadakan. Tidak hanya itu, acara kali ini juga sekaligus menghadirkan sesi penyerahan penghargaan kepada seluruh pemenang Lomba Mini Newspaper dan Infografis Communication Events 2022.

Baca Juga  Himanika FISIP Unud Gelar ‘’Fundraising’’ Jelang Puncak Communication Events 2022

Selain mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru, relasi, serta kesempatan bertemu dua pembicara hebat yakni Ayu Sada serta Dimas Danang, para peserta pun turut mendapatkan manfaat lain dari Seminar Nasional Communication Events tahun ini. Setiap peserta yang hadir dapat membawa pulang bingkisan berupa buku catatan serta bagi yang beruntung mendapatkan merchandise Communication Events 2022.

Dengan telah terlaksananya acara puncak Communication Events 2022 ini, diharapkan para peserta mendapatkan ilmu yang berguna untuk menjadi bekal meningkatkan kemampuan serta kapasitas diri untuk menghadapi dunia digital. Selain itu, dengan berakhirnya rangkaian acara Communication Events 2022 yang dimulai dari Lomba Newspaper dan Infografis, acara Fundraising, dan ditutup oleh seminar nasional kali ini, seluruh jerih lelah panitia Communication Events 2022 dapat terbayarkan lunas dengan kebermanfaatan bagi semua orang yang terlibat. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1692-Himpunan-Mahasiswa-Ilmu-Komunikasi-HIMANIKA-Universitas-Udayana-Sukses-Menggelar-Acara-Puncak-Seminar-Nasional-Communication-Events-COMMET-2022.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bedah Buku Seri II, KPU Bali Bahas Penataan Dapil Berbasis Data dan Keadilan Representasi

Published

on

By

KPU Bali Gelar Bedah Buku Seri II di Undiknas
BEDAH BUKU: Kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Jumat (9/10/2026). (Foto: Hms KPU Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penataan daerah pemilihan (dapil) tidak sekadar berkaitan dengan pembagian wilayah dan alokasi kursi, tetapi juga menyangkut bagaimana setiap kelompok masyarakat memperoleh keterwakilan yang adil dalam proses demokrasi. Perspektif tersebut menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Jumat (9/10/2026).

Mengangkat tema “Penataan Daerah Pemilihan Berbasis Data dan Keadilan Representasi”, kegiatan ini mengulas buku Redistricting: A Manual for Analysts, Practitioners, and Citizens karya Peter A. Morrison dan Thomas M. Bryan. Kegiatan yang diselenggarakan secara hibrida ini dihadiri oleh 72 peserta secara luring dan 400 peserta secara daring melalui Zoom Meeting.

Sebagai tuan rumah, Rektor Universitas Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN.Eng., membuka kegiatan dengan menyambut pelaksanaan bedah buku sebagai ruang pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi. Forum ini menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai penataan dapil melalui kajian ilmiah dan diskusi lintas perspektif.

Selanjutnya, Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menekankan bahwa penataan dapil harus didasarkan pada data yang akurat serta mempertimbangkan kondisi sosial, sejarah, dan budaya masyarakat. Menurutnya, penataan dapil tidak cukup hanya mengacu pada jumlah penduduk, alokasi kursi, dan batas wilayah administratif. Diperlukan pula pedoman yang jelas agar prosesnya dapat dipertanggungjawabkan, berlangsung transparan, serta meminimalkan potensi persoalan di kemudian hari.

Pentingnya data dan prinsip keadilan tersebut kemudian diperdalam oleh Anggota KPU RI, Dr. H. Idham Holik, melalui pembahasan pengalaman penataan dapil di Amerika Serikat. Penggunaan teknologi sistem informasi geografis (GIS), prinsip kesetaraan keterwakilan, dan pelibatan masyarakat menjadi sejumlah hal yang dapat dipelajari. Meski demikian, praktik dari negara lain perlu disesuaikan dengan sistem pemilu dan karakteristik wilayah Indonesia agar penerapannya tetap relevan dengan kebutuhan demokrasi nasional.

Baca Juga  <strong>Himanika Unud Tutup Bakti Sosial Communication Vaganza 2023</strong>

Perspektif penyelenggara pemilu tersebut dilengkapi dengan pandangan akademisi. Prof. Dr. I Ketut Sukawati Lanang Perbawa menyoroti pentingnya memastikan keterwakilan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok minoritas serta komunitas dengan karakteristik sosial dan budaya tertentu.

Sementara itu, Prof. Dr. Ni Wayan Widiastini menekankan perlunya tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan pemangku kepentingan lainnya. Pelibatan publik dinilai penting untuk membangun transparansi dan kepercayaan, sekaligus mencegah potensi konflik dalam proses penataan dapil. Diskusi berlangsung dengan dipandu moderator Ni Putu Sri Widiastini.

Melalui Bedah Buku Seri II ini, KPU Bali berharap pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi dapat memperkaya pemahaman serta memperkuat kesiapan menghadapi proses penataan dapil mendatang. Partisipasi ratusan peserta secara luring dan daring juga memperluas ruang diskusi mengenai pentingnya penataan dapil yang berlandaskan data dan kajian ilmiah. Dengan mengedepankan keterbukaan, kondisi geografis, serta aspek sosial dan budaya, penataan dapil diharapkan mampu mewujudkan keterwakilan yang lebih adil dan inklusif, sekaligus mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat yang diwakilinya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kemenag Buleleng Gelar Utsawa Jnananing Sad Dharma #3

Merajut Karakter Generasi Muda Hindu Lewat Seni, Budaya dan Teknologi

Loading

Published

on

By

Wabup Supriatna Buka Utsawa Jnananing Sad Dharma #3
BUKA UTSAWA: Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna berfoto bersama usai membuka puncak Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Jumat (9/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi moral dan spiritual generasi muda. Melalui Kelompok Kerja (Pokja) Penyuluh Agama Hindu, ajang puncak Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 resmi digelar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Jumat (9/10).

Kegiatan yang dirancang sebagai ruang ekspresi dan pendalaman ajaran agama Hindu ini menyuguhkan berbagai mata lomba bernafaskan seni, budaya, serta pemanfaatan teknologi digital, seperti Dharma Wacana, Dharma Gita, Cipta Lagu Religi, Puja Tri Sandhya, Geguritan, hingga lomba video pendek.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya agenda tahunan yang diinisiasi para penyuluh agama ini. Dalam sambutannya, pihaknya menyampaikan rasa bangga dan dukungan penuh terhadap langkah strategis dalam membimbing generasi penerus bangsa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Utsawa Jnananing Sad Dharma yang ketiga ini oleh kelompok penyuluh bekerja sama dengan Kementerian Agama. Ini adalah kegiatan yang sangat positif, khususnya di Kabupaten Buleleng, di mana kita memberikan kesempatan buat generasi kita untuk mendalami sisi budaya dan agama Hindu lewat berbagai lomba yang kaya filosofi serta seni budaya,” ujar Supriatna.

Pihaknya berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara rutin setiap tahunnya demi memperkuat pemahaman keagamaan generasi muda melalui sarana sastra, Dharma Gita, hingga Dharma Wacana.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, turut mengapresiasi langkah progresif para penyuluh agama Hindu di Buleleng yang mampu meleburkan diri dengan dinamika adat, seni, dan budaya lokal.

Menurutnya, Utsawa Jnananing Sad Dharma merupakan manifestasi nyata dalam membangun etika, budi pekerti, dan karakter melalui sastra agama, melalui sinergi antara Kemenag, pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan para penyuluh.

Baca Juga  Himanika FISIP Unud Gelar ‘’Fundraising’’ Jelang Puncak Communication Events 2022

Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi seremonial, tetapi konsisten menjadi cetakan lahirnya generasi muda Hindu Buleleng yang cerdas, berkarakter, moderat, dan berdaya saing global. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pasar Rakyat TP PKK Bali di Badung Libatkan 131 Pelaku Usaha, Transaksi Capai Rp 322 Juta dalam Hitungan Jam

Published

on

By

Putri Koster Hadiri Pasar Rakyat TP PKK Bali di Badung
HADIRI PASAR RAKYAT: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” di Kabupaten Badung, Jumat (9/10). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” di Kabupaten Badung, Jumat (9/10). Kegiatan yang melibatkan 131 pelaku usaha dan pedagang lokal tersebut menjadi bagian dari upaya TP PKK Provinsi Bali dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat pemberdayaan UMKM dan industri kecil dan menengah (IKM) di Bali.

Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” merupakan kelanjutan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang telah dirintis sejak periode pertama kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster. Program tersebut berawal dari Pasar Gotong-royong pada masa pandemi Covid-19 untuk membantu pemasaran produk UMKM lokal yang terdampak, kemudian berlanjut melalui kegiatan Penggak PKK.

Memasuki periode kedua kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, program tersebut kembali dilanjutkan melalui Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” yang diselenggarakan secara bergilir di kabupaten/kota se-Bali. Kegiatan ini bertujuan memperluas akses pasar bagi produk lokal, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ny. Putri Koster berharap Pasar Rakyat dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penyediaan produk kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau. Hal ini dimungkinkan karena pedagang yang dilibatkan merupakan produsen atau pedagang langsung sehingga rantai distribusi dapat diperpendek.

Selain menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, Pasar Rakyat juga dimanfaatkan sebagai wadah silaturahmi dan penguatan sinergi antara TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK kabupaten/kota se-Bali. Ny. Putri Koster mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan di Kabupaten Badung dan berharap program serupa dapat dikembangkan hingga tingkat kecamatan untuk memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Sebagai wujud kepedulian sosial, dalam kegiatan tersebut turut diserahkan bantuan kepada 100 warga kurang mampu di Kabupaten Badung. Setiap penerima memperoleh paket bantuan berupa 20 kilogram beras, dua krat telur, satu liter minyak kelapa (tandusan), serta dua paket belanja yang disediakan oleh TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK kabupaten/kota.

Baca Juga  <strong>Himanika Unud Tutup Bakti Sosial Communication Vaganza 2023</strong>

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan TP PKK Provinsi Bali dalam penyelenggaraan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi”. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 131 pelaku usaha dan pedagang, terdiri atas 39 IKM, 64 UMKM kuliner dan olahan pangan, serta 28 pelaku usaha produk pertanian. Kegiatan juga diramaikan dengan kehadiran stan Turyapada Tower dan Bali Chef Community.

Antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan. Hingga pukul 09.30 WITA, nilai transaksi penjualan tercatat telah mencapai Rp 322 juta. Rasniathi optimistis jumlah tersebut akan terus meningkat hingga kegiatan berakhir pada pukul 18.00 WITA, bahkan berpotensi melampaui capaian transaksi Pasar Rakyat yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota lainnya.

Penyelenggaraan Pasar Rakyat juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat, antara lain aksi gotong royong membersihkan kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, lomba mewarnai dan kolase tingkat TK se-Kabupaten Badung, sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber, serta kegiatan jalan santai dan senam pada sore hari.

Melalui perpaduan kegiatan pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan aktivitas kemasyarakatan, Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran TP PKK dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca