Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

HUT Ke-39 LPD Digelar 2 Desember di Puspem Badung

Prosesi Peringatan Meliputi Konsep Tri Hita Karana, Ada Launching Digitalisasi dan Pameran UMKM

Loading

BALIILU Tayang

:

bks
Ketua BKS LPD Provinsi Bali Nyoman Cendekiawan (udeng putih) didampingi Sekretaris dan Bendahara saat memberikan keterangan pers, Kamis (30/11/2023) di Denpasar. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-39 Lembaga Perkreditan Desa (LPD) akan digelar Sabtu, 2 Desember 2023 di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung. Prosesi perayaan peringatan HUT Ke-39 LPD meliputi konsep Tri Hita Karana dan juga dilaksanakan launching digitalisasi LPD dan pameran UMKM.

Hal itu dikatakan Ketua BKS LPD Provinsi Bali I Nyoman Cendekiawan saat melakukan temu media, Kamis, 30 November 2023 di Denpasar. Nyoman Cendekiawan didampingi Sekretaris I Made Pasti, Bendahara I Made Sugita dan Sekretaris II, I Ketut Suwarno.

Cendekiawan lanjut mengatakan, LPD berdiri 39 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 24 November 1984. Namun karena ada beberapa halangan puncak peringatan HUT ke-39 diundur menjadi tanggal 2 Desember 2023 dilaksanakan di Puspem Badung karena panitia HUT tahun ini giliran Kabupaten Badung. Tetapi prosesi peringatan meliputi konsep Tri Hita Karana sudah dilaksanakan sebelumnya.

‘’Kami sudah melakukan persembahyangan di Pura Puncak Mangu, ada dharma wacana dari Pandita Mpu. Selain itu kita juga melaksanakan bakti sosial pembagian sembako kepada warga Pertuni Abiansemal Badung. Untuk palemahan kita melakukan aksi bersih-bersih di Pantai Kuta, dihadiri 800 orang karyawan LPD,’’ beber Cendekiawan.

Untuk puncak acara pada Sabtu, 2 Desember ini, panitia akan membuka stand pameran UMKM binaan LPD seluruh kabupaten di Bali. Ada launching digitalisasi berupa QRIS, LPD Mobile, core banking, yang mana sebelumnya sudah diterapkan di beberapa LPD di beberapa kabupaten/kota se-Bali. Penggunaan core banking (aplikasi pelaporan, gabungan neraca dsb) sudah mencapai 600-700 unit sedangkan untuk sistem LPD mobile sudah ada 70 unit se-Bali termasuk ATM dan QRIS.

Selain itu di acara ini juga akan ada etalase barang elektronik bekerja sama dengan pengusaha besar barang elektronik. ‘‘Kebetulan setiap akhir tahun LPD ada gebyar hadiah saat laporan pertanggungjawaban. Jika sebelumnya LPD secara individu membeli hadiah, tapi sekarang kami akan fasilitasi dengan pembelian melalui aplikasi koperasi karyawan LPD, tinggal order kuantitasnya, selanjutnya kami teruskan ke pabrik sehingga dapat harga lebih murah,‘‘ ucap Cendekiawan seraya mengatakan Gebyar LPD akan berlangsung hingga Maret 2024.

Baca Juga  BKS LPD Bali Gelar Upacara "Nganyarin" di Pura Samuan Tiga

Pada kesempatan itu, Cendekiawan juga mengungkapkan hasil pertemuan pengurus BKS LPD Bali dengan Pj. Gubernur Bali SM Mahendera Jaya pada 25 November lalu. Cendekiawan mengatakan tujuan audiensi pertama memberikan ucapan selamat bertugas dan kedua memaparkan keberadaan LPD Bali.

Cendekiawan mengatakan LPD Bali sampai hari ini berjumlah 1.439 unit dengan 8.363 karyawan, dengan total aset Rp 29 triliun. ‘‘Dari data dan tren saya kira kepercayaan krama semakin meningkat kepada LPD,‘‘ ujar Cendekiawan.

Cendekiawan memaparkan, pada kesempatan pertemuan itu, Pj. Gubernur Bali memberikan arahan terkait kepemimpinan yang diibaratkan melayangan jadi kapan ditarik, kapan diberikan sehingga tidak terlalu keras ditarik – nanti putus. Jadi kaitannya LPD agar tidak terlalu keras terhadap nasabah karena mereka adalah masyarakat kita – jangan sampai ada istilah kesepekang dsb. Namun juga tidak boleh terlalu lemah, nanti bahaya. Selain itu, Pj. Gubernur juga mengarahkan kami untuk bekerja sama dengan BPD serta menyarankan untuk membentuk induk LPD, agar bisa bersaing dengan lembaga keuangan lain. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Pelemahan Permintaan Sebabkan Koreksi Harga Properti Komersial Bali Triwulan I 2026

Published

on

By

Harga Properti Bali
Infografis properti di Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Indeks Harga Properti Komersial Provinsi Bali pada triwulan I 2026 turun sebesar -5,85% (yoy) dan – 6,81% (qtq), terkontraksi dibandingkan triwulan IV 2025 yang tumbuh sebesar 0,68% (yoy) dan – 3,16% (qtq). Turunnya harga properti dipengaruhi oleh penyesuaian harga hotel sebesar -6,27% (yoy) dan ritel sewa sebesar -0,17% (yoy) di tengah peningkatan harga apartemen sewa dan perkantoran sewa, masing-masing sebesar 20,27% (yoy) dan 1,46% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa penurunan Indeks Harga Properti Komersial terutama dipengaruhi oleh koreksi harga pada segmen perhotelan seiring meningkatnya tekanan kompetisi dan tingginya sensitivitas harga wisatawan domestik.

Achris Sarwani lanjut mengatakan bahwa turunnya harga properti dipengaruhi oleh faktor seasonal dan penyesuaian harga. Hal tersebut tercermin dari Indeks Permintaan Properti Komersial Provinsi Bali pada triwulan I 2026 yang terkontraksi sebesar -9,27% (yoy), disebabkan oleh penurunan pada segmen perkantoran sewa sebesar -14,91% (yoy), apartemen sewa sebesar -5,99%, dan hotel sebesar -15,02% (yoy). Pada segmen perkantoran sewa, permintaan menurun seiring dengan perubahan preferensi penyewa pada penggunaan ruang kerja fleksibel dengan biaya yang lebih efisien. Pada segmen apartemen sewa, penyewa cenderung memilih masa tinggal yang lebih singkat dari 6-12 bulan menjadi 1-2 bulan karena tersedianya pilihan akomodasi lain seperti vila dan resort dengan fasilitas yang beragam. “Sementara itu, permintaan hotel menurun akibat ketimpangan distribusi permintaan antar pelaku usaha di tengah berkurangnya pangsa wisatawan domestik sektor pemerintahan dan wisatawan mancanegara akibat konflik geopolitik. Meski demikian, permintaan ritel sewa tumbuh 13,49% (yoy) seiring dengan masuknya gerai franchise internasional di bidang food and beverages (fnb) dan collectible and hobbies,” ujar Achris Sarwani

Baca Juga  Ciptakan SDM Unggul, BKS LPD Gandeng Unhi Denpasar

Di sisi lain, sebut Achris Sarwani, pasokan properti komersial Bali pada triwulan I 2026 tetap solid tercermin dari Indeks Pasokan Properti Komersial triwulan I 2026 yang meningkat sebesar 4,48% (yoy). Peningkatan terjadi pada segmen ritel sewa sebesar 10,74% (yoy) dan hotel sebesar 2,35% (yoy). Pada ritel sewa, peningkatan pasokan terjadi karena adanya kegiatan ekspansi oleh responden yang menyasar pada segmen ekonomi kelas atas. “Adapun pada segmen hotel, sejumlah responden hotel berbintang tetap melakukan penambahan kamar sebagai strategi jangka panjang untuk mengakomodasi prospek kunjungan wisatawan,” ucapnya.

Ke depan, kata Achris Sarwani, sebagai upaya untuk mendukung pertumbuhan properti komersial yang berkualitas, Bank Indonesia senantiasa mendorong pembiayaan perbankan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Dengan demikian, pasokan dan permintaan properti komersial dapat terjaga sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Ekonomi Bali Triwulan I 2026 Mampu Tumbuh Kuat di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Published

on

By

ekonomi bali
Infografis pertumbuhan perekonomian Bali triwulan I Tahun 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, perekonomian Bali pada Triwulan I 2026 tumbuh kuat sebesar 5,58% (yoy). Di tengah gejolak geopolitik global, ekonomi Bali mampu tumbuh positif yang menunjukkan ekonomi Bali tetap kuat dan berdaya tahan meskipun kondisi eksternal dipenuhi dengan ketidakpastian.

Perekonomian Provinsi Bali pada Triwulan I 2026 masih tinggi meskipun melambat dari triwulan sebelumnya (5,86%; yoy), sejalan dengan pola seasonal-nya. Capaian pertumbuhan ekonomi tersebut didorong pertumbuhan hampir seluruh lapangan usaha (LU). Merujuk data BPS, LU dengan pertumbuhan tertinggi masih berada pada LU Administrasi Pemerintah yang tumbuh 16,67% (yoy), diikuti LU Industri Pengolahan (8,93% yoy).

Lebih lanjut, LU Pertanian tumbuh menguat sebesar 2,36% (yoy) yang didorong peningkatan kinerja subsektor perkebunan dan peternakan. LU konstruksi juga tumbuh menguat sebesar 4,87% (yoy) didukung tingginya realisasi proyek strategis serta investasi PMA dan PMDN. Sementara itu, LU Akmamin masih tumbuh kuat sebesar 6,44% (yoy), meskipun melambat seiring periode low season dan penutupan beberapa penerbangan karena konflik Timur Tengah. Dari sisi pengeluaran, ekonomi Bali yang tumbuh kuat utamanya didukung pertumbuhan konsumsi pemerintah yang meningkat sebesar 20,28% (yoy) yang bersumber dari realisasi belanja pemerintah pusat dan daerah.

Komponen dengan pertumbuhan terbesar berikutnya adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 6,78% (yoy). Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,02% (yoy) sejalan dengan aktivitas belanja masyarakat pada momen HBKN Nyepi, Ramadan, dan Idul Fitri, disertai program potongan harga belanja dan insentif Pemerintah. Di sisi lain, ekspor luar negeri tumbuh 2,84% (yoy) melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan melambatnya ekspor jasa (kunjungan wisatawan).

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Dukung LPD Lebih Inovatif dan Solutif bagi Krama Bali

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulisnya mengatakan bahwa ke depan, Bank Indonesia memprakirakan perekonomian Bali akan meningkat pada triwulan II 2026 seiring meningkatnya kinerja pariwisata yang memasuki pola high season bersumber dari wisatawan mancanegara (utamanya India) dan wisatawan nusantara (liburan sekolah), meningkatnya kinerja pertanian seiring panen raya padi dan hortikultura, kuatnya konstruksi proyek terutama terkait pariwisata dan proyek strategis pemerintah, dan meningkatnya konsumsi rumah tangga seiring dengan HBKN Galungan-Kuningan.

“Melalui penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku ekonomi, dan stakeholders terkait, Bank Indonesia berkomitmen mendukung berbagai inovasi serta kebijakan strategis daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Bali April 2026: TPID Bali Bersinergi Menjaga Stabilitas Harga di Tengah Tensi Geopolitik Global

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi di Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 4 Mei 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada April 2026 mengalami inflasi sebesar 0,01% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan Maret sebesar 0,50% (mtm), dan lebih rendah dibandingkan inflasi nasional bulan April sebesar 0,13% (mtm). Inflasi didorong kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi, serta pergerakan harga komoditas global mendorong dinamika pergerakan inflasi secara bulanan di tengah ketersediaan sejumlah komoditas pertanian.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan menurun dari 2,81% (yoy) pada Maret 2026 menjadi 2,08% (yoy). Secara spasial, hanya 1 (satu) Kota dari 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali yang mengalami inflasi bulanan pada Maret 2026 yakni Kota Denpasar dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,19% (mtm) atau 2,51% (yoy), namun masih dalam kisaran target 2,5±1%.

Selanjutnya, Kota Singaraja mengalami deflasi bulanan sebesar -0,09% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,51% (yoy), diikuti Kabupaten Tabanan dengan deflasi bulanan sebesar -0,17% (yoy) atau inflasi tahunan sebesar 1,40% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Badung yang juga mengalami deflasi bulanan sebesar -0,17% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 1,41% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulisnya mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada April 2026 bersumber dari kenaikan harga angkutan udara, beras, minyak goreng, canang sari, dan nasi dengan lauk. Sementara itu, inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga cabai rawit, daging ayam ras, sawi hijau, buncis, dan emas perhiasan. Inflasi yang terjaga mendukung daya beli masyarakat di tengah konflik geopolitik global.

Baca Juga  Ciptakan SDM Unggul, BKS LPD Gandeng Unhi Denpasar

Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%. Ke depan, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau yang disertai potensi El Nino, potensi kenaikan harga minyak dan komoditas dunia di tengah ketidakpastian global, serta peningkatan permintaan HBKN Idul Adha dan long weekend yang berpotensi meningkatkan permintaan pangan dari sektor pariwisata.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani menegaskan, dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali senantiasa bersinergi dan berinovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali, yang difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu menjaga stabilitas pasokan, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memperkuat aspek regulasi. Strategi tersebut diimplementasikan utamanya melalui intensifikasi operasi pasar dengan kaidah 3T (tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran), penguatan kerja sama antar daerah baik intra-Bali maupun luar Bali, dan perluasan ekosistem ketahanan pangan hulu-hilir yang inklusif dengan melibatkan BUMDes, Perumda pangan, dan koperasi, yang diperkuat melalui regulasi pemanfaatan produk pangan lokal oleh pelaku usaha di daerah. Dengan langkah-langkah strategis tersebut, inflasi tahun 2026 diprakirakan terjaga dalam sasaran 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca