Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

HUT Ke-75 Ibu Megawati Soekarnoputri, Ditandai Penanaman Mangrove di Bali

BALIILU Tayang

:

de
PENANAMAN MANGROVE: Bertepatan dengan HUT Ke-49 PDI Perjuangan yang sekaligus merupakan HUT Ke-75 Presiden ke-5 Republik Indonesia dan Ketua Umum PDI Perjuangan Prof. Dr. (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri, DPP PDI Perjuangan melaksanakan penanaman mangrove di Pulau Bali. (Foto: Ist)

Buleleng, baliilu.com – Bertepatan dengan HUT Ke-49 PDI Perjuangan yang sekaligus merupakan HUT Ke-75 Presiden ke-5 Republik Indonesia dan Ketua Umum PDI Perjuangan Prof. Dr. (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan melaksanakan penanaman mangrove di Pulau Bali.

Penanaman mangrove total sebanyak 21 ribu pohon, dipimpin Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali yang sekaligus menjadi Gubernur Bali Wayan Koster di Pantai Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng dan diikuti secara serentak oleh seluruh kader PDI Perjuangan di Provinsi Bali, pada Minggu (Redite Wage, Uye) 23 Januari 2022.

Penanaman mangrove di Pantai Banyuwedang turut juga dihadiri oleh Ny. Putri Suastini Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, anggota DPR-RI Nyoman Parta, Ketua DPC PDIP Kabupaten Buleleng Putu Agus Suradnyana, Ketua DPC PDIP Kabupaten Karangasem I Gede Dana, Ketua DPC PDIP Kabupaten Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Ketua DPC PDIP Kabupaten Gianyar  Made Agus Mahayastra, Anggota Legislatif, Struktural Partai dari DPP, DPD, DPC, PAC, Ranting, Anak Ranting, hingga Satgas PDI Perjuangan, dan Forum Peduli Mangrove dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam sambutannya mengatakan, hari ini bertepatan dengan HUT Ketua Umum PDIP, Ibu Megawati Soekarnoputri yang merupakan Putri Bung Karno dan Presiden Ke-5 Republik Indonesia. “Kita doakan beliau, agar Ibu Megawati Soekarnoputri terus diberikan karunia kesehatan, umur panjang, dan juga kepemimpinannya terus menginspirasi kita, termasuk apa yang kita lakukan pagi ini penuh dengan semangat,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Baca Juga  Presiden: Rehabilitasi Mangrove akan Terus Kita Lakukan

Dalam pidatonya, Hasto Kristiyanto menegaskan Ibu Megawati Soekarnoputri dalam merawat pertiwi, di dalam mencintai lingkungan hidup, di dalam menjabarkan konsepsi Tri Hita Karana sangatlah serius, karena disana ada makna manusia akan bahagia dalam keseimbangan dengan Sang Pencipta hingga seluruh isi alam raya-nya.

“Jadi dari Bali, kita belajar merawat pertiwi. Dari Bali, kita pula belajar bagaimana pohon-pohon itu dirawat, yang mana kita punya tradisi leluhur, ketika kita mau memotong pohon pun, itu ada upacaranya. Karena menghilangkan satu pohon, sama dengan menghilangkan sumber oksigen. Maka keseimbangan pemahaman terhadap lingkungan yang digelorakan oleh PDI Perjuangan telah menjadi kultur partai, karena Bung Karno serta Ibu Megawati Soekarnoputri juga memiliki jiwa mencintai tanaman,” ujarnya yang disambut tepuk tangan seraya menceritakan saya pernah jalan dan ditunjukkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri tentang tanaman kesukaannya, yang mana tiba-tiba tanaman kesukaan beliau dahannya patah, lalu apa yang dilakukan oleh Ibu Mega? Demi rasa cintanya, beliau sepertinya berdialog dengan tanaman itu dan mencari semacam gips untuk menyambung dahan tanaman yang patah tersebut. Kemudian diikat, diberikan gips, sehingga tanaman ini bisa tersambung kembali. Hasto Kristiyanto juga menceritakan Ibu Megawati Soekarnoputri sangat peduli dengan laut, sehingga ketika ada botol air minum kemasan tidak terpakai, Ibu Mega memanfaatkannya untuk pembenihan pohon, alasannya karena Ibu Mega tidak ingin laut sebagai tempat pembuangan sampah raksasa.

Sebelumnya, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Wayan Koster dalam pidatonya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto karena telah berkenan hadir dalam acara penanaman mangrove yang merupakan rangkaian dari HUT Ke-49 PDI Perjuangan, sekaligus merupakan HUT Ke-75 Presiden ke-5 Republik Indonesia dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Prof. Dr. (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka Ekowisata Mangrove

Wayan Koster dihadapan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto melaporkan penanaman mangrove ini dilakukan berkat gagasan sekaligus kecintaan Ibu Megawati Soekarnoputri terhadap tanaman dan pengabdiannya di dalam merawat pertiwi.

Untuk penanaman mangrove di Provinsi Bali, kata Wayan Koster dilaksanakan secara serentak di 4 kabupaten dan 1 kota di Bali, yaitu: 1) Kabupaten Buleleng; 2) Kabupaten Jembrana; 3) Kabupaten Badung; dan 4) Kabupaten Klungkung yang totalnya mencapai 21 ribu bibit mangrove. Sedangkan Kota Denpasar dilakukan penanaman cemara udang sebanyak 500 bibit.

“Ini baru pertama kali kita melakukan penanaman mangrove sebagai kepedulian kita terhadap banyaknya lahan yang sudah digunduli oleh sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab dengan mencabut tanaman mangrove di wilayah yang luasnya mencapai 30 hektar. Sebanyak 21 bibit mangrove yang ditanam di Bali merupakan sumbangan dari Forum Peduli Mangrove (dimana untuk Kabupaten Buleleng bibit mangrove yang ditanam sebanyak 15 ribu, red). Kemudian kegiatan ini bisa terlaksana juga berkat adanya bantuan dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali,” jelas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini seraya mengatakan kita akan kembali melanjutkan penanaman mangrove pada hari-hari ke depan, supaya seluruh kawasan yang gundul seluas 30 hektar, semuanya tuntas ditanami mangrove yang dipelopori oleh PDI Perjuangan beserta seluruh komponen masyarakat. Jadi partai ini hadir tidak saja saat pemilu, tapi hadir juga untuk menyelesaikan masalah kemasyarakatan, bangsa, dan terutama sekali berkaitan dengan penghijauan secara nasional. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Gedong Kirtya Gelar Pameran Kawisesan, Kenalkan Warisan Pengetahuan Leluhur Bali

Published

on

By

Pameran Kawisesan di Museum Sunda Ketjil
PAMERAN: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng melalui UPTD Gedong Kirtya menggelar Pameran Kawisesan bertema “Kawisesan Pinaka Tetamian Budaya Bali” di Museum Sunda Ketjil, Pelabuhan Buleleng, Selasa (20/10). Pameran yang dibuka oleh Kepala Disbudpar Buleleng, Nyoman Wisandika, ini berlangsung pada 20–26 Oktober 2026 sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan pengetahuan leluhur Bali kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Nyoman Wisandika menyampaikan bahwa kawisesan merupakan bagian dari kekayaan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan ini berkaitan dengan tradisi sastra, lontar, pengobatan tradisional, hingga aspek spiritual yang perlu dipahami secara bijak dan tidak selalu dipandang dari sisi negatif.

“Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal, mempelajari, serta memahami warisan leluhur yang kita miliki dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, museum memiliki peran penting dalam mempublikasikan koleksi melalui pendekatan edutainment, yaitu memadukan edukasi dan hiburan agar menjadi sarana pembelajaran budaya yang menyenangkan, khususnya bagi generasi muda.

Sementara itu, Kepala UPTD Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan pengetahuan kawisesan yang tersurat dalam koleksi lontar Gedong Kirtya, di antaranya Lontar Pengiwa, Pengujanan, Penerangan, Pematuh Agung, Ukuring Keris, Pakakas, dan Piwelas.

Menurutnya, pameran ini merupakan bagian dari upaya penguatan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Melalui penyajian informasi yang menarik, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai kawisesan sebagai bagian dari kearifan lokal dan warisan intelektual masyarakat Bali.

Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum dengan jam kunjungan pagi pukul 08.00–13.00 Wita dan malam pukul 17.00–22.00 Wita. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Bali sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur. (gs/bi)

Baca Juga  Webinar DBON di Bali, Atal S Depari: Wartawan Olahraga Punya Tanggung Jawab Gemakan DBON

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Evaluasi Progres APBD 2026, Bupati Badung Minta Perangkat Daerah Fokus Solusi Isu Strategis, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

Published

on

By

Rapat Evaluasi APBD Badung 2026
RAPAT EVALUASI: Bupati Adi Arnawa didampingi Sekda Surya Suamba dan Asisten II Made Agus Aryawan saat rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Kertha Gosana, Puspem Badung, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan agar seluruh jajaran perangkat daerah tidak sekadar mengejar angka realisasi anggaran secara administratif. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut harus mampu menyentuh langsung dan menuntaskan berbagai isu strategis yang dihadapi oleh masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Wayan Adi Arnawa seusai memimpin rapat Evaluasi Progres dan Hasil Pengendalian Program/Kegiatan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 Periode Januari – September 2026. Rapat kerja ini berlangsung di Ruang Rapat Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Selasa (20/10). Kegiatan evaluasi ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Badung IB Surya Suamba, seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, serta Camat se-Kabupaten Badung.

Berdasarkan paparan dalam rapat, realisasi penerbitan Surat Perintah Pembayaran (SPD) pada triwulan ketiga tahun 2026 tercatat cukup baik dengan capaian 89,23%. Kendati mengapresiasi capaian kuantitatif tersebut, Bupati mengingatkan bahwa kualitas dan dampak langsung program kerja jauh lebih krusial.

“Jangan hanya disuguhkan pada angka-angka realisasi seperti sekarang ini, tetapi nyatanya beberapa isu tidak tersentuh. Kita bergerak untuk mengatasi isu, bukan hanya membuat kegiatan yang sekadar mengulang apa yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” tegas Adi Arnawa.

Bupati juga membeberkan sejumlah isu strategis mendasar yang kini menjadi atensi utama Pemkab Badung demi mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Isu-isu prioritas tersebut meliputi penanganan kemacetan lalu lintas, pemenuhan akses air bersih, pengelolaan sampah, pengendalian alih fungsi lahan, hingga penanganan kriminalitas dan keamanan daerah.

Menurutnya, arah kebijakan pemerintah daerah sudah sangat jelas. Karena itu, dibutuhkan kepekaan serta pemahaman mendalam dari seluruh aparatur untuk merespons persoalan riil di lapangan. Ia meyakini, penanganan optimal pada isu dasar ini otomatis akan menaikkan kualitas daerah sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga  Saat Presiden Jokowi Ajak Wartawan Berteduh di Tempat VVIP Tahura

Untuk mengawal jalannya instruksi ini, Bupati Adi Arnawa memerintahkan Sekda beserta para Asisten Setda Badung untuk melakukan pemantauan dan evaluasi komprehensif. Hasil evaluasi ini wajib menjadi landasan utama dalam penyusunan APBD 2026 berjalan hingga perancangan APBD 2027 mendatang, agar alokasi anggaran benar-benar berfungsi sebagai pemecah masalah (problem solver).

“Untuk apa kita membuat kegiatan anggaran di dalam APBD di dalam tahun berikutnya ternyata tidak menyelesaikan masalah. Tujuannya kita kan menyelesaikan masalah,” tegasnya kembali.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung, I Made Agus Aryawan, menjelaskan bahwa evaluasi ini mencakup progres pengadaan barang/jasa, pelaksanaan fisik, hingga realisasi keuangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh capaian kinerja selaras dengan target serta anggaran kas yang telah ditetapkan.

“Selanjutnya kami mohon arahan Bapak Bupati terkait dengan terkait dengan identifikasi dan evaluasi deviasi fisik dan keuangan. selanjutnya langkah-langkah pemenuhan deviasi fisik dan deviasi keuangan. Serta pada bulan November kami agendakan untuk kunjungan kerja di triwulan keempat untuk melihat langsung progres di lapangan. Sebagai laporan, tim pengadaan pembangunan secara rutin sudah melakukan monitoring dan pengawasan lapangan, terutama terhadap program dan kegiatan strategis yang menjadi prioritas Pemkab. Badung,” papar I Made Agus Aryawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua TP PKK Badung Serahkan Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba

Published

on

By

Bantuan Sarana Budidaya Lele di Darmasaba
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Dinas Perikanan Kabupaten Badung mengembangkan program Kampung Lele di Desa Darmasaba untuk mendukung pengembangan potensi perikanan budidaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Program ini disinergikan dengan program BERLIAN (Beternak Lele untuk Kemandirian dan Nutrisi Anak) guna mendorong pertumbuhan ekonomi warga serta memenuhi gizi anak.

Sebagai bentuk dukungan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyerahkan bantuan sarana budidaya ikan lele kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Utama di Banjar Menesa, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (20/10). Penyerahan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan mengoptimalkan potensi desa.

Dalam arahannya, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa budidaya ikan lele memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan keluarga. “Melalui bantuan sarana budidaya ikan lele ini, kami berharap kelompok pembudidaya dapat semakin produktif dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Potensi lokal yang dimiliki desa perlu terus dioptimalkan agar dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemkab Badung, Pemerintah Desa Darmasaba, dan Pokdakan dalam menjalankan program Kampung Lele yang terintegrasi dengan program BERLIAN. “Program BERLIAN tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui usaha budidaya ikan lele, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. Kami berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi contoh pemanfaatan potensi desa yang produktif,” tambahnya.

Sementara itu, Perbekel Darmasaba Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba mengucapkan terima kasih atas bantuan yang dinilai membuka peluang kerja baru tersebut. Ia menjelaskan, pembudidaya setempat juga melakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah daging tidak terpakai sebagai bahan pakan mandiri untuk menekan biaya produksi.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka Ekowisata Mangrove

Pihaknya berharap dukungan pemerintah ke depan dapat mencakup bantuan peralatan pembuatan pakan serta koordinasi dengan sektor koperasi dan perindustrian. Hal ini penting agar pengembangan Kampung Lele mencakup seluruh rantai usaha dari budidaya, pasca panen, hingga pemasaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Perikanan Badung Nyoman Suardana, Pengurus TP PKK Kabupaten Badung, perwakilan Kecamatan Abiansemal, TP PKK dan kader Posyandu Desa Darmasaba, serta jajaran terkait lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca