Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

I Ketut Kariasa Adnyana Desak Kajian dan Koordinasi Matang Sekolah Rakyat

BALIILU Tayang

:

Ketut Kariasa
Anggota Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariasa Adnyana dalam agenda Rapat Kerja Komisi VIII dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2025). (Foto : dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto menuai perhatian serius dari Komisi VIII DPR RI. Menanggapi, Anggota Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariasa Adnyana, menyoroti soal belum adanya persetujuan anggaran dari parlemen terkait program tersebut, serta potensi risiko keberlanjutan akibat skema pembiayaan dan regulasi yang belum jelas.

Demikian hal tersebut disampaikan dirinya dalam agenda Rapat Kerja Komisi VIII dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Program yang berada di bawah Kementerian Sosial ini diketahui hingga kini memasuki tahap survei dan persiapan infrastruktur, namun belum memperoleh persetujuan Komisi VIII DPR secara formal mengenai anggaran operasionalnya.

“Program ini sangat bagus dan kami setuju dengan tujuannya tapi jangan sampai karena belum ada persetujuan anggaran dari DPR, lalu jalan duluan. Itu tidak sesuai dengan tata cara penganggaran negara,” ujar Ketut.

Perlu diketahui, Sekolah Rakyat adalah sekolah berasrama gratis yang ditujukan bagi anak-anak miskin ekstrem, khususnya dari desil 1 dan 2 menurut data DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional). Program ini mencakup pendidikan menyeluruh, mulai dari kebutuhan dasar, pendidikan formal, hingga pengembangan karakter.

Walaupun begitu, Ketut mengingatkan bahwa biaya pendidikan per siswa dalam program Sekolah Rakyat yang bisa mencapai Rp 48 juta per tahun ini merupakan sebuah angka yang besar dalam konteks anggaran sosial. “Dengan hampir 28 juta penduduk miskin, program ini hanya bisa menjangkau sebagian sangat kecil. Kalau tidak ada regulasi yang mengikat, jangan sampai berhenti di tengah jalan karena beban biaya yang tinggi,” terangnya.

Belajar dari Pengalaman Serupa

Baca Juga  53 Sekolah Rakyat Segera Hadir, Pemerintah Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Kurikulum

Ketut membandingkan dengan pengalaman di masa lalu, seperti sekolah rakyat yang pernah dijalankan oleh perusahaan PT Sampoerna di Bali. Meskipun output-nya sangat positif—menurunkan kemiskinan dan menaikkan angka partisipasi pendidikan— akan tetapi, berdasarkan pengamatannya, program tersebut akhirnya diserahkan ke pemerintah daerah karena PT Sampoerna tidak sanggup membiayai secara berkelanjutan.

“Di Bali saja yang pertumbuhan ekonominya cukup baik, pemda juga kelabakan ketika harus mengambil alih sekolah itu. Ini jadi pelajaran bahwa Sekolah Rakyat harus dipikirkan betul keberlanjutannya dan jangan hanya dibebankan ke satu-dua pihak,” kata Ketut.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menegaskan, harus ada koordinasi intensif antar-instansi dan dengan pemerintah daerah. Sebab, program Sekolah Rakyat melibatkan banyak kementerian—termasuk Kementerian PU untuk infrastruktur dan Kementerian Sosial untuk operasional.

Ia juga mengingatkan agar keberadaan Sekolah Rakyat tidak mengganggu fungsi Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau sentra sosial yang selama ini menjalankan tugas penanggulangan kemiskinan dan layanan disabilitas. “Jangan sampai balai sosial yang bagus malah dialihfungsikan secara mendadak untuk program ini tanpa persiapan. Ini bisa menciptakan konflik dan mencoreng niat baik program tersebut,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ketut menekankan pentingnya regulasi yang kuat agar program ini tidak hanya bergantung pada anggaran negara, tetapi juga membuka ruang bagi keterlibatan swasta secara terstruktur. Oleh karena itu, ia mengusulkan agar ke depan dilakukan kajian dampak secara menyeluruh serta uji coba di berbagai daerah dengan pendekatan kolaboratif.

“Kalau ini hanya mengatasi kemiskinan di satu kecamatan saja, tidak akan menyentuh akar masalah. Harus ada pemerataan, dan program harus dikawal dari sisi hukum dan anggaran,” pungkas legislator Fraksi PDI-Perjuangan itu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Ditemukan Jukung Dalam Keadaan Kosong, Dicurigai Asmuri Jatuh ke Laut

Published

on

By

Tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian nelayan yang diduga terjatuh ke laut di Perairan Pantai Medewi, Jembrana.
PENCARIAN: Tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang diduga terjatuh saat melaut di Perairan Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Hms SAR)

Jembrana, baliilu.com – Tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang diduga terjatuh saat melaut di Perairan Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Sabtu (1/8/2026). Korban diketahui bernama Asmuri (43), warga Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian pada Sabtu (1/8/2026) pukul 05.45 Wita dari Polairud Polres Jembrana. Berdasarkan kronologinya, korban melaut seorang diri dengan menggunakan jukung sejak hari Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Keesokan harinya ada seorang nelayan yang melihat sebuah jukung terombang-ambing tanpa awak di sekitar 100 meter arah selatan bibir pantai pada pukul 00.00 Wita. Dugaan sementara, korban terjatuh ke laut saat melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Operator Komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera berkoordinasi dengan Polairud Polres Jembrana dan Kelompok Nelayan Pantai Medewi guna memperoleh informasi awal serta menyiapkan langkah-langkah pencarian.

Pada pukul 06.05 Wita, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana yang terdiri dari tujuh personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, segera diaksanakan briefing untuk menentukan strategi operasi pencarian.

Langkah awal, diturunkan 1 unit rubber boat dari Pantai Yeh Sumbul. “Satu unit rubber boat yang diawaki 3 personel memulai pencarian pada pukul 07.20 Wita,” terang I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi dugaan korban terjatuh. Setelah melakukan pencarian selama lebih dari dua jam, mereka kembali merapat dengan hasil nihil.

Operasi kemudian dilanjutkan melalui penyisiran darat seputaran kawasan pantai, dari Pantai Yeh Sumbul ke arah barat sejauh kurang lebih dua kilometer. Koordinasi juga diupayakan dengan wisatawan dan masyarakat sekitar untuk menggali informasi terkait keberadaan korban. Penyisiran berakhir pada pukul 10.41 Wita dan tak juga menemukan titik terang.

Baca Juga  Presiden Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat untuk Perluas Akses Pendidikan

SRU darat kembali bergerak pada pukul 14.20 Wita ke arah barat yang dipadukan dengan pemantauan udara menggunakan drone thermal di sekitar kawasan Pantai Yeh Sumbul. Usaha tim SAR gabungan melalui pantauan udara tidak juga menemukan petunjuk keberadaan korban. Selanjutnya, kurang lebih pukul 15.25 Wita, tim SAR gabungan kembali ke titik awal.

Selama berlangsungnya operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Babinsa Medewi, Bhabinkamtibmas Medewi, Polres Jembrana (Satsamapta), Polairud Polres Jembrana, Polsek Pekutatan, Brimob Kompi C Gilimanuk, Potensi SAR 115, Pos TNI AL Pengambengan, Ditpolair Polda Bali, BPBD Kabupaten Jembrana, PMI Kabupaten Jembrana, serta unsur terkait lainnya.

Hingga pencarian hari pertama berakhir, korban belum ditemukan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan bahwa operasi pencarian dilaksanakan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang tersedia serta melibatkan berbagai unsur SAR gabungan.

Tim SAR gabungan akan melanjutkan kembali pencarian pagi ini, dengan memperluas area penyisiran dan mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat serta masyarakat pesisir di sekitar lokasi kejadian. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Peringatan Hari Tumpek Krulut, Gubernur Bali Sapa Kaum Muda di Kedai Tangkil Tabanan

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster berkumpul bersama kaum muda Agata di Kedai Kopi Tangkil, Tabanan, saat perayaan Tumpek Krulut.
BERSAMA AGATA: Gubernur Bali Wayan Koster saat berkumpul dan menghabiskan waktu sejenak bersama kaum muda Agata (Anak Gaul Tabanan), di Kedai Kopi Tangkil, Tabanan, Sabtu (1/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Tabanan, baliilu.com – Setelah menyambangi Babi Guling Pande Bongol, Bangli dan ⁠Nasi Pindang Dadong Rintin di Gianyar, Gubernur Bali Wayan Koster disambut Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga di Kedai Kopi Tangkil, Tabanan, Sabtu (1/8).

Gubernur Bali Wayan Koster pada kesempatan ini menyampaikan apresiasi kepada warga, khususnya kaum muda yang berani membuka lapangan pekerjaan bagi sesama temannya, dengan cara aktif bergeliat pada kegiatan UMKM, seperti yang dilakukan oleh Ida Bagus Made Ariyoga.

Kedai Tangkil, menjadi salah satu dari 15 UMKM se-Bali sebagai tempat untuk berbagi kasih sayang dengan seluruh masyarakat serangkaian perayaan rahina Tumpek Krulut yang jatuh pada Saniscara Kliwon Landep hari ini.

Pada kesempatan ini, Gubernur Wayan Koster menyampaikan bahwa pihaknya hari ini (Sabtu, 1 Agustus 2026) meluangkan waktu untuk mengunjungi kuliner (makanan khas Bali dan kedai kopi).

Kesempatan ini digunakan sebagai momentum untuk bertemu, bersilaturahmi dan berbagi kasih sayang dengan anak-anak muda. Selain itu, pemilik kuliner dan minuman masa kini ini sudah menjadi penghidup UMKM di Bali, yang memberi dampak positif terhadap sesamanya, terutama dalam hal membuka lapangan pekerjaan dan menyiapkan tempat berkumpulnya pemuda, yang menyediakan kopi makanan ringan sebagai peneman nongkrong.

“Jadi mereka tidak mungkin mabuk dan membuat keonaran. Dari segi keamanan juga memberikan efek positif,” tegas Gubernur Wayan Koster.

Rancang Regulasi Tiap Jumat Nikmati Kuliner Lokal Bali Guna Hidupkan UMKM

Untuk ke depan, Gubernur Bali Wayan Koster berencana akan mengeluarkan Surat Edaran untuk Aparatur Sipil Negara agar rutin setiap hari Jumat turun ke kuliner lokal menikmati makanan dan produk kerajinan lokal, dalam rangka menggerakkan perekonomian (UMKM, Koperasi dan usaha kecil lainnya) lokal.

Baca Juga  Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia, Presiden Prabowo: Langkah Terobosan, Langkah Berani

“Selalu ingat laksanakan dengan konsisten nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan oleh penglingsir kita, yakni Sat Kerthi (Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Bhuwana Kerthi, Jnana Kerthi dan Jagat Kerthi). Ini adalah nilai-nilai kehidupan yang luar biasa dibutuhkan sepanjang dunia ini ada, dan akan tetap ada sepanjang kita hidup di atas bumi, untuk dapat tumbuh berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan,” ungkap Gubernur Koster.

Pemilik Kedai Tangkil Senang Dipilih

Pemilik Kedai Tangkil, Ida Bagus Made Ariyoga merasa sangat bahagia karena pihaknya dipilih menjadi salah satu lokasi tempat berbaginya kasih sayang Gubernur Bali kepada masyarakat Kabupaten Tabanan, di hari Tumpek Krulut ini.

Pihaknya berharap agar kegiatan seperti ini memberikan dampak baik kepada semua elemen, baik itu UMKM agar bisa semakin berkembang dengan perhatian pemerintah, masyarakat juga mendapatkan dampak baiknya karena ditraktir oleh Gubernur Bali. “Saya sangat berterima kasih kepada Gubernur Bali, yang selalu berupaya memberikan perhatian kepada UMKM Bali, sebagai pelaku usaha UMKM, saya sangat merasa terayomi. Dan tentu saya sebagai salah satu warga Kabupaten Tabanan sangat mendukung program dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali era baru,” ungkapnya.

Sesaat setelah berkumpul dan menghabiskan waktu sejenak bersama kaum muda Agata (Anak Gaul Tabanan), Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan melaksanakan peninjauan cek kesehatan gratis, di lapangan Dangin Carik, Tabanan. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bagian dari menebarkan kasih sayang kepada warga.

Cek Kesehatan Gratis ini juga dilaksanakan di seluruh Bali, yang bertujuan memberikan kesempatan kepada warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. (gs/bi)

Baca Juga  Presiden Prabowo: Sekolah Rakyat adalah Keberanian Negara Ubah Nasib Anak Bangsa

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pengusaha Kadin Apresiasi Pemerintah Gelontorkan Rp 1.000 Triliun untuk Pembangunan

Published

on

By

Ketua Umum Gapensi Andi Rukman N. Karumpa menyampaikan laporan saat pertemuan Presiden Prabowo dengan pengusaha Kadin di Istana Negara.
SAMPAIKAN LAPORAN: Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Andi Rukman N. Karumpa menyampaikan laporannya saat pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Sektor jasa konstruksi menjadi salah satu bidang yang merasakan manfaat dari berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Andi Rukman N. Karumpa, saat pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026.

Andi Rukman, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Jasa Konstruksi Indonesia, menyampaikan apresiasi atas komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat pembangunan nasional dengan menggelontorkan Rp 1.000 triliun untuk pembangunan. Menurutnya, berbagai program prioritas pemerintah telah memberikan optimisme sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha jasa konstruksi di seluruh Indonesia.

“Bapak telah mampu menavigasikan negara yang sungguh sangat baik khusus di bidang konstruksi. Bapak telah menggelontorkan seribu triliun lebih untuk dana infrastruktur. Merah putih, dapur, cetak sawah, kampung nelayan, sekolah rakyat, irigasi, dan luar biasa,” ujar Andi Rukman.

Selain besarnya alokasi dana untuk pembangunan, Andi Rukman juga mengapresiasi terbitnya Peraturan Presiden Nomor 46 yang dinilainya menjadi terobosan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor jasa konstruksi. Menurutnya, regulasi tersebut memberikan kesempatan yang lebih luas bagi UMKM untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan proyek pemerintah melalui mekanisme penunjukan langsung untuk pekerjaan dengan nilai hingga Rp 400 juta.

“Bapak Presiden telah membuatkan kami Perpres 46 di mana belum ada Presiden sebelumnya membuat perpres ini, yakni penunjukkan langsung kepada UMKM 0 sampai 400 juta Bapak Presiden,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Andi Rukman menilai program revitalisasi fasilitas pendidikan dan kesehatan yang dijalankan pemerintah turut memberikan dampak positif. Ia menyebut ribuan sekolah dan puskesmas telah menjadi sasaran revitalisasi, sehingga meningkatkan kualitas layanan publik.

Baca Juga  Sekolah Rakyat Berasrama Siap Dibangun, Wujud Komitmen Pemerintah untuk Pemerataan Akses Pendidikan

“Pekerjaan proyek revitalisasi pendidikan dan Kesehatan. Ribuan sekolah telah diperbaiki, puskesmas,” pungkas Andi Rukman.

Apresiasi tersebut mencerminkan dukungan dunia usaha terhadap arah pembangunan yang dijalankan pemerintah. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan semakin mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat daya saing nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca