Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ibu Putri Koster Jadikan Pasar Rakyat sebagai Gerakan Ekonomi dan Perubahan Perilaku

Ajak Masyarakat Bali Berbelanja, Berbagi, dan Mengubah Mindset

Loading

BALIILU Tayang

:

pasar rakyat
HADIRI PASAR RAKYAT: Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster saat menghadiri Pasar Rakyat "Masyarakat Berbelanja dan Berbagi" yang digelar di Alun-alun Kota Bangli, Rabu (8/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Pasar Rakyat “Masyarakat Berbelanja dan Berbagi” yang digelar di Alun-alun Kota Bangli, Rabu (8/7), bukan sekadar ruang transaksi antara penjual dan pembeli. Di balik antusiasme masyarakat memborong hasil pertanian, hasil peternakan, produk kuliner, hingga produk UMKM, tersimpan sebuah gerakan yang digagas Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus membangun perubahan perilaku masyarakat Bali.

Di hadapan para Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali, jajaran pemerintah daerah, pelaku UMKM, petani, peternak, dan masyarakat, Putri Koster mengisahkan bahwa program tersebut lahir dari sebuah gagasan sederhana saat memimpin TP PKK Provinsi Bali periode 2018–2023. Ia menginginkan seluruh pengurus PKK se-Bali memiliki wadah untuk berkumpul secara rutin, namun bukan sekadar pertemuan seremonial.

“Lalu tiang punya ide, bagaimana kalau seperti arisan, tetapi bentuknya adalah Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi. Jadi setiap bulannya kami keliling,” ungkapnya.

Berangkat dari gagasan tersebut, kegiatan Pasar Rakyat kini terus bergulir dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya dengan dukungan Pemerintah Provinsi Bali melalui TP PKK Provinsi Bali. Menurut Putri Koster, dukungan anggaran sekitar Rp 200 juta pada setiap penyelenggaraan terbukti mampu memicu perputaran ekonomi masyarakat yang jauh lebih besar.

“Dengan modal yang kita keluarkan rata-rata Rp 200 juta, semoga hasil penjualan para produsen, baik kuliner, pertanian maupun IKM, bisa jauh di atas Rp 200 juta. Selama ini bahkan ada yang mencapai Rp 500 juta, Rp 600 juta hingga Rp 800 juta,” ujarnya.

Namun, menurut Putri Koster, nilai transaksi bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting adalah mempertemukan masyarakat dengan para produsen secara langsung sehingga hasil pertanian, peternakan, dan produk lokal memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik, sekaligus memperkuat semangat gotong-royong seluruh pengurus PKK dalam menggerakkan ekonomi rakyat.

Baca Juga  Dirut BPD Bali Dukung Langkah Orisinil dan Cerdas Ny. Putri Koster Promosikan Wastra Bali di Kota Mode Paris

Selain berbelanja, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi berbagi kepada masyarakat. Sebanyak 100 warga menerima bantuan berupa paket kebutuhan pokok serta berbagai produk yang dibeli langsung oleh para pengurus TP PKK dari stan-stan pedagang di lokasi kegiatan. Menurut Putri Koster, konsep “Berbelanja dan Berbagi” merupakan wujud nyata kepedulian sekaligus dukungan terhadap para pelaku usaha lokal.

“Belanjaannya tidak kami bawa pulang. Dari dana yang dimiliki PKK, kami berbagi. Kami membeli langsung produk para pedagang di sini agar manfaatnya kembali kepada masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Putri Koster juga mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan menggunakan produk lokal Bali. Menurutnya, hasil pertanian, peternakan, maupun perikanan Bali memiliki kualitas yang sangat baik sehingga sudah seharusnya menjadi pilihan utama masyarakat Bali.

“Apa yang dihasilkan di Bali sebaiknya dinikmati semaksimalnya untuk Bali. Kekurangannya barulah kita datangkan dari luar. Jangan sampai terbalik, apa yang kita hasilkan di Bali justru kita jual keluar, lalu kita dengan bangga membeli produk dari luar,” tegasnya.

Di tengah upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan, Putri Koster juga menyampaikan pesan yang menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bali, yakni pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam pengelolaan sampah. Ia menegaskan bahwa Bali sedang bergerak meninggalkan kebiasaan membuang sampah menuju budaya pengelolaan sampah berbasis sumber sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019.

“Mari Bali mulai dari sekarang mengubah mindset. Sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita sendiri. Pemerintah tugasnya membuat kebijakan, membuat aturan, dan menegakkan aturan. Dengan demikian barulah semuanya menjadi tertib,” ujarnya.

Ia optimistis perubahan tersebut dapat terwujud apabila pemerintah dan masyarakat berjalan bersama. Menurutnya, sebaik apa pun regulasi yang dibuat pemerintah tidak akan bermakna tanpa partisipasi aktif masyarakat dalam melaksanakannya.

Baca Juga  Ultah Ke-47 IWAPI, Ny. Putri Koster Ajak Anggota IWAPI Saling Dukung Bantu Pemerintah Gerakkan Perekonomian

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Bangli sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, Pasar Rakyat menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi unggulan Bangli, khususnya sektor pertanian dan peternakan.

Ia menjelaskan, Kabupaten Bangli merupakan penghasil telur terbesar di Provinsi Bali sekaligus satu-satunya daerah di Bali yang memproduksi telur Omega-3. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap produk-produk unggulan Bangli semakin dikenal dan mampu diserap oleh seluruh kabupaten/kota di Bali.

Pasar Rakyat kali ini diikuti oleh 27 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), 65 pelaku UMKM, serta 17 pelaku usaha sektor pertanian. Hingga pukul 10.00 WITA, nilai transaksi yang tercatat telah menembus lebih dari Rp217 juta dan diperkirakan terus bertambah seiring tingginya antusiasme masyarakat hingga penutupan kegiatan pada sore hari.

“Kami berharap seluruh masyarakat Bangli datang berbelanja agar kita bersama-sama membantu UMKM, IKM, petani, dan peternak yang ada di Kabupaten Bangli,” ujar Sariasih Sedana Arta.

Melalui Pasar Rakyat “Masyarakat Berbelanja dan Berbagi”, Putri Koster kembali menegaskan bahwa TP PKK bukan sekadar organisasi pendamping program pemerintah, melainkan motor penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat. Mulai dari menguatkan ekonomi keluarga, menumbuhkan kecintaan terhadap produk lokal, hingga membangun budaya hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat tidak cukup dibangun melalui kebijakan semata, tetapi juga melalui perubahan perilaku yang dimulai dari keluarga.

Turut mendampingi Putri Koster, Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Bangli Wayan Diar, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Suciati Diar, jajaran Pemerintah Kabupaten Bangli, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali, para pelaku UMKM, IKM, petani, peternak, serta ratusan masyarakat yang memadati area Pasar Rakyat. (gs/bi)

Baca Juga  Ny. Putri Koster Ajak Masyarakat Satukan Mindset “Sampah adalah Tanggung Jawab Bersama”

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Dukung Kuta Beach Festival 2026, Pemkab Badung Matangkan Penataan Infrastruktur Kuta

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa dan Ketua DPRD Hadiri Kuta Beach Festival 2026
HADIRI KBF 2026: Bupati Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Gusti Anom Gumanti saat hadiri Kuta Beach Festival (KBF) 2026 di Halfway Pantai Kuta, Sabtu (10/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti mengapresiasi gelaran Kuta Beach Festival (KBF) 2026 di Halfway Pantai Kuta, Sabtu (10/10). Apresiasi tersebut disampaikan kedua pimpinan daerah saat menghadiri sesi siniar (podcast) serangkaian acara festival tahunan tersebut.

Festival berskala besar bertema The Next Wave ini berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Agenda ini memadukan festival budaya, kuliner, panggung musik, hingga kompetisi olahraga ekstrim seperti selancar (surfing) dan papan luncur (skateboarding).

Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan, KBF memberikan ruang bagi komunitas lokal untuk menampilkan produk dan kreativitas mereka, sekaligus menjadi penggerak daya tarik wisata Kuta. Kegiatan ini merupakan bagian hilir dari penataan Wilayah Kuta sebagai hulunya. Saat ini, Pemkab Badung fokus menata pedestrian, menyiapkan kantong parkir, serta merencanakan moda transportasi umum ke depan.

“Event ini memberi wadah komunitas untuk unjuk gigi, otomatis menarik wisatawan. Penataan kantong parkir kami siapkan agar acara nyaman dinikmati masyarakat tanpa macet. Saya mengambil kebijakan secara runut, bahwa transportasi publik tidak akan efektif tanpa hak istimewa (privilege) bebas macet. Terlebih, Kuta kini masuk kawasan rendah emisi (low emission), sehingga ke depan berpotensi diterapkan kebijakan car free night,” ucapnya.

Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti mengajak komunitas masyarakat untuk terus konsisten menggelar acara kreatif di Kuta. Pihaknya mendukung langkah Pemkab Badung dalam menata wilayah Kuta secara bertahap, terutama penyediaan kantong parkir yang krusial bagi kenyamanan dan ketertiban pantai.

“Jika ingin mengembalikan kejayaan pariwisata Kuta seperti dulu, seluruh stakeholder harus bergerak bersama. Kami di Legislatif pasti mendukung penuh kebijakan Bapak Bupati. Pembangunan kantong parkir mungkin belum langsung dirasakan manfaatnya sekarang, namun jangka panjangnya akan sangat besar untuk ketertiban wilayah,” tegasnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Hadiri Rakor Tata Kelola Pedagang di Kawasan Suci Pura Besakih

Sementara itu, Ketua Panitia Kuta Beach Festival, Nyoman Asti Adi, menjelaskan makna tema The Next Wave, yaitu apa yang dilakukan generasi sekarang harus mampu menginspirasi generasi mendatang.

“Terima kasih atas dukungan penuh Bupati dan Ketua DPRD Badung. Tujuan kami ingin memajukan kembali wisata Kuta yang belakangan mulai melandai sepi. Melalui kolaborasi komunitas surfing, skateboard, hingga pelaku UMKM, festival ini hadir agar bisa dinikmati lintas generasi,” ungkapnya.

Agenda ini turut dihadiri anggota DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana, jajaran OPD terkait, Camat Kuta I Made Agus Suantara beserta unsur Tripika Kecamatan, Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana, perwakilan BPD Bali Cabang Mangupura dan serta tokoh masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tandatangani Prasasti Karya, Bupati dan Ketua DPRD Badung Resmikan Bale Banjar Jaba Jero Kuta

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Tandatangani Prasasti Bale Banjar Jaba Jero
TANDATANGANI PRASASTI: Bupati Wayan Adi Arnawa menandatangani prasasti saat meresmikan Bale Banjar Adat Jaba Jero, Kuta, Sabtu (10/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Krama Banjar Adat Jaba Jero, Kuta, kini resmi memiliki fasilitas adat baru senilai Rp 7 miliar melalui dana hibah fisik APBD Induk Kabupaten Badung TA 2026. Gedung baru ini diresmikan dengan upacara karya melaspas, pedudusan alit, mendem dasar, mendem pedagingan dan mecaru serta penandatanganan prasasti, Sabtu (10/10).

Pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah memperkuat fasilitas publik untuk menunjang kehidupan sosial, adat, agama, dan budaya krama. Acara dihadiri langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti.

Bupati Adi Arnawa menegaskan pembangunan fasilitas masyarakat harus disertai penentuan prioritas yang jelas untuk kenyamanan warga dan pariwisata. “Program pemerintah harus tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Saat ini, kami memprioritaskan penataan infrastruktur yang mendukung kepentingan publik, termasuk penataan kawasan Kuta agar kembali menjadi destinasi pariwisata yang nyaman, tertib, dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa Bale Banjar krama sudah bagus, fasilitas yang ada agar dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan adat, keagamaan, pelestarian seni dan budaya serta penguatan interaksi sosial antar krama.

Bupati juga membeberkan upayanya memulihkan daya tarik Kuta lewat kolaborasi berbagai pihak. Saat ini sedang dilakukan penataan pedestrian, penyediaan fasilitas parkir, serta peningkatan aksesibilitas menjadi bagian dari upaya membangun kawasan pariwisata yang lebih tertata.

“Saya ingin mengembalikan marwah Kuta, saat ini saya sedang melaksanakan penataan pedestrian, penyediaan fasilitas parkir, peningkatan aksesibilitas menjadi bagian dari upaya membangun kawasan pariwisata yang lebih tertata. Setelah rampung perbaikan pedestrian di pantai Kuta, saya lanjutkan hingga ke Kartika Plaza,” ucap Adi Arnawa.

Kelian Adat Banjar Jaba Jero, I Dewa Gede Ketut Rimbawa, mengapresiasi penuh bantuan dana hibah tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembangunan Bale Banjar Jaba Jero ini menelan biaya kurang lebih Rp 7 miliar. Sebagian besar pembiayaannya bersumber dari bantuan dana hibah Pemerintah Kabupaten Badung.

Baca Juga  Ultah Ke-47 IWAPI, Ny. Putri Koster Ajak Anggota IWAPI Saling Dukung Bantu Pemerintah Gerakkan Perekonomian

“Atas nama seluruh krama Banjar Adat Jaba Jero, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung dan Bapak Ketua DPRD Badung atas dukungan yang telah diberikan,” ujarnya.

Kegiatan turut dihadiri anggota DPRD Nyoman Graha Wicaksana, Camat Kuta I Made Agus Suantara, Sekretaris Camat Kuta I Putu Dedik Adi Ardiana, Lurah Kuta Ayu Putu Erawati, Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana serta tokoh adat dan krama Banjar Adat Jaba Jero Kuta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri HUT Ke-48 ST Catur Asrama Kekeran

Published

on

By

Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri HUT ke-48 ST Catur Asrama
HADIRI HUT: Wabup Bagus Alit Sucipta Bersama Ketua WHDI Nyonya Yunita Alit Sucipta saat menghadiri HUT. ke-48 ST. Catur Asrama di Banjar Delod Sema, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Jumat (9/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, didampingi Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Sekaa Teruna (ST) Catur Asrama, sekaligus pelantikan pengurus baru masa bakti 2026–2028, Jumat (9/10). Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Generasi Muda yang Santun, Berbudaya dan Bermasyarakat” tersebut bertempat di Banjar Delod Sema, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi.

Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Badung I Wayan Edy Sanjaya, perwakilan Camat Mengwi beserta unsur Tripika Kecamatan, Perbekel Desa Kekeran I Nyoman Suarda, Bendesa Adat Kekeran I Gusti Ngurah Okanaya, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi kepada ST Catur Asrama yang telah menyelenggarakan perayaan HUT dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap momentum peringatan ini dapat memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong generasi muda untuk terus berperan aktif dalam pembangunan desa, pelestarian adat, dan budaya Bali.

Wabup Bagus Alit Sucipta secara khusus berpesan agar para anggota Sekaa Teruna menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan, seperti mengganggu ketertiban umum, mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan, serta terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

“Saya berpesan kepada seluruh anggota Sekaa Teruna Catur Asrama menjauhi hal-hal negatif. Jangan mengganggu ketertiban umum, jangan mabuk-mabukan, dan perangi narkoba. Mari isi masa muda dengan kegiatan positif, seperti melestarikan seni, adat, tradisi, dan budaya kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung akan terus memberikan dukungan terhadap kreativitas generasi muda melalui program dan bantuan yang mendorong tumbuhnya kegiatan kepemudaan yang produktif serta bermanfaat bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan komitmen peningkatan dukungan dana kreativitas Sekaa Teruna dari Rp. 25 juta menjadi Rp. 40 juta, serta dana perayaan HUT Sekaa Teruna dari Rp. 10 juta menjadi Rp. 20 juta. Dukungan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kegiatan yang bernilai positif.

Baca Juga  Percepat Vaksinasi, Ny. Putri Koster Bawa Tim Vaksinator Datangi Rumah Kaum Difabel

Sementara itu, Bendesa Adat Kekeran I Gusti Ngurah Okanaya menyampaikan rasa bahagia atas terselenggaranya perayaan HUT ke-48 ST Catur Asrama yang menjadi momentum mempererat kebersamaan serta meningkatkan semangat generasi muda dalam berkegiatan.

Ia mengapresiasi berbagai aktivitas positif yang telah dilaksanakan oleh ST Catur Asrama, khususnya di bidang seni, budaya, dan olahraga. Menurutnya, keikutsertaan dalam berbagai kegiatan merupakan proses pembelajaran yang penting bagi generasi muda untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan.

“Anak-anak kami di Sekaa Teruna Catur Asrama telah melaksanakan berbagai kegiatan positif, baik di bidang seni, budaya maupun olahraga. Walaupun belum memperoleh juara, mari tetap semangat dan terus berusaha menjadi lebih baik. Pemerintah desa juga telah berkomitmen memberikan ruang gerak bagi kreativitas generasi muda di Desa Kekeran,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca