Gianyar, baliilu.com – Operasi pencarian terhadap nelayan asal Desa Lebih, I Nyoman Darin (51), yang dilaporkan hilang saat melaut sejak Jumat (17/7/2026), resmi dihentikan pada hari ketujuh pencarian, Kamis (23/7/2026). Keputusan tersebut diambil setelah seluruh unsur SAR Gabungan melaksanakan evaluasi bersama usai upaya pencarian maksimal yang dilakukan selama tujuh hari.
Kegiatan pencarian dimulai pukul 07.30 WITA di Pantai Lebih, Kabupaten Gianyar. Sebelum operasi dilaksanakan, seluruh personel mengikuti apel gabungan yang dipimpin Koordinator Lapangan Basarnas Denpasar, Dudi Librana Yudana.
Dalam operasi hari terakhir, Tim SAR Gabungan membagi personel menjadi dua tim. Tim laut melakukan pencarian menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas Bali dengan menyisir perairan dari Lembeng hingga Pantai Jumpai, Kabupaten Klungkung, kemudian memperluas pencarian ke perairan lepas berdasarkan analisis arus dan titik dugaan hilangnya korban. Selain itu, satu unit kapal Satpolairud Polres Gianyar disiagakan untuk mendukung operasi sesuai kondisi cuaca, serta dilakukan pemantauan melalui udara menggunakan drone.
Sementara itu, tim darat melaksanakan penyisiran secara sistematis di sepanjang garis pantai ke arah timur dan barat sejauh kurang lebih tiga kilometer dari lokasi awal kejadian guna mencari kemungkinan keberadaan korban maupun petunjuk lainnya.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR Gabungan, yakni Basarnas Denpasar, BPBD Kabupaten Gianyar, Ditpolairud Polda Bali, Satpolairud Polres Gianyar, Tim SAR Brimob Polda Bali, Ditsamapta Polda Bali, serta Bhabinkamtibmas Desa Lebih.
Pada pukul 14.00 WITA dilaksanakan evaluasi akhir yang dipimpin bersama oleh Basarnas Denpasar dan BPBD Kabupaten Gianyar. Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh upaya pencarian telah dilaksanakan secara maksimal sesuai prosedur dan standar operasi SAR melalui pencarian laut, penyisiran darat, maupun pemantauan udara. Namun hingga berakhirnya masa operasi, korban belum berhasil ditemukan sehingga Operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengatakan bahwa seluruh upaya pencarian telah dilaksanakan secara maksimal sesuai prosedur operasi SAR dengan melibatkan seluruh unsur yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan.
“Selama tujuh hari pelaksanaan operasi, seluruh personel telah mengerahkan kemampuan dan sumber daya secara maksimal melalui pencarian di laut, penyisiran di sepanjang pesisir, hingga pemantauan udara. Namun hingga batas waktu operasi berakhir, korban belum berhasil ditemukan sehingga berdasarkan hasil evaluasi bersama, Operasi SAR resmi ditutup,” ujarnya.
Ia menegaskan, meskipun operasi pencarian telah dihentikan, BPBD Kabupaten Gianyar bersama Basarnas dan seluruh instansi terkait tetap akan melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan nelayan, Balawista, pemerintah desa, dan masyarakat pesisir apabila terdapat informasi baru mengenai keberadaan korban.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan atas dedikasi, kerja sama, dan semangat kemanusiaan yang ditunjukkan selama operasi berlangsung. Kepada keluarga korban, kami turut prihatin dan berharap tetap tabah serta terus berdoa. Apabila ada informasi baru, kami siap melakukan tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku,” tutupnya.
Pihak keluarga korban turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh personel SAR Gabungan atas dedikasi, kerja keras, dan upaya maksimal yang telah dilakukan selama proses pencarian. Keluarga juga menyatakan akan tetap berkoordinasi dengan aparat dan instansi terkait apabila terdapat perkembangan informasi mengenai korban. (gs/bi)