Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Jaya Negara “Ngayah Nyangging” pada “Metatah” Massal Desa Adat Panjer

BALIILU Tayang

:

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara ngayah nyangging dalam Upacara Metatah Massal Desa Adat Panjer di Lapangan Wantilan Desa Adat Panjer.
NGAYAH NYANGGING : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat  ngayah nyangging dalam pelaksanaan Upacara Metatah (Mesangih) Massal yang digelar Desa Adat Panjer di Lapangan Wantilan Desa Adat Panjer, Sabtu (29/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, ngayah nyangging dalam pelaksanaan Upacara Metatah (Mesangih) Massal yang digelar Desa Adat Panjer di Lapangan Wantilan Desa Adat Panjer, Sabtu (29/8).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya Atma Wedana (Nyekah Kurung Nyatur Muka) yang dilaksanakan Desa Adat Panjer.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, anggota DPD RI IB Rai Dharmawijaya Mantra, anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, serta sejumlah tokoh masyarakat Kota Denpasar.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada Jero Bendesa Adat Panjer beserta seluruh jajaran dan krama yang telah melaksanakan karya secara gotong-royong.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar, kami mengucapkan terima kasih kepada Jero Bendesa Adat Panjer beserta seluruh jajaran yang telah melaksanakan karya ini. Ini merupakan wujud dharma, termasuk dharmaning negara, melalui kerja sama antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Desa Adat Panjer,” ujar Jaya Negara.

Ia mengatakan, pelaksanaan upacara massal ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi pemerintah dengan desa adat dalam meringankan beban masyarakat dalam menjalankan swadharma keagamaan.

Pemkot Denpasar turut memberikan dukungan dana sebesar Rp 1 miliar untuk membantu pelaksanaan karya tersebut.

“Walaupun bantuan ini tidak maksimal, kami memberikan dukungan sebesar Rp 1 miliar, sementara kekurangannya dilaksanakan secara gotong-royong. Saya kira tidak ada masyarakat yang mengeluarkan biaya. Mudah-mudahan pola seperti ini bisa kita bangun, tidak hanya di bidang spiritual dan mental, tetapi juga dalam berbagai bidang lainnya, sehingga harmonisasi dapat kita bangun di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Apresiasi MoU Banjar Berseri dan Bantuan Sembako Group Astra Bali di Banjar Tegeh Sari

Menurutnya, semangat gotong-royong dan kebersamaan tersebut penting untuk terus dikembangkan di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin berkembang.

Sementara itu, Bendesa Adat Panjer, AA Ketut Oka Adnyana, mengatakan pelaksanaan karya ini merupakan bagian dari komitmen Desa Adat Panjer untuk membantu dan meringankan beban finansial krama dalam menjalankan kewajiban keagamaan.

Ia menjelaskan, rangkaian karya diawali dengan Pitra Yadnya berupa upacara Warak Kururon, Ngelungah, dan Nglangkir yang telah dilaksanakan pada 24 dan 25 Mei 2026. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan upacara Metatah atau Mesangih Massal serta persiapan menuju upacara Atma Wedana atau Memukur.

“Upacara Atma Wedana ini bertujuan untuk meningkatkan penyucian roh pitara menuju Sunia Loka. Namun sebelum puncak Memukur dilaksanakan, kami menyelenggarakan upacara Metatah Massal,” ujar Oka Adnyana.

Dalam pelaksanaan Metatah Massal tahun ini, tercatat sebanyak 266 peserta mengikuti prosesi. Sementara prosesi Memukur nantinya akan diikuti sebanyak 212 puspa dan dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2026.

Peserta upacara tidak hanya berasal dari krama Desa Adat Panjer, namun juga terbuka bagi masyarakat di luar wilayah Desa Adat Panjer. Jumlah peserta tahun ini disebut menjadi yang terbesar dalam kurun waktu pelaksanaan kegiatan yang digelar setiap empat tahun sekali tersebut.

Oka Adnyana menegaskan, seluruh rangkaian upacara dilaksanakan secara gratis tanpa membebani masyarakat dengan biaya pelaksanaan. Pembiayaan sepenuhnya ditopang melalui kas Desa Adat Panjer, LPD, serta unit-unit usaha yang dikelola desa adat. Selain itu, kegiatan juga mendapat dukungan dana sebesar Rp 1 miliar dari Pemerintah Kota Denpasar.

“Krama tidak dibebani biaya alias gratis. Kami tidak menetapkan standar biaya sama sekali. Hanya memberikan punia, kami persilakan seikhlasnya sebagai wujud rasa syukur,” ungkapnya.

Baca Juga  Undangan Kehormatan Kapten Kapal Perang Amerika Serikat USS Charleston untuk Sekda Alit Wiradana

Ia berharap seluruh krama dapat mengikuti rangkaian upacara dengan penuh ketenangan, kesucian, dan berlandaskan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha. Nilai tersebut diharapkan dapat menjadi tuntunan bagi umat dalam mengendalikan hawa nafsu serta Sad Ripu atau enam musuh yang ada dalam diri manusia.

Ke depan, Oka Adnyana berharap pelaksanaan karya yang rutin digelar setiap empat tahun sekali ini dapat terus memperoleh dukungan dari seluruh masyarakat. Dengan adanya fasilitas upacara massal yang ditanggung desa adat, krama diharapkan tidak perlu mengeluarkan biaya besar secara mandiri di luar desa.

Menariknya, dalam pelaksanaan Metatah Massal tersebut, selain Wali Kota Jaya Negara, pada kegiatan itu, anggota DPD RI IB Rai Dharmawijaya Mantra, dan anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya turut ngayah nyangging sebagai bentuk partisipasi dan dukungan terhadap pelaksanaan yadnya yang digelar Desa Adat Panjer. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Prosesi “Ngajum” Karya Pitra Yadnya dan Atma Wedana Desa Adat Serangan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Ikuti Prosesi Ngajum Karya Serangan
NGAJUM: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengikuti prosesi “Ngajum” saat Karya Pitra Yadnya dan Atma Wedana Desa Adat Serangan, di Lapangan Wayan Bulit Serangan, Minggu (13/9). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri sekaligus mengikuti prosesi Ngajum serangkaian Karya Pitra Yadnya lan Atma Wedana Desa Adat Serangan, yang diselenggarakan di Lapangan Wayan Bulit Serangan, Minggu (13/9).

Diiringi suara gamelan dan lantunan kidung suci, karya ini dipuput oleh dua orang Sulinggih, yakni Ida Ratu Peranda Ngurah Tegal dari Griya Tegal dan Ida Pedanda Budha dari Griya Ulun Uma Mengwi.

Usai mengikuti prosesi Ngajum, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan, Karya Pitra Yadnya lan Atma Wedana yang dilaksanakan secara bersamaan adalah bentuk penerapan semangat gotong-royong yang seiring dengan spirit Kota Denpasar yakni Vasudhaiva Khutumbakam.

Selain meringankan beban biaya bagi masyarakat, pelaksanaan karya ini juga diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan di antara masyarakat.

“Pelaksanaan ini patut diapresiasi, selain sebagai sebuah bentuk kewajiban Umat Hindu yang harus dijalankan, karya ini juga mengusung semangat gotong-royong menyama braya antar-masyarakat yang begitu kental,” kata Jaya Negara.

Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha didampingi Manggala Karya, I Wayan Astawa menjelaskan, rangkaian karya ini dimulai sejak Jumat (4/9) lalu. Adapun jumlah peserta yang ikut dalam rangkaian karya ini berjumlah total 76 peserta. Gede Pariatha memerinci, jumlah tersebut terdiri dari peserta Ngaben sebanyak 19, peserta Nyekah 41, peserta Warak Keruron 14, dan peserta Ngelangkir sebanyak 2.

Para peserta yang mengikuti karya ini, dikenakan biaya yakni masing-masing Rp 3 juta untuk Ngaben dan Nyekah, serta Rp 1 juta untuk prosesi Warak Keruron dan Ngelangkir. Selebihnya, biaya ditanggung Desa Adat Serangan, dan juga punia dari berbagai kalangan masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah meringankan beban masyarakat atau krama desa. Dengan dilaksanakan bersama, rasa kebersamaan dan menyama braya juga semakin kuat,” katanya. (eka/bi)

Baca Juga  <strong>Pemkot Denpasar Garap Program Kota Cerdas Pangan</strong>

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri
KARYA PELEBON: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri, istri Gubernur Bali periode 1978–1988, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, sekaligus ibunda Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, pada Redite Pon Wuku Prangbakat, Minggu (13/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri, istri Gubernur Bali periode 1978–1988, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, sekaligus ibunda Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, berlangsung khidmat pada Redite Pon Wuku Prangbakat, Minggu (13/9). Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut hadir dalam prosesi pelebon dengan tingkatan Munggah Tumpang Salu Utama yang menggunakan Bade Awin/Bade Padma, sebagaimana yang digunakan dalam pelebon almarhum sang suami terdahulu.

Sejak pagi, masyarakat dan keluarga tampak mempersiapkan berbagai rangkaian upacara. Prosesi diawali dengan Melaspas Pemereman, Bade, dan Lembu. Selanjutnya, dilaksanakan Tedun Layon atau prosesi menurunkan jenazah dari Bale Semaanggen menuju Bade Awin/Bade Padma pada pukul 12.05 Wita.

Iring-iringan pelebon diawali dengan uperengga, kemudian Tirta dan Saji pada bagian depan. Pada bagian akhir iring-iringan tampak Gayod, Baris Ketekok Jago, Lembu Putih, dan Bade Awin/Bade Padma. Seluruh rangkaian pelebon turut diiringi Gambelan Gambang, Baleganjur Ngarap, dan Angklung.

Dalam suasana cuaca cerah, iring-iringan bergerak dari Jalan Tjok Agung Tresna menuju Jalan Merdeka dan selanjutnya menuju Setra Desa Adat Tanjung Bungkak sebagai lokasi pelaksanaan upacara. Setelah rangkaian pelebon selesai, upacara dilanjutkan dengan prosesi Nganyut ke Segara Sanur.

Pengrajeg Karya yang juga Anggota DPD RI, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, di sela-sela upacara menyampaikan bahwa seluruh persiapan yang telah dilaksanakan bermuara pada puncak upacara hari ini. Ia pun menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian upacara dapat berjalan dengan lancar.

“Pertama, kami bersyukur upakara ibunda kami dapat berjalan dengan lancar. Kedua, kami mengucapkan terima kasih atas doa dan bantuan semua pihak yang telah ikut menyukseskan upakara ini. Terima kasih kepada semua pihak,” ujarnya.

Baca Juga  Undangan Kehormatan Kapten Kapal Perang Amerika Serikat USS Charleston untuk Sekda Alit Wiradana

Dijelaskannya, baik dari sisi Bade yang digunakan maupun tingkatan upacara pelebon I Gusti Ayu Badri, disamakan dengan upacara pelebon sang suami yang telah lebih dahulu berpulang. Tingkatan upacara yang digunakan yakni Munggah Tumpang Salu Ngewangun.

“Ini tingkatannya Ngewangun. Kami samakan dengan suaminya, Ajik terdahulu. Mudah-mudahan mereka bisa damai di sana,” katanya.

Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya I Gusti Ayu Badri. Menurutnya, sosok I Gusti Ayu Badri merupakan bagian penting dari perjalanan keluarga besar Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, khususnya dalam mendampingi sang suami yang pernah mengemban amanah sebagai Gubernur Bali periode 1978–1988.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat Kota Denpasar, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya I Gusti Ayu Badri. Beliau merupakan sosok yang selama ini dikenal sebagai pendamping setia Prof. Dr. Ida Bagus Mantra dalam menjalankan pengabdian bagi Bali,” ujarnya.

Jaya Negara juga mengenang I Gusti Ayu Badri sebagai sosok ibu yang telah memberikan keteladanan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Ia berharap seluruh amal kebaikan almarhumah mendapat tempat yang baik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam melewati masa duka.

“Semoga almarhumah mendapat tempat yang baik di sisi-Nya dan seluruh keluarga yang ditinggalkan, khususnya keluarga besar Ida Bagus Mantra, diberikan ketabahan dan keikhlasan. Semoga seluruh rangkaian upacara ini berjalan lancar dan menjadi jalan bagi almarhumah menuju kedamaian,” harapnya.

Puncak Karya Pelebon dipuput oleh empat orang sulinggih. Prosesi Atetangi Ngewisik, Pralina Pering, Ngardi Tirta Pengarep, hingga Melaspas Pemereman pada pagi hari dipuput Ida Pedanda Gede Ketut Peling. Selanjutnya, prosesi Nedunin Layon dipuput Ida Pedanda Gede Buruan dan prosesi Nedunin Layon di Setra dipuput Ida Pedanda Gede Suyasa. Prosesi Ngereka Puspa dipuput Ida Pedanda Gede Suyasa dan Ida Pedanda Jelantik Oyo. Sementara itu, prosesi Nganyut ke Segara dan Pesucian di Merajan Griya dipuput Ida Pedanda Gede Ketut Peling.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Hadiri Peringatan HUT Ke-27 Perumda Tirta Sewakadarma

I Gusti Ayu Badri mengembuskan napas terakhir di RS Bros, Denpasar, Bali, pada Sabtu (5/9) sore. Kepergian I Gusti Ayu Badri meninggalkan lima orang anak, yakni Ida Ayu Wijayanti, Ida Bagus Putra Diksotama Mantra, Ida Bagus Oka Udayana (almarhum), Ida Bagus Gde Wirawibawa (almarhum), dan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Almarhumah juga meninggalkan 14 orang cucu serta sejumlah cicit. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Apresiasi Semangat Krama Desa Adat Kuta Gelar “Atma Wedana“

Published

on

By

Pimpinan Daerah Jadi Upasaksi Upacara Atma Wedana Desa Adat Kuta
UPASAKSI: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat sebagai upasaksi serta mengikuti prosesi Ngastawang Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah, dan Upacara Manusa Yadnya (Mepandes/Metatah), Kamis (10/9), di Pura Segara, Kelurahan Kuta. (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Krama Desa Adat Kuta menggelar rangkaian Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah, dan Upacara Manusa Yadnya (Mepandes/Metatah), Kamis (10/9). Kegiatan ini dipusatkan di Bale Peyadnyan, Pura Segara, Kelurahan Kuta, dengan menghadirkan Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Wijaya Nanda dari Griya Kutuh sebagai Yajamana Karya.

Semangat gotong-royong krama Desa Adat Kuta dalam melaksanakan upacara massal ini mendapat apresiasi langsung dari jajaran pimpinan daerah. Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti hadir langsung sebagai upasaksi serta mengikuti prosesi Ngastawang.

Wagub dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Pemprov Bali dan Pemkab Badung terus bersinergi menata wilayah Kuta, termasuk melalui rencana pembangunan moda transportasi Trem. Ia berpesan agar persatuan krama adat tetap kokoh terjaga demi masa depan generasi penerus.

“Masyarakat Kuta harus menjadi tuan di rumahnya sendiri. Kami mendoakan agar pelaksanaan upacara berjalan lancar dan krama Desa Adat Kuta tetap bersatu-padu menanggung suka dan duka,” kata Giri Prasta.

Seusai acara, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas rasa persatuan dan semangat gotong-royong warga Desa Adat Kuta dalam menyelenggarakan upacara adat dan manusa yadnya secara massal ini. “Selain dapat meringankan beban ekonomi krama, pelaksanaan upacara massal yang dikerjakan secara bersama-sama oleh 13 banjar ini menjadi bukti nyata kokohnya kebersamaan dan tradisi gotong-royong warga Desa Adat Kuta. Kami berkomitmen untuk terus hadir mendampingi dan memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian adat, agama, dan budaya di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana melaporkan upacara massal ini meliputi Ngaben (12 sawa), Nyekah (91 sawa), Warak Keruron (60 sawa), Ngelangkir (20 sawa), dan Mepandes (68 orang). Puncak karya adat tersebut dijadwalkan jatuh pada tanggal 11 September.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Buka Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat

“Seluruh banten dikerjakan oleh serati banten dari 13 Banjar di Desa Adat Kuta. Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Badung dan Provinsi Bali yang telah banyak membantu, serta krama yang bahu-membahu menyukseskan kegiatan ini,” jelas Alit Ardana.

Upacara ini dihadiri Anggota DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana, I Nyoman Sudana, I Wayan Puspa Negara, Sekcam Kuta I Putu Dedik Adi Ardiana beserta unsur Tripika, Bendesa Madya MDA Badung Ida Bagus Gede Widnyana, serta perwakilan PHDI, MDA Kecamatan Kuta, Bendesa Adat se-Kecamatan Kuta, perwakilan Lurah Kuta, dan krama desa. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca