Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Jelang Pembukaan Pariwisata, Balitbang Badung Gelar Kegiatan Evaluasi Kebijakan Penerapan Prokes

BALIILU Tayang

:

de
Wabup Suiasa menjadi pembicara sekaligus membuka secara resmi acara Evaluasi Kebijakan Penerapan Prokes dalam Menyongsong Pembukaan Pariwisata di Kabupaten Badung, Senin (21/12).

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menjadi pembicara sekaligus membuka secara resmi acara Evaluasi Kebijakan Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Menyongsong Pembukaan Pariwisata di Kabupaten Badung di Ballroom Discovery Kartika Plaza Hotel Tuban Kuta, Senin (21/12).

Acara yang digagas oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Badung ini juga dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali selaku Ketua Satgas Covid-19  Provinsi Bali I Made Rentin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr. I Nyoman Gunarta, Kasatpol PP Badung IGAK Suryanegara, Ketua PHRI Badung I Gusti Agung Surya Wijaya, serta tim Kelitbangan Pemkab Badung.

Wabup Suiasa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah pelaksanaan diskusi yang digagas oleh Badan Litbang Kabupaten Badung. Pihaknya berharap para pemangku kepentingan yang hadir dilibatkan langsung dalam diskusi ini dan bisa memberikan pandangan-pandangan yang jernih berdasarkan pengalaman langsung dan data yang dimiliki sehingga bisa memberikan masukan kepada tim perumus di bawah koordinasi Badan Litbang untuk dapat menyempurnakan penerapan protokol kesehatan. 

“Mari curahkan berbagai pemikiran yang konstruktif untuk semakin memantapkan kebijakan prokes yang nantinya akan berdampak pada penurunan kasus penularan Covid-19 dalam menyambut pembukaan pariwisata di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Untuk itu selaku wakil pemerintah pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen yang bahu-membahu melaksanakan tugas dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 mengingat seperti yang telah dirasakan bersama betapa besarnya dampak pandemi Covid-19 bagi Kabupaten Badung yang sangat tergantung kepada pariwisata. Sehingga kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Tantangan terbesar adalah bagaimana menggerakkan kembali perekonomian yang stagnan, namun tetap menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Sebagai daerah tujuan wisata lokal maupun mancanegara tentu ini sangat membahayakan Bali dan Badung khususnya. Terkait citra daerah ketika penularan masih saja terjadi bahkan kasus semakin tinggi maka daerah-daerah dan negara-negara asal para wisatawan akan memadang Badung dan Bali daerah yang tidak aman untuk dikunjungi. Dan ini jangan sampai terjadi. Saya berharap penerapan protokol kesehatan akan menjadi lebih baik, dilaksanakan dengan penuh kesadaran secara menyeluruh kepada seluruh lapisan masyarakat. Ini menjadi bagian yang sangat penting dalam menyongsong pembukaan pariwisata di Kabupaten Badung,” jelas Wabup.

Baca Juga  Sekda Badung Adi Arnawa Beri Arahan Terkait PKM

Sementara itu Kepala Balitbang Badung I Wayan Suambara melaporkan maksud dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk menggali data dan pandangan dari seluruh stakeholder tentang Kebijakan Penerapan Prokes Covid-19. Sedangkan tujuannya untuk menghasilkan rumusan rekomendasi dalam rangka memperkuat kebijakan penerapan prokes dalam menyongsong pembukaan pariwisata di Kabupaten Badung.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 21 sampai dengan tanggal 23 Desember 2020 yang diikuti oleh perangkat daerah yang terkait dengan pelaksanaan prokes, para camat, perbekel dan  lurah se-Badung, Ketua Majelis Adat, Ketua Majelis Alit Kecamatan se-Badung, Ketua Forum Perbekel se-Badung serta tim Kelitbangan dengan jumlah peserta keseluruhan mencapai 50 orang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali, Kadis Kesehatan Kabupaten Badung, Kasat Pol PP Kabupaten Badung, Ketua PHRI Badung, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Undiksha serta Analis Kebijakan Madya Kab. Badung. (bt)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Pertahankan Opini WTP Delapan Kali Berturut-turut, Pemkot Denpasar Raih Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Wagub Bali Apresiasi Atas Pemberian Kompensasi kepada Korban Tindak Pidana Terorisme

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Pertahankan Opini WTP Delapan Kali Berturut-turut, Pemkot Denpasar Raih Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca