Monday, 20 May 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Jelang WWF Ke-10, Polsek Ubud Gencarkan Operasi Cipta Kondisi

BALIILU Tayang

:

operasi cipta kondisi polsek ubud
OPERASI: Polsek Ubud Polres Gianyar saat menggencarkan Operasi Cipta Kondisi di jalan raya Andong, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar pada Rabu, 15 Mei 2024. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Seperti diketahui, perhelatan World Water Forum (WWF) ke-10 akan segera dilaksanakan di Bali. Dimana segala persiapan baik lokasi maupun akomodasi sudah dipersiapkan dari jauh hari, dan akan menghadirkan delegasi dari berbagai negara superior dan negara maju di seluruh dunia.

Untuk itu, Polsek Ubud Polres Gianyar dalam hal ini menggencarkan Operasi Cipta Kondisi di jalan raya Andong, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Ubud Iptu Nyoman Agus Putra Ardiana dengan melibatkan personil gabungan piket fungsi Polsek Ubud sebanyak 12 personil, pada Rabu, 15 Mei 2024.

Dalam pelaksanaan kegiatan cipkon ini melakukan pemeriksaan terhadap 60 unit kendaraan dengan hasil 6 pelanggaran diantaranya tidak membawa SIM, maupun STNK yang sudah tidak berlaku. Dan diberikan tindakan berupa teguran simpati.

Kapolsek Ubud Kompol Gusti Nyoman Sudarsana mengatakan bahwa kegiatan Cipta Kondisi ini dilaksanakan bertujuan untuk menciptakan situasi wilayah agar tetap kondusif, mengingat WWF ke-10 akan segera dilaksanakan di Bali. ‘’Pastinya delegasi ataupun tamu VVIP yang akan berkunjung ke wilayah Ubud. Guna memastikan itu, kami akan memasifkan operasi seperti ini,’’ imbuhnya.

Selama giat berlangsung tidak ditemukan adanya benda, barang seperti sajam, handak dan narkotika, ataupun orang yang mencurigakan sebagai pelaku kejahatan ataupun anggota teroris/anggota radikal lainnya. Dan giat Cipkon berlangsung dalam keadaan lancar dan kondusif. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Polri Sebut Pengamanan Pelaksanaan WWF di Bali Dilakukan Tiga Lapis

NEWS

Indonesia Tunjukkan Konservasi Mangrove pada Delegasi World Water Forum 2024

Published

on

By

presiden jokowi dan delegasi wwf kunjungi tahura bali
BERBINCANG: Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan para pemimpin negara saat mengunjungi Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai dalam rangkaian kegiatan World Water Forum ke-10 di Denpasar, Bali, Senin (20/5/2024). (Foto: Media Center WWF 2024)

Badung, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan pemimpin negara peserta World Water Forum Ke-10 mengunjungi Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali pada Senin (20/5/2024).

Tahura merupakan kawasan rehabilitasi dan konservasi hutan mangrove.  Kawasan ini mengimplementasikan prinsip ajaran Bali, Tri Hita Karana, yang mengedepankan keseimbangan hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam.

Berbeda dari saat KTT G20 tahun 2022 lalu, Presiden RI dan pemimpin negara peserta WWF-10 tidak menanam mangrove (bakau) secara langsung, melainkan memberikan bibit pohon kepada anak-anak sebagai simbol generasi penerus upaya konservasi lingkungan.

”Kegiatan penyerahan bibit dan penanaman pohon di Tahura merupakan pencerminan tekad bersama untuk memajukan kerja sama dan aksi nyata untuk pembangunan global,” demikian ungkap Presiden Joko Widodo dikutip dari laman infopublik.id.

Presiden Jokowi mengajak delegasi memasuki area tanaman mangrove yang terletak di sepanjang muara yang didukung dengan teknologi kelistrikan pembangkit tenaga surya. Fasilitas itu dilengkapi dengan area panel surya yang berfungsi sebagai landasan pembangkit listrik di berbagai area konservasi mangrove. Keberadaan panel surya di Tahura Ngurah Rai diadopsi dari proyek panel surya Cirata yang merupakan proyek gabungan antara Indonesia dan Persatuan Emirat Arab, diluncurkan di Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu.

World Water Forum Ke-10 mengusung tema “Air untuk Kesejahteraan Bersama” yang mencerminkan perwujudan konkret komitmen Indonesia dan dunia dalam penanganan perubahan iklim, melalui aksi nyata pembangunan ekonomi hijau dan konservasi lingkungan secara berkelanjutan.

Tanaman mangrove yang terbentang luas di kawasan Tahura Ngurah Rai dipandang sangat penting untuk menunjang ekosistem dan kesejahteraan manusia, menyaring dan mengatur siklus air tawar serta menjadi solusi menghadapi ancaman perubahan iklim dan kepunahan keanekaragaman hayati.

Baca Juga  Polri Sebut Pengamanan Pelaksanaan WWF di Bali Dilakukan Tiga Lapis

Presiden Joko Widodo menekankan besarnya potensi hutan mangrove yang mampu menyerap dan menyimpan karbon 4-5 kali lebih tinggi daripada hutan biasa, dan dapat mendukung peningkatan kelangsungan hidup masyarakat pesisir.

Penataan kawasan Hutan Mangrove Tahura Bali diresmikan Presiden Joko Widodo pada awal Februari 2023, bersamaan dengan peresmian Bendungan Danu Kerthi Tamblang di Kabupaten Buleleng.

Dalam kunjungan itu, Presiden RI dan para pemimpin negara World Water Forum Ke-10 juga melihat dan mendapatkan penjelasan mengenai proyek Cirata Solar Panel, pembangkit listrik tenaga surya terapung terbesar di Asia Tenggara, kerja sama Indonesia dengan Persatuan Emirat Arab (PEA). (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bali Kebagian Rejeki, International Mangrove Research Centre akan Didirikan di Tahura Bali

Sekda Bali Dewa Made Indra: Spesies Mangrove di Bali Sangat Beragam

Published

on

By

Mangrove Research Centre
GROUNDBREAKING: Sekda Bali Dewa Made Indra mendampingi Menkomarves, Luhut Binsar Panjaitan saat ground breaking MBZ-JKW IMRC di Three Mountains Kura-Kura Bali, Serangan pada Minggu (19/5) sore. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyambut baik dibukanya Mohamed Bin Zayed – Joko Widodo International Mangrove Research Centre (MBZ-JKW IMRC).

“Jadi Bali Kebagian Rejeki,” ungkap Dewa Made Indra jelasnya di sela-sela mendampingi Menkomarves, Luhut Binsar Panjaitan saat ground breaking MBZ-JKW IMRC di Three Mountains Kura-Kura Bali, Serangan pada Minggu (19/5) sore.

Pusat Riset Mangrove Internasional ini menurutnya akan menjadi satu lagi nilai tambah bagi Bali. Hal ini tentunya tidak hanya berdampak pada pengembangan studi mangrove di Bali namun juga dapat menarik kunjungan wisatawan lebih banyak lagi. “Bali akan memiliki kontribusi yang lebih besar,” katanya.

Dewa Made Indra menjelaskan bahwa Hutan Mangrove di Bali sangat unik karena selain memiliki vegetasi yang sangat bagus namun jumlah spesiesnya terbilang cukup lengkap. Ia menilai jarang ditemukan hutan mangrove dengan ragam spesies yang lengkap seperti di Bali.

Oleh sebab itu, ia mewakili Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) yang telah memilih Bali sebagai tempat dibangunnya International Mangrove Research Centre (IMRC). “Kita harus berterima kasih kepada Pemerintah, Pak Jokowi dan juga Pemerintah Uni Emirat Arab yang bersepakat untuk membangun di Bali,” jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab telah menyepakati MoU untuk bersama-sama mengetuai aliansi mangrove untuk iklim dan mendirikan Mohammed Bin Zayed – Joko Widodo International Mangrove Research Center (MBZ-JKW IMRC) di Bali, Indonesia. Inisiatif ini menggarisbawahi mengenai pentingnya kerja sama internasional dalam mengatasi tantangan terkait perubahan iklim serta kerja sama antarkedua negara.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Beberkan Persiapan Pemprov Bali Sambut Event Internasional WWF Ke-10

Menkomarves, Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah menyediakan sekitar 2,5 hektar lahan untuk pengembangan pusat penelitian tersebut. “Penelitian ini terutama untuk pemanfaatan bioteknologi dan inovasi seperti kecerdasan buatan untuk identifikasi mangrove dan pemanfaatan drone untuk restorasi di daerah terpencil,” jelasnya.

Sementara Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab (UEA) Amna bint Abdullah Al Dahak Al Shamsi menyampaikan kerja sama UEA dengan Pemerintah Indonesia tidak semata-mata mengenai pembangunan konstruksi IMRC namun yang paling penting adalah apa yang dilakukan ketika IMRC telah berdiri. Ia berharap dengan adanya pusat penelitian tersebut dapat memberikan hasil yang lebih baik dalam pengembangan dan rehabilitasi mangrove di Indonesia dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan hijau di seluruh dunia. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Bali Turut Dampingi Presiden RI Hadiri Gala Dinner WWF Ke-10 di GWK

Published

on

By

gala dinner wwf
DAMPINGI: Penjabat (Pj) Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya turut mendampingi Presiden RI Joko Widodo menghadiri Gala Dinner World Water Forum ke-10 yang digelar di Plataran Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran pada Minggu (19/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Penjabat (Pj) Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya turut mendampingi Presiden RI Joko Widodo menghadiri Gala Dinner World Water Forum (WWF) ke-10 yang digelar di Plataran Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran pada Minggu (19/5).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengucapkan selamat datang kepada para delegasi yang datang. Presiden berharap para tamu menikmati pertunjukan khas Indonesia yang ditampilkan maupun hidangan makan malamnya. Jokowi berharap agenda ini bisa membawa semangat bersama dalam memperbaiki lingkungan.

“Yang Mulia, selamat malam dan selamat datang di Bali Indonesia. Terima kasih telah berpartisipasi pada World Water Forum Ke-10 dan saya berharap semangat kebersamaan pada malam ini dapat membawa kita pada kolaborasi yang hebat, untuk menjamin akses air bersih dan sanitasi bagi semua orang,” ujar Jokowi seperti dilihat di siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.

Adapun kepala negara yang telah tiba di Bali di antaranya Perdana Menteri (PM) Tajikistan Qohir Rasulzoda, Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe dan Presiden Fiji Ratu Wiliame Maivalili Katonivere. Kemudian Wakil Perdana Menteri Papua Nugini John Rosso juga telah tiba, serta mantan Presiden Hungaria Janos Ader. Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Dennis Francis dan Presiden World Water Council (WWC) Loïc Fauchon juga telah tiba.

Selain itu tamu undangan lainnya dalam jamuan makan malam adalah 17 menteri atau pejabat setingkat Menteri diantaranya dari Australia, Brunei Darussalam, Tiongkok, Kongo, Mesir, Prancis, Kenya, Palestina, Filipina, Saudi Arabia, Senegal, Singapura, Tanzania, Timor-Leste, Tunisia, Persatuan Emirat Arab dan Uzbekistan.

Kemudian delegasi dari negara Brazil, Gambia, Italia, Jepang, Kazakhstan, Meksiko, Mozambik, Belanda, Nigeria, Palau, Qatar, Kepulauan Solomon, Federasi Saint Kitts dan Nevis, Slovakia, Thailand, Turki dan Vanuatu. Turut hadir perwakilan Organisasi Internasional ada EU, Bank Dunia, IPU (diwakilkan DPR), serta Sekjen PBB (UNESCAP). (gs/bi)

Baca Juga  Polri Sebut Pengamanan Pelaksanaan WWF di Bali Dilakukan Tiga Lapis

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
idul fitri
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca