Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kabupaten Gianyar Perkuat Koordinasi Pengendalian Inflasi Melalui Mekanisasi Pertanian

BALIILU Tayang

:

TPID Gianyar
HLM: Pemerintah Kabupaten Gianyar bersama Bank Indonesia melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gianyar saat menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) sebagai forum strategis untuk melakukan asesmen bersama terhadap perkembangan inflasi serta memetakan risiko pengendalian inflasi ke depan yang dilaksanakan pada Senin, 11 Agustus 2025, bertempat di Kantor Bupati Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Peningkatan produktivitas pertanian merupakan isu strategis dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga di Provinsi Bali tidak terkecuali di Kabupaten Gianyar. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Gianyar bersama Bank Indonesia melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gianyar menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) sebagai forum strategis untuk melakukan asesmen bersama terhadap perkembangan inflasi serta memetakan risiko pengendalian inflasi ke depan.

Kegiatan HLM TPID tersebut dilaksanakan pada Senin, 11 Agustus 2025, bertempat di Kantor Bupati Gianyar. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, dengan narasumber Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Butet Linda H. Panjaitan. Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Advisor Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Indra Gunawan Sutarto; Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gianyar, Direktur Operasional Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gianyar, termasuk Kapolres Gianyar dan Pengadilan Negeri Gianyar, dan seluruh anggota TPID Gianyar.

HLM diawali dengan sambutan Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, yang menegaskan bahwa kebijakan TPID Gianyar terus difokuskan pada empat pilar utama (4K), yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif kepada masyarakat. HLM dilanjutkan dengan pemaparan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang mengulas perkembangan inflasi, risiko ke depan, dan rekomendasi strategi pengendalian inflasi.

Kabupaten Gianyar, khususnya Ubud, merupakan daerah pariwisata internasional dengan permintaan pangan yang tinggi. Kondisi ini menuntut langkah strategis, terlebih dengan menurunnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan, sehingga diperlukan optimalisasi produktivitas melalui pemanfaatan lahan tidur, penggunaan bibit unggul, mekanisasi pertanian, serta pembentukan Perumda Pangan sebagai offtaker hasil panen yang turut mendistribusikan pangan strategis.

Baca Juga  BI Bali Apresiasi Program KUR Nasional Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lebih Kuat

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali juga menyampaikan, meskipun Kab. Gianyar bukan merupakan daerah sampel inflasi, namun letak geografis Kab. Gianyar yang berdekatan dengan Denpasar, Badung, dan Tabanan menjadikan perkembangan inflasi di ketiga daerah sampel inflasi tersebut relevan sebagai acuan perkembangan harga di Kab. Gianyar.

Data BPS menunjukkan bahwa pada Juli 2025, inflasi Provinsi Bali meningkat menjadi 3,16% (yoy) dari 2,94% (yoy) pada bulan sebelumnya. Ke depan, sejumlah risiko berpotensi mendorong tekanan inflasi di Provinsi Bali, di antaranya fenomena kemarau basah yang dapat meningkatkan risiko serangan hama dan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), faktor musiman meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara pada periode liburan musim panas, serta tekanan tambahan pada kelancaran distribusi yang dipengaruhi oleh perbaikan jalan nasional Banyuwangi sebagai jalur logistik ke Provinsi Bali dengan angkutan laut.

Dalam rangka mitigasi risiko-risiko inflasi ke depan, HLM TPID Gianyar menghasilkan beberapa rekomendasi penguatan implementasi strategi 4K, yakni percepatan pembentukan Perumda Pangan di Gianyar untuk mendukung intensifikasi pasar murah dan operasi pasar, penguatan peran offtaker, dan ekosistem pangan closed-loop; peningkatan produktivitas melalui mekanisasi dan digitalisasi pertanian, peningkatan pemanfaatan lahan tidur, mitigasi alih fungsi lahan, penggunaan bibit unggul, dan regenerasi petani; perluasan dan realisasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan sentra produksi di dalam maupun luar Bali, disertai efisiensi rantai distribusi melalui penguatan peran offtaker maupun digitalisasi pemasaran dari petani ke konsumen; serta penguatan komunikasi yang efektif untuk menjaga ekspektasi masyarakat terhadap pasokan yang tersedia dan inflasi yang terkendali, termasuk melalui sosialisasi pasar murah dan harga jual komoditas.

Strategi pengendalian inflasi juga diperkuat dengan Peta Jalan Pengendalian Inflasi Kabupaten Gianyar 2025–2027 yang turut mencakup pengembangan program unggulan Puspa Aman (Pusat Pangan Alami, Mandiri, Asri dan Nyaman) yang memfasilitasi tanam pekarangan masyarakat dengan pupuk organik hasil pengolahan sampah.

Baca Juga  Asisten III Sekda Gianyar Buka Bulan Bahasa Bali 2026

Momentum strategis HLM TPID Gianyar sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Bank Indonesia dalam mendukung langkah-langkah pengendalian inflasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan sarana dan prasarana kepada empat kelompok tani. Bentuk dukungan tersebut meliputi: alat mekanisasi pertanian kepada 4 (empat) kelompok tani dan subak melalui Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah untuk mendukung intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian sekaligus mendorong hilirisasi komoditas pangan. Melalui sinergi dan kolaborasi strategis ini, diharapkan produktivitas pertanian di Kabupaten Gianyar dapat terus meningkat secara berkelanjutan, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberdayakan petani menuju kesejahteraan yang lebih baik. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali

Published

on

By

Prajurit Kodam IX/Udayana Perbaiki Pagar Saluran Air Antisipasi Cuaca Ekstrem di Bali
PERBAIKAN: Prajurit TNI Kodam IX Udayana saat melakukan perbaikan pagar saluran air mengantisipasi cuaca ekstrem ke depan. (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Provinsi Bali sejak Minggu (1/11/2026) mengakibatkan sejumlah bencana alam di berbagai daerah. Bencana tanah longsor dan pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kabupaten Karangasem, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, dan Badung, bahkan berdampak terhadap keselamatan warga serta aktivitas masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa segera mengerahkan satuan jajaran Kodam IX/Udayana, khususnya Kodim di wilayah terdampak, untuk bergerak cepat melakukan penanganan bencana. Pangdam menekankan agar seluruh satuan kewilayahan senantiasa tanggap terhadap perkembangan situasi, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, serta mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap langkah penanganan.

Menindaklanjuti perintah tersebut, prajurit TNI AD jajaran Kodam IX/Udayana langsung bergerak bersama pemerintah daerah, BPBD, Polri, relawan, dan masyarakat untuk menangani dampak bencana di sejumlah wilayah. Upaya tanggap darurat dilakukan melalui pembersihan material longsor, evakuasi pohon tumbang, pengamanan lokasi rawan bencana, hingga pemulihan akses jalan yang terdampak agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman.

Dalam pelaksanaannya, para prajurit bersama unsur terkait turut membantu memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi bencana tetap aman, sekaligus mendukung kelancaran proses penanganan dan evakuasi. Kehadiran personel di lapangan juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi risiko lanjutan akibat kondisi cuaca yang masih berpotensi membahayakan masyarakat.

Langkah cepat tersebut merupakan wujud nyata kehadiran TNI AD di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Sinergi lintas instansi yang didukung semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanganan dampak bencana, meminimalkan risiko, serta meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah.

Baca Juga  Perkuat Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Bali, BI Gelar Pertemuan Strategis Lintas Stakeholders

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa pengerahan prajurit jajaran Kodam IX/Udayana merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi bencana alam, mulai dari tahap tanggap darurat hingga pemulihan kondisi wilayah.

“Pangdam IX/Udayana telah memerintahkan seluruh satuan jajaran, khususnya Kodim di wilayah terdampak, untuk senantiasa siaga dan bergerak cepat membantu masyarakat. Penanganan dilaksanakan secara terpadu melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait, dengan prioritas utama keselamatan warga,” ungkap Kapendam.

Lebih lanjut, Kapendam menegaskan bahwa kehadiran Babinsa dan satuan kewilayahan tidak hanya difokuskan pada penanganan dampak fisik bencana, tetapi juga memastikan kondisi masyarakat tetap aman, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.

Kapendam juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Masyarakat diharapkan menghindari kawasan rawan longsor, lereng perbukitan, serta area yang berpotensi tertimpa pohon tumbang dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan kondisi yang membahayakan.

Kodam IX/Udayana akan terus mengoptimalkan kesiapsiagaan satuan jajaran serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menghadapi perkembangan situasi di lapangan. Hal ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk selalu hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan wilayah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pimpin Rapat Terbatas, Presiden Prabowo Bahas Stabilitas Ekonomi hingga Efisiensi APBN

Published

on

By

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bersama Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka
RATAS: Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026. Rapat tersebut membahas perkembangan terkini perekonomian nasional, mulai dari inflasi, penguatan sektor manufaktur, arus modal asing, hingga pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjelang akhir tahun.

Dalam keterangan pers seusai rapat, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih menunjukkan perkembangan positif. Hal ini tercermin dari inflasi yang tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah serta meningkatnya aktivitas sektor manufaktur nasional.

“Kita tadi menyampaikan kepada Bapak Presiden mengenai perkembangan ekonomi terkini. Kemarin kan keluar data rilis dari BPS mengenai inflasi 3,23 persen itu di dalam range yang memang menjadi sasaran target dari inflasi Indonesia. Jadi ini on track inflasinya,” ujar Suahasil kepada para awak media usai pertemuan.

Ia menjelaskan, pemerintah menetapkan sasaran inflasi sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen, atau berada pada rentang 1,5 hingga 3,5 persen. Dengan demikian, inflasi sebesar 3,23 persen masih sesuai dengan proyeksi dan target pengendalian harga yang telah ditetapkan.

“1,5 persen sampai dengan 3,5 persen angka inflasi kita kemarin 3,2 persen artinya itu di dalam range yang memang kita bayangkan sejak kita melakukan estimasi atas perekonomian Indonesia itu yang kita sebut dengan on track,” ungkapnya.

Selain inflasi, Presiden Prabowo juga menerima laporan mengenai perkembangan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang menunjukkan tren penguatan pada Oktober 2026. Suahasil mengungkapkan bahwa indeks PMI meningkat dari kisaran 52 menjadi 54.

“Jadi meningkat, ini menunjukkan bahwa para pengusaha kita membayangkan bahwa akan ada peningkatan permintaan karena itu pengusaha mulai siap-siap untuk meningkatkan produksi dengan membeli input lebih banyak,” jelasnya.

Baca Juga  Gerak Cepat Sekda Gianyar Genjot Percepatan Program Prioritas Bupati

Dalam rapat tersebut, pemerintah turut mencermati perkembangan arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik. Suahasil melaporkan bahwa aliran modal asing masih tercatat masuk melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Sedangkan terkait pengelolaan keuangan negara, Suahasil melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa realisasi pendapatan dan belanja APBN hingga penutupan Oktober 2026 masih berjalan sesuai rencana. Meski demikian, pemerintah menghadapi agenda besar dalam dua bulan terakhir tahun anggaran, terutama untuk mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus memastikan pelaksanaan belanja pemerintah berjalan efektif.

“Kemudian saya juga tadi sempat melaporkan APBN untuk tutup bulan Oktober dimana semuanya on track untuk pendapatan dan belanja. Dan kira-kira untuk pendapatan negara kami harus mengumpulkan lagi November-Desember ini sekitar 600 triliun lebih dan untuk belanja negara masih sekitar 990 triliun akan dibelanjakan,” kata Suahasil.

Presiden Prabowo pun secara khusus memberikan arahan agar seluruh kementerian dan lembaga tetap menjaga efisiensi belanja negara, meskipun penyerapan anggaran biasanya meningkat menjelang akhir tahun. Suahasil menegaskan, percepatan realisasi anggaran tetap diperbolehkan sepanjang dilaksanakan dengan tata kelola yang baik dan menghasilkan keluaran sesuai target yang telah direncanakan.

“Dua bulan terakhir seperti biasa namanya operasi APBN itu kalau di akhir tahun biasanya itu ngegas lebih cepat, lebih besar itu silahkan tetapi harus tetap efisien. Harus tetap dalam tata kelola yang baik dan tentu harus dilakukan sesuai dengan target output yang dicanangkan ketika meminta anggaran tersebut,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Kedua Jembrana Creative Festival 2026, Kolaborasi Lolot x Bagus Wirata Bikin Main Stage Benar-benar Pecah

Published

on

By

Kemeriahan Main Stage Hari Kedua Jembrana Creative Festival Senin 2 November
Kemeriahan di main stage hari kedua Jembrana Creative Festival, Senin (2/11). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Hari kedua Jembrana Creative Festival berlangsung semakin meriah dengan berbagai rangkaian aktivitas dan hiburan yang tersebar di beberapa area festival. Setiap panggung menghadirkan pengalaman berbeda yang menyuguhkan kreativitas, hiburan, serta ruang ekspresi bagi komunitas dan masyarakat.

Di area Red Zone 18+, pengunjung disuguhkan aktivitas live cooking yang menghadirkan keseruan memasak secara langsung, penampilan mixology yang memadukan kreativitas, keterampilan, dan atraksi meracik minuman penuh gaya, dilanjutkan dengan penampilan DJ Erik yang menambah semarak suasana melalui alunan musik dan irama yang energik.

Sementara itu, Community Stage menjadi ruang bagi komunitas untuk menunjukkan kreativitas dan bakatnya. Berbagai penampilan turut memeriahkan area ini, mulai dari stand up comedy, penampilan Jembrana Drum Community, hingga Sunaren yang menghadirkan kegiatan lomba sketsa ogoh-ogoh sebagai bentuk apresiasi terhadap seni dan kreativitas generasi muda.

Tidak kalah meriah, Main Stage menjadi pusat ledakan energi pada hari kedua Jembrana Creative Festival. Penampilan berbagai grup musik lokal maupun luar daerah sukses membakar semangat penonton. Suasana semakin menggila saat Jangar naik ke panggung menimbulkan crowd yang pecah dan disusul penampilan yang paling ditunggu-tunggu, Lolot x Bagus Wirata. Kolaborasi keduanya sukses membuat Main Stage benar-benar pecah! Ribuan energi seolah menyatu dalam lantunan musik, suara penonton yang ikut bernyanyi, hingga sorak sorai yang menggema memenuhi area festival. Dari awal hingga akhir penampilan, atmosfer semakin panas, penuh euforia, dan membuat pengunjung larut dalam kemeriahan malam Jembrana Creative Festival.

Untuk menutup rangkaian penampilan di Main Stage, suasana yang sebelumnya penuh energi dan membara perlahan beralih menjadi lebih santai dan enjoy. Pemoeda Soeka Karokoe hadir sebagai penampil pamungkas yang mengajak pengunjung menikmati alunan musik dengan nuansa yang lebih rileks, hangat, dan penuh kebersamaan. Setelah dibuat bergemuruh oleh penampilan sebelumnya, pengunjung diajak menikmati suasana malam dengan bernyanyi bersama dan larut dalam irama musik yang menyenangkan. Sebuah penutup yang pas untuk mengakhiri keseruan hari kedua Jembrana Creative Festival! (gs/bi)

Baca Juga  Bali Jagadhita 2024 Kembali Digelar

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca