Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kapendam IX/Udayana Tanggapi Video Viral Terkait Pelayanan RSAD Bima, Tegaskan Tidak Ada Penolakan Pasien

BALIILU Tayang

:

Pelayanan rsad bima
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si. (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si, memberikan tanggapan resmi terkait beredarnya video viral di media sosial yang menuding adanya penolakan pelayanan terhadap pasien di Rumkit Tk IV/Bima. Kapendam menegaskan bahwa informasi yang beredar perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Kapendam menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dari Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Tk IV/Bima, kejadian tersebut bermula pada Jumat, 13 Februari 2026 sekitar pukul 21.40 Wita, ketika seorang pasien anak berusia 2 tahun atas nama Abidzar Al Fattah datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan keluhan demam, mual, dan muntah. Pasien diantar oleh keluarga bersama seorang yang mengaku dari LSM menggunakan ambulans desa dan kendaraan pribadi. Setibanya di IGD, pasien langsung mendapatkan pemeriksaan awal oleh tenaga perawat dan dokter jaga sesuai prosedur medis yang berlaku.

Namun, saat proses pelayanan berlangsung, situasi sempat menjadi kurang kondusif karena adanya pihak LSM yang datang dengan sikap emosional, membentak petugas, serta membuat keributan di ruang IGD saat tenaga medis sedang menangani pasien lain, termasuk pasien jantung dan anak yang sedang dalam observasi. Untuk menjaga ketertiban pelayanan medis, dokter jaga kemudian mengarahkan pihak tersebut bersama keluarga pasien ke bagian pendaftaran guna melanjutkan administrasi pelayanan.

Dari hasil pengecekan administrasi diketahui bahwa pasien belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Petugas kemudian memberikan penjelasan bahwa pasien tetap dapat ditangani dengan status pasien umum sambil menyarankan agar pihak keluarga mengurus kepesertaan BPJS. Namun sebelum edukasi selesai diberikan, pihak LSM kembali menunjukkan sikap tidak kooperatif, marah, memukul meja, mengancam akan memviralkan rumah sakit, serta merekam video di area pelayanan.

Baca Juga  Klarifikasi Lokasi Viral "Tanah Mengeluarkan Api", Dipastikan Hanya Candaan Pekerja

Kapendam menegaskan bahwa RSAD Bima tidak pernah menolak pasien. Hal ini dibuktikan dengan adanya tindakan pemeriksaan awal yang telah dilakukan tenaga medis terhadap pasien tersebut. Pihak rumah sakit juga telah memberikan edukasi kepada keluarga pasien terkait prosedur administrasi serta solusi pengurusan jaminan kesehatan selama pasien tetap mendapatkan penanganan medis.

“Rumah sakit TNI, termasuk Rumkit Tk IV/Bima, selalu berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak benar apabila disebut terjadi penolakan pasien, karena pasien telah mendapatkan tindakan medis sejak awal kedatangan,” tegas Kapendam.

Lebih lanjut disampaikan bahwa berdasarkan rekaman CCTV rumah sakit, pihak yang mengaku dari LSM tersebut memang bersikap tidak kondusif terhadap petugas kesehatan. Bahkan diketahui yang bersangkutan sebelumnya juga pernah beberapa kali membuat keributan di lingkungan Rumkit Tk IV/Bima. Selain itu, informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa sebelum datang ke RSAD Bima, pasien juga sempat mendatangi fasilitas kesehatan lain namun terkendala administrasi jaminan kesehatan dan ketersediaan ruang perawatan.

Kapendam IX/Udayana mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial tanpa mengetahui fakta sebenarnya. Ia juga mengajak semua pihak untuk menghormati tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan, serta mengedepankan komunikasi yang baik demi kepentingan pelayanan pasien.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami situasi yang sebenarnya dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kodam IX/Udayana tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Kapolresta Denpasar Pimpin Patroli Skala Besar di Kuta, Wujudkan Rasa Aman dan Cegah Gangguan Kamtibmas

Published

on

By

patroli polresta denpasar
PATROLI: Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H. saat memimpin Patroli Skala Besar pada Sabtu malam (30/5/2026) hingga Minggu dini hari. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di kawasan pariwisata Kuta, Polresta Denpasar kembali menggelar Patroli Skala Besar pada Sabtu malam (30/5/2026) hingga Minggu dini hari.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 22.50 Wita hingga 00.52 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H.

Patroli diawali dengan apel kesiapan personel di Central Parkir Kuta yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Denpasar. Sebanyak 178 personel gabungan dari Polresta Denpasar dan jajaran Polsek diterjunkan untuk melaksanakan patroli di sejumlah titik strategis dan pusat aktivitas masyarakat di wilayah Kuta.

Dalam pelaksanaannya, personel dibagi menjadi dua regu yang menyisir jalur-jalur utama dan kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat maupun wisatawan. Patroli menyasar kawasan Jalan Raya Kuta, Jalan Pantai Kuta, Jalan Melasti, Jalan Legian, Jalan Patih Jelantik, Jalan Sunset Road, Jalan Raya Seminyak serta sejumlah ruas jalan lainnya yang menjadi pusat aktivitas malam hari.

Selain melakukan pemantauan situasi, personel juga melaksanakan patroli dialogis dengan masyarakat, pelaku usaha, petugas keamanan, dan wisatawan. Petugas menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan.

Patroli skala besar ini merupakan langkah preventif kepolisian dalam mengantisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas, khususnya kejahatan jalanan yang dikenal dengan 4C, yakni Curat (Pencurian dengan Pemberatan), Curas (Pencurian dengan Kekerasan), Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor), dan aksi premanisme maupun tindak kriminalitas lainnya.

Kehadiran personel kepolisian di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta wisatawan yang beraktivitas pada malam hari. Selain itu, patroli juga bertujuan meningkatkan pengawasan pada pusat-pusat keramaian sehingga seluruh aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Baca Juga  Kapendam IX/Udayana Klarifikasi Isu Viral Pengantaran Pelda Chrestian Namo

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan patroli skala besar akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk komitmen Polresta Denpasar dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, khususnya di kawasan pariwisata yang menjadi wajah Bali di mata dunia.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga situasi Kamtibmas. Dengan partisipasi aktif masyarakat, keamanan dan kenyamanan di wilayah hukum Polresta Denpasar dapat terus terjaga dengan baik,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi wilayah Kuta terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan Kamtibmas yang menonjol. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kapolsek Dentim Pimpin Patroli Skala Besar, Cegah Balap Liar di Wilayah Dentim

Published

on

By

polsek dentim
PATROLI: Patroli Skala Besar dan Blue Light Patrol yang dilaksanakan personel Polsek Denpasar Timur (Dentim) pada Sabtu (30/5/2026) dini hari dipimpin Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H., M.H. (Foto: Polresta Dps)

Gianyar, baliilu.com – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif, kegiatan Patroli Skala Besar dan Blue Light Patrol dilaksanakan personel Polsek Denpasar Timur (Dentim) pada Sabtu (30/5/2026) dini hari dipimpin oleh Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H.

Patroli menyasar sejumlah ruas jalan dan lokasi yang dianggap rawan terjadinya gangguan Kamtibmas, mulai dari kawasan Jl. By pass Ngurah Rai, Pantai Padang Galak, Jl. Waribang, seputaran Renon, Jl. WR. Supratman, Jl. Hayam Wuruk, Jl. Surapati, Jl. Kepundung, hingga kawasan Jl. By pass Ida Bagus Mantra.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli preventif guna mengantisipasi tindak kriminalitas, mencegah aksi pencurian dengan pemberatan (curat), serta menekan potensi balap liar dan gangguan keamanan lainnya yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.

Petugas juga memberikan imbauan kepada kelompok anak muda yang masih berkumpul di sejumlah titik dan minimarket 24 jam agar tidak mengonsumsi minuman beralkohol di tempat umum serta menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

Kapolsek Dentim mengatakan bahwa kegiatan patroli skala besar dan Blue Light Patrol merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus memberikan rasa aman kepada warga.

Selain melakukan pemantauan di titik-titik rawan, personel juga menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat agar turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing dan segera melaporkan apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan melalui layanan Hotline Kepolisian 110. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Aksi Pukul Warga Lokal Viral di Medsos, WNA Rusia Kini Mendekam di Sel Mapolsek Kutsel
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dua WNA Terjebak Air Pasang di Pantai Padang-Padang Berhasil Diselamatkan

Published

on

By

wna padang padang
PENYELAMATAN: Tim SAR gabungan berupaya mencari dan menyelamatkan dua orang warga negara asing (WNA) yang terjebak di kawasan Pantai Padang-Padang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, akibat air laut pasang, Sabtu (30/5/2026). (Foto: Hms SAR)

Badung, baliilu.com – Tim SAR gabungan berupaya mencari dan menyelamatkan dua orang warga negara asing (WNA) yang terjebak di kawasan Pantai Padang-Padang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, akibat air laut pasang, Sabtu (30/5/2026). Mulanya mereka menyusuri sepanjang pantai sekitar pukul 17.00 Wita, namun, tak disadari kondisi air laut mulai mengalami pasang. Semakin malam, air laut bertambah tinggi hingga menutup jalur yang sebelumnya dilalui. Keduanya terjebak dan tidak dapat kembali ke posisi semula.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi kejadian tersebut pada Sabtu malam pukul 21.20 Wita dari pelapor bernama Wedi. Diketahui keduanya merupakan warga negara asal Rusia dengan identitas atas nama Shumskikh Ariadna Anatolievna (22/laki-laki) dan Kristia Kirill Eduardovich (23/perempuan).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera berkoordinasi dengan Balawista dan Polsek Kuta Selatan. Selanjutnya pada pukul 21.30 Wita, sebanyak 7 personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Mereka tiba di Pantai Padang-Padang pada pukul 22.05 Wita dan langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait yang berada di lokasi. Berdasarkan koordinat yang dikirimkan, tim SAR gabungan bergerak menuju titik tersebut untuk melakukan pencarian dan penilaian kondisi medan.

Kurang lebih satu jam berselang, lokasi keberadaan kedua korban berhasil ditemukan. Namun, proses evakuasi belum dapat dilaksanakan karena tidak terdapat akses aman menuju posisi korban. Medan berupa tebing yang curam dan tajam, ditambah kondisi minim penerangan pada malam hari, menjadi kendala utama dalam upaya penyelamatan.

Untuk sementara waktu, kedua korban tetap berada dalam pengawasan tim SAR gabungan sambil menunggu kondisi yang lebih memungkinkan untuk dilakukan evakuasi. Berdasarkan perkiraan pasang surut dari BMKG, air laut diperkirakan mulai surut sekitar pukul 03.00 Wita.

Baca Juga  Lima Pelaku Begal yang Viral di Medsos Berhasil Diamankan Unit Reskrim Polsek Denbar

Tim SAR Gabungan telah berhasil mengetahui posisi kedua korban dan terus melakukan pemantauan secara intensif, keselamatan korban menjadi prioritas, akan tetapi tetap memperhatikan keamanan tim SAR. Terpantau korban berada di lokasi yang aman jauh dari jangkauan air laut dan masih bisa berkomunikasi.

Meskipun beresiko dengan kendala yang ada, tim SAR gabungan tetap berupaya mencari celah untuk bisa menjangkau korban. Usai berjibaku menyisir medan yang ekstrim, akhirnya keduanya dapat diselamatkan dengan menggunakan teknik evakuasi di ketinggian. Langkah awal menurunkan 1 personel menggunakan tali dan satu persatu korban dibawa naik.

“Berdasarkan pertimbangan dilapangan, mempertimbangkan keselamatan tim dan keselamatan korban, sekitar pukul dua dini hari korban berhasil kita evakuasi dalam keadaan selamat,” ungkap Wahyu, selalu koordinator lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Selama berlangsungnya operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (7 personel), Polairud Polresta Denpasar (3 personel), Balawista (2 personel), serta dibantu rekan korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca