Buleleng, baliilu.com – Sejarah terbentuknya polisi wanita (Polwan) di Indonesia dimulai sejak 1 September 1948. Pada saat itu, Pemerintah Indonesia sedang berjuang menghadapi agresi militer II Belanda. Selanjutnya, pemerintah menunjuk Sekolah Polisi Negara di Bukittinggi Sumatra Barat untuk mulai merekrut polisi wanita dan membuka Pendidikan Inspektur Polisi bagi kaum wanita. Dan sejak saat itu Polwan menjadi bagian dari Kepolisian Republik Indonesia.
Tujuan dibentuknya Polwan dimulai dengan kebutuhan untuk melakukan pemeriksaan fisik terhadap korban, tersangka, maupun saksi wanita pada tahun 1948 dan selanjutnya Polwan ikut berjuang dalam revolusi perjuangan.
Untuk memperingatinya, Polwan Republik Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-73 pada Rabu, 1 September 2021, dengan mengambil tema, “Transformasi Polri yang Presisi, Polwan Siap Mendukung Percepatan Penanganan Covid -19 untuk Masyarakat Sehat dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju”. Perayaan hari jadi Polwan ini dilakukan secara virtual langsung dari Mabes Polri, Rabu (1/9) dan jajaran polisi dari Gedung Ananta Wijaya Polres Buleleng.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto, S.I.K.,S.H.,M.Si., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Buleleng Nyonya Arda Andrian, Waka Polres Buleleng Kompol Yusak Agustinus Sooai, S.I.K., bersama Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Buleleng Nyonya Faradhifa Yusak, serta 18 Polwan Polres Buleleng.
Peringatan Hari Jadi Polwan tersebut dilaksanakan dengan sangat sederhana. Hanya tumpeng yang disediakan, kemudian dilakukan pemotongan tumpeng oleh Kapolres Buleleng didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Buleleng.
Pemotongan tumpeng yang dilakukan Kapolres Buleleng diberikan kepada Polwan tertua AKP Sumedani. Sedangkan pemotongan tumpeng dari Ketua Bhayangkari Cabang Buleleng diberikan kepada Polwan termuda Briptu Rosita Dewi.
Pada kesempatan itu Kapolres Buleleng mengucapkan selamat hari jadi Polwan yang ke-73. Ia mengharapkan kepada Polwan Polres Buleleng agar memiliki karakter yang humanis. “Selalu eksis dalam pelaksanaan tugas, jangan berbuat yang aneh-aneh di jaman teknologi sekarang ini, karena setiap kegiatan individu selalu berdampak kepada institusi. Silahkan isi kegiatan yang positif karena setiap kegiatan akan menimbulkan konsekuensi bagi diri sendiri yang berpengaruh kepada institusi Polri,” tegasnya.
Kapolres juga berharap, Polwan berperan aktif dan memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat, institusi, dan keluarga, melibatkan diri dalam penanganan Covid -19 agar masyarakat kembali dapat melakukan aktivitas. “Kehadiran Polwan dalam institusi Polri memberikan warna baru dan jadilah Srikandi-Srikandi Polri dan Esti Bakti Warapsari,” tandasnya. (eka/hpb)