PELANTIKAN: Pelantikan Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) Indonesia Kabupaten/Kota se- Bali periode 2020-2024 dilaksanakan di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali Renon, Denpasar, Minggu, 12 September 2021.
Denpasar, baliilu.com – Pelantikan Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) Indonesia Kabupaten/Kota se- Bali periode 2020-2024 dilaksanakan di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali Renon, Denpasar, Minggu, 12 September 2021.
Acara yang diselenggarakan secara hybrid tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Suyasa, S.T., mewakili Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, S.Sos., M.Si., Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Bali DR. I Gst. Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa, S.E., M.M., Ketua Presidium KPP RI, Diah Pitaloka, S.Sos., M.Si., Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia, Hj. Dewi Asmara, Sekjen KPP RI, Luluk Nurhamidah, Staff Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Agung Putri Astrid, M.H., serta instansi terkait.
Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Bali DR. I Gst. Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa, S.E., M.M., dalam sambutannya mengungkapkan, semangat yang sudah mulai tumbuh dan berkembang di hati seluruh perempuan parlemen dapat makin diwujudnyatakan dalam kinerja dan pengabdiannya bagi Indonesia, Provinsi Bali dan terutama sembilan kabupaten/kota di Bali.
“Sebenarnya kiprah dan peranan perempuan parlemen di Indonesia dalam catatan sejarahnya tidaklah perlu diragukan lagi. Dia bergerak di antara garda terdepan sampai garis terbelakang dalam garis-garis perjuangannya. Masuk, ada, dan berkarya nyata di setiap lini pergerakan. Hanya terkadang masalahnya memang terjadi pasang surut dalam langkah-langkahnya. Lebih sering bersifat sporadik, spontan, reaksioner dan kurang terorganisir,” urai Diah Werdhi.
Untuk itulah saat ini sebaiknya berbenah diri dalam kesatuan sikap melalui wadah kaukus perempuan parlemen sehingga bisa dibuktikan bahwa perempuan yang terjun dalam politik pun mampu untuk mengorganisir diri dengan baik, dan mampu merumuskan ide gagasan dan inisiatif.
Dikatakannnya, arah dan tujuan dari semua sinergitas bukanlah pada pamrih ataupun nama harum, tetapi agar lebih berdaya guna dan berhasil guna. “Karena akumulasi kekuatan dan potensi kita bersama-sama dan saatnyalah sekarang di masa pandemi ini kita harus hadir untuk saling jaga saling menguatkan, dan saling mendukung satu dengan yang lainnya,” terangnya.
Foto bersama pengurus Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) Indonesia Kabupaten/Kota se- Bali periode 2020-2024 bersama pengurus pusat
Begitu usai pelantikan pengurus baru ini, diharapkan segera melakukan konsolidasi ke dalam berbaur tanpa melihat lagi warna baju partainya, posisi kepengurusannya dan berbagai kepentingan kelompok lainnya. Tidak ada lagi dugaan atau anggapan bahwa sukses kiprah kaukus perempuan parlemen hanya akan menguntungkan pengurusnya dan kelompok-kelompok tertentu lainnya.
“Kita buktikan bahwa perempuan yang berasal dari berbagai partai politik mau dan mampu bekerja sama bersinergi, dan berkoordinasi untuk kepentingan bersama yang lebih besar yakni menyejahterakan seluruh masyarakat,” tegasnya.
Dalam jangka panjang, program kegiatan yang menyangkut artikulasi dan implementasi pengarusutamaan gender, pemberdayaan perempuan, keterwakilan perempuan dalam parlemen, perlindungan anak dalam berbagai sektor adalah isu- isu yang tidak pernah basi karena ternyata memang banyak yang belum terealisasi dan oleh sebab itu harus selalu diperjuangkan.
Selanjutnya disampaikan, dalam jangka menengah pembelaan advokasi maupun keberpihakan terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan, kesetaraan gender yang tidak bias gender, penyusunan anggaran yang sensitif gender, stop kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT perlindungan dalam hak anak terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan termasuk anak yang berhadapan dengan masalah hukum, human trafficking dan lain-lain harus selalu dikawal dengan baik.
“Dalam jangka pendek tentu saja kita dapat mengkoordinasikan empati kita untuk selalu berbagi (share) peduli (care) atas semua hal yang terdampak oleh pandemi Covid-19 ini baik pada sektor non-essensial, essensial, maupun kritikal. Tidak usah muluk-muluk atau besar-besar, cukup yang bisa nyata dan ada sehingga bisa diimplementasikan dengan baik,” pungkas Diah Werdhi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Suyasa, S.T., membacakan sambutan Ketua DPRD Bali menyampaikan terimakasih kepada ketua presidium, dan kementerian, serta menyampaikan selamat kepada KPP kabupaten/ kota se-Bali yang baru saja dilantik. “Selamat bekerja dalam memperjuangkan aspirasi perempuan masyarakat Bali. Keberadaan perempuan saat ini sudah mampu memberikan warna dalam pembangunan di Indonesia sebagaimana yang telah banyak kita lihat kiprah perempuan dalam pemerintahan, politik, maupun dunia bisnis. Hal tersebut merupakan kemajuan dalam upaya pemberdayaan perempuan dalam rangka mencapai kesetaraan gender,” bebernya.
Ditambahkannya, semangat pembentukan kaukus perempuan parlemen ini pada dasarnya adalah untuk mempercepat proses demokrasi melaui pengarusutamaan gender dalam pembangunan serta mewujudkan keadilan dan kesetaraaan gender melalui pelaksanaan fungsi DPRD.
“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa DPRD memiliki tiga fungsi yaitu fungsi pembentukan peraturan daerah, fungsi anggaran, serta fungsi pengawasan. Dalam pelaksanaan ketiga fungsi tersebut diharapkan KPP Provinsi Bali yang juga merupakan angggota DPRD Provinsi Bali dan DPRD kabupaten /kota se -Bali berperan aktif untuk menjaga agar rumusan kebijakan baik dalam perumusan Perda, pembahasan APBD maupun pelaksanaan pengawasan memperhatikan unsur kesetaraaan. Dengan semangat ini kami sangat mendukung dan mendorong meningkatkan partisipasi perempuan dalam setiap proses pengambilan kebijakan publik. Ke depannnya dengan keterlibatan para perempuan kita harapkan produktivitas DPRD. Tugas ke depan telah menunggu, kami berharap peran keterlibatan langsung KPP provinsi maupun kabupaten/kota se -Bali dalam penanggulan serta pencegahan Covid- 19,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama Ketua Presidium KPP RI, Diah Pitaloka mengatakan, hari ini merasakan semangat dari Perempuan Bali dalam waktu singkat pengurus Provinsi Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Bali sudah berhasil menyatukan, mengkonsolidasikan gerak oraganisasinya menjadi kepengurusan di setiap kabupaten dan kota se-Provinsi Bali.
“Dan ini kita tangkap sebagai semangat yang sangat baik bagi makin terbahasakan dan makin keras suara Perempuan Bali untuk didengar. Tentu tidak hanya di Bali, tetapi juga di ruang politik nasional. Kaukus perempuan parlemen adalah satu ruang di mana perempuan bisa mengkonsolidasikan kekuatan politiknya. Apabila kita sadari suara perempuan atau kekuatan politik perempuan itu adalah kekuatan yang tidak saja secara sejarah itu mengakar tetapi juga secara kekuatan politiknya mengakar. Suara perempuan sejak di desa sudah terdengar dari musrenbang desa sudah melibatkan perempuan, kepala desa perempuan, anggota DPRD perempuan. Perempuan Bali punya posisi kepemimpinan yang nyata dirasakan dalam wujud keterpilihan,” pujinya.
Kepercayaan Masyarakat Bali kepada perempuan sangat signifikan. Kursi perempuan di parlemen menjadi berarti untuk menyuarakan kepetingan perempuan, anak, dan kaum rentan.
Ada peran penting Bali di desa hingga provinsi bersama KPP membangun energi gerak, dan mengembangkan serta menambah potensi dalam arena politik Bali.
Namun ia mengakui kaum perempuan awalnya agak bingung, ragu dan tidak semua menemukan greget. Karenanya melalui KPP perempuan bahu-membahu saling belajar untuk berkiprah di politik praktis. “Rekan politik adalah guru terbaik untuk belajar. Perempuan hadir dari ruang kecil sampai punya peran strategis dalam politik nasional. Tidak bisa dianggap hanya sebagai pelengkap lagi,” pungkas Diah Pitaloka. (eka)
NGOPI KAMTIBMAS: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., saat menggelar kegiatan Ngopi Kamtibmas bersama Pecalang Wirapraja Desa Adat Denpasar dan komunitas ojek online (ojol) di Kantor Polsubsektor Diponegoro, Jalan Diponegoro No. 110, Denpasar Barat, Jumat (5/6/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)
Denpasar, baliilu.com – Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., menggelar kegiatan Ngopi Kamtibmas bersama Pecalang Wirapraja Desa Adat Denpasar dan komunitas ojek online (ojol) di Kantor Polsubsektor Diponegoro, Jalan Diponegoro No. 110, Denpasar Barat, Jumat (5/6/2026).
Dalam suasana santai dan penuh keakraban tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana komunikasi dua arah antara Polresta Denpasar dengan unsur masyarakat yang selama ini turut berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Denpasar.
Kapolresta Denpasar didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polresta Denpasar, hadir sebanyak 12 orang Pecalang Wirapraja Desa Adat Denpasar, Koordinator Sahabat Grab Bali (SGB) Dewa Ayu Suci Parmini beserta enam anggota, serta tiga perwakilan dari komunitas Rider Badak Agung (RBA).
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Denpasar menyampaikan apresiasi kepada Pecalang dan komunitas ojol yang selama ini telah menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi peran Pecalang dan komunitas ojol yang selama ini turut membantu menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kota Denpasar. Sinergi seperti ini sangat penting untuk membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat,” ujar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang.
Kapolresta juga mengimbau para pengemudi ojol agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas dan mematuhi peraturan yang berlaku. Selain itu, Pecalang Wirapraja diajak untuk terus memperkuat koordinasi dengan kepolisian dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya di wilayah-wilayah yang dinilai rawan.
“Polresta Denpasar selalu membuka ruang komunikasi dan koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat. Kami berharap setiap informasi maupun potensi gangguan kamtibmas dapat segera disampaikan sehingga dapat ditangani secara cepat dan tepat,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan komunitas driver ojol menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Ngopi Kamtibmas yang dinilai menjadi sarana efektif untuk menjalin komunikasi dengan jajaran kepolisian. Mereka juga menyampaikan sejumlah masukan terkait penumpang yang tidak menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara serta langkah yang harus dilakukan apabila menemukan tindak pidana di jalan agar tidak mengambil tindakan yang bertentangan dengan hukum.
Sementara itu, perwakilan Pecalang Wirapraja menyatakan komitmennya untuk terus mendukung tugas-tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Denpasar.
“Kami siap meningkatkan koordinasi dan bersinergi dengan Polri dalam menjaga keamanan lingkungan serta memberikan informasi terkait potensi gangguan kamtibmas yang terjadi di lapangan,” ungkap perwakilan Pecalang Wirapraja.
Melalui kegiatan Ngopi Kamtibmas ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat, sehingga tercipta kolaborasi yang kuat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah hukum Polresta Denpasar. (gs/bi)
TERIMA PENGHARGAAN: Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat menerima penghargaan sebagai Kabupaten dengan Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Terbaik III Tahun 2026 yang diserahkan Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dalam acara Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang digelar di Yogyakarta Marriott Hotel, Jumat (4/6). (Foto: Hms Dps)
Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kabupaten dengan Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Terbaik III Tahun 2026. Penghargaan tersebut diterima Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., dalam Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang digelar di Yogyakarta Marriott Hotel, Jumat (4/6), usai menghadiri Rapat Koordinasi Forkopimda Jawa dan Bali yang berlangsung di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri jajaran kementerian Republik Indonesia, di antaranya Menteri Dalam Negeri, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Kepala Badan Pusat Statistik. Pertemuan juga diikuti para kepala daerah dan unsur Forkopimda se-Jawa dan Bali sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Rakor Forkopimda mengangkat pembahasan mengenai peran pemerintah pusat dalam mewujudkan peningkatan sinergitas guna menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban umum. Forum ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat kolaborasi antarpimpinan daerah melalui pertukaran informasi dan gagasan dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan serta menjaga stabilitas wilayah.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Regional Financial Discussion dari Kementerian Dalam Negeri bertema “Pengelolaan Keuangan Daerah dan Creative Financing”. Berbagai isu strategis dibahas oleh para narasumber, mulai dari kondisi riil pengelolaan keuangan daerah, tantangan peningkatan pendapatan asli daerah, optimalisasi belanja daerah, hingga penggalian potensi pembiayaan kreatif yang dapat diterapkan pemerintah daerah beserta pemetaan risikonya.
Pada malam apresiasi, Pemerintah Kabupaten Tabanan berhasil meraih penghargaan sebagai Kabupaten dengan Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Terbaik III Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting yang menilai komitmen serta kinerja pemerintah daerah dalam menjalankan program secara terpadu dan berkelanjutan.
Penilaian meliputi konvergensi program, capaian layanan, efektivitas intervensi hingga tingkat desa, laju penurunan angka stunting dan kemiskinan, serta inovasi daerah yang mampu menghadirkan solusi kreatif, adaptif, dan berdampak langsung kepada masyarakat. Apresiasi tersebut diserahkan oleh Maruarar Sirait Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Prestasi ini menjadi pengakuan atas berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menekan angka stunting dan kemiskinan. Salah satu inovasi yang terbukti mampu mendukung percepatan penurunan stunting adalah program unggulan Bupati Ngantor di Desa yang diinisiasi langsung oleh Bupati Sanjaya. Program tersebut memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perangkat desa, lintas sektor, dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan secara langsung hingga ke tingkat desa dan keluarga sasaran.
Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, atas penghargaan yang diberikan kepada Kabupaten Tabanan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Tabanan yang selama ini turut berperan aktif mendukung berbagai program pembangunan daerah. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.
“Terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, yang telah memberikan penilaian dan apresiasi kepada Kabupaten Tabanan atas prestasi dalam pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting. Terima kasih juga kepada masyarakat Tabanan yang selama ini bersama-sama mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Hubungan antara pemerintah dan masyarakat yang sangat koordinatif membuat berbagai program dapat berjalan dengan baik. Dengan kerja sama, saling bahu-membahu, dan kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah daerah, berbagai prestasi akhirnya dapat kita wujudkan bersama,” ujar Sanjaya.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut akan menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk terus memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat, percepatan penurunan stunting, serta pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tabanan yang lebih merata. (gs/bi)
BORONG PENGHARGAAN: Pemerintah Provinsi Bali borong berbagai penghargaan pada malam Apresiasi Pemerintah Daerah Terbaik 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI di Marriott Hotel Yogyakarta pada Kamis (4/6/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)
Yogyakarta, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali borong berbagai penghargaan pada malam Apresiasi Pemerintah Daerah Terbaik 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI di Marriott Hotel Yogyakarta pada Kamis (4/6/2026).
Malam Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Regional Jawa-Bali merupakan momen apresiasi bagi Pemerintah Daerah Regional Jawa Bali yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam pembangunan daerah.
Apresiasi ini merupakan bagian dari upaya kementerian dalam negeri (Kemendagri) untuk mendorong peningkatan kinerja dan inovasi Pemerintah Daerah.
“Acara ini bertujuan untuk memberikan reward atau penghargaan kepada rekan-rekan atas kinerjanya sehingga timbul iklim kompetisi dan semangat bersaing yang sehat,” ujar Mendagri Tito Karnavian.
Ia menekankan bahwa di tengah banyaknya kasus hukum yang menjerat oknum kepala daerah, masing banyak kepala daerah yang memiliki kinerja dan prestasi yang bagus.
“Ini perlu diangkat bahwa banyak juga pemimpin-pemimpin yang bagus sehingga ada kepercayaan dari publik kepada para kepala daerah,” jelasnya.
Terdapat empat kategori penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah mulai dari tingkat Kabupaten, Kota hingga Provinsi di Wilayah Jawa-Bali antara lain: Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, Kategori Creative Financing, Kategori Pengendalian Inflasi, dan Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran.
Pemerintah Provinsi Bali berhasil memboyong peringkat 1 dalam dua kategori sekaligus yaitu peringkat 1 dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi, dan Peringkat 1 dalam Kategori Pengendalian Inflasi Tingkat Provinsi.
Selain menerima trofi penghargaan, Provinsi Bali juga memperoleh insentif apresiasi dengan total Rp 6 miliar untuk dua capaian peringkat 1 yang diperoleh. Dimana untuk tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota diberikan penghargaan masing-masing sebesar 1 miliar untuk peringkat 3, 2 miliar untuk peringkat 2 dan 3 miliar untuk peringkat 1.
Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa sistem penilaian tahun ini dibagi enam regional sebagai upaya menciptakan kompetisi yang lebih adil bagi seluruh daerah, termasuk daerah dengan kapasitas fiskal yang terbatas.
“Untuk Bali tidak kita gabungkan dengan regional NTB, NTT karena kalau masuk regional itu pasti akan menang lagi. Bali masuk regional Jawa-Bali pun menang lagi,” kelakar Mendagri melihat banyaknya penghargaan Tingkat Kabupaten, Kota dan Provinsi yang diboyong oleh Pemda Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster hadir langsung dalam malam apresiasi tersebut. Gubernur Koster menerima penghargaan peringkat pertama sebagai pemerintah Daerah Berprestasi kategori Pengendalian Inflasi yang diserahkan Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto.
Kemudian, selanjutnya Gubernur Koster menerima penghargaan peringkat pertama nasional sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting yang diserahkan Menteri Perumahan dan Permukiman RI Maruarar Sirait.
Diketahui dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, penghargaan untuk tingkat Kabupaten, Kota dan Provinsi sebagian besar diterima oleh Bali. Dimana Peringkat 1 tingkat Kabupaten diraih oleh Kabupaten Badung disusul Peringkat 2 dan 3 diperoleh oleh Kabupaten Gianyar dan Tabanan sedangkan Peringkat 1 tingkat Kota diterima oleh Kota Denpasar.
Selain itu Kabupaten Gianyar juga memperoleh Peringkat Terbaik 3 dalam Kategori Creative Financing Tingkat Kabupaten dan Kota Denpasar memperoleh Peringkat Terbaik 3 dalam Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Tingkat Kota. (gs/bi)