Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Kepala LPD Pemogan: Tumbuhkan Kepercayaan, Kunci Membangun LPD yang Sehat

BALIILU Tayang

:

de
Kepala LPD Desa Adat Pemogan Denpasar Ni Made Eka Wati, S.E. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Lembaga perkreditan desa (LPD) memiliki peran penting dalam pembangunan sebuah desa. Sehat dan sakitnya LPD sangat tergantung oleh warga desa. Oleh karena itu, peningkatan rasa kepercayaan warga desa terhadap LPD sangat penting dihadirkan guna menjaga eksistensi sebuah LPD. Hal demikian juga disadari dan tengah dilakukan oleh LPD Desa Adat Pemogan, Denpasar.  

Kepala LPD Desa Adat Pemogan Ni Made Eka Wati, S.E. mengatakan, kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan LPD sangat penting untuk menunjang kelangsungan LPD dalam pembangunan desa. Hal ini karena secara aturan 20 persen dari keuntungan LPD untuk pembangunan desa, baik dalam bentuk fisik maupun nonfisik seperti upacara adat, suka-duka, ataupun support kegiatan budaya. 

“Menjaga kepercayaan masyarakat terhadap LPD adalah salah satu hal penting dilakukan. Menjaga kepercayaan dalam bentuk penyadaran akan arti, peran, dan fungsi LPD bagi masyarakat desa, bahwa LPD ibarat sebagai pohon ia merupakan akar dan sementara pohon adalah desa. Ketika LPD ini sehat, maka pohon itu akan subur, jadi pohon (desa) tersebutlah yang mengayomi masyarakat, karena bagaimanapun 20% keuntungan LPD adalah untuk pembangunan desa,” ungkap Ni Made Eka Wati. 

Selain melalui penyadaran kepada warga desa, upaya lainnya yang dilakukan oleh LPD Desa Adat Pemogan untuk meningkatkan rasa kepercayaan warga terhadap LPD adalah dengan menghadirkan program-program yang langsung bermanfaat bagi masyarakat seperti bantuan upacara adat, santunan untuk orang meninggal, serta bantuan kegiatan budaya seperti ogoh-ogoh.           
 
“Warga desa yang meninggal akan mendapat santunan 1 juta rupiah, kalau ada kegiatan ogoh-ogoh tinggal mengajukan proposal sehingga mereka dapat dana. Selain itu, ketika ada odalan di Pura Desa atau Kahyangan Tiga Pemogan kita tetap mapunia, itu satu juta per pura, termasuk proposal-proposal lainnya seperti nasi kotak, jajan, pasti kita support,” terang Ni Made Eka Wati. 

Baca Juga  Program Doktor Ilmu Akuntansi FEB Unud Gelar Pelatihan Matematika Keuangan Berbasis Excel di LPD Pemogan

Ia juga menambahkan, sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah, LPD Pemogan sering mengadakan program yang bertujuan memberikan service kepada nasabah. Salah satu bentuk program itu adalah kupon sembako. 

“Pembagian kupon sembako biasanya diadakan ketika Galungan, dimana nasabah mendapatkan 1 voucher yang harus dibelanjakan di Pasar Pemogan. Nanti nasabah bawa kupon untuk belanja ke pedagang, dan para pedagang yang mendapat kupon nanti akan ke sini untuk menukar kupon tersebut menjadi uang,” jelas Ni Made Eka Wati.  
 
Sejauh ini, LPD Desa Adat Pemogan memiliki jumlah penabung terdiri dari tabungan harian sekitar 3.000-an nasabah, tabungan deposito sekitar 475 orang, sementara simpanan upacara adat (Siuma) sekitar 2.000-an orang.  Adapun segmentasi pasar LPD Pemogan adalah warga Pemogan, terutama pedagang di pasar, dan penduduk pendatang yang berprofesi sebagai pedagang. Selain itu, ada juga nasabah yang berasal di luar Desa Pemogan seperti Kepaon.  

Kegiatan tabung-menabung yang dijalankan LPD Desa Pemogan dilakukan dengan cara jemput bola langsung ke masyarakat. Dari ketiga jenis tabungan tersebut, Siuma adalah jenis tabungan yang diminati dan menjadi favorit nasabah LPD Desa Pemogan.

“Siuma adalah tabungan favorit kita. Siuma kepanjangan dari simpanan upacara agama, ini tabungan berjangka, namun tidak menutup kemungkinan bisa untuk pendidikan anak. Contoh, sekarang si anak TK, 6-8 tahun ke depan si anak akan membutuhkan dana besar untuk biaya pendidikan. Jadi melalui Siuma, dia bisa merencanakan biaya pendidikannya. Misalnya orangtua merencanakan anaknya sekolah di SMP swasta, kira-kira berapa biaya pendidikan sekitar 8 tahun ke depan. Nah, mereka bisa merencanakan dari sekarang, dengan menyisihkan tiap bulan,” terang Eka Wati.

Terkait dengan tantangan pengelolaan LPD di tengah pandemi Covid-19, Eka Wati mengakui terjadi penurunan kemampuan warga untuk menabung. “Misal dalam satu keluarga dulu punya tiga buku tabungan, masing-masing ditabungi 20 ribu, tapi sekarang bertahan satu buku, dan nominalnya bisa turun 10 ribu,” katanya.

Baca Juga  Program Doktor Ilmu Akuntansi FEB Unud Gelar Pelatihan Matematika Keuangan Berbasis Excel di LPD Pemogan

Terakhir, Ni Made Eka Wati mengatakan LPD Desa Adat Pemogan tengah menyusun program Kredit Ultra Mikro yang bertujuan untuk men-support warga Desa Pemogan yang berprofesi sebagai pedagang usaha mikro seperti pedagang canang, jaje uli, dan alat-alat upacara yang rencananya akan di-launching pada September 2021.  

“Program ini khusus untuk warga desa yang memiliki usaha seperti dagang canang, jaje uli, dan alat-alat upacara. Jadi mereka boleh meminjam ke sini, dengan hanya tandatangan klian. Sehingga ini bisa menjadi solusi bagi warga yang ingin meminjam, namun tidak memiliki jaminan, dan mereka yang meminjam harus wajib menabung sebesar 7.000 ribu,”  pungkas Ni Made Eka Wati. (gus/gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Survei Penjualan Eceran Bali Juni 2026: Optimisme Penjualan Eceran Tetap Kuat Didorong Momentum Hari Raya

Published

on

By

Infografis Indeks Penjualan Riil Provinsi Bali dari Bank Indonesia Bali
Infografis indek penjualan riil Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pada Mei 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) Provinsi Bali tetap kuat sebesar 125,7 dan masih berada di level optimis (>100). Kinerja tersebut meningkat sebesar 0,3% (mtm), terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kategori barang lainnya 4,1% (mtm), sandang 3,7% (mtm), serta barang budaya dan rekreasi sebesar 1,9% (mtm). Peningkatan tersebut sejalan dengan menguatnya aktivitas mobilitas masyarakat pada periode Mei 2026 didorong oleh peningkatan aktivitas pariwisata, momentum libur panjang HBKN, serta meningkatnya konsumsi rumah tangga yang menopang permintaan di berbagai sektor ritel. Kinerja penjualan eceran pada Juni 2026 diprakirakan tetap kuat. Hal ini tercermin dari IPR Juni 2026 diprakirakan sebesar 126,3, atau meningkat 0,4% (mtm), ditopang oleh prakiraan peningkatan penjualan pada kategori barang budaya dan rekreasi, kategori makanan, minuman, dan tembakau serta kategori barang lainnya.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui keterangan tertulisnya bahwa perkembangan tersebut sejalan dengan tetap kuatnya permintaan masyarakat di tengah periode Hari Raya Galungan dan Kuningan pada Juni 2026. Sementara itu, ekspektasi harga umum tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Agustus 2026 dan November 2026 diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus 2026 dan November 2026 masing-masing sebesar 188 dan 200.

Sejalan dengan hal tersebut, lanjut Achris Sarwani, inflasi Bali pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,27% (yoy) dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Optimisme penjualan ritel ke depan juga tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP tiga bulan mendatang yaitu Agustus 2026 sebesar 190,0, meningkat dari IEP Juli 2026 sebesar 172,0. Sementara itu, IEP enam bulan mendatang, yaitu November 2026 tercatat sebesar 190,0, masih sama dibandingkan IEP Oktober 2026 sebesar 190,0. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100) yang menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek penjualan ritel Bali tetap terjaga.

Baca Juga  Program Doktor Ilmu Akuntansi FEB Unud Gelar Pelatihan Matematika Keuangan Berbasis Excel di LPD Pemogan

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani menegaskan bahwa keyakinan pelaku usaha tersebut juga didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga Mei 2026 tercatatat tumbuh sebesar 1,95% (yoy). Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas harga (pro stability) sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali akan terus memperkuat implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) guna mencapai inflasi yang stabil dan terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, dan mendukung perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Juni 2026 Terkendali di Tengah HBKN

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 Juli 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,71% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan Mei sebesar 0,42% (mtm). Inflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh permintaan barang/jasa akibat perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,99% (yoy) pada Mei 2026 menjadi 3,27% (yoy), masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34% serta berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Juni 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,92% (mtm) atau 3,43% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,75% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,46% (yoy), diikuti Kabupaten Badung dengan inflasi bulanan sebesar 0,69% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,80% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Buleleng yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,46% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,26% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Juni 2026 bersumber dari kenaikan harga bensin, bawang merah, bawang putih, wortel, dan buncis. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, sawi hijau, cabai rawit, angkutan udara, dan telur ayam ras. “Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%,” ujarnya.

Baca Juga  Program Doktor Ilmu Akuntansi FEB Unud Gelar Pelatihan Matematika Keuangan Berbasis Excel di LPD Pemogan

Ke depan, kata Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino moderat yang memengaruhi produksi pertanian, serta potensi peningkatan biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkahlangkah implementasinya diantaranya melalui intensifikasi operasi pasar murah, pemantauan harga secara berkala, monitoring serta sidak distribusi LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Terjaga pada Mei 2026

Published

on

By

ikk bali
Infografis indeks konsumen. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tetap berada di level optimis sebesar 121,9 (nilai indeks > 100). Meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (124,09), IKK Bali masih lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 120,9. Optimisme konsumen pada Mei 2026 didorong oleh peningkatan IKK pada masyarakat dengan kelompok pengeluaran Rp 6-7 juta sebesar 21% (mtm), Rp 5-6 juta sebesar 11% (mtm), Rp 2-3 juta sebesar 9% (mtm), dan Rp 3-4 juta sebesar 8% (mtm). Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor informal (124,7) dan sektor formal (119,3), sebagaimana hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui keterangan pers mengatakan bahwa perlambatan IKK dibandingkan bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 120,7 pada April 2026 menjadi 117,5 pada Mei 2026 atau menurun sebesar 2,7% (mtm).

Penurunan IKE bersumber dari seluruh komponen utama, yaitu konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (105,0), ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (125,0), serta penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (122,5).

Sementara, kata Achris Sarwani, komponen kegiatan usaha saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu relatif stabil pada level 100,0. Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut mengalami penurunan menjadi 126,3 atau turun 0,9% (mtm) dibandingkan IEK April 2026. Penurunan terutama terjadi pada komponen prakiraan penghasilan (125,5) dan kegiatan usaha (127,5).

Sementara itu, ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang masih menunjukkan peningkatan sebesar 0,8% (mtm) atau menjadi 126,0. “Penurunan IKK pada periode awal hingga pertengahan Mei 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan domestik, antara lain meningkatnya kekhawatiran kenaikan harga pangan global dan perlambatan kunjungan wisatawan, akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah,“ ujar Achris Sarwani.

Baca Juga  Program Doktor Ilmu Akuntansi FEB Unud Gelar Pelatihan Matematika Keuangan Berbasis Excel di LPD Pemogan

Selain itu, inflasi Provinsi Bali pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,42% (mtm) dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya komoditas seperti beras, cabai rawit, cabai merah yang memengaruhi persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Sebagai respons, Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga melalui operasi pasar, pengawasan harga komoditas strategis, serta penguatan distribusi pangan. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca