Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kerja Nyata Gubernur Koster dan Wagub Tjok. Oka Sukawati Membangun Jembrana

Ribuan Masyarakat bersama Bupati Jembrana Minta Gubernur Koster Melanjutkan Kepemimpinan Membangun Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

koster
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyerahkan bantuan pada acara tatap muka Gubernur Bali di Gedung Olah Raga (GOR) Kresna Jvara, Kabupaten Jembrana pada, Selasa (Anggara Umanis, Krulut) 14 Februari 2023. (Foto: ist)

Jembrana, baliilu.com – Ribuan masyarakat Kabupaten Jembrana bersama Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, DPRD Bali Dapil Jembrana, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Jembrana, Camat, Perbekel, Lurah, Bendesa Adat, Tokoh Puri, Tokoh Masyarakat, hingga Yowana se-Kabupaten Jembrana mengapresiasi kerja ekstra keras Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dalam mengimplementasikan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang dituangkan ke dalam 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru.

Apresiasi tersebut disampaikan dengan memberikan applause tepuk tangan kepada Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang diiringi dengan Tari Bakti Marga serta seni musik tradisional Jegog pada acara tatap muka Gubernur Bali di Gedung Olah Raga (GOR) Kresna Jvara, Kabupaten Jembrana pada, Selasa (Anggara Umanis, Krulut) 14 Februari 2023.

Mengawali acara tatap muka bersama masyarakat Jembrana, Gubernur Wayan Koster yang didampingi Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyerahkan bantuan : 1) Bantuan Keuangan Khusus Rp. 43 miliar ke Pemerintah Kabupaten Jembrana; 2) Bantuan Aset Tanah sebanyak 16 Bidang Tanah dipergunakan untuk penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten Jembrana; 3) Bantuan Sosial kepada korban bencana di Kabupaten Jembrana total Rp. 2,1 miliar yang diantaranya dimanfaatkan untuk rehab rumah warga sebanyak 60 unit rumah sebesar Rp. 1,84 miliar, Sarpras Perekonomian dan Fasilitas Umum sebesar Rp. 115 juta, dan menangani bencana kebakaran pasar di Desa Adat Lelateng sebesar Rp. 145,30 juta; 4) Bantuan Keuangan Khusus Rp. 2,66 miliar kepada Pemerintah Desa Se-Kabupaten Jembrana untuk tambahan penghasilan Perbekel dan Perangkat Desa; 5) Bantuan Keuangan Khusus Rp. 19,2 miliar kepada 64 Desa Adat se-Kabupaten Jembrana; dan 6) Bantuan Keuangan Khusus Rp. 2,3 miliar kepada 230 Subak dan Subak Abian se-Kabupaten Jembrana.

Gubernur Bali dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur, karena kita mampu menangani pandemi Covid-19 dengan strategi paling efektif, sehingga Provinsi Bali meraih kategori terbaik, dan Bali kembali dipercaya menjadi daerah yang nyaman, aman, dan kondusif untuk dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Atas hal itulah, Titiang berani menerapkan kebijakan tanpa karantina mulai 7 Maret 2022, pertama di Indonesia atas persetujuan Pemerintah Pusat yang diiringi dengan meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali.

Baca Juga  Gubernur Bali Resmi Berlakukan Perda Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai

Wisatawan makin lama makin banyak datang ke Bali, mulai April jumlah wisatawan domestik yang datang ke Bali meningkat sampai Desember tahun 2022 dengan mencapai 10.000 sampai 11.000 orang per hari, wisatawan mancanegara mencapai 12.000 sampai 13.000 orang per hari atau kalau ditotal wisatawan yang datang ke Bali mencapai 23.000 sampai 25.000 orang melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Itu belum yang lewat jalur darat atau nyeberang dari Ketapang – Gilimanuk. Maka jalan sekarang macet, hunian hotel sudah penuh, restoran mulai ramai pengunjung, hingga destinasi wisata mulai dikunjungi.

Pulihnya pariwisata Bali berdampak langsung pada pemulihan perekonomian Bali, secara bertahap bangkit kembali. Pada tahun 2020, mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi) dengan rata-rata sebesar – 9,31% dan pada tahun 2021 masih mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi) dengan rata-rata sebesar -2,47%. Pada tahun 2022 ini, perekonomian Bali sudah tumbuh positif: pada triwulan I mengalami pertumbuhan sebesar 1,43%; pada triwulan II sebesar 3,05%; pada triwulan III sebesar 8,09%; dan triwulan IV sebesar 6,68% (YoY), sehingga rata-rata pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2022 sebesar 4,48%.

Selain bekerja ekstra keras menangani pandemi Covid-19, menjalankan agenda pembangunan, di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, Bali untuk pertama kalinya menjadi tempat Pertemuan Puncak Presidensi G-20 tanggal 15-16 November 2022. Pertemuan Puncak Presidensi G-20 dihadiri langsung oleh 17 Kepala Negara G-20, 3 Menteri Luar Negeri Wakil Kepala Negara G-20, 9 Kepala Negara Undangan, serta 14 Pemimpin Organisasi/Lembaga Internasional. “Rangkaian Pertemuan Presidensi G-20 juga ikut memberikan kontribusi percepatan pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali. Supaya sukses penyelenggaraan Presidensi G-20, Titiang melaksanakan Ngrastiti Bhakti di 33 Pura, Astungkara berjalan dengan lancar,” kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Berhasilnya Bali sebagai tempat Pertemuan Puncak Presidensi G- 20, nama Bali semakin baik, harum dan menggema di mata masyarakat dunia, hingga menjadi pusat perhatian dunia. Hasilnya sejumlah pertemuan internasional kembali akan terselenggara di Bali, seperti : 1) Bali untuk pertama kalinya dalam sejarah menjadi tempat Pengundian Group Sepak Bola Piala Dunia U-20 pada tanggal 31 Maret 2023; 2) Bali terpilih menjadi tempat penyelenggaraan Sepak Bola Piala Dunia U-20 pada bulan Mei 2023; dan 3) Bali menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Water Forum Ke-10, tanggal 18-24 Mei tahun 2024, pertemuan sangat besar ini akan dihadiri lebih dari 30.000 orang peserta.

Baca Juga  Hujan Lebat Tak Halangi Gubernur Bali Terpilih Wayan Koster Bantu Bola untuk Ratusan Anak di Stadion Mengwi
koster
Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: ist)

Kepemimpinan Gubernur Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Sukawati lebih lanjut mendapat applause tepuk tangan dari Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, DPRD Bali Dapil Jembrana, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Jembrana, Camat, Perbekel, Lurah, Bendesa Adat, Tokoh Puri, Tokoh Masyarakat, hingga Yowana se-Kabupaten Jembrana, karena telah berhasil melaksanakan pembangunan infrastruktur monumental dan fundamental di Bali, diantaranya meliputi : 1) Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih di Karangasem; 2) Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung; 3) Pembangunan jalan shortcut Singaraja-Mengwi; 4) Pembangunan 3 Pelabuhan sekaligus: Pelabuhan Sanur di Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan; 5) Pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Buleleng; 6) Pembangunan Bendungan Tamblang di Buleleng; 7) Pembangunan Bendungan Sidan di wilayah Badung-Bangli-Gianyar; dan 8) Pembangunan Tol Jagat Kerthi Bali, sepanjang 96 km, menghubungkan Gilimanuk-Mengwi.

Selain membangun infrastruktur monumental dan fundamental di Bali, Titiang telah dan sedang membangun sebanyak 17 SMA/SMK baru, guna meningkatkan layanan siswa baru yang diterima. Kemudian mulai tahun 2023, Titiang memberlakukan sejumlah kebijakan baru, antara lain, yaitu: Pertama, memberikan bantuan biaya pendidikan dan perlengkapan siswa kepada 10.000 siswa miskin/sangat miskin dan bantuan biaya pendidikan kepada 500 mahasiswa miskin di seluruh Bali dengan anggaran sebesar Rp 21,2 miliar. Kedua, bantuan biaya BPJS Ketenagakerjaan untuk 1.326 orang Sulinggih, 9.194 orang Pemangku usia di atas 65 tahun, dan 22.000 orang Pemangku usia di bawah 65 tahun, termasuk Rohaniawan semua umat beragama, dengan total anggaran Rp. 6,9 miliar. Ketiga, pemberian 1.000 Genta dan Siwakrana Sulinggih sebanyak 357 set, dengan total anggaran Rp.3,6 miliar. Keempat, Insentif Perangkat Desa se- Bali, terdiri dari; 636 Sekdes, masing-masing Rp. 500.000 per bulan; Kaur dan Kasi sebanyak 3.816 orang serta Kadus/KBD sebanyak 3.858 orang, masing-masing Rp. 300.000 per bulan, dengan total anggaran Rp.31,4 miliar.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Wayan Koster mengajak Bupati bersama jajaran, Perbekel, Lurah, Bendesa Adat, dan seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Jembrana untuk : 1) melakukan Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali; 2) melestarikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta melaksanakan Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali secara tertib di Kabupaten sampai ke tingkat Desa/Desa Adat; 3) melaksanakan program Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Karena pasar tradisional masih menggunakan tas kresek, jadi ini harus ditegakkan untuk jangan lagi menggunakan tas kresek, pipet plastik, dan styrofoam; 4) melakukan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber; hingga 5) menggunakan Busana berbahan Kain Tenun Endek Bali setiap hari Selasa dan Busana Adat Bali setiap hari Kamis, Purnama, Tilem dan Hari Jadi Pemerintah Daerah, dengan memanfaatkan hasil kerajinan IKM/UMKM di Kabupaten Jembrana pada khususnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Dijadwalkan Buka Konferprov PWI Bali 30 Mei Mendatang

Bupati Jembrana Nengah Tamba menyampaikan Gubernur Bali kita (Bapak Wayan Koster, red) membuat terobosan yang sangat luar biasa. Hal itu bisa kita lihat dalam capaian visi pembangunan daerah Bali, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang dituangkan ke dalam 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru. “Salut – salut,” kata Bupati Tamba seraya menyatakan Bapak Gubernur Bali Wayan Koster dalam membangun di Bali, juga sangat sayang sekali dengan Kabupaten Jembrana. Di tahun pertama pemerintahan di Jembrana, kami sudah disupport oleh Bapak Gubernur Bali dengan anggaran Rp. 20 miliar, dan itu sudah kita wujudkan berupa rehab Pura Jagatnatha dan pembangunan Krematorium.

Kemudian Tahun 2023, Astungkara bantuan Bapak Gubernur Bali naik lagi ke Jembrana menjadi Rp. 30 miliar yang direncanakan untuk merehab 7 pura, 5 jembatan terkena dampak banjir, dan membangun 1 Gedung Mall Pelayanan Publik. Atas bantuan ini, saya segenap jajaran dan masyarakat Jembrana mengucapkan terimakasih atas segala dukungan yang diberikan. Kami juga tiada henti-hentinya memohon dukungan Bapak Gubernur Wayan Koster, mengingat PAD dan APBD di Jembrana masih sangat kecil.

“Gubernur Bali Wayan Koster adalah sosok pemimpin yang sangat welcome dengan Jembrana dengan memiliki prinsip memajukan Krama Bali. Begitu baresnya Bapak Gubernur Wayan Koster, kira-kira apa yang kita lakukan?” tanya Bupati Tamba kepada ribuan masyarakat Jembrana yang hadir seraya dijawab dengan nada lanjutkan Pak Gubernur memimpin Bali dengan program monumental. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

DPRD Bali Setujui Raperda Perubahan APBD 2026 Ditetapkan Jadi Perda

Published

on

By

Paripurna dprd bali
RAPAT PARIPURNA: Rapat Paripurna ke-53 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 pada Sukra Kliwon Bala, 25 September 2026 dengan agenda Pendapat Akhir Pembahasan dan Rekomendasi DPRD Provinsi Bali terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Bali. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali menyetujui Raperda tentang Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) dengan beberapa catatan/rekomendasi.

Pendapat Akhir dan Rekomendasi DPRD Provinsi Bali itu disampaikan saat Rapat Paripurna ke-53 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 pada Sukra Kliwon Bala, 25 September 2026 dengan agenda Pendapat Akhir Pembahasan dan Rekomendasi DPRD Provinsi Bali terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Bali.

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya didampingi Wakil Ketua I Wayan Disel Astawa dan Wakil Ketua III Komang Nova Sewi Putra bersama segenap anggota DPRD Bali.

Hadir Gubernur Bali Wayan Koster, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta Kepala OPD dan jajaran, Anggota Tim Ahli Alat Kelengkapan DPRD, Kelompok Pakar DPRD Provinsi Bali dan Tenaga Ahli Fraksi, dan undangan lainnya.

Pendapat akhir Dewan ini disampaikan oleh Ketua Pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 Drs. Gede Kusuma Putra, Ak, MBA, MM. Ia menyampaikan bahwa Dewan memahami ada alasan-alasan dan argumentasi yang melandasi dirancangnya Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali TA 2026, dimana salah satunya adalah perubahan proyeksi pendapatan dan belanja yang sebelumnya ditetapkan pada APBD Induk TA 2026. Sesungguhnya kalau dicermati, Penyusunan APBD baik Induk  dan Perubahan semua bermuara pada besaran Pembiayaan Daerah Bersih (Pembiayaan Netto) yang ada, dimana Pembiayaan Bersih ini didapatkan dari Penerimaan Pembiayaan setelah dikurangi Pengeluaran Pembiayaan. Karena penyusunan Perubahan APBD SB Provinsi Bali TA 2026 didesain defisit 739 M lebih tentu diperlukan pembiayaan daerah netto 739 M lebih.

Baca Juga  Gubernur Bali Batasi Akses OSS untuk Sejumlah KBLI PMA Demi Lindungi UMKM Lokal

Secara lebih rinci, papar Kusuma Putra, Rancangan Perubahan APBD SB TA 2026 sebagai berikut: Pendapatan Daerah direncanakan Rp. 6,800 T lebih, naik Rp. 141,042 M lebih dari APBD induk 2026 yang ditetapkan sebesar Rp. 6,659 T lebih. Belanja Daerah direncanakan Rp. 7,539 T lebih naik Rp. 37,854 M lebih dari APBD induk yang ditetapkan Rp. 7,501 T lebih. Defisit direncanakan 739,409 M lebih turun Rp. 103,188 M lebih dari APBD induk 2026 yang ditetapkan Rp. 842,597 M lebih.

Dengan rencana Defisit 739,409 M lebih ditambah adanya pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 763,464 M lebih (untuk penyertaan modal 520 M dan cicilan hutang 243,464 M lebih) maka diperlukan penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 1,502 T lebih yang bersumber dari SilPA TA 2025 sebesar Rp. 712,874 M lebih (Audited) dan penerimaan pinjaman daerah sebesar Rp. 790 M.

Pada kesempatan ini, Dewan memberikan beberapa catatan / rekomendasi di antaranya, mengingatkan dan mendorong Pemerintah Provinsi Bali guna terus menggali dan menciptakan sumber-sumber pendapatan yang baru termasuk pengelolaan semua aset yang ada, agar kapasitas fiskal keuangan daerah lebih baik.

Dewan juga mengingatkan serta mendorong Pemerintah Provinsi untuk melakukan Kajian/Evaluasi secara menyeluruh terhadap bantuan Desa Adat dan Subak. Desa Adat dan Subak punya kemampuan dan beban yang berbeda, rasanya tidak ada keadilan jika diberikan BKK yang jumlahnya sama. Dana kisaran 500 M tiap tahun untuk Desa Adat dan Subak se-Bali sudah saatnya dipikirkan untuk terdistribusi secara efektif.

Dengan tingkat kemiskinan 3,42% dari jumlah penduduk Bali di kisaran 4,4 juta jiwa berarti ada penduduk miskin di kisaran 150 rb jiwa. “Kami Dewan meyakini masyarakat yang mampu atau berkecukupan bahkan sangat mampu jauh melebihi angka diatas, karenanya kami Dewan mendorong Pemerintahan Provinsi Bali dalam hal ini Gubernur dan jajaran serta Dewan membuat Gerakan Bersama untuk menjadi Bapak/Ibu Asuh Keluarga Miskin di Bali yang tentu juga melibatkan Pemerintahan Kabupaten/Kota,” ujar Kusuma Putra.

Baca Juga  Gubernur Koster Dijadwalkan Buka Konferprov PWI Bali 30 Mei Mendatang

Dewan juga mengingatkan kembali serta mendorong Pemprov Bali untuk membuat target Zero rumah tidak layak huni di tahun 2029.

Dewan mendorong Pemprov Bali untuk lebih greget melaksanakan Pergub No 18 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, mengingat masih banyak ada pelanggaran di lapangan.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada pimpinan dan anggota dewan yang telah dengan penuh ketekunan dan kerja sama yang baik antara eksekutif dengan legislatif dalam pembahasan APBD Perubahan 2026 sesuai dengan target waktu, Jumat, 25 September 2026.

Terkait rekomendasi yang disampaikan, ada 4 poin yang penting dan akan dibahas bersama jajaran untuk mendapatkan respons dan bisa dilaksanakan ke depan.

Maka dengan telah disetujuinya raperda ini, sesuai peraturan perundang-undangan akan segera disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri supaya segera bisa dievaluasi dan disetujui sehingga APBD ini bisa segera efektif dilaksanakan sisa waktu lagi tiga bulan.

“Saya akan menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya, melaksanakan apa yang diputuskan dalam APBD Perubahan ini dan mohon selalu pengawasan, arahan dari pimpinan dan anggota dewan agar betul-betul bisa dilaksanakan dengan baik, efektif, efisien dan produktif serta memberi manfaat dan dampak kepada masyarakat. (gde)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jaga Tradisi dan Ringan Beban Krama, Bupati Sanjaya Apresiasi Ngaben Bersama Adat Mojan

Published

on

By

Bupati Sanjaya Hadiri Persiapan Ngaben Bersama Desa Mojan
HADIRI UPACARA: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri pelaksanaan persiapan Upacara Atiwa-tiwa/Ngaben Bersama di Desa Adat Mojan, Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti, Jumat (25/9/2026). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Semangat gotong-royong dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur kembali terlihat dalam pelaksanaan persiapan Upacara Atiwa-tiwa/Ngaben Bersama di Desa Adat Mojan, Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti. Kehadiran Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dalam Uleman Ngupasaksi, Jumat (25/9/2026), menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap pelaksanaan yadnya sekaligus pelestarian kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda dan Pimpinan Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Perbekel, Bendesa Adat, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintahan dan krama Desa Adat Mojan. Kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat, juga sekaligus menjadi momentum untuk menyaksikan secara langsung pelaksanaan tradisi keagamaan yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh krama setempat.

Pelaksanaan Ngaben Bersama ini merupakan bentuk nyata gotong-royong masyarakat Desa Adat Mojan, dengan melibatkan 224 kepala keluarga (KK) yang melaksanakan urusan bersama sebesar Rp. 25.000 per orang. Sebanyak 21 sawa turut dirangkaikan dalam upacara tersebut, serta 9 Ngelangkir dan 40 orang Metatah. Dimana puncak karya dijadwalkan berlangsung pada Senin, 28 September 2026 mendatang.

Dalam sambrama wacananya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada Bendesa Adat, tokoh adat, serta seluruh krama yang secara konsisten menjalankan dresta dan tradisi berdasarkan awig-awig dan pararem. Di Desa Adat Mojan, pelaksanaan Ngaben Massal tersebut dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Menurutnya, pelaksanaan Ngaben bersama secara berkala tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi wujud kebersamaan dan gotong-royong yang perlu terus dilestarikan.

“Tiang apresiasi terhadap semeton sareng sami. Titiang ring Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan hadir ngupasaksi yadnya sekadi niki, karena yadnya niki sangat penting pisan,” ujar Bupati Sanjaya.

Baca Juga  Hujan Lebat Tak Halangi Gubernur Bali Terpilih Wayan Koster Bantu Bola untuk Ratusan Anak di Stadion Mengwi

Oleh karena itu, Sanjaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan kearifan lokal serta nilai-nilai luhur warisan pendahulu kita, sehingga tradisi dan semangat gotong-royong tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

PT Denpasar dan Pemprov Bali Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Layanan Hukum bagi Penyandang Disabilitas

Published

on

By

Gubernur Koster Teken Nota Kesepakatan dengan PT Denpasar
TANDATANGAN NOTA KESEPAKATAN: Gubernur Bali Wayan Koster menandatangani Nota Kesepakatan saat menerima Kepala Pengadilan Tinggi Denpasar, Dr. Ifa Sudewi, S.H., M.Hum., di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (25/9/2026) pagi. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali bersama Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar memperkuat komitmen dalam menjamin pemenuhan hak penyandang disabilitas yang berhadapan dengan hukum melalui penyediaan layanan peradilan yang layak, mudah diakses, dan tidak diskriminatif.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Penyediaan Layanan bagi Penyandang Disabilitas yang Berhadapan dengan Hukum di Provinsi Bali. Penandatanganan berlangsung saat Gubernur Bali Wayan Koster menerima Kepala Pengadilan Tinggi Denpasar, Dr. Ifa Sudewi, S.H., M.Hum., di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (25/9/2026) pagi.

Kepala Pengadilan Tinggi Denpasar Ifa Sudewi menyampaikan bahwa penyediaan layanan tersebut merupakan amanat peraturan perundang-undangan. Secara khusus, penyediaan akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas dalam proses peradilan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2020.

Menurut Ifa Sudewi, implementasi layanan ramah disabilitas telah dilakukan di Pengadilan Negeri Denpasar, antara lain melalui penyediaan akses dan jalur yang ramah disabilitas serta sarana dan prasarana pendukung. Langkah tersebut bertujuan memastikan penyandang disabilitas yang berhadapan dengan hukum memperoleh pelayanan peradilan secara layak dan tanpa diskriminasi.

Nota Kesepakatan antara Pengadilan Tinggi Denpasar dan Pemerintah Provinsi Bali tersebut berlaku selama lima tahun. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi kedua lembaga dalam menyediakan layanan bagi penyandang disabilitas yang berhadapan dengan hukum di Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik penandatanganan Nota Kesepakatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya memastikan penyandang disabilitas memperoleh hak yang sama dalam mengakses pelayanan hukum.

“Ini program yang sangat bagus, menjamin penyandang disabilitas yang berhadapan dengan hukum mendapatkan pelayanan yang baik,” ungkap Koster.

Pemprov Bali juga telah memiliki landasan hukum melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyediaan Layanan bagi Penyandang Disabilitas yang Berhadapan dengan Hukum. Keberadaan regulasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mendukung penyediaan layanan yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga  Gubernur Koster Fasilitasi 18 Siswa SMA di Bali Dapatkan Beasiswa untuk Lanjutkan Pendidikan di 10 Universitas Terbaik di Dunia

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali didampingi Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali serta Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca