Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat mengajak Ketua BKOW Bali Ny. Tjok Putri Sukawati dan rombongan menyambangi area Pojok Pameran Dekranasda di Lobby Kantor Bupati. (Foto: ist)
Tabanan, baliilu.com – Mengawali program kerja di tahun 2023, Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali yang diketuai Ny. Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati (Ny. Cok Ace) meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan seluruh kabupaten/kota yang telah membentuk Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dengan melakukan anjangsana atau kunjungan kerja.
Untuk itu, Ny. Cok Ace bersama jajaran pengurusnya turun ke kabupaten yang saat ini telah membentuk atau belum membentuk GOW. Setelah menyambangi Kabupaten Badung, Buleleng, Gianyar, Jembrana dan Denpasar, Ny. Cok Ace turun ke Kabupaten Tabanan, Senin (20/02).
Kehadiran rombongan BKOW Bali disambut hangat oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Ketua GOW Kabupaten Tabanan Ni Made Widiartini Wirawan, Ketua Gatriwara, Ketua Bhayangkari, Ketua Dharma Yukti Karini, Ketua IAD, Ketua Persit KCK dan Ketua DWP Tabanan bertempat di Rumah Jabatan Bupati Tabanan.
Mengawali penyampaian singkatnya, secara garis besar Ny. Cok Ace menjelaskan bahwa kunjungannya ke Tabanan merupakan bagian dari upaya mempererat jalinan silaturahmi. Berikutnya, ia juga memberi penjelasan singkat tentang keberadaan BKOW sebagai wadah bagi berkumpulnya organisasi wanita yang ada di wilayah Provinsi Bali. “Ini bukan organisasi struktural, tapi koordinasi dan kerja sama. Jadi sifatnya tidak memaksa,” ucapnya. Kendati hanya sebagai wadah koordinasi dan kerja sama, menurutnya BKOW memegang peran strategis dalam menyinergikan program kerja berbagai organisasi wanita. Selain itu, BKOW fokus pada misi peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya kaum perempuan.
“Secara prinsip, kami merupakan partner pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan, utamanya yang terkait dengan upaya memajukan kaum perempuan,” katanya.
Mengingat strategisnya fungsi lembaga ini, ia sangat berharap, Tabanan dapat segera menjalankan program-program strategisnya. Ia pun memberi gambaran bahwa mengikuti pola yang berlaku di pusat, istri dari Wakil Kepala Daerah ex officio menjabat sebagai Ketua Umum BKOW di tingkat Provinsi dan Ketua GOW di level Kabupaten/Kota.
Dalam kesempatan itu, Ny. Cok Ace juga memberi apresiasi terhadap kinerja dan capaian yang ditunjukkan oleh Ketua TP PKK Tabanan beserta jajaran. “Luar biasa program dan capaiannya, sangat menginspirasi,” ucapnya.
Ketua BKOW Provinsi Bali Ny. Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati saat melakukan pertemuan dengan Ketua TP PKK Tabanan sekaligus pembina GOW Tabanan Ny. Rai Wahyuni bersama Ketua GOW Tabanan dan ketua organisasi wanita lainnya di Tabanan. (Foto: ist)
Di lain sisi, Pembina GOW sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya mengemukakan, pihaknya akan selalu siap untuk terus bekerjasama dan mendukung program yang nantinya akan dikerahkan oleh BKOW Provinsi Bali. “Kami di Tabanan selalu siap untuk berkolaborasi, mendukung semua program dan kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi di tingkat provinsi, baik TP PKK Provinsi Bali maupun BKOW Provinsi Bali. Karena semua muara kegiatan ini nantinya adalah untuk masyarakat,” urainya.
Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Tabanan, Ni Made Widiartini Wirawan mengatakan, saat ini GOW Kabupaten Tabanan telah memiliki anggota yang melingkupi beberapa organisasi wanita di bawahnya. “Kami terus menerus berupaya melibatkan diri dengan berbagai organisasi wanita di Bali, termasuk TP PKK Kabupaten Tabanan untuk menggiatkan program pelayanan bagi masyarakat,” katanya.
Selain melakukan anjangsana, pada kesempatan tersebut, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya juga mengajak Ny. Tjok Putri Sukawati dan rombongan menyambangi area Pojok Pameran Dekranasda di Lobby Kantor Bupati. Pameran itu sendiri berisikan stand IKM yang memamerkan aneka produk unggulan Kabupaten Tabanan. (gs/bi)
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi korban pendaki Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms SAR)
Karangasem, baliilu.com – Seorang pendaki mengalami kelelahan hingga hilang kesadaran saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Sabtu (18/7/2026). Mulanya korban bernama I Gusti Agung Eka Sanjaya (45) pergi bersama rombongan berjumlah 8 orang melaksanakan pendakian siang hari, sekitar pukul 12.00 Wita. Mereka memulai titik awal perjalanan dari Pura Pasar Agung Selat. Berselang kurang lebih 2 jam, korban kelelahan dan tidak sadarkan diri di ketinggian 2200 MDPL.
Informasi kejadian tersebut diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan segera direspons dengan memberangkatkan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Mempercepat upaya evakuasi, Pemandu KUPS Pasar Agung lebih dahulu menuju posisi korban.
“Pada pukul 15.00 Wita tim 1 yang berjumlah 25 orang dari pemandu lokal Pasar Agung bergerak untuk mempercepat evakuasi,” jelas Putu Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Sementara itu 9 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangassm bergerak ke Pos Pendakian Pasar Agung.
Kira-kira 30 menit kemudian mereka bertemu dengan korban pada ketinggian 2200 MDPL. Pukul 16.40 Wita SRU 2 dengan jumlah 15 orang menyusul menuju atas. Mereka berhasil bertemu di ketinggian 2100 MDPL dan selanjutnya mengevakuasi korban menuju Pos Pasar Agung, dengan kondisi masih tidak sadarkan diri.
Akhirnya sekitar pukul 18.00 Wita tim SAR gabungan bersama korban tiba di Pos Pasar Agung, kemudian I Gusti Agung Eka Sanjaya langsung ditangani oleh tim medis Puskesmas Selat. Untuk pemeriksaan lebih lanjut ia dievakuasi menuju Puskesmas Selat menggunakan ambulance.
Unsur SAR yang turut dalam upaya evakuasi diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Selat, Babhinsa Selat, Babhinkamtibmas Selat, BPBD Karangasem, Disdamkar Selat, Puskesmas Desa Selat, Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung, rekan korban dan masyarakat setempat. (gs/bi)
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Dalam rangka mengatasi banjir di Wilayah Badung Tengah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap proyek strategis di wilayah Kecamatan Kuta, pada Sabtu (18/7/2026).
Adapun beberapa proyek strategis yang ditinjau diantaranya Pekerjaan Pembuangan Irigasi – Pembangunan Drainase Pengendali Banjir Jalan Basangkasa – Jalan Sunset Road di Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, dengan total ruas yang akan tertangani sebesar 6.330 m2.
Turut hadir pada kesempatan ini, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat, serta tokoh masyarakat.
Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan, banjir di wilayah Jalan Dewi Sri merupakan momok setiap tahun pada musim hujan. Untuk itu, setelah beberapa kali pemantauan dan tahun ini bisa dieksekusi oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas PUPR.
“Dulu kami sudah sering turun memantau, tetapi baru sekarang bisa dikerjakan karena anggarannya baru tersedia di APBD Induk 2026, sehingga tahun ini baru bisa dieksekusi. Mudah-mudahan dengan perbaikan drainase yang cukup lebar dan bagus, banjir yang sering terjadi di sepanjang Dewi Sri dan sekitarnya dapat diminimalisir. Harapan kita tentu secara rutin dapat melaksanakan normalisasi di aliran Tukad Mati,” ujarnya.
Dalam mengatasi banjir, Pemkab Badung akan menambah pompa berkekuatan 30.000 liter per detik untuk memompa air dari aliran Tukad Mati menuju Teluk Benoa. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Mudah-mudahan apa yang selama ini masyarakat pertanyakan, sekarang jawabannya. Bahwa kita konsisten dan komit mengerjakan. Saya minta masyarakat untuk tetap memilah sampah dan jangan membuang sampah sembarangan. Walaupun kita buat drainase sebesar apapun dan sebaik apapun, tapi kalau masyarakat masih tidak mendukung program kita, juga akan susah,” jelasnya.
Bupati Adi Arnawa juga menjelaskan bahwa pada November seluruh pekerjaan harus diselesaikan untuk mengantisipasi datangnya puncak musim hujan pada bulan Desember. Selain itu, pada titik banjir di Seminyak, akan segera dikerjakan setelah menunggu selesainya studi kelayakan.
“Terutama di depan Kelurahan Seminyak dan bekas Kantor BPBD Badung, sering terjadi banjir. Sehingga dengan perbaikan yang dilakukan akan mengurangi banjir. Ke depan kita akan kerjakan secara bertahap, kebetulan konsep kita nanti adalah membuat embung untuk menampung air yang dari utara. Embung ini akan bisa dimanfaatkan oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk air bersih,” ungkapnya. (gs/bi)
PENINJAUAN: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, saat meninjau pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, melaksanakan peninjauan terhadap pelaksanaan program atau kegiatan stretegis APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026, pada Sabtu (18/07/2026). Peninjauan ini untuk monitoring dan evaluasi pengendalian pembangunan untuk memastikan realisasi administrasi dan fisik sesuai target yang ditetapkan.
Adapun beberapa lokasi yang ditinjau diantaranya Pembangunan Jalan Trase Pasar Desa Adat Pecatu – Jalan Raya Uluwatu, Peningkatan Jalan dan Drainase Ruas Jalan Pecatu – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Pura Kulat – Labuan Sait, Pembangunan Jalan Trase Labuan Sait – Padati dan Pembangunan Jalan Banjar Semer – Teuku Umar Barat, Ruas Jalan Pengubengan dan Jalan Subak Kedampang.
Turut hadir pada kesempatan ini, Anggota DPRD Badung I Made Sumerta, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD terkait, Camat, Lurah/Perbekel setempat.
Ditemui seusai monitoring, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa pembangunan trase jalan ini sebagai komitmen Pemkab Badung dalam mengatasi kemacetan yang ada di kawasan Kuta Selatan khususnya kawasan Jalan Raya Uluwatu menuju Simpang Nirmala hingga Pecatu. Bupati menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pada 2026 hingga 2027 ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah mengatasi titik kemacetan (bottleneck) yang selama ini terjadi.
“Mudah-mudahan dengan pembangunan Jalan Lingkar Barat yang panjangnya sekitar 10 kilometer lebih ini akan bisa menjadi solusi terhadap kemacetan yang ada di sepanjang jalan raya Uluwatu khususnya di Politeknik, GWK, Nirmala sampai ke Uluwatu,” ujarnya.
Bupati Adi Arnawa berharap dengan adanya pembangunan jalan ini dapat menumbuhkan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara kepada Pemkab Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan di Kabupaten Badung, dari Selatan hingga ke bagian Tengah seperti Canggu dan sekitarnya.
“Ini akan menjadi satu bahan buat kita untuk melakukan rekayasa lalin saat menghadapi malam tahun baru, yang mungkin orang berkunjung ke Uluwatu akan semakin membludak. Tidak semua bisa selesai, karena tidak cukup waktu buat kita untuk melaksanakan konstitusi secara penuh. Karena panjangnya ini 10 kilometer dan tantangannya cukup berat. Di bukit ini kan ada pemotongan tebing-tebing, pembangunan jembatan juga tidak bisa cepat dan ada penambahan akses menuju Kampus Udayana,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati Adi Arnawa menyampaikan sepanjang jalan yang baru dibangun, nantinya bebas dari kabel atau jaringan utilitas, guna memperindah estetika pada jalan. Bupati memerintahkan Perumda Air Minum Tirta Mangutama untuk segera memasang jaringan pipa untuk mengatasi masalah air di Badung Selatan ini.
“Sekaligus saya minta kepada Dinas PUPR untuk bebas dari kabel-kabel. Dari awal termasuk juga saya sudah perintahkan PDAM untuk langsung masuk juga memasang pipa-pipa air, utilitas air. Karena masalah air menjadi hal yang sangat urgent sekali. Program ini juga paralel, PDAM juga sedang bergerak sekarang untuk bagaimana mengatasi air di Badung Selatan. Karena bagaimanapun juga dengan pembangunan infrastruktur yang sangat representatif akan berdampak kepada tumbuhnya ekonomi,” tambahnya seraya mengatakan total pagu anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 2,2 triliun. (gs/bi)