Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Ketua Dekranasda Bali Ajak Perajin Perak Ubah Pola Produksi dan Pemasaran di Masa Pandemi Covid-19

BALIILU Tayang

:

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat didaulat sebagai narasumber dalam dialog Apa Kabar UMKM (AKU Bali) dengan tema Bangkitnya Kerajinan Perak Bali bersama Ketua APB (Asosiasi Perak Bali) I Nyoman Patra, di studio TVRI Bali, Kamis (18/3).

Denpasar, baliilu.com – Setahun belakangan ini, perekonomian Bali menjadi terpuruk akibat pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat mencari ide dan gagasan baru demi menyambung kehidupan keluarganya. Salah satu yang terdampak adalah perajin perak, yang dulunya mampu menerima pesanan ratusan unit untuk satu model, namun saat ini (pada masa pandemi Covid-19) mengalami penurunan menjadi puluhan unit, dan bahkan satuan unit perak untuk satu model.

Demikian disampaikan Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster saat didaulat sebagai narasumber dalam dialog Apa Kabar UMKM (AKU Bali) dengan tema Bangkitnya Kerajinan Perak Bali bersama Ketua APB (Asosiasi Perak Bali) I Nyoman Patra, di studio TVRI Bali, Kamis (18/3).

Ny. Putri Koster melanjutkan, untuk meningkatkan ketertarikan generasi muda agar mau meneruskan usaha produksi perak, perlu dilakukan perubahan sistem dan pola pemasaran, yang nantinya akan berimbas pada kesejahteraan perajin.

“Perak merupakan kerajinan tangan yang memiliki kualitas terbaik di mancanegara. Untuk tetap berkarya, perlu rasa optimisme sebagai kekuatan saat ini. Dengan bermodalkan rasa optimisme dan memperkuat keyakinan, maka para perajin IKM/UKM kita akan dapat berkreativitas dan mengembangkan ide-ide baru, dengan cara menata hal baru di masa seperti saat ini, karena saat kita berbicara tentang kerajinan emas dan perak maka terlihat jelas bahwa kerajinan kita memiliki kelebihan karya klasik sebagai warisan leluhur, dan berharap para perajin akan mampu meregenerasi untuk ke depannya,” jelas Ny. Putri Koster.

Ditambahkannya, bahwa melestarikan hal ini adalah tugas bersama karena Bali memiliki ciri khas yang unik yang dituangkan pada karya kerajinan, sehingga dapat menentukan produk dan menjaga kestabilan harga. Maka diperlukan kerja sama dan koordinasi antara pemerintah dengan perajin UKM/ IKM, di mana perajin memiliki kewajiban dalam menata keteraturan produksi dengan mempertahankan desain yang terbatas (limited edition).

Dengan kemauan yang tinggi, maka perajin perak harus mampu mempertahankan karya dan kreativitas dalam menghasilkan karya yang unik dengan peningkatan kualitas, peningkatan mutu dan bahan perak yang murni, maka Ketua Dekranasda Bali yakin UMKM perak dapat mempertahankan sebutan Bali sebagai penghasil perak terbaik di dunia.

Untuk tetap mempertahankan autentik atau identitas sebuah karya perak yang diciptakan, maka seorang perajin harus tetap menciptakan karyanya yang berpatokan dengan cerita atau sejarah leluhur yang menggambarkan karakter Bali dan kental dengan nuansa sakral.

“Jangan berpatokan bisnis semata, lantas kita abaikan tugas kita untuk melestarikannya. Mari kita jauhkan dunia tipu-tipu apabila kerajinan itu terbuat dari perak maka wajib bagi produsen bahkan seller untuk mengatakan perak, dan apabila kerajinan tersebut terbuat dari alpaka maka penjual wajib mengatakan berbahan alpaka, agar tidak merusak pasar dan menyebabkan kita kehilangan konsumen,” tegas Ny Putri Suastini Koster.

Peran Dekranasda adalah menyampaikan produk produsen kepada konsumen, sehingga dengan adanya Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) diharapkan mampu menjadikan perajin semakin disiplin untuk menjaga hasil karyanya agar tidak ditiru oleh perajin lain dan pihak lain yang ada di luar Bali.

“Dengan pesanan yang banyak atau kuantitas yang banyak, maka generasi muda juga akan tertarik untuk turut melestarikan dan mengembangkan kekayaan leluhur kita, dengan membenahi sistem dan pola yang nantinya akan berpengaruh terhadap kesejahteraan, maka pekerjaan untuk meneruskan pelestarian leluhur akan dicintai oleh generasi muda dan secara tidak langsung mereka juga akan bangga untuk menciptakan karya seni yang lebih inovatif,” ujar Ny Putri Koster.

Untuk mencapai hasil yang maksimal, maka pemerintah dengan perajin UKM/ IKM harus bergandengan tangan untuk menyiapkan pasar, sarana prasarana, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sekaligus menguasai teknologi untuk mempromosikan hasil produksinya.

Ketua Asosiasi Perak Bali (APB) I Nyoman Patra mengatakan bahwa gebrakan yang luar biasa dari Ketua Dekranasda memberikan kesempatan bagi perajin untuk melakukan gerakan baru, terutama pelaku UMKM dengan menyediakan tempat pameran Bali Bangkit, karena pemetaan dunia menunjukkan Bali terimbas sangat besar akibat pandemi Covid-19 yang setahun ini belum juga berakhir.

“Dengan mengembangkan diri, maka dapat diyakini akan mampu membangkitkan hasil perak untuk dunia, sehingga dukungan perajin dalam menciptakan karya yang unik dengan kualitas dan bahan yang baik akan menjadikan UMKM perak Bali mampu kembali bersaing di kancah internasional dengan desain dan motif yang bervariasi ditambah pula dengan menuangkan nilai seni leluhur di atas kerajinan perak akan lebih mengundang penikmat perak dari segala penjuru belahan dunia, karena prospek perajin perak dalam bersaing di kancah internasional memiliki peluang besar, ditambah juga perak menjadi daya tarik yang saat ini mulai digunakan oleh anak muda,” ujar Ketua APB I Nyoman Patra.

Selain emas, perak saat ini juga mampu menjadi sarana investasi, yang dapat disimpan dalam bentuk batangan atau perhiasan. Dengan demikian, perlu dilakukan penataan di bidang regulasi dan pembinaan, karena pelestarian dan pengembangan akan memberi pengaruh baik bagi kesejahteraan perajin. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Ekonomi Bali pada Triwulan II Tahun 2026 Tumbuh Kuat dan Berdaya Tahan

Published

on

By

Infografis pertumbuhan ekonomi Bali Triwulan II 2026 yang menunjukkan angka pertumbuhan sebesar 5,78% (yoy).
Infografis pertumbuhan ekonomi Bali Triwulan II tahun 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, perekonomian Bali pada Triwulan II 2026 tumbuh meningkat sebesar 5,78% (yoy). Di tengah gejolak geopolitik global, ekonomi Bali tumbuh meningkat, yang menunjukkan bahwa ekonomi Bali tetap kuat dan berdaya tahan. Perekonomian Provinsi Bali pada Triwulan II 2026 tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,58% (yoy) dan lebih tinggi dibandingkan nasional yang tumbuh sebesar 5,29% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulisnya mengatakan bahwa capaian tersebut didorong oleh pertumbuhan hampir seluruh lapangan usaha (LU), kecuali LU Transportasi dan Pergudangan. Merujuk data BPS, LU dengan pertumbuhan tertinggi berada pada LU Pengad aan Listrik dan LU Administrasi Pemerintah yang tumbuh masing-masing sebesar 15,98% (yoy) dan 14,31% (yoy).

Lebih lanjut, LU Konstruksi tumbuh sebesar 8,40% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,03% (yoy), utamanya didorong proyek konstruksi pemerintah dan masih tingginya proyek swasta. LU Pertanian tumbuh sebesar 6,35% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,06% (yoy), didukung oleh peningkatan produksi hotrikultura tahunan (jeruk, alpukat, manggis), peternakan (daging ayam ras dan telur), perikanan, dan padi. Sementara itu, LU Akmamin tumbuh melambat imbas konflik Timur Tengah , yang berdampak pada kunjungan wisatawan mancanegara yang terkontraksi sebesar -5,17% (yoy).

Dari sisi pengeluaran, ekonomi Bali yang tumbuh menguat utamanya didukung konsumsi pemerintah yang tumbuh meningkat sebesar 14,90% (yoy) yang bersumber dari realisasi belanja pemerintah pusat dan daerah. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yakni tumbuh 9,81 % (yoy) sejalan dengan meningkatnya aktivitas konstruksi.

Lebih lanjut, konsumsi rumah tangga tumbuh tetap tinggi sebesar 5,48% (yoy) didukung oleh aktivitas konsumsi serta mobilitas masyarakat pada momen Hari Raya Galungan dan Kuningan, masa libur sekolah, dan pelaksanaan event Pesta Kesenian Bali (PKB). Di sisi lain, ekspor luar negeri tumbuh 2, 23% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan melambatnya ekspor jasa (kunjungan wisatawan).

Pada Triwulan III 2026, Bank Indonesia memprakirakan perekonomian Bali tetap tumbuh tinggi seiring meningkatnya kinerja pariwisata yang memasuki pola peak season yang bersumber dari kunjungan wisatawan mancanegara, terutama Australia, serta tingginya aktivitas konstruksi proyek strategis pemerintah dan proyek swasta, didukung oleh tetap terjaganya daya beli masyarakat.

Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi Bali Triwulan III diprakirakan masih menghadapi risiko yang berpotensi menahan kinerja ekonomi, terutama berkaitan dengan ketidakpastian gejolak global dan potensi El Nino yang berdampak pada musim kemarau panjang.

Dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan tersebut, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang tangguh, inklusif, berkelanjutan, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Juli 2026 Turun dan Tetap Terjaga Dalam Rentang Sasaran

Published

on

By

Infografis inflasi Provinsi Bali Juli 2026 yang dirilis Bank Indonesia Provinsi Bali.
Infografis inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 3 Agustus 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Juli 2026 mengalami deflasi sebesar -0,51% (mtm), berbeda arah dibandingkan bulan Juni yang mengalami inflasi sebesar 0,71% (mtm). Deflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh memasukinya periode panen beberapa komoditas hortikultura diantaranya bawang merah dan aneka cabai di Bali maupun secara Nasional. Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan menurun dari 3,27% (yoy) pada Juni 2026 menjadi 2,42% (yoy). Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,88% serta berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%.

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami deflasi bulanan pada Juli 2026 yakni Kabupaten Buleleng dengan deflasi bulanan terendah sebesar -0,91% (mtm) atau 1,89% (yoy). Selanjutnya, Kabupaten Badung mengalami deflasi bulanan sebesar -0,59% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,04% (yoy), diikuti Kabupaten Tabanan dengan deflasi bulanan sebesar -0,56% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,54% (yoy), dan selanjutnya Kota Denpasar dengan deflasi bulanan sebesar -0,30% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,77% (yoy). Berdasarkan komoditas, secara bulanan deflasi pada Juli 2026 bersumber dari penurunan harga cabai rawit, bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, dan buncis. Deflasi yang lebih rendah tertahan oleh peningkatan harga bensin, beras, dan kenaikan biaya sekolah beberapa jenjang pendidikan (TK, SD, SMP, SMA).

Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%. Ke depan, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode high season wisatawan mancanegara (Juli – September), ketidakpastian cuaca yang disertai potensi El Nino kuat yang dapat memengaruhi produksi pertanian, serta tetap tingginya biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Achris Sarwani menegaskan bahwa dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkah-langkah implementasinya salah satunya melalui kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) Balinusra 2026, termasuk diantaranya Rakor Inflasi TPIP-TPID, intensifikasi Gerakan Pangan Murah (GPM), pemantauan harga secara berkala, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

APBN Semester I 2026 Tetap Kuat, Menkeu: Fundamental Fiskal Indonesia Diakui Dua Lembaga Pemeringkat

Published

on

By

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan kinerja APBN Semester I 2026 pada Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juli 2026 Judul Gambar Menkeu Purbaya Paparkan Kinerja APBN Semester I 2026
KONFERENSI PERS: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan kinerja APBN hingga Semester I Tahun 2026 tetap menunjukkan hasil yang kuat dan mampu menjaga kesehatan fiskal pada Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juli 2026, Selasa (21/7). (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Semester I Tahun 2026 tetap menunjukkan hasil yang kuat dan mampu menjaga kesehatan fiskal pada Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juli 2026, Selasa (21/7). Kinerja APBN yang solid tersebut juga memperoleh pengakuan dari lembaga pemeringkat internasional, yaitu Standard & Poor’s (S&P) dan Lianhe Credit Rating.

Dalam paparannya, Menkeu Purbaya menyampaikan bahwa pendapatan negara hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp 1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, belanja negara terealisasi sebesar Rp 1.656,0 triliun atau meningkat 17,8 persen (yoy), mencerminkan APBN yang tetap ekspansif sekaligus produktif dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

“Dengan pendapatan yang tumbuh kuat, belanja yang produktif, dan pembiayaan yang dikelola secara terukur, defisit APBN tetap terkendali sebesar Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen dari PDB, disertai surplus keseimbangan primer sebesar Rp 85,1 triliun,” jelas Menkeu.

Menurut Menkeu, capaian tersebut menunjukkan bahwa APBN tidak hanya sehat secara fiskal, tetapi juga tetap menjalankan fungsinya sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan, serta mendukung pembangunan nasional.

“Ini menunjukkan fiskal Indonesia tetap kuat. Dengan kinerja tersebut, kami optimis APBN akan terus menjadi instrumen yang efektif dalam menjaga stabilitas, mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, serta memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi ke depan,” imbuhnya.

Kinerja APBN yang kuat tersebut turut menjadi salah satu faktor yang mendasari keputusan Standard & Poor’s (S&P) mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.

“APBN-nya bagus, ekspansif, dan mendukung pembangunan. Ini juga alasan mengapa S&P mempertahankan peringkat kita di BBB dengan outlook stabil,” ujarnya.

Selain S&P, Indonesia juga memperoleh pengakuan dari Lianhe Credit Rating, lembaga pemeringkat terkemuka di Tiongkok, yang memberikan peringkat AAA dengan outlook stabil bagi rencana penerbitan Panda Bond oleh Pemerintah Indonesia.

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa peringkat tertinggi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperluas basis investor dan mengakses pasar keuangan Tiongkok yang memiliki kapasitas pendanaan sangat besar.

“Kita keluar report-nya memberikan rating AAA stable. Jadi AAA itu yang paling tinggi. Di China peringkat utang kita itu yang mentok atas. Ini penting sekali untuk kita karena China merupakan pasar yang besar untuk surat utang,” jelas Menkeu dikutip dari laman kemenkeu.go.id.

Menurut Menkeu Purbaya, Lianhe Creding Rating memberikan peringkat tersebut dengan didukung oleh indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap kuat, fundamental ekonomi yang solid, ketahanan terhadap guncangan eksternal, tingkat utang luar negeri yang relatif rendah, kapasitas pembayaran yang kuat, cadangan devisa yang memadai, serta rasio utang pemerintah yang tetap pruden. Menkeu menegaskan bahwa indikator-indikator tersebut mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang sehat dan dikelola secara hati-hati.

“Utang luar negeri kita relatif rendah, kapasitas pembayarannya cukup, devisanya juga cukup. Rasio utang pemerintah juga tetap pruden,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca