Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Ketua Dekranasda Bali Ajak Perajin UMKM Turut Lestarikan Warisan Leluhur

BALIILU Tayang

:

de
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster

Badung, baliilu.com – Kesejahteraan menjadi faktor utama bagi setiap generasi untuk dapat meneruskan warisan leluhur, salah satunya kain tenun. Keadaan saat ini yang menunjukkan semakin banyaknya produksi kain tenun tiruan, menjadikan harga endek jatuh dan kualitas yang tidak sesuai dengan kerajinan daerah Bali yang pada zamannya memiliki kualitas tinggi.

Kondisi ini diminta menjadi perhatian bagi perajin Bali khususnya kain tenun endek, agar ikut bertanggung jawab dalam pelestarian, bukan hanya mengutamakan perkembangan tenun secara bisnis saja.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat diundang sebagai narasumber utama pada acara Gebyar Wirausaha Muda “Gebyar Wirausaha Muda Menuju IKM/ UMKM Unggul dan Mandiri”, di Gedung Widyasabha Universitas Udayana, Badung, Jumat (9/4).

Saat pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum juga berakhir, mengakibatkan sulitnya perputaran ekonomi di tengah masyarakat, karena untuk ekspor impor produksi kerajinan juga belum memiliki celah yang baik, yang mana setiap negara di dunia sedang berfokus kepada penanganan virus Covid-19 dan kelanjutan hidup warganya.

Lebih lanjut, Ny. Putri Koster meminta kepada pelaku IKM/ UMKM untuk lebih kreatif memanfaatkan peluang yang ada sekaligus menguasai informasi teknologi dalam melakukan promosi. “Peran kami sebagai Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Bali adalah memberikan peluang dan menjembatani pelaku IKM dan UMKM di Bali, karena di masa pandemi ini kita tidak boleh diam, harus bergerak terus namun tetap dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Ny. Putri Koster.

Ditambahkannya, salah satu peluang yang diberikan Dekranasda Bali kepada perajin atau pelaku IKM/ UMKM adalah membuka pameran kerajinan yang bergandengan dengan CEO Bali Mall dalam bentuk e_market place sekaligus mengajak Bank BPD Bali bekerja sama dalam upaya menyiapkan peluang dari segi permodalan dan sistem pembayaran non-tunai.

Baca Juga  Sidang Paripurna DPRD, Walikota Sampaikan Rencana Awal RPJMD 2021-2026 dan LKPJ 2020

Sementara itu, pihak akademisi pun memperhatikan agar perajin IKM/ UKM Bali, terkait perubahan yang dari hari ke hari semakin menurun kualitasnya akibat semakin beralihnya penggunaan bahan. Pada zaman dahulu kain tenun dibuat dengan kualitas yang luar biasa, namun saat ini kain tenun layaknya sudah jatuh tertimpa tangga pula, di mana jumlah para penenun semakin minim yang diakibatkan kurangnya generasi muda yang berminat untuk meneruskan warisan leluhur. Sehingga perlu dikawal dari hulu ke hilir, yakni mulai dari pemberian pemahaman taktik, teknik dan strategi pemasaran yang nantinya akan mampu mensejahterakan hidup mereka dengan maksud mampu merevolusi hasil produksi yang dibuat.

Dalam gebyar wirausaha muda menuju IKM/ UMKM unggul dan mandiri yang dilaksanakan secara hibrid ini, melibatkan perajin dan juga mahasiswa yang tergabung ke dalam unit kegiatan mahasiswa kewirausahaan, diisi dengan pameran yang melibatkan lima (5) perajin UMKM Bali, dua (2) UMKM binaan Bank BPD, dan juga dari pihak kampus Unud.

Pada kesempatan ini, Ny. Putri Koster mengajak pihak akedemisi untuk membuat segitiga sama sisi (pariwisata, pertanian dan UMKM Bali) yang berdiri sama kuat dan saling menopang, apabila ada satu (1) yang terpuruk maka yang dua masih bisa menopang.

Dengan menjaga warisan leluhur berupa kerajinan, maka secara tidak langsung juga memberikan peluang bagi pengrajin Bali untuk menikmati setiap rupiah dari jerih payahnya. “Untuk menjaga kekayaan dan daya saing kain khas daerah, maka warga kita harus turut melestarikan penggunaannya. Di mana kain endek digunakan oleh semeton Bali, kain batik digunakan oleh semeton di Jawa dan songket Palembang digunakan oleh semeton Palembang. Namun jika orang Bali ingin menggunakan batik, maka kita wajib membeli kerajinan batik hasil asli karya semeton Jawa, begitu juga sebaliknya. Hal ini tentu saja memberi peluang tumbuhnya perekonomian masyarakat secara masif,” ujar Ny. Putri Koster.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Jadi Panelis Dalam Acara Bali Economic and Investment Forum

Rektor Universitas Udayana Anak Agung Raka Sudewi menambahkan, pihaknya sangat mendukung upaya pelestarian warisan leluhur dengan melibatkan dan menanamkan keahlian sejak dini kepada generasi muda. Dan melalui gebyar wirausaha muda menuju IKM/ UMKM unggul dan mandiri ini diharapkan mampu membangkitkan pemahaman bahwa pentingnya upaya menggerakkan atau mengolah kemampuan dalam menciptakan kreasi karya seni sehingga mampu memperkaya khasanah budaya yang ada.

Melalui kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman dan rasa jengah kepada generasi muda untuk turut berperan aktif melestarikan warisan leluhur. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Ekonomi Bali pada Triwulan II Tahun 2026 Tumbuh Kuat dan Berdaya Tahan

Published

on

By

Infografis pertumbuhan ekonomi Bali Triwulan II 2026 yang menunjukkan angka pertumbuhan sebesar 5,78% (yoy).
Infografis pertumbuhan ekonomi Bali Triwulan II tahun 2026. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, perekonomian Bali pada Triwulan II 2026 tumbuh meningkat sebesar 5,78% (yoy). Di tengah gejolak geopolitik global, ekonomi Bali tumbuh meningkat, yang menunjukkan bahwa ekonomi Bali tetap kuat dan berdaya tahan. Perekonomian Provinsi Bali pada Triwulan II 2026 tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,58% (yoy) dan lebih tinggi dibandingkan nasional yang tumbuh sebesar 5,29% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Achris Sarwani melalui keterangan tertulisnya mengatakan bahwa capaian tersebut didorong oleh pertumbuhan hampir seluruh lapangan usaha (LU), kecuali LU Transportasi dan Pergudangan. Merujuk data BPS, LU dengan pertumbuhan tertinggi berada pada LU Pengad aan Listrik dan LU Administrasi Pemerintah yang tumbuh masing-masing sebesar 15,98% (yoy) dan 14,31% (yoy).

Lebih lanjut, LU Konstruksi tumbuh sebesar 8,40% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,03% (yoy), utamanya didorong proyek konstruksi pemerintah dan masih tingginya proyek swasta. LU Pertanian tumbuh sebesar 6,35% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,06% (yoy), didukung oleh peningkatan produksi hotrikultura tahunan (jeruk, alpukat, manggis), peternakan (daging ayam ras dan telur), perikanan, dan padi. Sementara itu, LU Akmamin tumbuh melambat imbas konflik Timur Tengah , yang berdampak pada kunjungan wisatawan mancanegara yang terkontraksi sebesar -5,17% (yoy).

Dari sisi pengeluaran, ekonomi Bali yang tumbuh menguat utamanya didukung konsumsi pemerintah yang tumbuh meningkat sebesar 14,90% (yoy) yang bersumber dari realisasi belanja pemerintah pusat dan daerah. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yakni tumbuh 9,81 % (yoy) sejalan dengan meningkatnya aktivitas konstruksi.

Baca Juga  Suiasa Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Beachwalk dan Legian Beach Hotel

Lebih lanjut, konsumsi rumah tangga tumbuh tetap tinggi sebesar 5,48% (yoy) didukung oleh aktivitas konsumsi serta mobilitas masyarakat pada momen Hari Raya Galungan dan Kuningan, masa libur sekolah, dan pelaksanaan event Pesta Kesenian Bali (PKB). Di sisi lain, ekspor luar negeri tumbuh 2, 23% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan melambatnya ekspor jasa (kunjungan wisatawan).

Pada Triwulan III 2026, Bank Indonesia memprakirakan perekonomian Bali tetap tumbuh tinggi seiring meningkatnya kinerja pariwisata yang memasuki pola peak season yang bersumber dari kunjungan wisatawan mancanegara, terutama Australia, serta tingginya aktivitas konstruksi proyek strategis pemerintah dan proyek swasta, didukung oleh tetap terjaganya daya beli masyarakat.

Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi Bali Triwulan III diprakirakan masih menghadapi risiko yang berpotensi menahan kinerja ekonomi, terutama berkaitan dengan ketidakpastian gejolak global dan potensi El Nino yang berdampak pada musim kemarau panjang.

Dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan tersebut, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang tangguh, inklusif, berkelanjutan, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Juli 2026 Turun dan Tetap Terjaga Dalam Rentang Sasaran

Published

on

By

Infografis inflasi Provinsi Bali Juli 2026 yang dirilis Bank Indonesia Provinsi Bali.
Infografis inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 3 Agustus 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Juli 2026 mengalami deflasi sebesar -0,51% (mtm), berbeda arah dibandingkan bulan Juni yang mengalami inflasi sebesar 0,71% (mtm). Deflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh memasukinya periode panen beberapa komoditas hortikultura diantaranya bawang merah dan aneka cabai di Bali maupun secara Nasional. Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan menurun dari 3,27% (yoy) pada Juni 2026 menjadi 2,42% (yoy). Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,88% serta berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%.

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami deflasi bulanan pada Juli 2026 yakni Kabupaten Buleleng dengan deflasi bulanan terendah sebesar -0,91% (mtm) atau 1,89% (yoy). Selanjutnya, Kabupaten Badung mengalami deflasi bulanan sebesar -0,59% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,04% (yoy), diikuti Kabupaten Tabanan dengan deflasi bulanan sebesar -0,56% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,54% (yoy), dan selanjutnya Kota Denpasar dengan deflasi bulanan sebesar -0,30% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,77% (yoy). Berdasarkan komoditas, secara bulanan deflasi pada Juli 2026 bersumber dari penurunan harga cabai rawit, bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, dan buncis. Deflasi yang lebih rendah tertahan oleh peningkatan harga bensin, beras, dan kenaikan biaya sekolah beberapa jenjang pendidikan (TK, SD, SMP, SMA).

Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%. Ke depan, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode high season wisatawan mancanegara (Juli – September), ketidakpastian cuaca yang disertai potensi El Nino kuat yang dapat memengaruhi produksi pertanian, serta tetap tingginya biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Baca Juga  Peringati Hari Jadi Ke-4, Bupati Giri Prasta Harapkan Semeton Dulang Mangap Fokus Ngayah

Achris Sarwani menegaskan bahwa dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkah-langkah implementasinya salah satunya melalui kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) Balinusra 2026, termasuk diantaranya Rakor Inflasi TPIP-TPID, intensifikasi Gerakan Pangan Murah (GPM), pemantauan harga secara berkala, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

APBN Semester I 2026 Tetap Kuat, Menkeu: Fundamental Fiskal Indonesia Diakui Dua Lembaga Pemeringkat

Published

on

By

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan kinerja APBN Semester I 2026 pada Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juli 2026 Judul Gambar Menkeu Purbaya Paparkan Kinerja APBN Semester I 2026
KONFERENSI PERS: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan kinerja APBN hingga Semester I Tahun 2026 tetap menunjukkan hasil yang kuat dan mampu menjaga kesehatan fiskal pada Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juli 2026, Selasa (21/7). (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Semester I Tahun 2026 tetap menunjukkan hasil yang kuat dan mampu menjaga kesehatan fiskal pada Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juli 2026, Selasa (21/7). Kinerja APBN yang solid tersebut juga memperoleh pengakuan dari lembaga pemeringkat internasional, yaitu Standard & Poor’s (S&P) dan Lianhe Credit Rating.

Dalam paparannya, Menkeu Purbaya menyampaikan bahwa pendapatan negara hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp 1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, belanja negara terealisasi sebesar Rp 1.656,0 triliun atau meningkat 17,8 persen (yoy), mencerminkan APBN yang tetap ekspansif sekaligus produktif dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

“Dengan pendapatan yang tumbuh kuat, belanja yang produktif, dan pembiayaan yang dikelola secara terukur, defisit APBN tetap terkendali sebesar Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen dari PDB, disertai surplus keseimbangan primer sebesar Rp 85,1 triliun,” jelas Menkeu.

Menurut Menkeu, capaian tersebut menunjukkan bahwa APBN tidak hanya sehat secara fiskal, tetapi juga tetap menjalankan fungsinya sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan, serta mendukung pembangunan nasional.

“Ini menunjukkan fiskal Indonesia tetap kuat. Dengan kinerja tersebut, kami optimis APBN akan terus menjadi instrumen yang efektif dalam menjaga stabilitas, mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, serta memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi ke depan,” imbuhnya.

Kinerja APBN yang kuat tersebut turut menjadi salah satu faktor yang mendasari keputusan Standard & Poor’s (S&P) mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.

“APBN-nya bagus, ekspansif, dan mendukung pembangunan. Ini juga alasan mengapa S&P mempertahankan peringkat kita di BBB dengan outlook stabil,” ujarnya.

Baca Juga  Sidang Paripurna DPRD, Walikota Sampaikan Rencana Awal RPJMD 2021-2026 dan LKPJ 2020

Selain S&P, Indonesia juga memperoleh pengakuan dari Lianhe Credit Rating, lembaga pemeringkat terkemuka di Tiongkok, yang memberikan peringkat AAA dengan outlook stabil bagi rencana penerbitan Panda Bond oleh Pemerintah Indonesia.

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa peringkat tertinggi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperluas basis investor dan mengakses pasar keuangan Tiongkok yang memiliki kapasitas pendanaan sangat besar.

“Kita keluar report-nya memberikan rating AAA stable. Jadi AAA itu yang paling tinggi. Di China peringkat utang kita itu yang mentok atas. Ini penting sekali untuk kita karena China merupakan pasar yang besar untuk surat utang,” jelas Menkeu dikutip dari laman kemenkeu.go.id.

Menurut Menkeu Purbaya, Lianhe Creding Rating memberikan peringkat tersebut dengan didukung oleh indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap kuat, fundamental ekonomi yang solid, ketahanan terhadap guncangan eksternal, tingkat utang luar negeri yang relatif rendah, kapasitas pembayaran yang kuat, cadangan devisa yang memadai, serta rasio utang pemerintah yang tetap pruden. Menkeu menegaskan bahwa indikator-indikator tersebut mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang sehat dan dikelola secara hati-hati.

“Utang luar negeri kita relatif rendah, kapasitas pembayarannya cukup, devisanya juga cukup. Rasio utang pemerintah juga tetap pruden,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca