Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ketua Dewan Putu Parwata Pimpin Raker dengan TAPD Bahas KUA-PPAS 2023

BALIILU Tayang

:

banggar
Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua Wayan Suyasa memimpin rapat pembahasan KUA-PPAS TA 2023 dengan TAPD Badung, Selasa (2/8/2022). (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Badan Anggaran DPRD Badung menggelar rapat kerja dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Badung terkait membahas rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2023 di Ruang Gosana Madya lt 3 Kantor DPRD Badung, Selasa, 2 Agustus 2022.

Raker dipimpin langsung Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa serta sejumlah anggotanya. Dari TAPD dipimpin Wayan Adi Arnawa yang juga Sekda Badung didampingi anggota TAPD seperti Kepala Bapenda Made Sutama, Kepala Bappeda Wayan Made Wira Dharmajaya serta sejumlah pimpinan OPD lainnya.

Putu Parwata saat membuka raker menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang sudah merancang pendapatan daerah hingga Rp 3,87 triliun dengan pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp 3,1 triliun. “Kami memberikan apresiasi atas keberanian Pemkab Badung menetapkan pendapatan daerah ini,” ujar Parwata.

Meskipun demikian, Putu Parwata meminta penjelasan Ketua TAPD kenapa sampai berani menetapkan angka tersebut, padahal APBD induk Badung 2022 hanya Rp 2,9 triliun. “Kami pikir ini sangat berani. Apa pertimbangannya,” tegas politisi PDI Perjuangan asal Dalung Kuta Utara tersebut.

Parwata berharap, apa yang sudah ditetapkan ini dapat dilaksanakan. Dengan begitu, apa yang diharapkan masyarakat seperti program mandatori di bidang pendidikan dan kesehatan bisa dijalankan. Demikian juga program infrastruktur yang diperlukan masyarakat. “Satu lagi pokir-pokir di OPD bisa terlaksana dengan baik,” ucapnya.

Ketua TAPD yang juga Sekda Badung Wayan Adi Arnawa mengungkapkan dasar penetapan angka Rp 3,87 triliun di pendapatan daerah pada 2023. Hal ini tak terlepas dari pelonggaran-pelonggaran yang sudah dilakukan pemerintah. Pelonggaran ini, katanya, membuat aktivitas pariwisata mulai menggeliat. Pendapatan pada triwulan I 2022 sekitar Rp 350 miliar, pada triwulan II 2022 bertambah lagi Rp 200 miliar. “Dalam satu semester di tahun 2022, sudah masuk pajak hotel dan restoran (PHR) di angka Rp 550 miliar,” tegasnya sembari optimis, hingga akhir tahun 2022, pendapatan dari PHR mencapai Rp 2 triliun lebih.

Baca Juga  Siap Jadi Narasumber, Putu Parwata Dukung Ekonomi Desa Berbasis Digital di LPD Desa Adat Tuka Dalung

Selanjutnya, kata Adi Arnawa, sepanjang kondisi normal dan G20 berjalan dengan baik, angka yang dipasang yakni PAD Rp 3,1 triliun sangat realistis. Walau begitu, Adi Arnawa juga meminta Bapenda Badung untuk melakukan optimalisasi pendapatan di luar PHR.

Optimisme ini, katanya, juga didukung oleh makin terkendalinya Covid-19. Walau ada kenaikan angka positif, tegasnya, tingkat kesembuhannya sangat cepat. Ini tak lepas dari vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah. “Kecuali yang komorbid, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 sangat cepat dan tinggi,” ungkapnya.

Ketua Komisi III DPRD Badung Wayan Sandra mendukung optimisme TAPD dalam menentukan angka pendapatan daerah. “Kami sepakat dengan prediksi dan asumsi yang telah dilakukan,” katanya.

Dia menyampaikan data, saat ini pesawat yang datang dan parkir di Bandara Ngurah Rai sudah mencapai 300 unit per hari. Dalam kondisi normal sebelum Covid-19, pesawat yang datang mencapai 400 unit. “Pesawat yang datang sudah 75 persen dari kondisi normal,” katanya.

Pada kesempatan itu, Sandra meminta TAPD untuk merancang program trotoarisasi di wilayah Pererenan, Canggu ke barat hingga Cemagi yang kondisinya sangat macet. Ini dilalui wisatawan yang menginap di wilayah Kuta Utara. Ini penting mendapat perhatian selain trotoarisasi juga pelebaran jalannya karena memang jalan tersebut sebelumnya hanya jalan subak.

Sementara itu, anggota DPRD Badung lainnya Gusti Ngurah Saskara lebih banyak menyoroti soal belanja modal yang dipasang hanya Rp 204 miliar. “Kami minta belanja modal bisa diperbesar karena dapat menjadi alternatif pendapatan daerah jika terjadi persoalan di sektor pariwisata,” tegasnya.

Untuk dua tanggapan dari anggota Dewan ini, Adi Arnawa menyatakan sepakat. Dia menilai pelebaran jalan maupun trotoarisasi di wilayah Pererenan, Canggu hingga Cemagi perlu dilakukan. Demikian juga terkait belanja modal, bahkan Pemkab Badung berencana membuat Perumda di Bidang Pangan dan Infrastruktur. (gs/bi)

Baca Juga  Cetak SDM Berkualitas, Ketua Dewan Putu Parwata Dukung Lembaga Pendidikan

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Dari Ladies Program Rakerkomwil IV APEKSI Ke-21

Puri Jero Kuta dan Pasar Kumbasari Suguhkan Kekayaan Seni dan Tradisi Budaya Bali kepada Istri Kepala Daerah

Loading

Published

on

By

city tour denpasar
KUNJUNGAN: Belasan istri Kepala Daerah para anggota APEKSI Komwil IV, pada Jumat (22/5) saat melakukan kunjungan ke Pasar Kumbasari. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Selain kawasan Sanur, dua objek City Tour Kota Denpasar, yakni Puri Jero Kuta dan Pasar Kumbasari turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV APEKSI ke-21, yang dibalut dalam kegiatan Ladies Program.

Belasan istri Kepala Daerah para anggota APEKSI Komwil IV ini, pada Jumat (22/5), dikenalkan dengan kesenian dan tradisi budaya Bali, melalui belajar Tari Pendet dan juga membuat Gebogan yang biasa digunakan sebagai sarana upakara di Bali.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, dan Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, menyampaikan, pada Ladies Program Rakerkomwil IV  APEKSI ke-21, pengenalan budaya Bali menjadi salah satu poin utama.

Selain sebagai promosi wisata budaya Kota Denpasar, hal ini juga ditujukan agar kesenian dan budaya Bali lebih dikenal oleh masyarakat secara luas.

“Kami ingin mengenalkan secara lebih mendalam tentang Tari Pendet dan Gebogan yang selama ini mungkin hanya disaksikan saja oleh para wisatawan saat berkunjung ke Bali. Lewat belajar tari Pendet dan membuat Gebogan ini, saya harap ibu-ibu Kepala Daerah juga mengetahui tentang seluk beluk kesenian Bali, sebagai kekayaan warisan leluhur,” ungkap Sagung Antari.

Usai berkegiatan di Puri Jero Kuta, rombongan istri Kepala Daerah melanjutkan perjalanan menuju Pasar Kumbasari, untuk melihat berbagai produk unggulan UMKM binaan Dekranasda dan Disperindag Kota Denpasar.

Pemilihan lokasi ini sebagai City Tour pada Ladies Program juga bukan tanpa alasan. Sagung Antari mengemukakan, berbagai produk unggulan UMKM Kota Denpasar yang dijajakan di Pasar Kumbasari memiliki potensi untuk dipasarkan secara luas. Untuk itu, dengan menyertakan Pasar Kumbasari sebagai salah satu lokasi tujuan, secara tidak langsung akan mempromosikan potensi ekonomi kreatif Kota Denpasar.

Baca Juga  Pemkab Badung Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemeriksa Pajak Daerah 2024

“Ada berbagai macam produk kerajinan Kota Denpasar yang memiliki ciri khas. Seperti aneka kain endek, sandal, dan lainnya,” kata Sagung Antari.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana mengungkapkan, pada setiap gelaran Rakerkomwil IV APEKSI, Ladies Program merupakan agenda wajib yang harus selalu ada. Selain sebagai ajang untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi antarkota, acara ini juga sekaligus menjadi momentum untuk saling bertukar pengalaman dan juga informasi seputar program penunjang pembangunan.

“Salah satunya adalah program kerajinan, kesenian, dan ekonomi kreatif yang biasanya dikomandoi oleh istri para kepala daerah. Tentu semangat ini yang kita usung, agar sinergi dan kolaborasi antarkota semakin erat,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Denpasar City Expo Hadirkan UKM/IKM Unggulan Komwil IV APEKSI

Published

on

By

Denpasar City Expo
DENPASAR CITY EXPO: Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, didampingi Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya saat mengunjungi stand UMKM Denpasar City Expo, Jumat (22/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Gelaran Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV ke-21 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Kota Denpasar menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya Denpasar City Expo yang digelar di kawasan Prama Sanur Beach Bali, Jumat (22/5). Kegiatan ini menjadi wadah promosi berbagai inovasi pelayanan publik sekaligus menampilkan produk unggulan UKM/IKM dari daerah peserta Komwil IV APEKSI.

Pelaksanaan Denpasar City Expo diikuti oleh pelaku UKM/IKM dari 13 kota peserta Rakerkomwil IV APEKSI, serta 12 UKM/IKM unggulan binaan Dekranasda Kota Denpasar. Berbagai produk kreatif dan unggulan dipamerkan, mulai dari fesyen, kriya, tenun, kuliner hingga produk berbasis kearifan lokal yang mencerminkan identitas budaya masing-masing daerah.

Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, didampingi Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya mengatakan bahwa pelaksanaan Denpasar City Expo merupakan bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif, khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah agar semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Melalui Denpasar City Expo ini kami ingin memperkenalkan produk-produk UKM dan IKM lokal yang menjadi peserta Rakerkomwil IV APEKSI. Produk yang ditampilkan memiliki kualitas dan kreativitas yang sangat baik serta menjadi kebanggaan daerah masing-masing,” ujar Ayu Kristi.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan ini juga menjadi ruang promosi sekaligus mempertemukan para pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional. Dengan keterlibatan berbagai kota di wilayah Komwil IV APEKSI, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi antar daerah dalam mendukung kemajuan sektor UMKM dan industri kreatif.

Baca Juga  Ketua Dewan Putu Parwata Dukung Langgam Indonesia XXXV 2023

“Kami berharap expo ini dapat menjadi wadah bagi pelaku UKM dan IKM untuk naik kelas, semakin dikenal masyarakat luas dan mampu menembus pasar regional. Tentu hal ini juga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Selain menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, Denpasar City Expo juga menghadirkan semangat kolaborasi antar-pemerintah kota dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan.

“Melalui kegiatan ini, Kota Denpasar ingin menunjukkan komitmennya sebagai kota kreatif yang terus mendorong pengembangan industri lokal berbasis budaya dan inovasi,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dari Raker Komwil IV APEKSI Ke-21 di Denpasar

Perkuat Sinergi dan Rumuskan Langkah Strategis Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

Loading

Published

on

By

APEKSI
RAKERKOMWIL APEKSI: Pelaksanaan Rapat Kerja Komwil IV APEKSI ke-21 berlangsung di Wantilan Convention Center, Hotel Prama Sanur Beach, Denpasar, Jumat (22/5) yang dihadiri Wakil Ketua Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial APEKSI yang juga Walikota Mojokerto, Hj. Ika Puspitasari, Walikota Malang Wahyu Hidayat selaku Ketua Komwil IV APEKSI, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, dan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara selaku Wakil Ketua Bidang Perkotaan dan Budaya APEKSI. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-21 yang berlangsung di Kota Denpasar menggaungkan semangat kolaborasi antardaerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan dinamika global. Selain menjadi forum strategis kepala daerah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan seminar pariwisata sebagai upaya memperkuat sektor unggulan daerah.

Forum yang digelar di Wantilan Convention Center, Hotel Prama Sanur Beach, Denpasar, Jumat (22/5) tersebut menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus perkuat sinergi dan rumuskan langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial APEKSI yang juga Walikota Mojokerto, Hj. Ika Puspitasari, Walikota Malang Wahyu Hidayat selaku Ketua Komwil IV APEKSI, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, jajaran pengurus Komwil IV APEKSI, para walikota dan wakil walikota, sekretaris daerah, kepala OPD, hingga akademisi Universitas Udayana.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara selaku Wakil Ketua Bidang Perkotaan dan Budaya APEKSI dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Denpasar sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakerwil IV APEKSI ke-21.

“Atas nama Pemerintah dan seluruh warga Kota Denpasar, saya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Rakerwil di Kota Denpasar, kota budaya yang kami cintai,” ujar Jaya Negara.

Menurut Jaya Negara, Rakerwil IV APEKSI menjadi momentum penting bagi kota-kota di wilayah IV untuk memperkuat sinergi dan merumuskan langkah strategis bersama dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan, tema “Kolaborasi Kota Harmoni Nusantara” sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dalam menghadapi kompleksitas persoalan perkotaan.

Baca Juga  Optimalisasi Pendapatan dan Perjuangkan Dana Pusat, Ketua Dewan Dukung Langkah Bupati Badung

“Tidak ada satu kota pun yang mampu berkembang optimal secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi, berbagi sumber daya, dan saling menguatkan antarkota agar tujuan bersama dapat kita raih,” ujar Jaya Negara.

Dalam sidang pleno, sejumlah isu strategis menjadi perhatian bersama. Jaya Negara berharap forum tersebut mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang tajam dan menjadi suara bersama Komwil IV dalam forum nasional APEKSI mendatang. Dalam kesempatan tersebut Jaya Negara juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan Denpasar City Expo yang digelar bersamaan selama tiga hari sebagai ajang promosi produk unggulan dan potensi daerah masing-masing.

“Kota Denpasar dengan motto Sewaka Dharma, Melayani adalah Kewajiban, berkomitmen menjadi tuan rumah yang sebaik-baiknya agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, nyaman, dan produktif,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Walikota Malang Wahyu Hidayat selaku Ketua Komwil IV APEKSI menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Denpasar atas sambutan dan fasilitasi selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, Rakor Komwil IV menjadi momentum memperkuat sinergi, konsultasi, dan koordinasi antarpemerintah kota.

“Banyak isu strategis yang perlu kita diskusikan bersama, mulai dari layanan publik, fiskal daerah, infrastruktur, lingkungan hidup hingga dampak ketidakpastian global. Forum ini menjadi ruang bertukar praktik baik dan mencari solusi bersama,” katanya.

Wahyu Hidayat menambahkan, hasil pembahasan Rakor Komwil IV nantinya akan dibawa dalam Musyawarah Nasional APEKSI di Kota Medan sebagai rekomendasi bersama pemerintah kota se-Indonesia.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial APEKSI, Hj. Ika Puspitasari mengatakan, kolaborasi menjadi sebuah keniscayaan dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah saat ini.

“Komwil merupakan ujung tombak APEKSI dalam menyuarakan berbagai persoalan daerah sekaligus merumuskan solusi yang dapat menjadi pembelajaran bagi kota lainnya,” ujar Puspitasari.

Baca Juga  Ketua Dewan Putu Parwata Dukung Langgam Indonesia XXXV 2023

Selebihnya Puspitasari mencontohkan semangat solidaritas antardaerah yang ditunjukkan anggota APEKSI saat membantu daerah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Selain itu, APEKSI juga terus mendorong promosi potensi unggulan daerah melalui penyusunan buku potensi dari 98 kota anggota serta pengembangan city branding yang direncanakan diluncurkan pada Oktober mendatang.

“Ada banyak isu yang membutuhkan kolaborasi, mulai dari konservasi energi, kesehatan masyarakat, ketahanan iklim hingga ketahanan lansia. Karena itu mari saling berbagi dan bahu membahu menghadapi tantangan demi kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing,” katanya.

Rangkaian Rakor Komwil IV APEKSI ke-21 juga diisi seminar pariwisata yang menghadirkan narasumber Prof. Ir. Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha dari Universitas Udayana. Seminar tersebut membahas penguatan sektor pariwisata daerah di tengah perubahan tren global dan tantangan pembangunan berkelanjutan.

Di akhir kegiatan juga dilaksanakan rapat pleno yang dipimpin Walikota Malang Wahyu Hidayat bersama Walikota Kupang Christian Widodo dan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara yang menetapkan sejumlah rekomendasi untuk dibawa pada Rakernas APEKSI mendatang. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca