Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ketua DPRD Badung Putu Parwata Dorong Pengembangan UMKM Berbasis Digital

BALIILU Tayang

:

parwata
Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Selain sektor pariwisata dan pertanian, DPRD Kabupaten Badung bersama-sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Badung bersepakat untuk menumbuhkan sektor ekonomi di bidang UMKM.

“Jadi, bagaimana UMKM Badung ini bisa tumbuh terus, sehingga memberikan kontribusi kepada pelaku UMKM, agar betul-betul bisa menambah penghasilannya,” kata Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata selepas melakukan diskusi sekaligus rapat koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Badung di ruang kerjanya, Kantor DPRD Badung, Rabu, 5 Oktober 2022.

Dari diskusi tersebut, ada beberapa hal yang sangat menarik, yang dapat disimpulkan Putu Parwata, bahwa secara general, Badung tumbuh ekonominya berkat sektor UMKM, mengingat UMKM merupakan urat nadi perekonomian Badung.

Oleh karenanya, pasca-Covid-19 ini, Putu Parwata mendorong sektor UMKM di Badung, agar terdata dengan baik hingga upaya-upaya yang dilakukan guna memajukan UMKM Badung.

“Nah, hal ini yang kita sepakati untuk terus kita tingkatkan sesuai dengan target nasional, minimal 4 persen dari jumlah penduduk ini, wirausaha atau enterpreneur terbangun,” jelas politisi asal Dalung tersebut.

Oleh karena itu, DPRD Badung sepakat mendorong UMKM Badung, minimal 6 persen untuk tumbuh dan meningkatkan sektor UMKM di Kabupaten Badung.

Bahkan, beberapa hal yang perlu didiskusikan lebih lanjut, imbuhnya, terkait pengembangan UMKM Badung berbasis digitalisasi, baik produk, promosi maupun lainnya.

“Jadi, semua network dibangun berdasarkan digitalisasi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Putu Parwata sedang menjajaki pola yang harus dilakukan beserta model yang harus dikerjakan untuk meningkatkan pertumbuhan UMKM ini, dalam hal digitalisasi.

“Ini menjadi PR kita bersama-sama antara eksekutif dan Pimpinan DPRD. Prinsip kita mendorong UMKM Badung ini tumbuh terus, sehingga memberikan kepada Badung kontribusi yang positif kepada UMKM sendiri dan bermanfaat betul bagi masyarakat serta bisa menumbuhkan perekonomian di Badung,” paparnya.

Baca Juga  Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Badung, Putu Parwata: Soal Pajak Tak Boleh Abu-abu

Ditambahkan Putu Parwata, pihaknya juga harus membuatkan sebuah aplikasi digital untuk mendorong pengembangan UMKM di Badung. Bahkan, Dinas Koperasi dan UMKM Badung menyampaikan kendala yang dialami berdasarkan hasil studi banding yang dilakukan, ternyata mereka memerlukan digitalisasi.

Dan, DPRD Badung akan merumuskan sebuah model aplikasi yang bisa diajak bekerja sama atau bisa mendorong maksimal pengembangan UMKM di Badung. “Inilah target kita sehingga betul-betul Badung berbasis digital, semuanya juga berbasis digital dan ini masih dalam diskusi berkelanjutan,” harapnya.

Diakuinya, pariwisata secara mayoritas memberikan kontribusi ekonomi kepada Badung, kemudian disusul sektor industri dan ikutannya, juga memberikan kontribusi kepada Badung. Tak kalah pentingnya, UMKM dan pertanian serta usaha-usaha lainnya juga berkontribusi positif  bagi Badung.

Makanya, berdasarkan data output Badung ini, imbuhnya, ada beberapa sektor yang bisa memberikan pertumbuhan ekonomi, dalam hal mengurangi ketimpangan ekonomi Badung ini, yang lagi diselaraskan melalui sektor UMKM.

“Sekarang kita mendorong UMKM dan besok kita akan memprioritaskan pertanian dan sektor-sektor destinasi lainnya. Pariwisata itu sudah pasti,” rincinya.

Soal permodalan untuk mendorong UMKM, Putu Parwata menyebutkan semua permodalan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Badung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Jadi, pemerintah berkewajiban memfasilitasi kebutuhan permodalan masyarakat, termasuk pembinaan, marketing dan persiapan aplikasi digital,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Menkeu: Selaraskan Tiga Mesin Pertumbuhan untuk Ekonomi Berkelanjutan

Published

on

By

Menkeu Purbaya
RAPAT: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung yang dilaksanakan secara daring, pada Selasa (13/01). (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan agenda besar lintas generasi. Melalui Asta Cita, pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menjaga stabilitas nasional, serta memastikan pemerataan manfaat pembangunan bagi seluruh masyarakat.

Untuk mencapai visi tersebut, pemerintah mengandalkan tiga mesin pertumbuhan utama, yakni fiskal, sektor keuangan, dan investasi. Ketiganya diharapkan dapat bergerak selaras dan saling memperkuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Asta Cita menuntut pertumbuhan tinggi, stabilitas nasional, dan pemerataan manfaat pembangunan. Mesin pertumbuhan harus bekerja selaras. Mesin fiskal, mesin sektor keuangan, dan investasi,” ungkap Menkeu dalam Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung yang dilaksanakan secara daring, pada Selasa (13/01).

Di sektor fiskal, pemerintah berkomitmen mengoptimalkan belanja negara agar dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran, dan bebas dari kebocoran. Sementara itu, di sektor keuangan, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan Bank Sentral agar kebijakan moneter sejalan dengan kebijakan fiskal.

Dari sisi investasi, pemerintah telah membentuk satuan tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah untuk mengatasi debottlenecking investasi melalui mekanisme penyelesaian hambatan investasi secara rutin. Setiap pekan, pemerintah menggelar sidang untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di Indonesia, sehingga iklim investasi dapat semakin kondusif.

“Saya pikir nanti kalau tiga sistem itu, sistem fiskal, moneter, dan investasi sudah jalan baik, kita bisa tumbuh lebih cepat,” tandas Menkeu.

Untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045, APBN 2026 diarahkan bersifat ekspansif namun tetap terukur, dengan fokus pada delapan agenda prioritas. Belanja negara ditujukan untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat, memperkuat fondasi jangka panjang, serta meningkatkan produktivitas nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Dukung Penuh Raker DPD IMM Bali

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terima Laporan OIKN, Presiden Prabowo Tekankan Percepatan Pembangunan IKN

Published

on

By

pembangunan ikn
BERI KETERANGAN: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangannya kepada awak media di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Selasa, 13 Januari 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dari Otorita IKN dalam kunjungan kerjanya di IKN pada Selasa, 13 Januari 2026. Dalam keterangannya kepada awak media di Kabupaten Malang, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa sejak awal Presiden memberikan perhatian agar pembangunan fasilitas negara tersebut dapat dipercepat.

“Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif, yang harapannya bisa selesai di tahun 2028,” ujar Menteri Pras.

Dalam rapat bersama OIKN tersebut, Presiden Prabowo memberikan sejumlah catatan atas paparan yang disampaikan. Menurut Menteri Pras, catatan Presiden pada prinsipnya menekankan dua hal utama yakni perbaikan dan percepatan proses pembangunan.

“Jadi tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap pertama misalnya mengenai desain, kemudian mengenai fungsi, dan diminta terus-menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki,” katanya.

Lebih lanjut, Mensesneg menegaskan bahwa percepatan tersebut ditujukan agar tiga fungsi utama pemerintahan di IKN dapat segera terwujud. “Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan supaya tiga fungsi bisa segera selesai,” lanjut Menteri Pras.

Dari IKN, Presiden kemudian melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur untuk meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Pemerintah, kata Mensesneg, secara paralel terus membangun berbagai fasilitas pendidikan mulai dari sekolah rakyat untuk masyarakat desil 1 dan desil 2 hingga sekolah unggulan.

“Sekali lagi ini memang kita bekerja keras untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas pendidikan kita. Sekolah rakyat untuk desil 1, desil 2 kita adakan, kita bangun. Kemudian yang sekolah unggulan juga kita bangun karena kita benar-benar ingin mempersiapkan sumber daya manusia kita, yang kita harapkan akan mengawaki kebangkitan Indonesia Emas 2045,” tandasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Terima Audiensi ‘’Pengemong’’ Pura Dalem Tarukan

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

OTT Pegawai Pajak Jadi Momentum Bersih-bersih dan Bangun Kepercayaan Publik

Published

on

By

OTT pegawai Pajak
Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap pegawai Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta kembali menjadi sorotan publik. Di tengah tekanan penerimaan negara yang belum mencapai target (shortfall) dan defisit APBN yang mendekati 3 persen, kasus ini memantik kekhawatiran baru mengenai integritas institusi perpajakan.

Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak justru berpendapat bahwa momentum ini justru harus dipahami sebagai bukti bahwa mekanisme pengawasan negara bekerja dan keberanian penegak hukum tidak pernah surut.

“Kita harus tegas menyebut bahwa ini adalah perilaku oknum, bukan representasi dari keseluruhan institusi perpajakan. Justru saat kondisi fiskal sedang menantang, bersih-bersih harus lebih keras dilakukan. Kepercayaan publik adalah fondasi penerimaan negara,” ujarnya dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Menurut Amin, respons cepat Kementerian Keuangan dan DJP yang menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada KPK adalah langkah penting untuk menjaga marwah reformasi perpajakan. Ia menegaskan bahwa publik perlu melihat bahwa negara tidak memberi ruang kompromi terhadap penyimpangan, sekecil apa pun.

Penindakan terbuka seperti ini memperlihatkan bahwa sistem check and balance mulai menghasilkan dampak: digitalisasi proses, pengawasan berlapis, serta audit berbasis risiko mulai menutup ruang abu-abu dalam relasi antara auditor, konsultan pajak, dan wajib pajak besar.

“Kalau kita ingin membangun sistem perpajakan modern dan kredibel, maka ketegasan seperti ini bukan gangguan, tapi syarat. Membersihkan oknum justru menguatkan pondasi negara,” tambah Politisi Fraksi PKS itu.

Ia menilai pembenahan harus dilakukan lebih pada tiga sisi, yaitu perbaikan sistem pemeriksaan pajak, reformasi SDM, dan penataan ulang ekosistem konsultan pajak. Amin menegaskan perlunya digitalisasi pemeriksaan dari hulu ke hilir agar setiap keputusan fiskus terlacak secara otomatis, meminimalkan ruang negosiasi yang dapat disalahgunakan.

Baca Juga  Wabup Suiasa Pimpin Rapat Koordinasi Program Perekonomian, UMKM dan Ekonomi Kreatif

Dari sisi SDM, rotasi cepat, promosi berbasis integritas, serta lifestyle check digital wajib diperkuat. Sementara itu, peran konsultan pajak harus dikembalikan kepada fungsi profesionalnya yang berperan sebagai penasihat kepatuhan, bukan broker akses dan celah penyimpangan.

“Harus dipastikan reformasi perpajakan tidak berhenti pada slogan. Ruang penyimpangan harus semakin sempit, tata kelola makin kuat, dan integritas aparat menjadi tiang utama menjaga penerimaan negara,” tutur Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini.

Dengan langkah tegas, pengawasan konsisten, dan reformasi berkelanjutan, Amin yakin setiap rupiah pajak dapat kembali ke rakyat dalam bentuk pembangunan yang merata, adil, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca