Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ketua DPRD Badung Putu Parwata ‘’Launching’’ Koperasi Pinaka Ane Sujati

Dorong Ekonomi Kerakyatan yang Berkelanjutan

Loading

BALIILU Tayang

:

putu parwata
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M. saat launching Koperasi Pinaka Ane Sujati (PAS). (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M. baik secara kedinasan sebagai Ketua DPRD, sebagai kader partai maupun secara pribadi tidak pernah berhenti untuk terus bekerja, bekerja dan bekerja untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Seperti yang dilakukan, Kamis, 26 Mei 2022 di rumah rakyat Putu Parwata di Jalan Kwanji Dalung Badung. Putu Parwata me-launching Koperasi Pinaka Ane Sujati atau disingkat PAS. Kepada awak media, politisi Dapil Kuta Utara ini menggambarkan Koperasi PAS yang bergerak sebagai distributor pangan atau kebutuhan pokok dan simpan pinjam. Koperasi ini diluncurkan mulai dari Dalung dimana yang menjadi anggota adalah seluruh masyarakat Dalung baik Dalung Kedinasan maupun Dalung Permai. Unsur koperasi ada pendiri, pengawas, pengurusnya adalah seluruh perangkat dan yang menjadi anggotanya adalah seluruh warga atau kurang lebih 20 ribu KK. Jika per KK beranggotakan 4 orang maka anggotanya 80 ribu orang.

Dengan 20 ribu KK dan bisa bersatu, Putu Parwata mengatakan bisa menghasilkan per bulan Rp 200 juta. Belum pendapatan lain-lainnya seperti simpan pinjam. Inilah yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi mikro yang ada di desa. Petani bekerja sama dengan PT Padi Alam Semesta baik soal bibit, pupuk yang menghasilkan produksi naik 100 persen (dari 6 ton per hektar kini mencapai 12 ton per hektar, red). Gabah dibeli oleh PT PAS dengan harga sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Gabah dari petani yang sudah diolah menjadi beras CPar dikembalikan lagi ke petani dengan harga murah melalui BUMDes, BUMDA, dan Koperasi PAS. Dengan demikian pertaniannya akan terbantu.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Siap Fasilitasi Program Kerja Aiyiyah Badung

‘’Kemudian kita juga sudah memberikan contoh, kita akan buatkan untuk pengenalan koperasi ini pada 1 Juni kita akan gelar pasar murah. Hari ini kupon sudah beredar. Kupon beras kualitas super tetapi harga murah. Kita sudah membagikan 25 ribu ton. Ini adalah rintisan saya sebagai pribadi sekaligus Ketua DPRD ingin membangun ekonomi Badung ini menjadi stabil dengan teori kerakyatan. Yakni ekonomi kerakyatan berbasis masyarakat dan pertanian,’’ ungkap Putu Parwata yang juga menjabat Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini.

Parwata menjelaskan, teori ekonomi kerakyatan yang berbasis masyarakat ini akan memberikan satu nilai ekonomi yang sustainable (berkelanjutan) karena terus bergulir karena yang bergerak Badan Pangan Krama Badung. Koperasi ini berada di bawah Badan Pangan PT Padi Alam Semesta. Badan ini yang berproduksi bersama-sama petani.

‘’Disain ini menjadi model ekonomi kerakyatan ada perpaduan antara PT bersinergi dengan koperasi, PT bersinergi dengan petani, PT bersinergi dengan masyarakat. Jadi semuanya adalah simbiose mutualiasme, betul- betul memberikan manfaat bersama,’’ bebernya seraya mengungkapkan hari ini saya launching dan segera akan dibentuk prakoperasi. Jadi Senin ini kita sudah bergerak untuk mempersiapkan kelengkapan administrasi untuk Koperasi PAS.

Selanjutnya, Putu Parwata mengajak warga Badung kerja nyata dan berpikir positif. Seperti yang diingatkan Ibu Megawati, sebagai kader partai harus menunjukkan kerja nyata. Kita ditugaskan partai untuk bekerja, melayani bersama masyarakat saling memberikan program yang baik. Karena itu, dalam program prioritas yang dilakukannya di 2019-2024 dan sebelumnya sudah dikerjakan.

‘’Jadi kalau pemerintah melaksanakan yaitu sandang pangan papan, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, market digital, pariwisata, adat, agama dan budaya itu sudah saya kerjakan,’’ tutup Putu Parwata yang berulang tahun 27 Mei dan berharap semoga semua kerja kerja yang saya tampilkan bisa bermanfaat untuk masyarakat. (gs/bi)

Baca Juga  DPRD Badung Tetapkan APBD Perubahan 2023 Rp 8,4 Triliun

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Polresta Denpasar Gelar Rapat Analisa dan Evaluasi Forum Konsultasi Publik 2026

Perkuat Transparansi dan Kualitas Pelayanan kepada Masyarakat

Loading

Published

on

By

Rapat Analisa dan Evaluasi Forum Konsultasi Publik Polresta Denpasar di Ruang Catur Prasetya
EVALUASI: Rapat Analisa dan Evaluasi terkait Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Catur Prasetya Polresta Denpasar, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Polresta Denpasar terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan, profesional, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Analisa dan Evaluasi Terkait Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Catur Prasetya Polresta Denpasar, Sabtu (22/8/2026).

Dengan dipimpin oleh Kabag Ren Polresta Denpasar AKP I Putu Agus Ady Wijaya, S.H. dan dihadiri para pejabat serta personel dari sejumlah satuan kerja, di antaranya Kanit Regident Sat Lantas, Ka SPKT, KBO Sat Reskrim, PS. Kauryamnin Sat Intelkam Polresta Denpasar, serta personel/staf masing-masing Satker yang ditunjuk.

Forum tersebut juga melibatkan unsur masyarakat sebagai bagian penting dalam memberikan masukan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, yakni Ketua PHDI Kecamatan Denpasar Selatan, Ketua PHDI Kecamatan Denpasar Barat, perwakilan mahasiswa Universitas Warmadewa, Elisabeth International, dan STIKES Bina Usada, tokoh agama, tokoh adat, serta perwakilan media.

Kabag Ren Polresta Denpasar menyampaikan bahwa kegiatan FKP menjadi ruang komunikasi antara Kepolisian dan masyarakat untuk menyepakati serta mengevaluasi standar pelayanan publik. Transparansi menjadi salah satu prinsip utama dalam penyelenggaraan pelayanan, sehingga berbagai masukan dari masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.

Selain membahas standar pelayanan, peserta juga mendapatkan sosialisasi mengenai layanan Polisi 110 sebagai sarana quick response dalam memberikan bantuan Kepolisian kepada masyarakat.

Pada sesi berikutnya, Kanit Regident Sat Lantas Polresta Denpasar memaparkan standar pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM), mulai dari dasar hukum, persyaratan, hingga mekanisme pelayanan yang terbagi dalam tujuh zona, yakni zona pendaftaran, registrasi, identifikasi, pencerahan, uji teori, uji praktik, dan cetak SIM.

Baca Juga  Studi Komparasi, DPRD Kota Magelang Bersama Puluhan Wartawan Kunjungi DPRD Badung

Sementara itu, KBO Sat Reskrim Polresta Denpasar menjelaskan standar pelayanan pada proses penyelidikan dan penyidikan. Pelayanan Reskrim mengedepankan prinsip profesional, akuntabel, transparan, serta berorientasi pada penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Disampaikan pula bahwa standar pelayanan Reskrim tidak hanya berorientasi pada kecepatan penanganan perkara, tetapi juga mencakup kepastian proses, perlindungan hak saksi, korban, tersangka maupun masyarakat, tertib administrasi, serta akuntabilitas setiap tindakan. SOP menjadi instrumen pengawasan dan pengendalian agar seluruh proses penyelidikan dan penyidikan berjalan sesuai ketentuan hukum.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan bagian dari upaya Polresta Denpasar untuk memastikan pelayanan Kepolisian senantiasa terbuka terhadap evaluasi dan masukan masyarakat.

“Melalui Forum Konsultasi Publik ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pelayanan yang diberikan Polresta Denpasar benar-benar memenuhi standar, mudah diakses, transparan, serta memberikan kepastian kepada masyarakat. Masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan,” ujar Kasi Humas.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam forum tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun pelayanan publik yang semakin responsif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan FKP Tahun 2026, Polresta Denpasar berharap terbangun komunikasi dua arah yang semakin kuat antara Kepolisian dan masyarakat, sekaligus menjadi landasan dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tindaklanjuti Laporan Warga via Call Center 110, Polsek Dentim Datangi Lokasi Gangguan Musik Keras

Published

on

By

Polsek Dentim respons laporan gangguan musik keras
RESPONS LAPORAN: Personel Polsek Dentim saat merespons laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Polsek Denpasar Timur (Dentim) menunjukkan respons cepat terhadap laporan masyarakat yang disampaikan melalui Call Center Polri 110 terkait adanya gangguan suara musik keras yang mengganggu waktu istirahat warga di kawasan Jl. Dahlia 1, Desa Sumerta Kauh, Denpasar Timur, Jumat (21/8/2026) dini hari.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Dentim yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Ipda I Wayan Suartana, S.H., langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan situasi dan kondisi di lapangan.

Setibanya di lokasi, personel UKL Polsek Dentim tidak menemukan adanya aktivitas yang menghidupkan musik dengan suara keras. Petugas hanya mendapati sejumlah anak muda yang sedang duduk dan berbincang-bincang.

Dalam kesempatan tersebut, Pawas memberikan imbauan agar tetap menjaga ketertiban, tidak membuat keributan maupun menyalakan musik dengan volume keras, mengingat waktu sudah memasuki dini hari dan warga sekitar sedang beristirahat. Imbauan tersebut juga disampaikan sebagai langkah preventif guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Setelah diberikan imbauan, anak-anak muda tersebut kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah masing-masing. Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H., M.H., menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat yang masuk melalui Call Center Polri 110 akan ditindaklanjuti secara cepat sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Polsek Dentim mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi maupun laporan terkait gangguan kamtibmas melalui Call Center Polri 110, sehingga setiap potensi gangguan dapat segera ditindaklanjuti oleh Kepolisian. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  DPRD Badung Tetapkan APBD Perubahan 2023 Rp 8,4 Triliun
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pembudidaya Lokal Badung Kebagian Pasar, Hasil Ikan Diserap untuk 6.200 Paket Gemarikan

Published

on

By

Kepala Dinas Perikanan Badung Nyoman Suardana bersama pembudidaya lokal mengemas paket olahan ikan Gemarikan
KEMAS PAKET OLAHAN IKAN: Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Sos., M.M. (kanan) bersama pembudidaya dan pengolah lokal saat mengemas paket olahan ikan. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kabupaten Badung tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat. Program ini juga menjadi pasar bagi pembudidaya maupun pengolah ikan lokal.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Sos., M.M., mengatakan bahan baku paket olahan ikan dalam program Gemarikan berasal dari pembudidaya dan pengolah lokal, yakni Kelompok Ikan Tunjung Putih yang juga berkolaborasi dengan kelompok pembudidaya di Kabupaten Badung guna pemenuhan bahan baku.

“Sehingga program ini juga turut mendukung sektor perikanan lokal,” katanya, Kamis (20/8/2026).

Paket Gemarikan tersebut berisi ikan nila, ikan lele, hingga abon tuna yang siap dikonsumsi. Hasil budidaya dan olahan masyarakat lokal tersebut kemudian disalurkan sebagai bagian dari program pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.

“Tahun ini, Pemkab Badung menargetkan penyaluran 2.000 paket olahan ikan untuk pencegahan stunting. Paket tersebut dibagikan dalam 10 tahap di 10 desa sasaran, dengan masing-masing desa mendapat 200 paket,”ujarnya.

“Secara khusus paket ini diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” sambung Suardana.

Selain itu, pihaknya juga rutin menyalurkan 350 paket olahan ikan setiap bulan. Sasarannya balita yang membutuhkan peningkatan status gizi atau berpotensi mengalami stunting.

“Jika digabung dengan berbagai kegiatan distribusi lainnya sepanjang 2026, total paket olahan ikan yang akan disalurkan kepada masyarakat Badung mencapai 6.200 paket,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, Gemarikan tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi hasil budidaya dan olahan ikan lokal untuk terserap. Pembudidaya dan pengolah ikan Badung pun ikut mendapat manfaat dari program pemerintah tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Guru Bahasa Bali Tak Masuk Formasi P3K, Putu Parwata: Ini Tanggung Jawab Pemerintah Provinsi dan Kabupaten
Lanjutkan Membaca