Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kick Off COREMAP-CTI, Pengelolaan Sumber Daya Pesisir untuk Penguatan Ekonomi Berkelanjutan

BALIILU Tayang

:

de
Kegiatan Kick Off COREMAP-CTI, di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/3/2021).

Badung, baliilu.com – Indonesia merupakan negara kepulauan dengan sumber daya pesisir dan laut yang sangat kaya dan dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Indonesia memiliki 596 jenis terumbu karang, kita memiliki 14 persen dari luas terumbu karang dunia, dengan 39 persen jenis ikan karang dunia. Pengelolaan sumber daya pesisir merupakan strategi dan program jangka panjang untuk menguatkan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

“Kebijakan pengelolaan sumber daya pesisir Indonesia merupakan Prioritas Nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2020-2024) terutama untuk mendukung ketahanan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Provinsi Bali & Nusa Tenggara Barat memiliki terumbu karang dengan keanekaragaman tinggi, sehingga kita perlu berkomitmen untuk menjaganya. Dan kegiatan Coral Reef Rehabilitation and Management Program – Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) ini merupakan triger atau stimulus pasca-pandemi Covid-19 untuk menggerakkan kegiatan lain di bidang ekonomi,” ujar Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Sekretaris Utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Himawan Hariyoga dalam kegiatan Kick Off COREMAP-CTI, di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/3/2021).

Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Sekretaris Utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Himawan Hariyoga saat membuka kegiatan Kick Off COREMAP-CTI, di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/3/2021).

Himawan Hariyoga lanjut memaparkan, Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai implementing agency kegiatan COREMAP-CTI atau dikenal dengan Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang – Prakarsa Segitiga Karang, program ini merupakan program untuk menjaga kelestarian terumbu karang Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang mengandalkan laut dalam kehidupan mereka.

Kick off COREMAP-CTI di Bali ini merupakan kolaborasi multi-pihak untuk pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan terutama dengan dukungan pendanaan dari Asian Development Bank yang akan dilakukan oleh Indonesia Climate Change Trust Fund serta para mitra pelaksana.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Dampingi Stafsus Kepala Bappenas Tinjau 2 Proyek TPST di Kota Denpasar

Kegiatan Kick-off COREMAP-CTI ini juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) TB Haeru Rahayu, Kepala Bappeda Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra, Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang diwakili Asisten I, Pejabat Kementerian/Lembaga, mitra pembangunan, pemerintah daerah, serta NGO/CSO pelaksana program COREMAP-CTI di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Himawan Hariyoga menjelaskan, intervensi yang dilakukan oleh program COREMAP-CTI adalah melalui berbagai kegiatan pengelolaan kawasan konservasi dan peningkatan usaha ekonomi masyarakat. Selain itu, dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, Bappenas terus menekankan bahwa tidak ada trade off antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. ‘’Pelestarian sumber daya pesisir dalam hal ini terumbu karang dapat menjadi salah satu contoh nyata bagaimana upaya menjaga lingkungan dapat sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat dan nasional,’’ ujarnya.

Dalam upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan target rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2025 dalam pembangunan kelautan dan perikanan, ucap Hariyoga, Bappenas berperan sebagai enabler bagi para pemangku kepentingan baik pemerintah pusat, daerah dan masyarakat melalui pendekatan convergence dimana Bappenas menjadi wadah dalam pembangunan partisipatif. Pelaksanaan COREMAP-CTI dengan dana hibah Asian Development Bank ini merupakan bentuk pilot project dimana Nusa Penida, Bali lokasi pilot project.

Tak hanya itu, Gili Matra dan Gili Balu, Nusa Tenggara Barat juga menjadi area pilot project pelestarian terumbu karang ini. ‘’Yang pada akhirnya, pilot project itu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat diadopsi oleh berbagai pihak terkait,’’ katanya.

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Ir. Arifin Rudiyanto, M.Sc, Ph.D. bersama Executive Director Dr. Tonny Wagey.

Sementara itu, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Ir. Arifin Rudiyanto, M.Sc, Ph.D. menuturkan, “COREMAP- CTI juga mendukung Sustainable Development Goals 14 (Life Below Water) yaitu konservasi dan pemanfaatan secara berkelanjutan sumber daya laut, samudera dan maritim untuk mencapai 3 target utama SDG’s antara lain perlindungan ekosistem laut dan pesisir secara berkelanjutan, mengkonservasi setidaknya 10% area pesisir laut dan meningkatkan keuntungan ekonomi yang berkelanjutan”.

Baca Juga  Terima Kunjungan Bappenas, Bupati Tabanan Bahas Revitalisasi Pasar Induk Gadarata Singasana

Tujuan program pelestarian terumbu karang ini adalah untuk mencapai efektivitas pengelolaan 80% level biru. Bentuk intervensi COREMAP – CTI dengan pendanaan Asian Development Bank di Nusa Penida, Gili Matra, dan Gili Balu tersebut dilakukan dalam bentuk Penguatan Kelembagan dan pengelolaan terumbu karang, pengembangan rencana pengelolaan sumber daya berbasis ekosistem dan peningkatan mata pencaharian berkelanjutan.

Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian PPN/Bappenas Sri Yanti mengimbuhkan, pada tahun 2019 Bappenas melalui ICCTF telah dipercaya untuk mengelola proyek COREMAP-CTI dengan pendanaan hibah yang berasal dari Global Environment Facility (GEF), yang disalurkan melalui World Bank dan Asian Development Bank. “Latar belakang pelaksanaan COREMAP-CTI dengan dana hibah dari ADB di antaranya adalah target untuk mencapai 10% Kawasan Konservasi Perairan (KKP) pada tahun 2030, meningkatkan efektivitas pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan di Lesser Sunda, khususnya Nusa Penida di Bali, Gili Matra dan Gili Balu di Nusa Tenggara Barat, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan,” jelas Sri Yanti.

Dukungan COREMAP-CTI Asian Development Bank sebesar US$ 5,2 juta telah dimulai pada 4 Maret hingga 31 Desember 2022 ini bertujuan untuk mencapai 80% Kategori Biru di Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida, mencapai 80% Kategori Biru di Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Matra, dan mencapai 100% Hijau Taman Pulau Kecil (TPK) Gili Balu. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Dilantik sebagai Menkeu, Suahasil Pastikan APBN Sehat, Kredibel, dan Berdampak bagi Rakyat

Published

on

By

Suahasil Nazara Beri Keterangan Usai Dilantik jadi Menkeu
BERI KETERANGAN: Suahasil Nazara memberikan keterangannya seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode tahun 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara sekaligus memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mampu mendukung program-program prioritas pemerintah. Hal tersebut disampaikan Suahasil dalam keterangannya seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode tahun 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026.

“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ungkapnya.

“Jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah, karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel, APBN itu harus dapat dipercaya,” lanjut Suahasil.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Keuangan akan terus bekerja untuk menjadikan APBN sebagai instrumen yang mampu mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian nasional. Suahasil juga memastikan bahwa defisit APBN akan tetap dijaga di bawah batas 3 persen.

“Defisit akan tetap di bawah 3 persen,” tegasnya.

Suahasil turut menekankan pentingnya komunikasi publik yang dapat dipercaya dalam pengelolaan keuangan negara. Menurutnya, kredibilitas APBN harus dibangun tidak hanya melalui kebijakan yang sehat, tetapi juga melalui komunikasi yang konsisten kepada masyarakat.

“Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah,” ujarnya.

Terkait efisiensi, Suahasil menegaskan bahwa efisiensi APBN tidak semata-mata dimaknai sebagai pemotongan belanja. Efisiensi harus memastikan setiap anggaran yang digunakan menghasilkan keluaran yang maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Dampingi Stafsus Kepala Bappenas Tinjau 2 Proyek TPST di Kota Denpasar

“Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Suahasil.

Dalam mengemban amanah barunya, Suahasil turut memastikan proses transisi di Kementerian Keuangan akan dikoordinasikan dengan baik. Dengan demikian, pengelolaan keuangan negara dan pelaksanaan berbagai program pemerintah dapat terus berjalan secara berkesinambungan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan

Published

on

By

Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menkeu
LANTIK: Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih. Pelantikan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026. Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029.

Pelantikan ini ditandai dengan pengucapan sumpah janji jabatan, yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. Prosesi tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, menegaskan komitmen pejabat yang baru dilantik untuk mengemban amanah dengan tanggung jawab dan integritas.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan kepada pejabat yang dilantik.

Pelantikan Menkeu Suahasil dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk selanjutnya diikuti para undangan yang hadir.

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, para menteri dan kepala badan Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Dampingi Stafsus Kepala Bappenas Tinjau 2 Proyek TPST di Kota Denpasar
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dari Beasiswa hingga ke China, SMAN 1 Sukasada Buka Lebih Banyak Peluang bagi Siswa Raih Masa Depan

Published

on

By

Pembelajaran Bahasa Mandarin di SMAN 1 Sukasada
Suasana pembelajaran bahasa Mandarin di SMAN 1 Sukasada, Buleleng. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Memasuki usia ke-24, SMA Negeri 1 Sukasada terus membuka lebih banyak peluang bagi siswa untuk meraih masa depan. Tidak hanya melalui prestasi akademik, sekolah juga menghadirkan beasiswa, penguatan bahasa asing, pelatihan keterampilan, hingga peluang melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari komitmen SMAN 1 Sukasada dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk berkembang sesuai potensi masing-masing. Semangat tersebut juga menjadi bagian dari momentum HUT ke-24 sekolah yang mengusung harmoni antara budaya, pendidikan, dan tuntutan zaman.

Salah satu program unggulan yang terus diperkuat adalah beasiswa prestasi bagi siswa berprestasi dari jenjang SMP. Program ini memberikan pembebasan biaya pendidikan bagi siswa yang berhasil meraih predikat juara umum di sekolah asal.

Juara umum pertama mendapatkan beasiswa selama tiga tahun, juara umum kedua selama dua tahun, sedangkan juara umum ketiga memperoleh beasiswa selama satu tahun.

Kepala SMAN 1 Sukasada, Putu Suardana, S.Pd.,M.Pd, mengatakan program tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar budaya berprestasi tumbuh sejak jenjang pendidikan sebelumnya.

“Kami ingin memberikan motivasi kepada siswa agar terus berprestasi. Prestasi akademik harus mendapat apresiasi, sehingga mereka semakin semangat belajar dan berkembang,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/9).

Menurutnya, sekolah tidak ingin membatasi kesempatan siswa hanya pada prestasi akademik. Potensi di bidang olahraga, seni, budaya, maupun keterampilan juga terus dikembangkan.

Hal tersebut menjadi bagian dari konsep pendidikan yang ingin dibangun SMAN 1 Sukasada, yakni tetap berakar pada budaya lokal namun mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Anak-anak yang datang ke SMA Negeri 1 Sukasada memang memiliki jiwa budaya dan olahraga yang kuat. Itu yang kami gali kembali. Prestasi yang sudah ada kami kemas dengan sentuhan modern, sehingga budaya tetap hidup tetapi anak-anak juga siap menghadapi tuntutan global,” jelasnya.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Dampingi Stafsus Kepala Bappenas Tinjau 2 Proyek TPST di Kota Denpasar

Peluang siswa untuk menatap dunia global juga diperkuat melalui pembelajaran bahasa asing, salah satunya bahasa Mandarin. Program tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Undiksha dan Harbin University.

Siswa mendapatkan pembelajaran bersama native speaker dan saat ini telah memasuki pembelajaran bahasa Mandarin level dua yang dilaksanakan setiap hari Sabtu.

Yang menarik, penguatan bahasa Mandarin tersebut tidak hanya bertujuan menambah kemampuan komunikasi siswa, tetapi juga membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke China melalui jalur beasiswa.

“Tahun ini anak-anak baru masuk ke level dua. Kami berharap dan berdoa semoga ada yang mampu menembus China melalui peluang beasiswa tersebut,” ujarnya.

Selain membuka peluang pendidikan ke luar negeri, sekolah juga memberikan perhatian terhadap siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi. Melalui program beasiswa subsidi silang, siswa dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh keringanan biaya pendidikan sebesar 50 persen selama tiga tahun.

Sebelum bantuan diberikan, sekolah terlebih dahulu melakukan survei terhadap kondisi ekonomi keluarga. Pada tahun ajaran ini, sebanyak 38 siswa telah menerima bantuan tersebut.

Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari upaya sekolah memastikan kondisi ekonomi tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Tidak berhenti pada pendidikan akademik, SMAN 1 Sukasada juga membekali siswa dengan keterampilan yang dapat digunakan ketika memasuki dunia kerja. Sekolah menggandeng lembaga pelatihan pariwisata H2B untuk memberikan pelatihan di bidang culinary, housekeeping, hospitality, dan bartender.

Siswa mengikuti delapan kali pelatihan teori di sekolah dan empat kali praktik langsung di industri. Setelah mengikuti uji kompetensi, siswa memperoleh sertifikat keterampilan sebagai nilai tambah ketika melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan.

“Beberapa siswa kami sudah diterima bekerja di restoran dan penginapan berbekal sertifikat keterampilan yang mereka peroleh dari program ini,” jelasnya.

Baca Juga  Terima Kunjungan Bappenas, Bupati Tabanan Bahas Revitalisasi Pasar Induk Gadarata Singasana

Beragam program tersebut menunjukkan bahwa SMAN 1 Sukasada berupaya memberikan lebih banyak pilihan masa depan bagi siswanya. Ada jalan melalui prestasi, ada kesempatan melalui beasiswa, ada peluang melanjutkan pendidikan ke luar negeri, serta ada bekal keterampilan bagi siswa yang ingin langsung memasuki dunia kerja.

Putu Suardana menegaskan, sekolah akan terus mengembangkan potensi yang dimiliki siswa maupun guru agar dapat memberikan manfaat nyata bagi pendidikan.

“Kami ingin memunculkan sekecil apa pun sumber daya yang ada, baik dari anak-anak maupun guru. Semua potensi itu kami kembangkan agar anak-anak memiliki bekal yang kuat untuk masa depannya,” tegasnya.

Memasuki usia ke-24, SMAN 1 Sukasada ingin memastikan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk memilih jalannya sendiri. Dengan tetap berpijak pada budaya lokal, sekolah terus membuka pintu menuju prestasi, keterampilan, perguruan tinggi, hingga peluang pendidikan di tingkat global. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca