Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Komit Jaga Budaya Bali, Bupati Giri Prasta Serahkan Seperangkat Gong kepada Banjar Tengah Punggul

BALIILU Tayang

:

de
Bupati Giri Prasta saat menyerahkan seperangkat Gong Kebyar di Banjar Tengah Desa Punggul dan dilanjutkan dengan menghadiri Upacara Atma Wedana di Puri Ageng Punggul, Minggu (27/12).

Badung, baliilu.com – Seni adat tradisi dan kebudayaan memegang peranan penting dalam kemajuan suatu daerah karena merupakan investasi untuk membangun masa depan.

Keberagaman seni adat tradisi dan kebudayaan daerah merupakan kekayaan dan identitas daerah yang sangat diperlukan untuk memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia di tengah dinamika perkembangan dunia.

Menyadari pentingnya hal tersebut, Pemkab Badung di masa kepemimpinan Bupati Nyoman Giri Prasta dan Wabup Ketut Suiasa komit dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal yang ada dalam masyarakat. Seperti yang dilakukan Minggu (27/12), Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyerahkan seperangkat Gong Kebyar di Banjar Tengah Desa Punggul dan dilanjutkan dengan menghadiri Upacara Atma Wedana di Puri Ageng Punggul.

Dalam kesempatan itu selaku kepala daerah, Bupati Giri Prasta menyampaikan komitmennya untuk menjaga dan melestarikan seni tradisi adat dan budaya yang ada di tengah masyarakat, salah satunya dengan memberikan apresiasi dan dukungan pada kegiatan seni berupa pemberian seperangkat Gong Kebyar kepada Banjar Tengah Punggul, maupun dengan memberikan bantuan dana dalam pelaksanaan upacara agama yang dilaksanakan oleh masyarakat Badung. Sehingga masyarakat Badung tidak terlalu terbebani dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk membiayai kegiatan agama dan adat.

“Masyarakat kita banyak menghabiskan waktu tenaga dan biaya dalam kegiatan upacara adat dan agama, itulah yang menjadi dasar mengapa Pemkab Badung selama ini memberikan dana bantuan untuk upacara, membangun pura, wantilan maupun bale banjar. Karena kita ingin mengurangi beban ekonomi masyarakat kita, sehingga penghasilan yang mereka dapatkan dari bekerja bisa fokus digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” jelasnya.

Untuk itu Giri Prasta mengajak warga Desa Punggul pada khususnya dan Badung pada umumnya, untuk berpegang teguh pada agama, budaya dan tradisi yang diwariskan oleh leluhur dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang sudah digariskan oleh baik itu sastra, kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat maupun hukum positif yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga  Rapat WHDI Bali: Perkuat Peran Perempuan Hindu dalam Pelestarian Budaya dan Adat Bali

“Desa Punggul merupakan desa berprestasi dan menjadi desa percontohan di Kabupaten Badung. Tentu kami akan selalu berusaha untuk mendukung program kerja masyarakat Punggul, mulai dari memberikan seperangkat Gong Kebyar kepada Br. Tengah, maupun mendukung pelaksanaan upacara nyekah massal, hingga pada rencana upacara ngusaba desa dan ngusaba nini di masa yang akan datang” ucapnya.

Menyikapi kondisi yang ada saat ini dimana masyarakat dihadapkan pada kondisi darurat pandemi dan ekonomi akibat bencana Covid-19, Bupati Giri Prasta mengungkapkan keinginannya untuk melakukan percepatan perubahan pada APBD Badung, sehingga Badung bisa segera memiliki anggaran untuk membeli alat kesehatan yang dibutuhkan dalam mendukung program vaksin Covid gratis yang digulirkan oleh pemerintah pusat. “Saya berkeinginan untuk segera melakukan perubahan APBD Badung yang sudah ditetapkan oleh Pjs. Bupati bersama DPRD beberapa waktu lalu, agar kita bisa membeli alat kesehatan untuk mensukseskan program vaksin Covid gratis yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat pada awal tahun 2021. Sehingga dengan ini kita harap masyarakat Badung bisa segera pulih dari pandemi dan bangkit secara ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu Kelian Dinas Banjar Tengah Punggul Made Wardana mewakili warganya menyampaikan terima kasih atas bantuan seperangkat Gong Kebyar yang diberikan oleh Bupati Giri Prasta. Wardana mengungkapkan bahwa selama ini di Desa Punggul hanya Banjar Tengah saja yang tidak memiliki gong. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati karena sudah memenuhi keinginan kami untuk memiliki seperangkat Gong kebyar, mengingat selama ini di Desa Punggul hanya Banjar Tengah saja yang belum memiliki gong,” ungkapnya.

Di sisi lain Pengelingsir Puri Punggul Gusti Ngurah Sukerta juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Giri Prasta untuk menyaksikan prosesi Karya Atma Wedana yang dilaksanakan oleh pihak Puri Punggul dengan melibatkan 25 sawa dan 4 orang potong gigi tersebut. “Semoga dengan kehadiran dan bantuan dana Rp 25 juta yang beliau berikan secara pribadi, pelaksanaan Karya Atma Wedana ini bisa berjalan lancar sesuai harapan kita bersama,” ucapnya. (bt)

Baca Juga  Adi Arnawa Dorong Generasi Muda Banjar Sayan Jadi Garda Terdepan Pelestarian Budaya

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Serangkaian “Metatah” Massal PHDI Denpasar

Published

on

By

sangging jaya negara

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar di Pura Agung Lokanatha Denpasar, Sabtu (3/10). Keterlibatan tersebut menjadi bentuk kebersamaan sekaligus kepedulian dalam membantu masyarakat melaksanakan upacara keagamaan.

Metatah massal tersebut diikuti sebanyak 157 peserta. Selain metatah, kegiatan juga dirangkaikan dengan upacara Menek Kelih yang diikuti 107 peserta dan Mewinten Saraswati sebanyak 35 peserta. Kegiatan turut dihadiri Anggota DPD RI Dapil Bali, IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang juga turut ngayah sebagai sangging.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan keterlibatannya sebagai sangging merupakan bagian dari ngayah sekaligus wujud kebersamaan bersama masyarakat dalam pelaksanaan yadnya.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan gotong-royong dalam meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan lancar dan mendapatkan kerahayuan,” ujar Jaya Negara.

Menurutnya, pelaksanaan metatah massal tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki makna penting dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai agama Hindu serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Denpasar, kata Jaya Negara, akan terus mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan, adat, dan budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.

Sementara itu, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi Walikota Denpasar yang turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan metatah massal. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

“Melalui pelaksanaan Metatah Massal, Menek Kelih, dan Mewinten Saraswati, PHDI Kota Denpasar berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlangsungan adat, agama, dan budaya Bali di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Rapat WHDI Bali: Perkuat Peran Perempuan Hindu dalam Pelestarian Budaya dan Adat Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

“Tangkil Ngaturang Bhakti“ di Pura Bukit Mentik, Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Jaga Peradaban Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Hadiri Pujawali di Pura Bukit Mentik
HADIRI KARYA: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (1/10) sore. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan peradaban Bali melalui penguatan desa adat dan pelestarian kawasan sakral. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Muspayang Bhakti Nganyarin serangkaian Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat (Ida Betara/Betari Tedun Kabeh) di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli, Kamis (1/10) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Koster menyebut Pura Bukit Mentik sebagai salah satu simbol penting peradaban Bali yang memiliki nilai spiritual dan budaya yang harus terus dijaga.

Menurutnya, kawasan Kintamani memiliki anugerah alam yang sangat besar dengan keberadaan Gunung dan Danau Batur. Kekayaan tersebut, kata Koster, harus dirawat secara berkelanjutan agar tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali.

“Ini harus kita rawat dengan baik,” tegas Koster.

Koster juga menyampaikan bahwa dirinya memberikan perhatian serius terhadap pembangunan di Kabupaten Bangli. Pembangunan, menurutnya, harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam, budaya, adat, dan kehidupan spiritual masyarakat.

Komitmen tersebut, lanjut Koster, menjadi bagian dari haluan pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan. Arah pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga memastikan Bali tetap ajeg dengan kekuatan adat dan budaya sebagai fondasinya.

“Jaga Bali agar tetap ajeg,” ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan seluruh desa adat di Bali menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Bali ke depan. Desa adat dinilai memiliki peran strategis dalam mempertahankan nilai-nilai budaya, tradisi, serta kehidupan sosial masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Adi Arnawa Dorong Generasi Muda Banjar Sayan Jadi Garda Terdepan Pelestarian Budaya
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel“ Desa Adat Kesiman

Apresiasi Kolaborasi Ringankan Masyarakat Jalankan Upacara Yadnya

Loading

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Karya Angasti Puja Kesiman
Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman, Kamis (1/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman yang dilaksanakan pada Wraspati Umanis Ugu, bertempat di Pantai Padang Galak, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis (1/10).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Dapil Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Bendesa Adat se-Kota Denpasar, perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta undangan terkait lainnya.

Di sela rangkaian upacara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Desa Adat Kesiman.

“Sinergitas antara krama adat dengan pemerintah dalam melaksanakan upacara yadnya ini patut diberikan apresiasi. Tentunya pelaksanaan upacara yadnya yang kolaboratif ini dapat meringankan masyarakat dalam menjalankan kewajiban sebagai umat Hindu di Bali,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut, Arya Wibawa menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan dan adat di Kota Denpasar sejalan dengan visi pembangunan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

“Pemerintah Kota Denpasar juga berharap seluruh rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat berjalan baik dan memberikan kebaikan bagi masyarakat yang melaksanakannya,” tambah Arya Wibawa.

Bendesa Adat Kesiman, Jro Mangku Ketut Wisna di sela acara mengatakan, upacara Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk Puri Pemayun Kesiman.

“Rangkaian kegiatan telah dimulai melalui prosesi Negteg Beras pada 9 September 2026 lalu, dilanjutkan prosesi Ngingsah pada 16 September 2026 serta Melaspas Peyadnyan pada 18 September 2026. Dilanjutkan prosesi Nganget Don Bingin pada 24 September 2026, dilanjutkan upacara Mesasap Segara yang diikuti 526 peserta pada 27 September 2026. Lalu dilanjutkan upacara Metatah Massal yang diikuti 345 peserta, dilanjutkan prosesi Ngajum Puspa pada tanggal 29 hingga 30 September 2026,” jelasnya.

Baca Juga  Rapat WHDI Bali: Perkuat Peran Perempuan Hindu dalam Pelestarian Budaya dan Adat Bali

Selanjutnya, Jro Mangku Ketut Wisna mengatakan setelah dilaksanakan rangkaian upacara tadi, dilanjutkan dengan rangkaian upacara lainnya.

“Barulah dilaksanakan puncak Karya yang diikuti 307 puspa pada 1 Oktober 2026 yang dipuput oleh lima sulinggih Siwa-Buddha. Selanjutnya seluruh rangkaian karya akan ditutup dengan pelaksanaan upacara Nyegara Gunung pada 4 Oktober 2026 mendatang,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca