Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Konsil Kedokteran Indonesia Lakukan ‘’Desk Evaluation’’ Prodi Dokter Subspesialis Ilmu Penyakit

BALIILU Tayang

:

de
DESK EVALUATION: Desk Evaluation kepada Program Studi Dokter Subspesialis Ilmu Penyakit Dalam FK Unud/RSUP Sanglah yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (31/1/2022). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Konsil Kedokteran Indonesia kembali melakukan Desk Evaluation kepada Program Studi Dokter Subspesialis Ilmu Penyakit Dalam FK Unud/RSUP Sanglah yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (31/1/2022). Kegiatan ini dihadiri Rektor Unud, Dekan dan Wakil Dekan FK, para Koprodi, LP3M, Ka UPT Perpustakaan, Dirut RSUP Sanglah, Ketua KKI dan jajaran serta undangan lainnya. 

Ketua KKI dr. Putu Moda Arsana, Sp.PD-KEMD menyampaikan pelaksanaan desk evaluasi sebelumnya sudah dilakukan. Akan tetapi ada perbaikan, dan langsung dilakukan perbaikan secara menyeluruh. Moda mengatakan, sebagaimana diketahui di Bali akan didirikan RS Internasional yang sudah groundbreaking dan berharap banyak terhadap Bali termasuk tenaga profesionalnya. RS ini nantinya akan membawa sarana prasarana, teknologi dan SDM, tentunya sarana prasarana dan teknologi harus kita kuasai sesuai UU harus ada pendamping. Oleh karena itu, KKI sudah mempersiapkan standar pendidikan terutama SP2. 

Ketua KKI dr. Putu Moda Arsana, Sp.PD-KEMD. (Foto: Ist)

KKI berkeinginan Bali ini harus baik, yang dimulai dengan perbaikian standar pendidikan melalui 17 standar, dan juga perbaikan proses melalui monev yang dilakukan KKI. Perbaikan standar pendidikan di awal itu sangat penting karena semuanya akan mengacu kesana. Tugas KKI adalah memantau supaya output yang dihasilkan menjadi baik begitu juga outcame-nya. ‘’Kami harap pusat pendidikan untuk bersama-sama melaksanakannya demi bangsa dan negara terutama dalam hal layanan kesehatan. Kalau ada yang kurang agar segera diperbaiki. Setelah keluar rekomendasi agar segera diproses pihak Rektorat untuk pengajuan ke Dikti,’’ ujarnya. 

Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU menyampaikan pelaksanaan desk evaluation ini dapat melengkapi usulan dari Unud. Ada dua hal yang perlu diketahui tentang kehadiran stake holder di bidang kesehatan yaitu pendirian RS Internasional dan kekhawatiran masuknya universitas terbaik dunia yang beroperasi di Indonesia khususnya Bali. 

Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU. (Foto: Ist)

Dalam rangka mengantisipasi hal tersebut, Unud mempunyai rencana pengembangan jangka panjang berikut strategi yang akan dilakukan. Ancaman akan menjadi sebuah tantangan dalam pelaksanaan tugas untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Unud. Mari kita lakukan desk evaluation yang diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut. Kegiatan ini diharapkan memberikan pemahaman terhadap apa yang perlu dilakukan, sehingga pengembangan dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya. Pihaknya ingin mengembangkan FK dengan memperluas cakupan layanan kepada masyarakat melalui pembentukan prodi baru yang relevan dengan kebutuhan di masa yang akan datang. Terkait dengan internasionalisasi, prodi harus membuka jalan dalam menjalin kerja sama di tingkat global. Mengikuti desk evaluation ini menjadi komitmen pimpinan universitas terhadap hal tersebut, dan pihak Rektorat siap memproses lebih untuk proses pengiriman dokumen. 

Direktur Utama RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M.Kes. (Foto: Ist)

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M.Kes. menyampaikan pihaknya terus mengupayakan dan meningkatkan sarana prasarana, SDM dan fasilitas lainnya untuk mendukung lancarnya pembentukan dan kelancaran Subspesialis yang menjadi kebutuhan bersama yang bisa meningkatkan kualitas layanan kesehatan, pendidikan dan penelitian yang dihasilkan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita4329-Konsil-Kedokteran-Indonesia-KKI-Lakukan-Desk-Evaluation-Program-Studi-Dokter-Subspesialis-Ilmu-Penyakit.html (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca