Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

POLITIK

Koster-Giri Lebih Memilih Menyapa Warga dan Tawarkan Program

BALIILU Tayang

:

Koster-Giri
SAPA WARGA: Paslon Gubernur Bali Nomor 2 Wayan Koster saat menyapa warga di tengah hadiri kampanye Pilgub Bali 2024. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Tak terasa masa pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, tinggal seminggu lagi, yakni tanggal pada Rabu, 27 November 2024 ini.

Untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali Tahun 2024 ini terdapat dua pasangan calon (Paslon). Salah satu Paslon paling diunggulkan adalah Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 2, Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri).

Menariknya berdasarkan pantauan di lapangan, Paslon Koster-Giri diusung PDI Perjuangan ini lebih memilih model kampanye turun ke tengah masyarakat hingga pelosok desa untuk menyapa warga dan melakukan sosialisasi program kerja yang ditawarkan.

Selain itu, Paslon Koster-Giri tiap turun ke tengah masyarakat selalu mengenanakan pakian adat Bali sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian budaya serta kecintaan dan penguatan terhadap produk tradisional lokal Bali.

Kesempatan turun menyapa masyarakat juga digunakan Koster-Giri untuk menyerap aspirasi warga setempat. Alhasil, masyarakat pun seringkali menyatakan dukungan mereka secara bulat kepada Paslon Koster-Giri yang dianggap kinerja serta kepemimpinannya telah teruji dan terbukti.

Seperti halnya, krama Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng menegaskan tak ada pemimpin lain di hati mereka selain Koster-Giri. Di hati mereka hanya ada nomor 2. Tak ada angka lain di hati warga jelang pencoblosan Pilgub Bali 2024, Rabu, 27 November 2024.

Astungkara di hati kami krama Sambangan, Sukasada hanya ada paslon Gubernur Bali Nomor 2 (Koster-Giri, red),” ujar tokoh masyarakat Nyoman Wijaya pada simakrama Wayan Koster bersama ribuan warga di wantilan desa setempat, Minggu (17/11/2024).

Ia lalu menyebutkan salah satu program Koster-Giri yang telah dirasakan masyarakat Bali terutama di Desa Sambangan.

“Sebagai desa termuda di Sukasada Buleleng, kami telah merasakan program ngaben massal. Ini program Gubernur Bali 2018-2023 Wayan Koster yang sangat bermanfaat bagi krama Bali,” kata Nyoman Wijaya.

Baca Juga  Survei Terbaru, Koster-Giri Unggul dengan Elektabilitas 70,4%

Sebelumnya, pada Jumat (15/11/2024) dengan jumlah sekitar dua ribu warga Desa Busungbiu, Buleleng menyatakan tekad bulat memenangkan Koster-Giri pada Pilgub Bali 2024.

Tokoh masyarakat Busungbiu, I Gede Yasa menjelaskan alasan ribuan warganya mendukung dan memenangkan Koster-Giri. Menurutnya, Wayan Koster saat menjabat gubernur Bali periode 2018-2023 telah terbukti melestarikan dan memperkuat adat budaya Bali serta desa adat.

Hal itu, lanjut Gede Yasa, dibuktikan dengan diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat. “Karena desa adat yang menjadi benteng pertahanan budaya Bali maka dibuatkan peraturan untuk melindungi keberadaan Desa Adat. Dan juga sudah ada Perda Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali,” ujarnya.

Selain itu, tambah Gede Yasa, Wayan Koster yang merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini juga memperjuangkan lahirnya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali. “Karena ada Undang-Undang Provinsi Bali maka turis-turis yang datang ke Bali dikenakan pungutan. Uangnya itu masuk ke kas PAD (Pendapatan Asli Daerah) Provinsi Bali yang dipakai untuk biaya memperkuat seni budaya dan desa adat di Bali,” terangnya.

Bahkan, kata dia, Wayan Koster juga berhasil mengangkat produk-produk tradisional Bali. Mulai dari salak bali, tenun bali, endek bali, garam bali, arak bali dan produk lokal lainnya. “Keweh aengan ngalih gubernur care Pak Koster. (Sulit mencari gubernur yang kinerjanya dan gagasannya seperti Pak Koster, red),” ujarnya.

Terlebih lagi, tegas dia, Wayan Koster selama tiga periode menjadi Anggota DPR RI sangat rajin turun ke masyarakat termasuk ke Desa Busungbiu. “Pak Koster sudah sering ke sini dari dulu untuk membantu (memperjuangkan, red) kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga  Warga Seraya Syukuri dan Apresiasi Bantuan Wayan Koster Lima Tahun Lalu

Bahkan, seorang warga Kota Denpasar bernama Pak Yusa awalnya merasa tidak mempunyai pilihan siapa calon pemimpin yang akan ia pilih pada pencoblosan Pilgub Bali 2024 di tanggal 27 November 2024 nanti.

Namun setelah mengetahui bahwa Paslon Koster-Giri mempunyai konsep rancangan solusi mengatasi kemacetan di wilayah Bali Selatan meliputi Badung dan Denpasar, ia langsung jatuh hati pada Palson diusung PDI Perjuangan tersebut.

“Pak Yusa dari Kesiman sempat bertanya kepada saya, apa alasan memilih Koster-Giri? Setelah dia tahu Pak Koster telah punya rancangan solusi konkret mengatasi kemacetan, langsung dia bilang akan pilih Koster-Giri,” tutur Calon Walikota Denpasar IGN Jaya Negara saat simakrama Paslon Koster-Giri di Padangsambian Kaja, Denpasar pada Kamis (14/11/2024) lalu.

Jaya Negara yang juga petahana maju kembali Pemilihan Walikota (Pilwakot) Denpasar 2024 ini menegaskan bahwa Wayan Koster sebagai pemimpin Bali yang cerdas dan solutif.

“Pak Koster itu pemimpin cerdas yang selalu memikirkan program sebagai solusi konkret mengatasi permasalahan dihadapi masyarakat,” tegasnya. (*/gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

POLITIK

Ketua DPC PDI-P Badung I Nyoman Giri Prasta Buka Musancab Se-Badung

Published

on

By

dpc badung
MUSANCAB: Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta berfoto bersama usai membuka Musancab PDI-P se-Kabupaten Badung di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta membuka secara resmi Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung yang dilaksanakan di Wantilan Serba Guna Pusat Latihan Bakti Negara, Perumahan Multi Permai I, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, pada Minggu (4/1).

Turut hadir pada kesempatan ini, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung Wayan Adi Arnawa, Bendahara DPC PDI Perjuangan Badung Bagus Alit Sucipta beserta seluruh fraksi dan pengurus PDI Perjuangan se-Kabupaten Badung.

Musancab merupakan agenda penting partai dalam rangka konsolidasi organisasi dan penguatan struktur kepengurusan di tingkat anak cabang. Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi kinerja organisasi sekaligus penyusunan langkah strategis partai ke depan.

Dalam arahannya, I Nyoman Giri Prasta menekankan pentingnya soliditas, kedisiplinan, serta loyalitas kader terhadap garis perjuangan partai. Ia menyampaikan bahwa kekuatan PDI Perjuangan terletak pada kerja gotong-royong dan kedekatan kader dengan rakyat, sehingga seluruh jajaran partai diharapkan terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat secara konsisten.

“Saya ingatkan agar Musancab tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan kepengurusan anak cabang yang kuat, solid, dan siap bekerja untuk membesarkan partai serta mengawal program-program kerakyatan. Saya harapkan agar kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen PDI Perjuangan dalam memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Koster-Giri Target Bali Daulat Pangan
Lanjutkan Membaca

POLITIK

Pertemuan Koster dan De Gadjah Penuh Kekeluargaan

Ajak Krama Bali Bersatu Dukung Pembangunan Pro Rakyat

Loading

Published

on

By

koster de gadjah
PERTEMUAN: Pertemuan Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster dengan cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025 di Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030 Wayan Koster akhirnya menepati janji untuk bertemu cagub Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah), Senin, 10 Februari 2025. Gubernur Koster mendatangi kediaman De Gadjah di Denpasar. Pertemuan kedua tokoh politik Bali ini dilakukan penuh kekeluargaan.

Jalinan persahabatan, kekeluargaan, penuh ramah, dan canda tampak dalam diskusi yang berlangsung dua jam itu. Gubernur Koster dan De Gadjah yang juga Ketua DPD Gerindra Bali mengajak agar krama Bali bersatu dan kondusif sehingga pembangunan Bali ke depan berjalan lancar, nyaman dan sukses.

“Pertemuan hanya berdua sebagai sesama sahabat, sifatnya kekeluargaan, ramah, dan penuh canda sama seperti suasana sebelum Pilkada 2024, karena memang berdua bersahabat baik sejak lama,” kata Gubernur Koster usai pertemuan.

Dalam durasi waktu pertemuan selama dua jam itu, Koster dan De Gadjah juga santap siang bersama dan ngopi bareng. Suasananya terasa begitu hidup dan bersemangat.

“Suasana menjadi semakin hidup, karena ngobrol sambil menikmati hidangan kopi dan nasi goreng,” tambah Ketua DPD PDIP Bali ini.

De Gadjah secara langsung mengucapkan selamat kepada Wayan Koster atas terpilihnya sebagai Gubernur Bali lima tahun. Moment ini digunakan untuk penyampaian langsung meski sebelumnya telah disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp pada 27 November 2024 lalu.

Kemudian, baik Koster dan De Gadjah sepakat dan berkomitmen Pilkada telah selesai, dan saatnya masyarakat Bali diajak bersatu, agar Bali kondusif. Krama Bali juga diajak untuk mendukung program pembangunan Bali ke depan agar berjalan sesuai harapan bersama.

De Gadjah juga mengaku akan mendukung program kerja Gubernur Koster selama program ini demi kemajuan dan kebaikan Bali. De Gadjah berharap Gubernur Koster berkomitmen menjalankan program-program yang disampaikan saat kampanye dan simakrama bersama krama Bali.

Baca Juga  Ibarat Pra Debat Pilgub Bali, Koster-Giri Tampil Sempurna Saat Uji Publik Pilkada Bali 2024

Gubernur Koster juga menyampaikan, keduanya sepakat segera mengatasi masalah serius dan mendesak di Bali, seperti sampah, macet, infrastruktur dan air. Serta sangat mendukung pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi agar bisa terlaksana ke depan. (*/gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

POLITIK

Komisi II Bersama Mitra Segera Bahas Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Hasil Pilkada 2024

Published

on

By

jadwal pelantikan kepala daerah
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda. (Foto : dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengungkapkan pihaknya akan membahas tentang jadwal pelantikan Kepala dan wakil kepala daerah terpilih dalam Pilkada serentak 2024. Pembahasan tersebut akan dilakukan Komisi II bersama dengan mitra, yaitu Menteri Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mendatang.

“Komisi II DPR RI akan segera mengundang saudara Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk merumuskan opsi-opsi pelantikan sebagaimana yang kita tahu,” kata Rifqinizamy kepada awak media di Jakarta, Rabu (15/1/2025).

Dijelaskannya, ada dua opsi usulan jadwal pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024, baik kepala daerah terpilih yang bersengketa maupun yang tidak bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Pertama, pelantikan seluruh kepala daerah terpilih dilaksanakan serentak setelah seluruh putusan MK berkekuatan hukum (incratch). Diperkirakan proses sengketa pilkada di MK akan selesai pada 12 Maret 2025 mendatang.

Selain itu, lanjut Politisi dari Fraksi Partai Nasdem ini, ada opsi kedua di mana pelantikan akan dilaksanakan serentak terlebih dahulu, hanya untuk kepala daerah terpilih yang tidak bersengketa, yakni pada 7 Februari 2025 untuk gubernur dan 10 Februari 2025 untuk bupati dan walikota. Hal itu berdasarkan peraturan presiden yang ada, pelantikan gubernur dan wakil gubernur digelar pada 7 Februari 2025 dan pelantikan bupati-wakil bupati serta walikota-wakil walikota digelar pada 10 Februari 2025.

Meski demikian, Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengakui bahwa dinamika menuju proses pelantikan kepala daerah secara serentak hasil Pilkada 2024 terdapat dilema atau problematika hukum. Di mana Putusan MK Nomor 46 Tahun 2024 menyatakan bahwa pelantikan baru bisa dilaksanakan setelah seluruh sengketa di MK selesai atau telah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum, kecuali yang akan melaksanakan pemilihan ulang, penghitungan suara ulang atau pengulangan pilkada karena adanya keadaan mendesak.

Baca Juga  Menang 75 Persen, Gubernur Terpilih Wayan Koster Puji Prestasi DPC PDI-Perjuangan Bangli

Namun, di sisi lain ada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, Pasal 160 dan 160A yang menyebutkan bahwa tahapan pelantikan adalah satu konsekuensi dari penetapan yang dilakukan KPU di provinsi, kabupaten, kota, yang waktunya telah diatur sedemikian rupa.

“Sehingga kalau menunggu putusan MK usai semua pada pertengahan Maret 2024, maka ada kecenderungan juga melanggar dua pasal undang-undang ini,” jelasnya yang dikutip dari laman dpr.go.id. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca