Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kuatkan Budaya Antikorupsi, Inspektorat Provinsi Bali Ingatkan Kepala Sekolah tentang Payung Hukum Pengelolaan Sekolah

BALIILU Tayang

:

Inspektorat Provinsi Bali
SOSIALISASI: Inspektur Provinsi Bali I Wayan Sugiada saat memimpin sosialisasi menguatkan budaya antikorupsi bagi para Kepala Sekolah SMAN/SMKN se-Bali, di Ruang Rapat Sabha Adhyasta, Kantor Inspektorat Provinsi Bali, Renon, Denpasar, pada Rabu (24/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya menguatkan budaya antikorupsi dalam pengelolaan SMAN/SMKN di Provinsi Bali, Inspektorat Provinsi Bali menggelar sosialisasi bagi para Kepala Sekolah SMAN/SMKN se-Bali. Sosialisasi budaya antikorupsi disampaikan langsung oleh Inspektur Provinsi Bali, I Wayan Sugiada di Ruang Rapat Sabha Adhyasta, Kantor Inspektorat Provinsi Bali, Renon, Denpasar, pada Rabu (24/7).

Dalam sambutannya, Sugiada mengingatkan para kepala sekolah terkait beberapa payung hukum yang dapat menjadi panduan dalam pengelolaan sekolah, sehingga mereka dapat menghindari permasalahan hukum. Ia juga menyoroti beberapa tindakan yang dapat dikategorikan sebagai contoh perilaku koruptif, seperti pemalsuan dokumen, tanda tangan, nominal, dan penyalahgunaan fasilitas dinas. Tindakan korupsi bisa terjadi karena adanya faktor kekuasaan dan monopoli yang tidak diimbangi dengan akuntabilitas. Di samping itu, Inspektur juga mengingatkan para kepala sekolah tentang gratifikasi, yang dapat berupa uang, barang, komisi, pinjaman tanpa bunga, dan fasilitas lainnya yang diberikan dalam hubungan dengan jabatan.

“Gratifikasi adalah akar dari korupsi, jika menerima gratifikasi, wajib melaporkannya paling lambat 30 hari setelah menerima. Kita harus selalu bekerja berdasarkan regulasi yang ada, dan tidak boleh tersandung dalam kasus korupsi apa pun,” tambahnya.

Sementara itu, terkait pendanaan pendidikan, Sugiada menyampaikan bahwa menurut PP Nomor 18 Tahun 2022 tentang Pendanaan Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, pendanaan pendidikan dapat berupa pungutan pendidikan, sumbangan pendidikan, dan bantuan pendidikan. Komite sekolah dapat melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk mendukung tenaga, sarana, prasarana, dan pengawasan pendidikan. Penggalangan dana ini berbentuk bantuan atau sumbangan, bukan pungutan, dan hasilnya dibukukan dalam rekening bersama antara Komite Sekolah dan sekolah.

Baca Juga  FEB Unud Raih Predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi

“Hasil penggalangan dana ini dapat digunakan oleh komite sekolah untuk mengatasi kekurangan biaya satuan pendidikan, membiayai program/kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan mutu sekolah yang tidak dianggarkan, dan pengembangan sarana prasarana. Pembiayaan kegiatan operasional komite sekolah harus dilakukan secara wajar dan dipertanggungjawabkan secara transparan,” tambahnya.

Sosialisasi pagi ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali, KN Boy Jayawibawa, serta 146 Kepala Sekolah SMAN/SMKN se-Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Semarak Bulan Bung Karno, TP PKK dan WHDI Denpasar Gelar Beragam Lomba

Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Semangat Inklusivitas

Loading

Published

on

By

bulan bung karno denpasar
BULAN BUNG KARNO VIII: Ketua TP PKK sekaligus Ketua WHDI Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Kadis PMD Denpasar I Wayan Budha dan Sekretaris II TP PKK Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari dalam kesempatan pelaksanaan berbagai lomba dalam rangka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 yang digelar, Selasa (9/6), di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Semangat nasionalisme dan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kembali digaungkan di Kota Denpasar melalui penyelenggaraan berbagai lomba dalam rangka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 yang digelar oleh Tim Penggerak PKK dan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Selasa (9/6).

Kegiatan ini melibatkan peserta dari empat kecamatan se-Kota Denpasar, mulai dari kader PKK, Sekaa Teruna, tokoh masyarakat, hingga anak-anak dan pelajar. Semarak kegiatan juga diramaikan dengan Lomba Macepat Disabilitas yang menjadi ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan bakat dan kecintaan mereka terhadap seni budaya Bali melalui tembang-tembang macepat.

Pelaksanaan berbagai lomba tersebut disaksikan langsung Ketua TP PKK sekaligus Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Turut hadir Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Sekretaris II TP PKK Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari, jajaran pengurus TP PKK dan WHDI Kota Denpasar, perwakilan perangkat daerah terkait, dewan juri, serta para peserta dan pendamping dari seluruh kecamatan di Kota Denpasar. Melalui lantunan pupuh yang sarat makna, para peserta diajak untuk menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya luhur sekaligus memperkuat semangat inklusivitas di tengah masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan berbagai lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi untuk menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan, semangat gotong-royong, serta pemahaman terhadap ajaran dan pemikiran Bung Karno kepada generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang kreativitas dan pembelajaran yang menyenangkan. Nilai-nilai perjuangan, cinta tanah air, dan semangat persatuan yang diwariskan Bung Karno diharapkan dapat terus hidup di tengah masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Antari Jaya Negara.

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Serahkan Penghargaan bagi Patriot Olahraga

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar, I Wayan Budha, menjelaskan bahwa beragam cabang lomba dipertandingkan, antara lain Lomba Kuis Siapa Bisa, Lomba Simulasi, Lomba Yel-Yel Bung Karno, Lomba Menyanyi Lagu Kebangsaan, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Pidato Bung Karno, serta Lomba Membaca Puisi.

Setiap lomba mengusung tema yang selaras dengan semangat Bulan Bung Karno, seperti tema “Kawya Atma Kerti” pada lomba simulasi dan cerdas cermat serta “Bangkitkan Jiwa Pemimpin Bung Karno” pada lomba pidato. Adapun lomba membaca puisi dan menyanyi lagu kebangsaan menjadi wadah bagi anak-anak dan pelajar untuk mengekspresikan rasa cinta tanah air melalui seni.

Setelah melalui proses penilaian dewan juri, para pemenang pun berhasil ditetapkan. Pada Lomba Pidato Bung Karno, Juara I diraih I Made Ardita Arimbawa dari Kelurahan Tonja, Denpasar Utara. Pada Lomba Yel-Yel Bung Karno, Juara I diraih tim Desa Sidakarya dari Denpasar Selatan. Sementara pada Lomba Menyanyi Lagu Wajib Kebangsaan, Juara I diraih Luh Ratih Adita Pramesti dari Sumerta Kaja, Denpasar Timur. Untuk Lomba Cerdas Cermat, Kecamatan Denpasar Utara berhasil keluar sebagai Juara I, sedangkan pada Lomba Membaca Puisi Karya Bung Karno, Juara I diraih Ni Luh Putri Anggita Utami dari Desa Dauh Puri Kangin. Sementara Juara I Simulasi PKK diraih Desa Dangin Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Timur.

“Melalui kegiatan Bulan Bung Karno diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat karakter kebangsaan, mempererat kebersamaan antarwarga, serta menumbuhkan semangat inklusivitas di tengah masyarakat,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Badung Hadiri Rakor Percepatan Penanganan Sampah, Dorong Peran Aktif Sektor Horeka

Published

on

By

penanganan sampah badung
HADIRI RAKOR: Bupati Wayan Adi Arnawa, menghadiri Rakor Percepatan Penanganan Sampah sektor Horeka di Hotel The Meru, Sanur, Denpasar, Selasa (9/6). (Foto: Hms Badung)

Denpasar, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanganan Sampah di Provinsi Bali yang digelar di Hotel The Meru, Sanur, Denpasar, Selasa (9/6). Rakor ini difokuskan pada optimalisasi peran sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka) dalam pemilahan dan pengelolaan sampah, khususnya di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH). Turut hadir Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, para pelaku usaha Horeka di Bali serta para pejabat terkait di lingkungan Kementerian LH dan Provinsi Bali.

Dalam arahannya, Menteri Lingkungan Hidup menegaskan bahwa rapat koordinasi ini bukan untuk saling menyalahkan, melainkan mencari solusi bersama dalam memperbaiki tata kelola sampah di Bali.

“Kami dari Kementerian Lingkungan Hidup akan memberikan arahan dan solusi bagi pemerintah daerah agar segera keluar dari permasalahan ini. Kita harus duduk bersama, menyusun roadmap, dan memperkuat regulasi sehingga persoalan sampah dapat segera ditangani,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengungkapkan bahwa timbulan sampah di Kabupaten Badung mencapai 867,1 ton per hari. Dari jumlah tersebut, 45,5 persen berasal dari sektor Horeka, sedangkan 55 persen berasal dari rumah tangga.

Bupati menjelaskan bahwa sebelumnya pengelolaan sampah masih didominasi pola ‘kumpul-angkut-buang’ tanpa pemilahan. Namun, kondisi tersebut mulai berubah seiring kebijakan pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.

“Dari total timbulan sampah di Badung, sekitar 660 ton per hari sudah terkelola. Hal ini didukung oleh keberadaan TPST-3R di sebagian besar desa, serta pemanfaatan incinerator yang kini diperbolehkan untuk membantu penanganan sampah,” ungkapnya.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Dorong Peran APIP Wujudkan Percepatan Pembangunan yang Efektif dan Efisien

Lebih lanjut disebutkan bahwa, sekitar 76 persen sampah di Badung telah melalui proses pemilahan, yang menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya. Namun demikian, pihaknya menyoroti permasalahan yang masih terjadi pada sektor Horeka, khususnya dalam kerja sama dengan pihak ketiga. Menurutnya, sebagian pihak ketiga belum memiliki sarana dan prasarana pengolahan sampah yang memadai, sehingga sampah langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.

“Jika kondisi ini tidak diperbaiki, maka permasalahan sampah tidak akan pernah selesai. Penanganan harus dimulai dari hulu, termasuk mendorong sektor Horeka untuk mengelola sampah secara mandiri, bukan hanya mengandalkan sistem angkut dan buang,” tegas Adi Arnawa.

Bupati berharap melalui rakor ini dapat dihasilkan langkah konkret dan tindak lanjut nyata dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun pelaku usaha, untuk bersama-sama menangani persoalan sampah.

“Kami berharap ada komitmen bersama untuk memerangi sampah, sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA Suwung dapat ditekan dan hanya menyisakan residu,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Luncurkan Beasiswa “Nak Badung” di BEF 2026

Published

on

By

beasiswa badung
BUKA BEF 2026: Bupati Wayan Adi Arnawa saat membuka Badung Education Fair 2026 sekaligus meluncurkan Program Beasiswa “Nak Badung” di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Selasa (9/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa membuka Badung Education Fair (BEF) 2026 sekaligus meluncurkan Program Beasiswa “Nak Badung” di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Selasa (9/6). Ada dua jenis beasiswa yang diluncurkan, yakni Beasiswa Motivasi untuk Siswa SMA/SMK sederajat dan Beasiswa Afirmasi untuk mahasiswa baru jenjang Sarjana, Sarjana Terapan, maupun Profesi.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama secara simbolis antara Bupati Badung dengan Perguruan Tinggi se-Bali untuk Beasiswa Afirmasi. Selain itu, Sekda Badung IB Surya Suamba turut menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemprov Bali untuk program Beasiswa Motivasi.

Acara ini juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan dari BPD Bali kepada 5 sekolah dengan transaksi Simpel terbanyak dan Agen Simpel Teraktif 2025, yaitu SMPN 2 Abiansemal, SMPN 1 Kuta Selatan, SMPN 1 Petang, SDN 4 Kapal, dan SDN 1 Kerobokan. Pemkab Badung juga menerima apresiasi dari Bank Indonesia (BI) atas dukungan program Cinta, Bangga, Paham Rupiah yang diserahkan langsung oleh Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Henry Nosih Saturwa.

Bupati Adi Arnawa seusai acara menyampaikan, Beasiswa “Nak Badung” dirancang untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, adaptif, dan siap bersaing global menuju Indonesia Emas 2045. Tahun ini, kuota Beasiswa Afirmasi ditargetkan menyasar 450 penerima melalui proses verifikasi ketat agar tepat sasaran. Beasiswa Afirmasi diperuntukkan bagi keluarga yang belum memiliki lulusan S1/D4, anak petani, serta berbasis kearifan lokal bagi anak ketiga (Nyoman) atau keempat (Ketut).

“Mudah-mudahan dengan pemberian beasiswa ini akan lebih banyak memberikan akses kepada masyarakat Badung, dengan prinsip-prinsip keadilan bagi yang tidak mampu pun juga akan bisa mengikuti sekolah SMA termasuk melanjutkan kepada jenjang Perguruan Tinggi. Saya sudah memikirkan juga bagi anak-anak Badung yang dalam kondisi berkebutuhan khusus, saya sudah perintahkan untuk diberikan beasiswa dari jenjang sekolah-sekolahnya, di samping memang kita berikan program bantuan difabel Rp 1 juta/bulan,” jelasnya.

Baca Juga  Komit Cegah Korupsi, Pemprov Bali Raih Ranking Pertama 4 Tahun Berturut-turut

Bupati menambahkan, penerima Beasiswa Motivasi berhak mendapatkan uang SPP, biaya personil, dan seragam. Sementara penerima Beasiswa Afirmasi mendapatkan uang SPP/UKT, biaya personil, biaya kos, laptop, hingga biaya wisuda.

“Untuk Beasiswa Motivasi berhak mendapat uang SPP/sumbangan pendidikan, biaya personil dan biaya seragam sekolah sedangkan Beasiswa Afirmasi mendapatkan uang SPP/UKT, biaya personil termasuk biaya indekos, biaya laptop, dan biaya wisuda. Masyarakat petani ini satu-satunya tujuan kami adalah untuk memberikan reward ini semua kepada petani, agar petani yang di Badung ini fokus untuk memproduksi pangan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung, I Gusti Made Dwipayana, menjelaskan bahwa BEF yang digelar berkelanjutan sejak 2022 kini fokus menghadirkan proses pembelajaran, kolaborasi, dan kreativitas inklusif, bukan sekadar hasil akhir. Menurutnya, dalam dunia pendidikan hal yang paling berharga bukan sekadar capaian akhir, melainkan perjalanan untuk mencapai keberhasilan tersebut.

“Tema ‘Pendidikan Berkelanjutan untuk Semua’ yang diusung tahun ini merupakan refleksi komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang berkualitas, inklusif, relevan, dan berkelanjutan sepanjang hayat,” paparnya.

Dwipayana menegaskan bahwa peluncuran Beasiswa “Nak Badung” dalam momen BEF 2026 ini menjadi bukti konkret perluasan akses pendidikan merata bagi seluruh anak di Kabupaten Badung tanpa terkecuali.

Pada kesempatan ini, turut hadir Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII I Gusti Lanang Bagus Eratodi, Kadis Dikpora Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta beserta Forkopimda Badung, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, Ketua TP PKK Badung beserta segenap Ketua Organisasi Kewanitaan, Tim Perumus Kebijakan Kabupaten Badung, para pimpinan Perguruan Tinggi, kepala sekolah, guru, insan pendidikan, dan perbekel/lurah se-Kabupaten Badung. (gs/bi)

Baca Juga  Pj. Gubernur Bali Apresiasi dan Dukung Rakorda Pemberantasan Korupsi pada Pemerintah Daerah di Wilayah V Tahun 2024

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca