Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

KUI Unud Gandeng ‘’New World Together’’, Gelar Workshop dan Pengabdian di Hutan Bakau

BALIILU Tayang

:

de
Mahasiswa saat membersihkan sampah di bantaran sungai. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Urusan Internasional Universitas Udayana (KUI Unud) menjalin kerja sama dengan New World Together sebuah nongovernment organization (NGO) bertaraf internasional. Jalinan kerja sama tersebut direalisasikan melalui penyelenggarakan kegiatan workshop dan pengabdian di hutan mangrove (bakau).

Koordinator KUI Unud Dr. Eng. Ir. Ni Nyoman Pujianiki, S.T., M.T., M.Eng, IPM menjelaskan kerja sama ini ditujukan untuk meningkatkan kepekaan civitas akademika Unud. Utamanya mahasiswa terhadap kelestarian dan kebersihan lingkungan. “Workshop dan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan mahasiswa asing dan lokal yang kuliah di Unud dari berbagai disiplin ilmu,” tutur Dosen FT Unud itu di sela-sela kegiatan workshop bertajuk Pathway to Achieve the Sustainable Transition Globally di Kampus Unud, Jalan PB Sudirman Denpasar, Jumat (8/4).

Mr. Benjamin Casteillo, founder of New World Together (NTW) saat berbicara dihadapan peserta workshop. (Foto: Ist)

Kerusakan lingkungan akibat perilaku masyarakat yang tidak ramah, tutur Dr. Pujianiki, sebagai pertimbangan utama kerja sama tersebut. Contohnya, masyarakat masih terbiasa membuang sampah sembarangan sehingga perlu dilakukan sosialisasi bahwa kebiasaan tersebut harus segera dihentikan. Kalangan mahasiswa, kata Dr. Pujianiki, diharapkan mampu menjadi pionir atau relawan untuk menyadarkan masyarakat agar mengelola sampah secara baik sesuai dengan berbagai anjuran pemerintah. Anjuran yang dimaksud memilah sampah dari sumbernya, dan mengelolanya dengan tiga R (reuse, reduce, and recycle). Dr. Pujianika menyatakan gembira dengan antusiasme mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut.

Sementara itu Mr. Benjamin Casteillo, founder of New World Together (NTW) saat berbicara dihadapan peserta workshop menjelaskan pentingnya kolaborasi dalam menyelamatkan bumi dari kerusakan yang lebih parah. Pendekatan multidisiplin, lanjutnya, dengan melibatkan kajian ilmu lingkungan, sosiologi, psikologi, antropologi, sejarah, evolusi biologi hingga spiritual.

Baca Juga  FIB Unud Selenggarakan Workshop Pengelolaan Website

“NTW memiliki visi menyejahterakan umat manusia dengan membangun harmonisasi antara manusia, alam, dan nilai-nilai universal. Misinya meningkatkan pengetahuan, alat dan pengalaman untuk mengkatalisasi evolusi menuju pembangunan berkelanjutan dan merata di seluruh dunia,” jelas pria berkebangsaan Prancis itu.

Mr. Benjamin mengingatkan badan manusia terbentuk dari unsur-unsur alam, manusia sangat tergantung pada ketersediaan bahan makanan, air dan udara. “Hal ini menunjukkan adanya interkoneksi dimana kita sangat tergantung pada lingkungan agar bisa hidup secara berkelanjutan,” tegasnya meyakinkan peserta workshop.

Akan tetapi, perilaku manusia cenderung tidak terkontrol seperti konsumsi berlebihan terhadap sumber daya alam, mengakibatkan kerusakan lingkungan, menimbulkan polusi (udara, tanah dan air), maupun perubahan iklim. Perilaku lain yang tidak sejalan dengan semangat melestarikan alam diantaranya hostility (predator, persaingan, dan virus), scarcity atau kelangkaan (berkurangnya sumber daya alam yang vital bagi kehidupan masyarakat) dan separation (social rejection). “Separation artinya kita baru peduli terhadap lingkungan jika kita berkumpul, namun saat dalam kondisi terpisah satu sama lain, kepedulian itu melemah,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 peserta dan dibuka Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unud Prof. Dr. Drh. I Nyoman Suarsana, M.Si. diwakili Koordinator KUI Unud Dr. Pujianiki. Dalam sambutannya Prof. I Nyoman Suarsana menegaskan kerusakan lingkungan di Indonesia dan Bali khususnya meningkat dari waktu ke waktu. Kerusakan ini, katanya, dapat diakibatkan bencana alam dan juga aktivitas masyarakat. Penurunan kualitas lingkungan akibat aktivitas masyarakat seharusnya dapat diantisipasi melalui peningkatan kepekaan masyarakat terhadap dampaknya dalam pembangunan.

“Saat ini sudah ada kelangkaan sumber daya air, kepunahan flora dan fauna. Sadarilah semua itu akan berdampak pada kehidupan umat manusia,” tegas Prof. Suarsana seperti dibacakan Dr. Pujianiki.  Kegiatan workshop dan pengabdian kepada masyarakat itu dilaksanakan di dua tempat, usai mengikuti workshop di Kantor KUI Unud, peserta melakukan bersih-bersih hutan bakau di Denpasar Selatan. Peserta yang umumnya mahasiswa asing itu sangat antusias membersihkan sampah-sampah yang bertebaran di hutan bakau. Sumber: www.unud.ac.id (gs/bi)

Baca Juga  FISIP Unud Gelar Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah dengan ‘’Open Journal System’’

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Wamendikdasmen Hadir di Tabanan, Tinjau Pembangunan dan Revitalisasi Beberapa Sekolah

Published

on

By

Wamendikdasmen
DAMPINGI WAMEN: Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan di beberapa sekolah di Kabupaten Tabanan, Kamis (4/6). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan terus diperkuat di Kabupaten Tabanan. Mewakili Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan di beberapa sekolah di Kabupaten Tabanan, Kamis (4/6). Turut hadir Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan, Wakapolres Tabanan, pimpinan perangkat daerah terkait, serta undangan lainnya.

Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Tabanan, pihaknya melaksanakan Peresmian SMP Muhammadiyah 1 Tabanan, juga meninjau pembangunan SDN 3 Sembung Gede di Mandung, Sembung Gede, Kerambitan dan resmikan revitalisasi SMP Negeri 6 Tabanan, Penandatanganan Mock Up Revitalisasi Sekolah dan Ramah Tamah di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Adat Kota Tabanan, serta mengunjungi Sekolah Rakyat Tabanan di Sentra Mahatmiya Kediri, Tabanan. Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan atas dukungan dan pelayanan yang cepat dalam proses pengajuan sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

“Saya sangat mengapresiasi semangat inklusivitas dari pemerintah daerah Kabupaten Tabanan. Tentu ini mencerminkan semangat keterbukaan pemerintah daerah dan kesadaran bahwa urusan pendidikan tidak bisa dipikul sendiri oleh pemerintah pusat juga oleh pemerintah daerah,” ujar Riza.

Sementara itu, Bupati Tabanan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wabup Dirga, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pihak terkait atas kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, serta pembangunan karakter umat dan bangsa di Kabupaten Tabanan.

Wabup Dirga juga menegaskan bahwa kehadiran sekolah tersebut merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta berakhlak mulia.

“Pemerintah Kabupaten Tabanan sangat mendukung setiap setiap upaya yang dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat termasuk organisasi kemasyarakatan dan keagamaan dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas,” imbuh Dirga.

Baca Juga  FISIP Unud Gelar Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah dengan ‘’Open Journal System’’

Lebih lanjut, Wabup Dirga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran Wamendikdasmen di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan akan semakin memperkuat langkah bersama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter.

Diharapkan dengan turun ke lapangan agar memastikan bahwa kualitas pelayanan makin hari makin baik. Intinya bagaimana program-program Bapak Presiden, baik revitalisasi sekolah maupun MBG, bisa mengena pada sasaran dan memperbaiki ekosistem pendidikan kita, dengan memastikan infrastruktur pendidikan semakin baik, gizi anak-anak terjamin, dan kesejahteraan guru melalui program PPG.

Wamendikdasmen bersama Wakil Bupati Tabanan, dan jajaran dalam kunjungannya di Sekolah Rakyat Tabanan di Sentra Mahatmiya, bertemu dengan para siswa sekaligus meninjau ruang kelas dan laboratorium IPA. Pada kesempatan itu, diserahkan bantuan mikroskop sebagai sarana pendukung pembelajaran guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan potensi peserta didik. Kunjungan tersebut menjadi wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan pemerataan akses pendidikan serta peningkatan mutu layanan pendidikan bagi seluruh anak bangsa. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Respons Cepat Unit Lantas Polsek Kutsel, Kecelakaan di Jalan Goa Gong Diselesaikan secara Kekeluargaan

Published

on

By

kecelakaan di goa gong
RESPONS LAPORAN: Unit Lalu Lintas Polsek Kuta Selatan bergerak cepat merespons laporan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan roda empat di Jalan Goa Gong, Jimbaran. (Foto: Hms Polresta Dps)  

Badung, baliilu.com – Unit Lalu Lintas Polsek Kuta Selatan bergerak cepat merespons laporan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan roda empat di Jalan Goa Gong, Jimbaran.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan penanganan awal dengan mengamankan situasi, mengatur arus lalu lintas, serta mengumpulkan keterangan dari para pihak yang terlibat. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, peristiwa tersebut terjadi saat salah satu kendaraan tidak kuat menanjak sehingga bergerak mundur dan menyenggol kendaraan yang berada tepat di belakangnya.

Akibat kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Insiden hanya mengakibatkan kerusakan ringan pada kendaraan yang terlibat dengan kerugian bersifat material.

Dengan mengedepankan pendekatan humanis dan problem solving, petugas Unit Lantas Polsek Kuta Selatan memfasilitasi komunikasi antara kedua pengemudi. Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan saling menerima hasil kesepakatan yang telah dibuat.

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H.,M.H., kehadiran personel Polri di lokasi mendapat apresiasi dari masyarakat karena mampu memberikan pelayanan secara cepat, profesional, dan humanis sehingga situasi tetap aman serta kondusif tanpa menimbulkan kemacetan maupun perselisihan berkepanjangan.

Polri akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kecelakaan lalu lintas dan permasalahan di jalan raya, guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polsek Kuta Selatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  CACI Unud Gelar Workshop, Hadirkan Pembicara Luar dan Dalam Negeri
Lanjutkan Membaca

NEWS

Respons Cepat 110, Satpolairud Polresta Denpasar Evakuasi Pemancing yang Terjebak di Rumah Apung Perairan Serangan

Published

on

By

Polresta Denpasar
EVAKUASI: Personel Satpolairud Polresta Denpasar berhasil evakuasi seorang pemancing yang terjebak di sebuah rumah apung di Perairan Serangan, Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Kamis (4/6/2026) dini hari. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kesigapan personel Satpolairud Polresta Denpasar kembali terbukti dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seorang pemancing yang terjebak di sebuah rumah apung di Perairan Serangan, Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, berhasil dievakuasi dengan selamat oleh personel Pos Serangan Satpolairud Polresta Denpasar pada Kamis (4/6/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Sielma Claudia Fortuna (26), warga Kabupaten Gianyar, yang saat itu sedang memancing bersama dua rekannya di rumah apung yang berada di Perairan Serangan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 00.30 Wita korban bersama dua temannya berangkat menuju rumah apung menggunakan jukung sewaan yang dikemudikan oleh saksi Rois Akhmadi. Saat sedang memancing, sekitar pukul 02.30 Wita, korban menggunakan cahaya lampu telepon genggam untuk menerangi permukaan laut guna melihat ikan.

Namun akibat guncangan ombak, telepon genggam milik korban terjatuh ke laut. Karena nomor kontak pengemudi jukung yang akan menjemput mereka tersimpan di perangkat tersebut, korban tidak dapat menghubungi pemilik jukung untuk kembali ke daratan. Dalam kondisi tersebut, korban kemudian menggunakan telepon genggam milik temannya untuk menghubungi layanan darurat Call Center 110 Polresta Denpasar guna meminta bantuan.

Mendapat laporan dari operator 110, personel Pos Serangan Satpolairud Polresta Denpasar yang sedang melaksanakan piket langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Mengingat kondisi perairan saat itu tidak memungkinkan menggunakan kapal patroli dan demi mempercepat waktu respons, petugas memanfaatkan boat sekoci milik warga setempat untuk melakukan penyelamatan.

Dua personel Pos Serangan Satpolairud Polresta Denpasar, yakni Aipda I Wayan Eka Suartama dan Bripda Ngakan Gede Agus Oka Purnama, segera menuju titik lokasi yang dikirimkan korban melalui fitur berbagi lokasi. Setelah tiba di rumah apung, petugas langsung melakukan evakuasi terhadap korban beserta dua rekannya dan membawa mereka kembali ke tepi pantai dengan aman.

Baca Juga  Ingin Kuliah di Inggris? KUI Unud Gelar ‘‘Networking Session and Study in UK Expo’’

Berkat respons cepat dan koordinasi yang baik, proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala. Korban dan kedua rekannya berhasil diselamatkan dalam keadaan sehat serta tidak mengalami luka-luka. Setelah dievakuasi, ketiganya langsung kembali ke rumah masing-masing.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H. mengapresiasi kesigapan personel Satpolairud yang dengan cepat merespons laporan masyarakat dan berhasil melakukan evakuasi secara aman.

“Kejadian ini menunjukkan pentingnya layanan Call Center 110 sebagai sarana bagi masyarakat untuk meminta bantuan dalam kondisi darurat. Begitu laporan diterima, personel Satpolairud langsung bergerak cepat melakukan evakuasi sehingga korban bersama dua rekannya dapat diselamatkan dengan selamat,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah perairan agar selalu mengutamakan keselamatan dan mempersiapkan sarana komunikasi cadangan saat berada di laut.

“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di perairan, termasuk memastikan alat komunikasi dalam kondisi aman dan dapat digunakan sewaktu-waktu. Polri akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama 24 jam,” tambahnya.

Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti nyata komitmen Polresta Denpasar dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam penanganan situasi darurat di wilayah perairan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca