Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Kunjungi Sentra Gerabah di Klaten, Puan Beli Cobek dan Wadah Kendi Ulir

BALIILU Tayang

:

kunjungan puan maharani ke klaten
KUNKER: Ketua DPR RI Puan Maharani saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Klaten, Jawa Tengah. Puan mengunjungi desa sentra gerabah dan kampung penghasil camilan atau makanan ringan, Selasa (30/1/2024). (Foto : Eno/Man)

Klaten, Jateng, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Klaten, Jawa Tengah. Dalam kunker di Jateng kali ini, Puan mengunjungi desa sentra gerabah dan kampung penghasil camilan atau makanan ringan.

Dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman dpr.go.id, Puan datang ke Klaten didampingi oleh Anggota DPR RI, Paramita Widya Kusuma dan My Esti Wijayati pada Selasa (30/1/2024). Ini merupakan kehadiran kesekian kalinya bagi Puan di Jateng.

Di awal kunjungannya, Puan meninjau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Pagerjurang, Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Klaten, yang merupakan sentra gerabah. Bupati Klaten, Sri Mulyani turut mendampingi Puan.

Mayoritas warga di Desa Melikan merupakan pengrajin gerabah yang mampu memproduksi 3.000 ribu piring, 100-150 kendi, dan satu guci dalam seharinya. Sekitar 300 KK di Desa ini merupakan pengrajin gerabah turun temurun, yang sebagian memiliki industri rumahan.

Puan sempat meninjau salah satu rumah pengrajin gerabah dan melihat proses produksi, mulai dari yang masih dari tanah liat sampai pelukisan produk. Ia juga diajak untuk melihat proses pembakaran produk gerabah yang masih tradisional dengan menggunakan tungku.

“Bisa sendiri atau belajar ini melukis manualnya?” tanya Puan kepada salah seorang pengrajin perempuan yang sedang melukis salah satu produk gerabah.

“Bisa sendiri karena sudah setiap harinya bikin. Pertama lihat, lalu coba lama-lama terbiasa. Keluarga memang pembuat gerabah,” jawab pengrajin tersebut.

“Wah hebat,” timpal Puan.

Produk gerabah di Desa Melikan ini memang memiliki kekhasan karena memiliki karakter tersendiri. Karena hal tersebut, pada tahun 2022 pembuatan gerabah di Desa Melikan ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya tak benda oleh UNESCO.

Baca Juga  Legislator Desak Pemerintah Tingkatkan Keamanan Wisata NTB

Puan bahkan diperlihatkan sebuah alat kuno yang digunakan oleh pengrajin untuk membuat gerabah sebelum dibakar di tungku dengan kayu. Alat tersebut terbuat dari bambu dan tali.

“Nenek moyang kami sudah memiliki alat dan menurunkan ke kami. Alat ini dari sekitar tahun 1.800-an lah,” jelas satu pengrajin gerabah pelaku industri rumahan yang dikunjungi Puan.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu mengaku bangga dengan produk gerabah di Desa Melikan. Apalagi, kata Puan, pembuatannya masih manual dengan dibakar di tungku sehingga memiliki keunikan.

“Tadi saya sudah lihat, apa yang dilakukan pengrajin gerabah masih dilakukan secara manual, semuanya betul-betul dibuat pakai tangan. Satu kampung masih membuat gerabah secara manual, dengan kayu bakar,” tuturnya.

“Ini satu budaya yang harus dilestarikan, sudah masuk sebagai warisan budaya tak benda dari UNESCO yang memang harus dilestarikan,” lanjut Puan.

Hasil produksi gerabah di Desa Melikan sudah cukup terkenal sampai ke kancah internasional. Namun ada juga yang dijual ke distributor, pedagang eceran, maupun ke hotel-hotel sebagai hiasan.

Setelah melihat proses produksi, Puan kemudian melihat show room pelaku industri gerabah rumahan yang memiliki kios di Desa Pagerjurang, Bayat, Klaten. Pemilik kios bernama Ibu Yani dan suaminya memiliki usaha tersebut sejak tahun 1998.

Tak hanya memiliki kios, pasutri itu juga mengayomi pengrajin gerabah lebih dari 20 orang yang workshopnya berada di kampung tetangga, yakni Desa Paseban. Ibu Yani dan suaminya memberikan modal dan pelatihan, lalu menerima hasil produksi pengrajin untuk dijual kembali.

“Terima kasih Mbak Puan sudah datang. Saya senang sekali dikunjungi,” ungkap Ibu Yani.

Usaha Ibu Yani tak hanya untuk pasar lokal saja. Gerabah yang dijualnya memiliki pasar hingga Belgia, Argentina dan sejumlah negara lainnya.

Baca Juga  Alifudin Minta Pemerintah Fokus Tangani Gelombang Massal PHK

Di kios Ibu Yani, Puan memborong beberapa produk gerabah. Di antaranya cobek batu, 10 tungku obat nyamuk, dan wadah kendi dengan uliran.

Puan menyatakan, kehadirannya ke sentra gerabah di Klaten untuk memberikan dukungan bagi pengrajin dan pelaku usaha.

“Saya hadir di sini untuk mendukung pelestarian pengrajin gerabah ini. Bagaimana desanya juga jadi lebih baik, masyarakatnya juga. Tadi disampaikan juga penjualan sudah dicoba secara online,” terang Puan.

“InsyaAllah nantinya akan kita bantu dalam hal pengembangan sehingga bisa lebih baik dari sebelumnya,” imbuh mantan Menko PMK itu.

Di Klaten, Puan juga mengunjungi sentra produksi snack yang berada di Dusun Jiwan, Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan. Kehadiran Puan di lokasi ini disambut ratusan warga sekitar yang rata-rata merupakan pengrajin makanan ringan.

Ada sekitar 50 produsen snack di desa ini yang tergabung dalam Paguyuban berbentuk koperasi. Produk yang mereka hasilkan seperti pangsit, keripik sukun, kerupuk, rambak, dan intip (kerak nasi) yang produksinya banyak diambil untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Temanggung, hingga Purwokerto.

Karena produksi yang besar, makanan ringan dari sentra snack di Desa ini harus digoreng menggunakan tungku dan tidak bisa memakai gas. Hal tersebut lantaran proses penggorengannya membutuhkan api besar.

Omset per bulan untuk sentra snack di Desa Gondangan bisa mencapai Rp 60-70 juta. Dalam sehari, ada 6-7 kwintal keripik sukun dan 2-3 kwintal pangsit yang dihasilkan.

Di salah satu rumah pengrajin, Puan berbincang dengan warga dan disuguhi Kue Apem khas Kecamatan Jatinom, Klaten. Ia sekaligus mengamati proses produksi pembuatan makanan ringan.

Puan melihat proses pembuatan keripik sukun mulai dari pengupasan, pemotongan, hingga proses penggorengan. Ia juga meninjau proses pembuatan pangsit dari adonan, penggilingan dan pemotongan sampai adonan digoreng.

Baca Juga  Pemerintah dan Komisi XI DPR Sepakati PMN Tunai dan Non-Tunai TA 2023

“Tetap semangat. Semoga UMKM berkembang dengan baik. Saran saya packaging agar lebih bagus. Biar bisa dijual ke eceran,” kata Puan kepada para pengrajin snack.

Pemilik toko Wisnu Aji yang didatangi Puan mengaku kendala yang dihadapi pengrajin snack biasanya karena kenaikan harga bahan baku. Terutama minyak dan tepung tapioka yang mahal.

Puan pun mendorong Pemerintah untuk memberikan perhatian khusus terhadap UMKM seperti sentra produksi snack di Klaten ini. Ia juga menyampaikan pentingnya 3 PM yang perlu dilakukan Pemerintah untuk mendukung UMKM yakni PerModalan, PeMbinaan, dan PeMasaran.

“PerModalan artinya ada bantuan modal dari pemerintah untuk UMKM. Lalu PeMbinaan agar usaha pelaku UMKM bisa mengikuti perkembangan zaman,” urai cucu Bung Karno tersebut.

“Dan yang ke-3 adalah bantuan PeMasaran. Di masa digital seperti sekarang, perlu bantuan pemerintah agar Sentra Produksi Snack bisa mulai meningkatkan pemasaran dan penjualan secara online. Agar cakupan lebih luas,” tutup Puan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Pangdam IX/Udayana Pimpin Panen Raya TNI di Tabanan

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melakukan panen raya bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Tabanan.
PANEN RAYA: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melakukan panen raya bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Desa Adat Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026). (Foto: Pendam IX)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui Panen Raya Bersama TNI yang dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Desa Adat Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Tebu, Padi, dan Kedelai yang dipimpin secara daring oleh Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto dari Kabupaten Malang, Jawa Timur. Panen raya dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia sebagai bentuk sinergi nasional dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

Secara nasional, panen raya meliputi panen tebu yang didampingi TNI Angkatan Udara di delapan lokasi, panen padi yang didampingi TNI Angkatan Darat di 31 lokasi, serta panen kedelai yang didampingi TNI Angkatan Laut di empat lokasi. Kegiatan tersebut mencerminkan kolaborasi nyata seluruh matra TNI dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

Melalui kegiatan ini, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguatan sektor pangan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, pendampingan kepada petani, hingga hilirisasi hasil pertanian agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Presiden juga menekankan bahwa keberhasilan ketahanan pangan merupakan hasil kerja gotong royong seluruh komponen bangsa. Pelibatan TNI dan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan menunjukkan bahwa kedua institusi tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan negara, tetapi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat serta memiliki tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Bali, kegiatan Panen Raya Kodam IX/Udayana dihadiri Forkopimda Provinsi Bali, Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Asrendam IX/Udayana, para Asisten Kasdam, LO TNI AL, LO TNI AU, para Dan/Kabalakdam IX/Udayana, Forkopimda Kabupaten Tabanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta kelompok tani.

Baca Juga  Hadiri Peluncuran Danantara, Puan: Semoga Bisa Gerakkan Perekonomian Nasional

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga panen raya dapat terlaksana dengan baik.

“Keberhasilan panen hari ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi semua pihak. Untuk itu saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat yang terus berkomitmen menjaga produktivitas sektor pertanian,” ujar Pangdam.

Pangdam menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada petani, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan produktif guna meningkatkan hasil pertanian.

Lebih lanjut, Pangdam mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan inovasi dan teknologi modern.

“Kedepan kita harus berani berinovasi. Optimalisasi teknologi pertanian, penggunaan benih unggul seperti Merah Cendana, pengelolaan irigasi yang baik, hingga manajemen pascapanen yang tepat harus terus kita dorong agar hasil pertanian semakin meningkat, berkualitas, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi petani,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Pangdam berharap Panen Raya Bersama TNI tidak hanya menjadi simbol keberhasilan musim tanam, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong-royong dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bila Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
BERIKAN PIDATO: Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran demi mempercepat penghapusan kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Presiden bahkan menyatakan bahwa apabila diperlukan, anggaran pertahanan dan kepolisian dapat dikurangi untuk memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi.

“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Presiden dalam pidatonya usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026.

Presiden menyampaikan bahwa langkah efisiensi tersebut menjadi bagian dari upaya besar mempersiapkan masa depan Indonesia di mana Indonesia diproyeksikan sebagai salah satu negara terbesar di dunia pada 2045–2050. Menurut Presiden, cita-cita Indonesia menjadi negara maju hanya dapat terwujud apabila generasi muda saat ini benar-benar dipersiapkan dengan baik.

“Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia?” ujar Presiden.

Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan negara tidak hanya ditentukan oleh pertahanan dan keamanan dalam arti sempit, tetapi juga oleh kesejahteraan rakyat. Menurut Presiden, rakyat yang kuat, sehat, dan sejahtera merupakan fondasi utama pertahanan nasional.

“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” kata Presiden.

Baca Juga  Legislator Desak Pemerintah Tingkatkan Keamanan Wisata NTB

Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap peran TNI dan Polri yang telah membantu masyarakat melalui berbagai program nyata, termasuk pembangunan jembatan dan penyediaan titik air. Menurut Presiden, kesulitan rakyat harus menjadi perhatian bersama seluruh unsur negara.

“Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. Saya sungguh bahagia dan saya sungguh merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kita atasi, kesulitan rakyat kita atasi,” ungkap Presiden.

Menutup pidatonya, Presiden menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan milik rakyat, sehingga keberadaannya harus selalu diarahkan untuk membantu rakyat dan mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat.

“Ini Indonesia, TNI, Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkas Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak Tiga Komoditas, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
PANEN RAYA: Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya serentak yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, yakni tebu oleh TNI Angkatan Udara, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, serta padi oleh TNI Angkatan Darat.

Setibanya di lokasi, Kepala Negara meninjau insinerator atau alat pembakar sampah, serta melihat berbagai hasil dan inisiatif hilirisasi yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperkuat industri nasional. Kedatangan Kepala Negara disambut dengan pertunjukan Tari Beskalan Putri, sebelum kemudian meninjau sejumlah stan yang menampilkan program-program unggulan TNI di bidang ketahanan pangan.

Presiden Prabowo kemudian menyaksikan secara langsung proses panen raya tebu yang dilaksanakan di Lanud Abdulrachman Saleh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen raya serentak yang dilaksanakan secara nasional sebagai wujud kolaborasi TNI dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Dalam laporannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa panen raya serentak tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendampingan terpadu oleh seluruh matra TNI.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu, TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi,” ujar Panglima TNI.

Secara khusus, Panglima TNI menjelaskan bahwa panen tebu di Lanud Abdulrachman Saleh mencakup lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 72.045 ton.

Baca Juga  Bijak Memilih, Fadli Imbau Masyarakat Cermati Jejak Rekam Caleg 2024 Melalui Sosial Media

“Luas siap panen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi hasil 72.045 ton dengan nilai diterima pabrik rata-rata Rp720 ribu per ton. Hilirisasi tebu turut menghasilkan molase, bioetanol, industri ataupun farmasi, pupuk organik, dan produk turunan lainnya yang meningkatkan nilai bagi perekonomian nasional,” lanjutnya.

Selanjutnya, Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Menurut Kepala Negara, kegiatan tersebut mencerminkan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam mendukung sektor pangan merupakan wujud nyata pengabdian kepada rakyat. Kepala Negara menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegas Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca